
Syahdan, setelah episode yg lalu Sengkuni dengan cara2 licik telah berhasil menyingkirkan Pandawa dari Istana Hastina, maka kini dengan leluasa Sengkuni membuat skenario untuk menjadikan Kurawa sebagai penguasa istana Hastina yg sebetulnya adalah hak Pendawa. Duryudono diangkat sebagai raja, tentu saja Sengkuni menempatkan diri menjadi Patih atau istilah prawayang adalah sekjen agar dapat menyalurkan ide2 curangnya kepada rajanya. Sedangkan Pendawa yang terusir dari istana, mengembara tak tentu arah.
Nantikan eposode berikutnya, apakah Kerajaan Hastina akan benar2 dikuasai kurawa? (bersambung)
Mas Har, dulu waktu kecil saya suka sekali membaca komik wayang sehingga hapal kisah mahabrata, bharatayuda dan ramayana. Tapi saya lupa perbedaan peran antara Sengkuni dan Bagawan Dorna. Dua-duanya sama-sama culas, apakah keduanya orang yang sama? Mereka tokoh antagonis, tapi menurut saya tanpa mereka kisah wayang itu tentu kurang rame….hehehe. Salam.
Hidup bukanlah tentang seberapa tinggi kita bisa terbang. Tapi seberapa sanggup kita mendarat setelahnya.
From: hall...@googlegroups.com [mailto:hall...@googlegroups.com] On Behalf Of Haryono Rusnosuprapto
Sent: Thursday, March 28, 2013 6:21 AM
To: hall...@googlegroups.com
Subject: [HalloPIM] Kisah Sengkuni , Eposode-2
--
Mas har, sudah saya googling, ternyata beda ya: Dalam dunia pewayangan banyak sekali tokoh dan mempunyai karakter yang begitu berbeda-beda. Begitu hebatnya yang telah menciptakan kesenian ini, seakan-akan menggambarkan kehidupan maya pada. Dari pewayangan ini terlahirlah tokoh-tokoh garis kiri dan garis kanan. Pandawa berada di garis kanan (yang benar) dengan penasihat kondangnya yang bernama Bathara Kresna. Di garis kiri dengan Kurawa, Duryudana sebagai panglima tertingginya, Patih Sengkuni jadi penasihat kerajaannya, serta Resi Durna sebagai penasihat spiritualnya. Lanjutkan. Salam.
Hidup bukanlah tentang seberapa tinggi kita bisa terbang. Tapi seberapa sanggup kita mendarat setelahnya.

| Durna yang waktu muda bernama Kumbayana adalah teman waktu Pandudewanata kuliah di India (nama waktu muda adalah Sucitra). Ketika mendengar temannya jadi Raja dengan julukan Pandudewanata, maka dia datang menemui sang Raja. Kisah kepergian ini kalau diceritakan Pak Dalang, pasti perlu beberapa episode sendiri yang tidak disukai banyak orang. Waktu datang ke istana raja, rasa senang ketemu teman lama dia lupa tata cara protokoler kerajaan, sehingga patih Gandamana tersinggung, maka Kumbayana dihajar oleh Gandamana sehingga yang tadinya Kumbaya berparas ganteng jadi jelek, hidungnya tadinya mancung jadi bengkok, tangannya tak bisa diluruskan lagi alias cengkrong, maka suka nyembunyikan tangan ke dalam saku celana komprangnya, bukan karena megangi blakberrynya takut dicopet Sengkuni. Pandu merasa hiba dan serba salah minta maaf makanya dia ngasih tanah pedepokan Sukalima seperti yang diceritaka oleh Pak Dalang Gemblung melalui media ini beberapa minggu lalu, sampai saya ngantuk dan terbangun, eh tahu2 ada Sengkuni-2 setelah KLB Bali. Salam Penonton, Yit
|