Saya baru belajar tentang Rifenery dan Konversi dari minyak mentah ke BBM. Berikut penjelasannya.
Konversi 1 barel minyak mentah atau bahasa kerennya Crude oil menjadi liter. 1 barel sekitar 159 liter. Sedangkan 1 barel minyak mentah, setelah diproses di refenery oil, dari 159 liter minyak mentah, menjadi 95 liter BBM.
Minyak mentah bisa diproses menjadi BBM, hanya sekitar 60% saja. Sisanya berupa produk dan gas lainnya, seperti: buthane propane 10%, gas 10 %, residu 10 % dan produk ikutan lainnya 10 %.
Saat ini di Indonesia mempunyai 6 rifenery untuk proses minyak mentah: Plaju, Dumai, Indramayu, Cilacap, Balik Papan, Sorong. Kapasitas keenam rifenery kita sekitar 1.1 juta barel per harinya. Sedangkan lifting minyak kita hanya 820 ribu barel.
Investasi untuk bangun rifenery sangat mahal. Untuk kapasisitas 125 ribu barel per hari perlu investasi 1 milyar dolar. Kalau investasi existing dari 125 ribu barel ke 250 ribu barel, diperlukan investasi sekitar US 750 juta. Masih mahal.
Melihat mahalnya investasi rifenery, maka impor BBM masih jadi pilihan. Sehingga saat ini kita jadi importir BBM.
Demikian penjelasan singkat tentang konversi dari minyak mentah ke BBM. Semoga bermanfaat. Salam.
Sesama muslim perkuat aqidah. Sesama bangsa Indonesia perkuat silaturahim dan toleransi tanpa ngomongin aqidah, tapi tunjukkan akhlak.
Pak Firdaus,
Informasi saya belum cukup untuk breakdown lebih rinci lagi. Angka-angka itu hanya garis besar saja untuk dipakai sebagai patokan perhitungan kasar. Detilnya sangat tergantung jenis crude oil dan jenis BBM nya, disesuaikan dengan kebutuhan saat itu. Salam.
"Kita tidak bisa mengarahkan angin, tetapi setidaknya kita bisa menyelaraskan Layar"