Assalamu'alaikum Wr Wb
Entah kenapa warna merah banyak dijadikan sebagai simbol Keberanian dan simbol perjuangan. Negeri ini juga mengartikan benderanya dengan warna Merah dan Putih sebagai simbol Keberanian dan Kesucian. Pemimpin Indonesia dahulu dan mungkin hingga sekarang selalu menggelar Karpet Merah sebagai simbol keanggunan dan Karpet Merah itu sendiri dapat pula diartikan sebagai sasaran atau tujuan yang ingin dicapai. Kita juga sering mendengar tentang istilah Benang Merah ketika menghubungkan sebuah peristiwa dengan peristiwa lain. Warna merah dari benang itu seolah memperkuat hubungan yang terjadi meskipun semua benang apapun warnanya bisa dipakai sebagai alat penghubung bukan?.
Lagi-lagi warna Merah mengisyaratkan sebuah keberanian juga kekuatan. (Walaupun demikian, para anggota kerajaan atau bangsawan lebih suka disebut sebagai kaum berdarah Biru. He.. he.).
Kali ini saya mengajak Anda untuk menggunakan istilah Benang Merah dalam sebuah tataran Ilmu Pengetahuan dan Konsep. Satu istilah yang bisa menghubungkan antara sebuah penemuan dalam satu bidang dengan penemuan di bidang lain. Atau hubungan antara sebuah konsep dengan sebuah fakta yang ditemukan berdasar visual maupun berdasar logika dan hasil penelitian atau percobaan. Seperti benang merah pembuktian kebenaran Al Qur'an tentang konstruksi bangunan Piramid di Mesir yang terbuat dari tanah liat yang dibakar, tentang laut dua warna dan rasa yang tidak bercampur dan ditemukan di Selat Gibraltar yang sesuai dengan penyataan Al Qur'an.
“Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu. Antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing.” Q.S. Ar-Rahman:19-20
“Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.” Q.S. Al-Furqaan:53
Benang merah lainnya tentang hubungan sebuah ilmu dengan ilmu yang lain. Katakanlah, ketika saya mempelajari Ilmu tentang Arus Lemah Elektronika dan ilmu lain yang dipelajari yang secara logika fisik terlihat tidak berhubungan yaitu ilmu Mekanikal. Sepintas Elektronika hanya membahas tentang kelistrikan arus lemah dan hampir semua teorinya tidak berwujud kecuali komponen penghasil arus lemah itu sendiri. Sementara itu Mekanikal kita kenal sebagai ilmu yang kasat mata dan lebih banyak membahas tentang material dan power secara fisik. Akan tetapi ternyata antara ilmu Elektronika dan Mekanikal memiliki benang merah yang signifikan ketika berada dalam tataran aplikasi. Anda mungkin tahu tentang ROBOT bukan?. Disana diaplikasikan kombinasi kedua ilmu di atas yang disebut Mekatronika.
Nah... Apa maksud dari tulisan ini?
Saya secara sadar sering menemukan BENANG MERAH diantara satu ilmu dengan ilmu yang lain dan hal itu menyebabkan saya mengambil kesimpulan bahwa TIDAK ADA satu ilmupun di dunia ini yang bisa DI-KLAIM SEMPURNA, sebab diantara ilmu-ilmu itu akan ada hubungan dan benang merah yang saling menguatkan.
Apa yang mesti dilakukan?
Sedapat mungkin menemukan benang merah dari setiap ILMU-ILMU yang ada sehingga antara satu ilmu derngan ilmu yang lain dapat di SINERGI kan menjadi ilmu baru dan kekuatan baru. Tapi yang lebih penting lagi agar siapapun yang menemukan sebuah ILMU atau KONSEP tidak merasa JUMAWA yang mengarah pada kesombongan dan menghasilkan pertikaian. Karena sesungguhnya kita tidak diberikan ILMU kecuali sedikit.
"Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: 'Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit'." QS Al Isra' (17): 85
Bukankah Alloh yang sejatinya sebagai pemilik Ilmu yang kita miliki?. Jika dibandingkan dengan Ilmu ALLOH yang ada di Al Qur'an saja, ilmunya manusia bahkan sangat, sangat dan sangat sedikit. Jika Anda menyelupkan jari kelingking di air laut dan anda melihat tetes terakhir yang jatuh dari jari anda, mungkin ilmu kita jauh lebih sedikit dari tetesan air yang jatuh itu. Coba bandingkan dengan isi lautan yang ada. Apakah kita masih bisa menganggap Ilmu kita paling Hebat apalagi sempurna?.(prihapen)
Jadi coba reka dimana dan kemana arah buku kita yang berjudul , "Benang Merah Perjuangan Membangun PIM"?.
Pak Iskandar Ysh,
Sangat menarik tulisan ini. Seperti debat dua orang yang berilmu seimbang. Tidak yang kalah dan tidak ada yang menang, tetapi saling mengasah dan makin tajam ilmu kedua orang tersebut !
Waaahh pertanyaan penutupnya, cukup menantang bagi orang yang suka berfikir (berkhayal) untuk menemukan jawaban dari setiap masalah dalam kehidupan kita.
Tapi tidak mudah menjawabnya.
Sepertinya banyak fakta/kejadian yang baru bisa dijelaskan setelah proses & waktu yang cukup panjang.
Suatu keberhasilan yang lengkap memang perlu diuji oleh waktu. Jika konsisten berhasil, baru terbukti memang bagus. Bukan karena kebetulan saja atau lucky.
Sy masih kesulitan untuk menebak dimana & kemana arah buku ini.
Namun mencoba melihat kaitan, dimana saat proyek dikerjakan banyak pihak & orang yg terlibat dalam proyek PIM 1, masing-masing bekerja dengan sungguh2 (meskipun pekerja baru) dan proyek bisa selesai lebih awal. Sekarang baru terlihat ada tahap2 atau pekerjaan2 kritis, ternyata disitu ada keputusan yg dilakukan dg berani dan tepat hasilnya.
Sudah barang tentu pada saat itu, pasti ada pro & kontra sebelum diambil keputusan.
Akhirnya waktu jua yang menunjukkan adanya jalinan antar benang dari tiap tahapan proyek PIM 1 . . seperti telah tertulis dalam kitab induk yang nyata (lauh mahfuzh), surat Yā-Sīn:12.
Maaf kalo ada yang kurang berkenan. Terima kasih.
Salam,
Dewo
Pak Sucipto, pak Iskandar & temans semua . . . Setuju sekali untuk tanggapannya dan semoga bisa menjadi dorongan untuk generasi mendatang, baik di PIM khususnya, maupun generasi muda pada umumnya.
Pernah ada proyek petrokimia besar di Indonesia yang berhasil dibangun oleh putra/putri Indonesia dengan jadwal yang lebih cepat dan dioperasikan dengan handal selama waktu yang cukup panjang (20 tahun).
Semoga temans yang lain bisa menambah catatan & menyempurnakan lagi.
Terima kasih.
Salam,
Dewo