Arti Nama Jalan di Bandung

53 views
Skip to first unread message

Wimpie

unread,
Oct 31, 2014, 10:43:01 PM10/31/14
to hall...@googlegroups.com

Ha..ha..ha… Bandung pisan eui…

 

Description: Embedded image permalink

 

Tambahin ah.

Ganesha = Galau Nestapa Seharian

Cihanjuang = Cinta Harus Banyak Berjuang.

 

Don't think outside the box. Think like there is no box.

 

image003.jpg

sucipt...@gmail.com

unread,
Oct 31, 2014, 11:03:53 PM10/31/14
to Hallo PIM

Nama-nama sungai di Jabar selalu diawali dg suku kata "Ci" seperti : Cilasari, Cintandui, Cimanuk, Citarum, Ciliwung, Cikapundung, Ciranjang, Cikalong, dst.... Di daerah lain bahkan dinegara lain nggak ada suku kata yg seragam seperti itu. Kenapa ya....??

Salam.
Sucipto S.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Wimpie" <wim...@centrin.net.id>
Date: Sat, 1 Nov 2014 09:42:45 +0700
Subject: [HalloPIM] Arti Nama Jalan di Bandung

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "HalloPIM" di Google Grup.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.
image003.jpg

Muslim Atin

unread,
Nov 1, 2014, 12:23:03 AM11/1/14
to hallopim
Pak Cipto lupa ya ......di Aceh ada suku kata  "krueng" untuk pengganti "Ci" seperti

Krueng  aceh, krueng  baro , krueng  batee Iliek, krueng  cunda, krueng  geumpang,  krueng  meureudu, krueng  peurelak, krueng  peusangan, krueng  sabe, krueng   teunom, krueng  woyla. Salam

sucipt...@gmail.com

unread,
Nov 1, 2014, 1:55:04 AM11/1/14
to Hallo PIM

Ooh iya yach...., betul pak Muslim saya betul-betul lupa brother..... Padahal pernah tinggal di Krueng Geukueh ya..., .

Salam,

Sucipto S.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: Muslim Atin <muslim.at...@gmail.com>
Date: Sat, 1 Nov 2014 11:23:02 +0700
Subject: Re: [HalloPIM] Arti Nama Jalan di Bandung

ahmad bahagia -

unread,
Nov 1, 2014, 10:30:09 AM11/1/14
to hall...@googlegroups.com
Dear Pak Cipto, Pak Muslim Atin, Pak Wimpie and All PIMERS
Saya bersama keluarga beberapa kali jalan-jalan di kota Bandung dan selama keliling-keliling di kota Bandung saya tidak ada menemukan Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk sementara di propinsi lain yang kotanya lebih kecil dari Bandung biasanya nama Jalan Gajah Mada selalu ada begitu juga nama Jalan Hayam Wuruk juga tidak saya temukan What Is Happening and .......What Is Going On with Bandung People? 
Mungkin Pak Alan yang bisa menjawabnya atau Pak Noorhan yang saat ini berdomisili di Bandung

Muslim Atin

unread,
Nov 1, 2014, 1:42:21 PM11/1/14
to hallopim
Dear bro Ahmad Bahagia n All
Mengutip kata-kata ""What is Happening and....What is Going on with Bandung People" pertanyaan yang sama saya arahkan ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem.

Hari ini di media massa  (saya membaca Harian Republika) tersiar berita bahwa Israel menutup Masjid Al- Aqsa  di Yerusalem  untuk pertama kalinya sejak tahun tahun 1967  Penutupan tsb berlaku  untuk jamaah Muslim dan Yahudi untuk waktu yang tidak ditentukan. Langkah tersebut menuai kecaman keras dari dunia internasional, termasuk Indonesia.

Dibalik pemberitaan ini ada yang perlu dikritisi bahwa gambar  yang ditampilkan sebagai Masjidil  Aqsa tsb adalah bukan Masjidil Aqsa yang sebenarnya melainkan  Masjid  Quba Al Sakhra  atau Dome of The Rock, dengan ciri berkubah kuning emas.

Sementara pihak Israel terus  menggali terowongan persis dibawah pondasi bangunan Masjidil Aqsha  yang asli dalam rangka menemukan Sulaiman Temple (Kuil Sulaiman), atau kalau toh tidak ketemu, mereka juga berencana membangun Haikal Sulaiman di Kompleks Masjidil Aqsha tersebut.  Dikhawatirkan rubuhnya Masjid al-Aqsha akibat aktivitas penggalian yang terus menerus dilakukan pihak Israel mungkin akan terjadi kapan saja. Saya menduga ini adalah akal-akalan pihak Yahudi atau zionis Israel untuk mengalihkan perhatian dunia terhadap kegiatan penggalian dibawah Masjid Al-Aqsa tsb.

Wassalam



Al-aqsha Asli.pdf

ahmad bahagia -

unread,
Nov 2, 2014, 9:50:49 AM11/2/14
to hall...@googlegroups.com
Dear Pak Muslim Atin, Pak Wimpie dan Pak Cipto and PIM Members

Benar Pak Muslim dan 50 tahun yang lalu Israel telah mencoba untuk mengganti Masjidil Aqsa dengan Dome of the Rock, tetapi saya pribadi sangat yakin bahkan Haqqul Yakin Pak Muslim, Pak Wimpie, Pak Cipto and All PIM members bahwa Masjid Al Aqsa Insya Allah tetap akan ada dan akan dilindungi oleh Allah SWT dari tangan -tangan jahil bangsa Yahudi.

Kalau kita melihat sejarah jangankan Masjid pesuruh Tuhan saja yaitu Nabi Isa Alaiihissalam (Tuhan Yesus menurut ajaran Nasrani) mereka siksa dan Salib di tiang gantungan di Bukit Golgota.

Disatu sisi Yahudi mengimani Kitab Perjanjian Lama (The Old Testament) tetapi disisi lain Agama Yahudi yang ada di Israel saat ini sangat kuat memegang kita Suci mereka yaitu Kitab Talmut.

Untuk referensi kita bersama bersama ini kami kirimkan Khotbah Pendeta Kristen yang menggemparkan di Moskow, Rusia.

Semoga bermanfaat dan mari kita doakan bersama agar Masjid Al Aqsa tetap terjaga keasliannya dan Insya Allah Malaikat Allah tidak akan tinggal diam.
KHUTBAH PENDETA RUSIA YG MENGGEMPARKAN.pdf

Muslim Atin

unread,
Nov 2, 2014, 10:25:22 AM11/2/14
to hallopim
Dear bro Ahmad Bahagia
Amin,...... Amin.......  Semoga Allah melindungi Masdjid Al-Aqsa dari niat-niat jahat kaum Yahudi.
Terima kasih kiriman video Khotbah Pendeka Kristen yang menggemparkan tsb.
Salam

Arif Soeharto

unread,
Nov 2, 2014, 8:32:43 PM11/2/14
to hall...@googlegroups.com

Ini kan karena adanya “Perang Bubat “  jaman Gajah Mada dulu ……..

Di Jkt kan gak ada Jl Dipati Ukur cs…….

Setahu saya sih …………..

 

Salam

Wimpie

unread,
Nov 2, 2014, 8:40:03 PM11/2/14
to hall...@googlegroups.com

Perang Bubat = Perang Buah Batu? …LOL. Salam.

 

"Kita tidak bisa mengarahkan angin, tetapi setidaknya kita bisa menyelaraskan Layar"

image001.jpg

Arif Soeharto

unread,
Nov 2, 2014, 8:41:23 PM11/2/14
to hall...@googlegroups.com

Ah Bang Wimpie ,,,,,,……………….

Siap ……

nan...@gmail.com

unread,
Nov 2, 2014, 8:50:34 PM11/2/14
to pim lsm kreuh geukeh
Perang Bubat antara Siliwangi (Sunda) dgn Mataram(Jawa) dan kalau mau ditambah koleksi istilah ci ci tsb boleh saja( a latief ismail)
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Date: Mon, 3 Nov 2014 08:39:28 +0700
image001.jpg

Arif Soeharto

unread,
Nov 2, 2014, 8:57:58 PM11/2/14
to hall...@googlegroups.com

Bener ……….

Mungkin ……..ada mitos  kalau wanita Sunda tidak boleh ,menikajh dgn pria Jawa……..

aapa...@gmail.com

unread,
Nov 2, 2014, 9:35:17 PM11/2/14
to Hallo PIMGroup
Buat Rekan2 PIMer's yg masih penasaran atau ber-tanya2
"Kenapa di Bandung (Jawa Barat) tidak ada jalan dengan nama Gajah Mada & Hayam Wuruk"

Akibat suatu cerita atau fakta yang mungkin cukup membuat kita merasa miris, yang dimulai dengan terjadinya Perang Bubat.

Perang Bubat adalah perang yang terjadi pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit.
Namun, peristiwa tersebut masih terasa dampaknya, terutama untuk masyarakat Sunda dan Jawa Barat, salah satunya tidak mau mencantumkan nama jalan dengan nama tersebut.

Cerita bermula ketika Raja Hayam Wuruk dengan Patih Gajah Mada yang saat itu sedang melaksanakan Sumpah Palapa.
Peristiwa ini melibatkan Gajah Mada dengan Prabu Maharaja Linggabuana dari Kerajaan Sunda di Pesanggrahan Bubat pada tahun 1357 M, diawali dari niat  Hayam Wuruk yg ingin memperistri Putri Dyah Pitaloka Citraresmi dari Negeri Sunda.

Konon ketertarikan Hayam Wuruk terhadap Putri Dyah Pitaloka karena beredarnya lukisan Putri Dyah Pitaloka di Majapahit yang dilukis secara diam-diam oleh seorang seniman pada masa itu, Sungging Prabangkara.

Namun, catatan sejarah Pajajaran yang ditulis Saleh Danasasmita dan naskah Perang Bubat yang ditulis Yoseph Iskandar menyebutkan bahwa niat pernikahan itu adalah untuk mempererat tali persaudaraan yang telah lama putus antara Majapahit dan Sunda.

Di mana Raden Wijaya yang menjadi pendiri Kerajaan Majapahit adalah keturunan Sunda dari Dyah Lembu Tal, yang bersuamikan Rakeyan Jayadarma, menantu Mahesa Campaka. Rakeyan Jayadarma sendiri adalah kakak dari Rakeyan Ragasuci yang menjadi raja di Kawali.

Hal ini juga tercatat dalam Pustaka Rajyatajya di Bhumi Nusantara parwa II sarga 3. Di mana dalam Babad Tanah Jawi sendiri, Wijaya disebut pula Jaka Susuruh dari Pajajaran. Dengan demikian, Hayam Wuruk memutuskan untuk mempersunting Putri Dyah Pitaloka.

Atas restu dari keluarga kerajaan, Hayam Wuruk mengirimkan surat kehormatan kepada Maharaja Linggabuana untuk melamar Putri Dyah Pitaloka. Upacara pernikahan dilangsungkan di Majapahit. Sebenarnya dari pihak dewan kerajaan Negeri Sunda sendiri keberatan, terutama dari Mangkubuminya sendiri, Hyang Bunisora Suradipati.

Sebab, tidak lazim pihak pengantin wanita datang ke pihak pengantin pria. Suatu hal yang dianggap tidak biasa menurut adat yang berlaku di Nusantara pada saat itu.

Selain itu, ada dugaan bahwa maksud tersebut adalah jebakan diplomatik, karena saat itu Majapahit sedang melebarkan kekuasaan (di antaranya dengan menguasai Kerajaan Dompu di Nusa Tenggara).

Namun, Maharaja Linggabuana memutuskan tetap berangkat ke Majapahit karena rasa persaudaraan yang sudah ada dari garis leluhur dua Negara tersebut. Hayam Wuruk sebenarnya tahu akan hal ini. Terlebih, setelah mendengar dari ibunya sendiri, Tribhuwana Tunggadewi akan silsilah itu.

Berangkatlah Maharaja Linggabuana bersama rombongan ke Majapahit dan diterima, serta ditempatkan di Pesanggrahan Bubat

Kesalahpahaman Gajah Mada (dalam tata negara sekarang disejajarkan dengan Perdana Menteri) terjadi saat menganggap kedatangan rombongan Sunda di Pesanggrahan Bubat merupakan suatu tanda, bahwa Negeri Sunda harus berada di bawah panji Majapahit, sesuai dengan Sumpah Palapa yang pernah diucapkan pada masa sebelum Hayam Wuruk naik tahta.

Gajah Mada mendesak Hayam Wuruk untuk menerima Putri Dyah Pitaloka bukan sebagai pengantin, tetapi sebagai tanda takluk Negeri Sunda dan mengakui superioritas Majapahit atas Sunda di Nusantara.
Hayam Wuruk sendiri bimbang atas permasalahan itu, karena Gajah Mada adalah patih yang diandalkan Majapahit, maka dipertimbangkan.

Gugurnya rombongan pengantin adalah merupakan insiden perselisihan antara utusan dari Maharaja Linggabuana dengan Gajah Mada.

Perselisihan ini diakhiri dengan dicaci-makinya Gajah Mada oleh utusan Negeri Sunda yang terkejut bahwa kedatangan mereka dinilai hanya bertujuan untuk memberikan tanda takluk dan mengakui superioritas Majapahit, bukan karena undangan sebelumnya.

Meski Hayam Wuruk belum memberikan putusannya, Gajah Mada sudah mengerahkan pasukannya ke Pesanggrahan Bubat dan mengancam Maharaja Linggabuana untuk mengakui superioritas Majapahit.
Demi mempertahankan kehormatan sebagai ksatria Sunda, Maharaja Linggabuana menolak tekanan itu, dan terjadilah peperangan yang tidak seimbang, yang melibatkan Gajah Mada dengan pasukan yang besar. 

Maharaja Linggabuana dengan pasukan Balamati, pejabat kerajaan dan para menteri yang ikut dalam kunjungan itu ikut berperang. Peristiwa itu berakhir dengan gugurnya Maharaja Linggabuana, para menteri, dan pejabat kerajaan, serta Putri Dyah Pitaloka.

Hayam Wuruk menyesalkan tindakan ini dan mengirimkan utusan (darmadyaksa) dari Bali, Nyaangan Alam Dunya, yang saat itu berada di Majapahit untuk menyampaikan permohonan maaf kepada Mangkubumi Hyang Bunisora Suradipati yang menjadi Pjs Raja Negeri Sunda.
Selain itu, menyampaikan bahwa semua peristiwa ini akan dimuat dalam Kidung Sunda atau Kidung Sundayana (di Bali dikenal sebagai Geguritan Sunda) agar diambil hikmahnya.

Namun, akibat peristiwa Perang Bubat ini, dikatakan dalam suatu catatan, bahwa hubungan Hayam Wuruk dengan Gajah Mada menjadi renggang. Gajah Mada sendiri tetap menjabat patih Kerajaan Majapahit sampai wafatnya (1364). (Sumber; Yoseph Iskandar, "Perang Bubat", Naskah bersambung Majalah Mangle, Bandung, 1987)

Wallahu a'lam....., Bu Ade, Mas Arief dll bisa diluruskan bila ada yang keliru.
Wassalam, AAP

Note; Memang ada mitos bahwa Wanita Sunda tidak boleh diperisterikan Pria Jawa (dulu), namun sekarang tidak berlaku lagi.........."Wilujeng enjing, Ka cai jadi saleuwi kadarat jadi salogak"
(Selamat Pagi dan Salam Tetap Kompak).

Sumber:
http://www.google.com/url?q=http://daerah.sindonews.com/read/914566/29/mengapa-tak-ada-jalan-gajah-mada-dan-hayam-wuruk-di-jawa-barat&sa=U&ei=-ttWVKf6L8eLuwTcjYLYAQ&ved=0CA8QFjAC&sig2=5ydfCjyNDwznAVynkUsliw&usg=AFQjCNGWC7Z0iWe8QVQLq9OzeGg_dUJDZQ


Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Wimpie" <wim...@centrin.net.id>
Date: Mon, 3 Nov 2014 08:39:28 +0700
image001.jpg
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages