KOMIK INDONESIA

369 views
Skip to first unread message

iskandar mt

unread,
Apr 23, 2013, 3:41:43 PM4/23/13
to Hall...@googlegroups.com

MENGENAL SEJARAH KOMIK INDONESIA

Membaca tulisan pak Wimpie tentang 2 pelukis komik Indonesia yg menjadi illustrator pada komik superhero Amerika, menurut hemat kami dengan jumlah penduduk Indonesia yg lebih dari 230 juta orang dan merupakan peringkat ke 4 dunia seharusnya lebih banyak lagi yang mampu menjadi pelukis komik hebat di jaman digital dengan segala kemudahan dan fasilitas fiturnya.

Saya suka bicara tentang komik karena dunia melukis dan membaca komik termasuk hoby berat saya.

Sekarang komik Indonesia kelihatannya mengalami ‘mati suri’, dan belum lahir lagi komikus-komikus seperti pada 25 tahun silam.

Lihat saja di toko buku-toko buku, rak-rak dipenuhi manga (komik Jepang), terjemahan komik Mandarin (Hong Kong-Singapura) serta alih basa komik superhero Amerika.

Saat ini kita sedikit menemui komik indonesia yang bernuansa indonesia dengan ilustrasi/gambar dan gaya cerita yang sangat indonesia sekali.

Saya masih ingat pada era 1970 banyak kita jumpai “taman bacaan” yang menyewakan komik kepada para pembaca untuk di baca dirumah atau sekedar di baca di taman bacaan tersebut.

Rasanya  jaman keemasan komik sebagai tuan rumah dinegeri sendiri hanya didapat dalam 3 dekade utama yaitu:

 

Komik Indonesia era 1940-50an

Sekitar akhir tahun 1940an, banyak komik-komik dari Amerika yang disisipkan sebagai suplemen mingguan suratkabar. Diantaranya adalah komik seperti Tarzan, Rip Kirby, Phantom and Johnny Hazard.

Kemudian penerbit seperti Gapura dan Keng po dari Jakarta, dan Perfects dari Malang, mengumpulkannya menjadi sebuah buku komik.

Ditengah-tengah membanjirnya komik-komik asing, hadir Siaw Tik Kwei, salah seorang komikus terdepan, yang memiliki teknik dan ketrampilan tinggi dalam menggambar. Beliau mendapatkan kesempatan untuk menampilkan komik adapatasinya dari legenda pahlawan Tiongkok ‘Sie Djin Koei’. Komik ini berhasil melampaui popularitas Tarzan di kalangan pembaca lokal.

Popularitas tokoh-tokoh komik asing mendorong upaya mentransformasikan beberapa karakter pahlawan super itu ke dalam selera lokal. R.A. Kosasih, yang kemudian dikenal sebagai Bapak Komik Indonesia, memulai karirnya dengan mengimitasi Wonder Woman menjadi pahlawan wanita bernama Sri Asih. Terdapat banyak lagi karakter pahlawan super yang diciptakan oleh komikus lainnya,diantaranya adalah Siti Gahara, Puteri Bintang, Garuda Putih and Kapten Comet, yang mendapatkan inspirasi dari Superman dan petualangan Flash Gordon.

 Komik Indonesia era 1950- 60an

Pada era ini Adapatasi dari khazanah kebudayaan nasional serta cerita-cerita dari wayang Sunda dan Jawa menjadi tema-tema prioritas ke dalam media buku komik.

R.A. Kosasih adalah salah seorang komikus yang terkenal keberhasilannya membawa epik Maha Bharata (40 jilid) dan Ramayana (10) yang merupakan sepasang komik wayang terbaik sepanjang masa. Pelukis komik lainnya yang saya ingat adalah Delsy Syamsumar.

Sementara dari Sumatra, terutamanya di kota Medan, terdapat pionir-pionir komikus berketrampilan tinggi seperti Taguan Hardjo, Bahzar, Seriam TS, Djas dan M Ali.S yang menyumbangkan estetika dan nilai filosofi ke dalam seni komik. Di bawah penerbitan Casso and Harris, artis-artis komik ini mengeksplorasi cerita rakyat Sumatra yang kemudian menjadi tema komik yang sangat digemari dari tahun 1960an hingga 1970an.

Ada beberapa komik spektakuler saat itu yaitu; Morina, Panglima Denai, musang berjanggut, Batas firdaus, Panglima Nayan dan Kapten Yani. ( saya beberapa waktu yl dapat mengkoleksi musang berjanggut dan setangkai daun surga karya Taguan hardjo ).

 

Komik Indonesia era 1970- 80an

Pada masa itu, tersohor nama Lima Pendekar Komik Nomor Satu dari ibukota. Mereka adalah lima serangkai; Ganes Th., Jan Mintaraga, Zaldy, Sim dan Hans.

 

GANES TH:Legenda dunia komik Indonesia dengan karya legendarisnya, Si Buta dari Goa Hantu. Idenya mirip seperti film Zato Ichi, si pendekar pemijat buta dari Jepang, tetapi lebih mendekati film koboi buta Italia yang dibintangi Cameron Mitchell, The Blind Gunfighter. Sebagian besar karyanya berlatar belakang Betawi tempo doeloe seperti: Tuan Tanah Kedawung, Jampang, Taufan, dan Reo Anak Serigala (murid si Buta). Ganes bukan cuma berkiprah di dunia komik tapi juga menerobos dunia film dengan menulis skenario merangkap penata kostum. Hampir semua komiknya telah difilmkan. Bahkan sebelum tutup usia masih mendukung pembuatan serial sinetron Si Buta dari Goa Hantu dan Reo Anak Serigala untuk teve.

 

JAN:Komikus yang paling western style. Memakai nama lengkap Jan Mintaraga. Coretannya selevel komikus-komikus kelas satu Amerika. Karya monumentalnya, Sebuah Noda Hitam. Hakekatnya lebih tepat disebut Novel-Komik karena kebagusan cerita dan coretannya. Ketika komik roman menyurut, Jan beralih bikin komik silat seperti Pendekar Kelelawar dan serial superhero Halilintar. Menjelang meninggal masih bekerja di Dunia Fantasi, Ancol, memimpin pelukisan wahana Rama dan Shinta era futuristic.

 

ZALDY: Lengkapnya memakai nama Zaldy Armendaris. Coretannya sangat disukai muda-mudi zamannya karena gambar cowonya ganteng-ganteng dan cewenya cantik-cantik. Kebetulan abang kandungnya, Hadi Purwanta, adalah seorang penerbit. Komiknya, Setitik Air Mata Buat Peter difilmkan Rapi Film (produksi perdananya) dengan judul Air Mata Kekasih (1971) yang dibintangi pasangan Suzzanna-Budi Schwarzkrone.

 

SIM:Sim adalah she (marga) dari komikus bernama Sim Kim Toh ini. Ganti nama jadi Simon Iskandar. Pernah menjadi guru menggambar di SMA kawasan Kebun Jeruk, Mangga Besar, sebelum bikin komik-komik samurai Jepang (pengaruh Akira Kurosawa?!). Kemudian beralih jadi komikus spesialis roman remaja. Karyanya paling terkenal, Buku Harian Monita, diangkat dari film drama Hong Kong laris. Kiblatnya memang pada film-film Mandarin, tak heran kalau gambar tokoh-tokohnya mirip profil Lily Ho, Li Ching, Ching Li dan Ling Yun. Setelah masa keemasan komik memudar, Sim beralih menjadi illustrator untuk sejumlah majalah dan wartawan film sampai tarikan nafas terakhirnya.

 

HANS: Menuliskan nama lengkapnya Hans Djaladara. Komik silat monumentalnya, Pandji Tengkorak. Berlanjut ke Walet Merah dan Si Rase Terbang. Terus terang kisah Pandu Wilantara alias pendekar Pandji Tengkorak kelihatan diilhami cersilnya Liang Yu-hen, Perjodohan Busur Kumala (tokohnya si pendekar gembel Kim Si-ih), dipadukan dengan Django-nya Franco Nero (koboi spaghetti Italia) yang berkelana sambil menyeret peti mati istrinya. Ketika kejayaan komik menyurut, Hans memboyong keluarganya meninggalkan Jakarta untuk mukim di Kebumen, Jawa Tengah. Baru belakangan kembali ke Jakarta. Sekarang Hans menjadi pelukis kanvas, antara karyanya yang apik adalah lukisan Pasar Pisang.

Selain Lima Besar di atas, komikus lainnya:Leo (alias Oen Tiong Ho yang kemudian ganti nama jadi Untung Purwono) dengan komik-komik lucunya seperti Dul Cepot, Tong Gembrot dll. Djoni Andrean, Fashen, Anda Suhendra, , Jeffry, Riy, Floren.

Man (Mansyur Daman) cukup terkenal dengan tokoh Mandalanya.

Dari Bandung: Gerdi WK, U. Sjahbudin (serial Pendekar Bambu Kuning), Har (Harnaeni Hamdan) dan Bram (Bramantyo) (serial Laba-Laba Merah).

Semarang: Indri Soedono (Dagelan Petruk-Gareng)

Jogjakarta: Wid NS (serial Godam) dan HASMI (serial Gundala cs).

Cirebon: Djair Warni (serial Jaka Sembung)

Purwokerto: Budiyanto (Angling Darma)

Surabaya: Teguh Santosa (serial Sandhora, Mat Pelor, Mat Romeo)


Saya kurang tahu apakah selain cerita wayang RA Kosasih, teman2 dari Milis kita ini ada yang menyukai cerita komik Indonesia lainnya seperti yang saya sarikan diatas.

Mohon maaf sebelumnya bila kurang berkenan.


Iskandar

Ilyas Ahkab

unread,
Apr 23, 2013, 7:40:35 PM4/23/13
to hall...@googlegroups.com
Pak Iskandar yth,
Saya suka juka embaca komik di masa kanak-kanak saya dulu pad tahun 60an, karena di dekat rumah saya ada taman bacaan yang menyewakan komik. Tapi saya tidak begit maniak sekali menjadi pembaca komik karena saya sering dimonitor oleh ortu. Ortu saya termasuk memahami ada sisi negatif dri komik sehingga agak mengerem anak-nak nya membaca komik.
Betul kata Pak Is, Dunia Komik Indonesia seperti mati suri karena serbuan komik asing dan juga karena langkanya komikus Indonesia sendiri. Jaman keterbukaan sekarang ini telah membuat pasar komik Indonesia diserbu oleh komik asing yang diminati, terutama komik2 yang sudah difilmkan.
Perlu dicipatakan suatu situasi dimana anak-nak menyukai kembali komik lokal apalagi yang bermuatan religi untuk pengajaran pada PAUD.
Demikian, terimakasih Pak Is....

 

Dari: iskandar mt <iskanda...@gmail.com>
Kepada: Hall...@googlegroups.com
Dikirim: Rabu, 24 April 2013 2:41
Judul: [HalloPIM] KOMIK INDONESIA

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
 
 


Firdaus Ponda

unread,
Apr 23, 2013, 7:57:36 PM4/23/13
to hall...@googlegroups.com
Pak Wimpie tolong didaftarkan sahabat saya/kita syahril Munir di millis ini alamat nya adalah : smo...@yahoo.com

Terimakasih atas bantuannya

Firdaus Ponda




Dari: Ilyas Ahkab <ahkab...@yahoo.co.id>
Kepada: "hall...@googlegroups.com" <hall...@googlegroups.com>
Dikirim: Rabu, 24 April 2013 6:40
Judul: Bls: [HalloPIM] KOMIK INDONESIA

sin_w...@yahoo.com

unread,
Apr 23, 2013, 8:17:50 PM4/23/13
to hall...@googlegroups.com
Ass Pak Iskandar, terima kasih atas paparan sejarah komik Indonesia. Pada saat sy masih duduk di bangku SD sy juga "getol" membaca komik seperti Bpk sebelum sy beralih ke buku Novel. Dari pengarang yg bpk sebutkan spt Ganes TH, Djair, Hans dll serta cerita Mahabarata & Ramayana semuanya sy baca tuntas. Namun setelah sy menginjak SMP sy beralih ke buku Novel, meskipun ada beberapa komik masih sy baca terutama komik saduran dari luar spt garth yg pernah dimuat di harian "Kompas"dst. Sebetulnya baca komik ada positifnya utk meningkatkan animo baca anak2 sebelum meningkat ke jenis bacaan yg lebih berat. Hal ini sy terapkan ke pendidikan anak2 sy agar suka membaca. Anak2 remaja saat ini memang banyak menggandrungi novel2 luar spt yg saat ini populer yaitu Harry Potter dll yg pada umumnya sudah di filmkan di layar lebar. Untuk jurusan teknik merurut sy mungkin tdk harus atau terlalu diperlukan sekali utk rajin membaca krn banyak pelajaran yg sifatnya bukan hanya melulu menghafal, tp utk jurusan hukum, ekonomi, sosial & mungkin kedokteran memerlukan kemampuan membaca dan hafalan yg kuat yg kadang2 bisa membuat "boring" kalau ngak hobi membaca. Demikian sekedar tambahan komentar dari sy, salam!
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: iskandar mt <iskanda...@gmail.com>
Date: Wed, 24 Apr 2013 02:41:43 +0700
Subject: [HalloPIM] KOMIK INDONESIA

Wimpie

unread,
Apr 23, 2013, 8:36:41 PM4/23/13
to hall...@googlegroups.com

Pak Syahril Moenir sudah saya daftarkan di halloPIM. Selamat bergabung bersama lebih dari 170 teman PIM disini. Semoga betah dan rajin mengisi lapaknya. Salam

 

Ujian yang sesungguhnya terhadap kepemimpinan bukanlah dari mana anda mulai. Melainkan dimana anda berakhir. -- E.F. Hutton

Wimpie

unread,
Apr 23, 2013, 9:27:36 PM4/23/13
to hall...@googlegroups.com

Cerita Pak Iskandar tentang Komik Indonesia sungguh menggugah kenangan masa lalu saya. Hampir semua penulis komik tersebut saya kenali dan saya sudah membaca hampir semua  karya mereka. Bahkan komikus era 1940-50 an yang karyanya terbit ketika saya belum lahir masih sempat saya baca. Maklum, dimasa lalu komik cukup panjang usianya. Buku-buku lama selalu bisa di temukan ditaman bacaan.

Sama seperti Pak Ilyas, didekat rumah saya juga terdapat 2-3 taman bacaan. Hanya mungkin sikap orang tua kami yang berbeda. Minat baca saya justru muncul pertama kali ketika ayah saya membelikan komik “Si Kancil yang Cerdik.” Saya bahkan masih ingat serialnya ada 6 jilid. Setelah itu saya dibelikan komik Dolores (lupa nama pengarangnya). Sejak itu minat membaca saya tak lagi terbendung. Saya melahap hampir semua komik yang ada. Dimulai dengan cerita wayang Kosasih, lalu era cerita silat dan super hero seperti yang diceritakan pak Is. Lalu ada era komik saduran seperti karya HC Andersen. Pelukis komik yang paling saya kagumi ketika itu adalah Jan Mintaraga. Dimata saya ilustrasinya tak tertandingi.

Orang tua saya mendukung minat baca saya ini dan selalu ada uang saku tambahan untuk ke taman bacaan. Dalam hal ini saya sungguh berterima kasih pada mereka. Mungkin tak sepenuhnya disadari, tapi mereka telah membuka luas cakrawala dan cara pandang saya  terhadap kehidupan.

Tapi kecanduan membaca komik berakhir disekitar SMP. Ketika itu komik menjadi terlalu sederhana bagi saya dan saya mulai membaca novel. Misalnya Wiro Sableng karya Bastian Tito. Tapi saya cukup lama kecanduan serial cerita silat Kho Ping Hoo. Pada masanya, hampir tak ada hari tanpa KPH. Bahkan ketika duduk di kloset sekalipun. Saya rasa saya sudah membaca semua karya penulis tersebut, bahkan karya beliau ketika saya masih balita sekalipun.

Setelah periode KPH, saya mulai membaca beberapa karya penulis lokal seperti Marga-T dan Ashadi Siregar. Tapi tak lama kemudian penulis lokal menjadi terlalu sederhana bagi saya. Saya mulai mengalihkan minat baca saya pada karya novelis asing. Deretan nama Agatha Christie, Alistair McClain, Harold Robin, Eric Segal, Tom Clansy,  Sidney Sheldon, Michael Crichton, Dan Bown, John Grisham, dll, mengisi kehidupan saya hingga kini. Dirumah saya punya selemari novel-novel tersebut, koleksi sejak 30 tahun yang lalu. Selalu menarik membaca ilang buku-buku lama, seringkali malah saya sudah lupa jalan cerotanya.

Uniknya belakangan ini saya kembali membaca novel karya penulis lokal, terutama novelis perempuan yang banyak bermunculan belakangan ini. Antara lain Ayu Utami (Bilangan Fu), Laksmi Pamuncak (Amba), Leila S. Chudori (Pulang), dll. Tulisan mereka merupakan karya sastra yang luar biasa. Acungan jempol untuk mereka yang berhasil membawa saya pulang kandang.

Wah jadi kepanjangan. Terima kasih Pak Is. Salam.  

 

Ujian yang sesungguhnya terhadap kepemimpinan bukanlah dari mana anda mulai. Melainkan dimana anda berakhir. -- E.F. Hutton

 

From: hall...@googlegroups.com [mailto:hall...@googlegroups.com] On Behalf Of Ilyas Ahkab
Sent: Wednesday, April 24, 2013 6:41 AM
To: hall...@googlegroups.com
Subject: Bls: [HalloPIM] KOMIK INDONESIA

 

Pak Iskandar yth,

Wimpie

unread,
Apr 23, 2013, 10:37:59 PM4/23/13
to hall...@googlegroups.com

Nah ketemu juga. Komik Dolores, Komik Medan lawas ternyata karya komikus legendaris, Taguan Hardjo.  Ini adalah komik kedua yang saya baca setelah serial Kancil yang Cerdik. Luar biasa, lebih dari 50 tahun yang lalu, nyaris seusia saya. Dan saya masih ingat komik tersebut. Salam.

Description: http://4.bp.blogspot.com/_ITyz4dwjTb4/Svw5M47StCI/AAAAAAAABnY/hJRtKArr7GQ/s320/TAGUAN.jpg

 

Ujian yang sesungguhnya terhadap kepemimpinan bukanlah dari mana anda mulai. Melainkan dimana anda berakhir. -- E.F. Hutton

 

image001.jpg

iskandar mt

unread,
Apr 23, 2013, 10:38:17 PM4/23/13
to hall...@googlegroups.com
Sedikit menimpali.
Untuk sekolah teknik maupun terkait dengan grafis seperti teknik sipil, arsitek, lanskap, interior, designer dll, maka kemampuan melukis sangat diperlukan untuk menghasilkan desain rendering, maupun perspektif yang bagus dan unlimited imagination.
Bahan presentasi yang bagus dan colourfull, desain logo dll  umumnya dihasilkan oleh orang yang nyeni seperti misalnya desain pak Wiro/ Suparmono.yang dijamin apik dari berbagai aspek. Coba saja datang ke rumah pak Wiro, lihat desain dan tata letak furniturenya, apalagi lukisan hasil desainnya, unik dan menarik. Oh ya, umumnya pelukis selain cantik karyanya juga cantik istrinya karena sering dijadikan obyek lukisan. he.he.
Kesenangan melukis dimulai dengan senang membaca komik yang selalu diikuti dengan mencontoh gambar komikus tersebut. Karya Ian Mintaraga termasuk yang sangat saya senangi karena latar belakang lukisannya adalah desain interior yang bagus. Beliau kuliah di Asri ITB seperti halnya Syam Bimbo.
Komik Dolores seperti yang dikatakan pak Wimpie adalah salah satu karya peluksi medan alm Taguan Harjo yang kelahiran Suriname. Teknik arsir beliau sulit ditandingi kehalusannya dan profile melayunya sangat terasa yang berbeda dengan Jan Mintaraga yang tarikan sketchnya western style.
Walau saya suka membaca komik karena sangat menikmati goresan penanya, buku novel seperti yang pak Wimpie gandrungi juga banyak yg saya lahap sejak SD. Terakhir saya sangat suka novel Frederyk Foryst yang banyak menulis tentang dunia spionase seperti anjing2 perang, protokol ke 3, Icon dll,
Sayangnya koleksi komik dan novel saya tidak rapi dan banyak tercecer, tapi seperti pak Wimpie, disaat seling terkadang saya suka membaca ulang yg ringan2 saja.

Sebagai sharing saja.







2013/4/24 Wimpie <wim...@centrin.net.id>

Ilyas Ahkab

unread,
Apr 23, 2013, 10:09:26 PM4/23/13
to hall...@googlegroups.com
Paskandar & All.....
Saya juga dulu di masa kanak2 suka baca serial komik yang ada di Koran Indonesia Raya yaitu Serial Flash Gordon" dan juga serialkomik di majalaha anak2 SiKuncung yatu Gulliver Dari Negeri Liliput" dan "Tarzan". bagimanapun komik2 tsb telah merangsang minat baca dn bahkan sebagian ceritanyaa pun masih teringat sampai kini....

Dari: "sin_w...@yahoo.com" <sin_w...@yahoo.com>
Kepada: hall...@googlegroups.com
Dikirim: Rabu, 24 April 2013 7:17
Judul: Re: [HalloPIM] KOMIK INDONESIA

Wimpie

unread,
Apr 23, 2013, 10:48:10 PM4/23/13
to hall...@googlegroups.com

Entah mengapa cerita komik Dolores berkesan sekali bagi saya waktu itu sehingga masih teringat sampai sekarang. Padahal kisahnya sederhana saja. Apakah karena komik pertama saya baca yang berkisah tentang roman percintaan? Atau karena Dolores-nya tampak cantik?

Dolores, cerita tentang seorang perempuan cantik yang diculik seorang laki-laki (pangeran atau bajak laut lupa), dan ingin Dolores menjadi istrinya. Namun si lelaki tidak memaksanya dan membiarkan Dolores melihat bahwa si lelaki memang mencintainya sepenuh hati. Setelah bertahun-tahun tinggal disana, akhirnya Dolores menerima pinangan si lelaki. Mereka hidup bahagia. Bahkan sampai saat seorang kenalan lama, atau utusan ayah Dolores (lupa) ingin mengajaknya pulang, ia mengurungkan niat karena melihat Dolores hidup bahagia. Salam.

 

Ujian yang sesungguhnya terhadap kepemimpinan bukanlah dari mana anda mulai. Melainkan dimana anda berakhir. -- E.F. Hutton

 

From: hall...@googlegroups.com [mailto:hall...@googlegroups.com] On Behalf Of Wimpie
Sent: Wednesday, April 24, 2013 9:38 AM
To: hall...@googlegroups.com
Subject: RE: [HalloPIM] KOMIK INDONESIA

 

Nah ketemu juga. Komik Dolores, Komik Medan lawas ternyata karya komikus legendaris, Taguan Hardjo.  Ini adalah komik kedua yang saya baca setelah serial Kancil yang Cerdik. Luar biasa, lebih dari 50 tahun yang lalu, nyaris seusia saya. Dan saya masih ingat komik tersebut. Salam.

Description: Description: http://4.bp.blogspot.com/_ITyz4dwjTb4/Svw5M47StCI/AAAAAAAABnY/hJRtKArr7GQ/s320/TAGUAN.jpg

image001.jpg

iskandar mt

unread,
Apr 23, 2013, 10:49:08 PM4/23/13
to hall...@googlegroups.com
Pak Ilyas pernah baca komik setangkai daun surga yang penuh dengan kedalaman spiritual dan sikap kesatrianya?. Sangat mengharukan dan baik dibaca anak2 yg selain bahasanya enak dan mengalir juga goresan Taguan Harjo sangat bagus untuk dicontoh anak2 agar jiwa seninya tidak kering ( biasa yg digambar anak2 umumnya adalah pemandangan dgn 2 gunung dgn matahari terselip diantaranya serta ada tiang listrik berjejer sepanjang jalan yg secara perspektip kurang pas ya pak Wiro ).
Saya beberapa tahun yg lalu ada membeli komik Setangkai Daun Surga reproduksi karya thn 1960 an  ketika jalan2 ke gramedia. Kapan2 boleh dipinjam/dicopy jika berminat.

Wasslaam

Iskandar



2013/4/24 Ilyas Ahkab <ahkab...@yahoo.co.id>

Wimpie

unread,
Apr 24, 2013, 12:10:21 AM4/24/13
to hall...@googlegroups.com
Kini kita hidup di era globalisasi. Mau atau tidak kita harus menghadapi serbuan produk asing, termasuk komik tentunya. Saat ini komik asal Jepang (manga) menguasai dunia per-komikan ditanah air. Ibarat pasukan samurai, meraka nyaris tak tertahankan. Fakta tersebut harus kita terima. Komik Manga, sama seperti kelompok musik asal Korea, merupakan industri kreatif yang memang dirancang untuk di ekspor. Komik manga memang sangat di sukai di Jepang dan mereka selalu serius jika menyangkut kepentingan bisnis. Bahkan, percaya atau tidak, di Universitas tertentu di Jepang sudah ada fakultas jurusan manga.
 
Jadi jangan heran kalau komik Jepang, seperti juga gruop musik Korea kini sangat disukai remaja di tanah air. Sudah jadi mode, tak lagi terbendung. Sama dengan sikap kita ketika remaja dulu terhadap rambut gondrong, celana cutbray, dll. Ketika kita begitu tergila-gilanya pada Beatles, Rolling Stone, Uriah Heep, Deep Purple, Queen, dll. Selalu begitu, berulang dan akan semakin menggila di era globalisasi sekarang, dimana perbatasan antar negara-negara sudah semakin mengabur.  
 
Puteri saya Nabila suka menggambar. Pada periode tertentu usianya, dia sedang melukis manga. Di Jakarta ternyata banyak kursus seni lukis manga. Pernah saya berpikir Nabila akan menjadi pembuat komik manga nantinya. Tapi kini perhatiannya sedang teralih kebidang lain. Tapi satu yang pelajari tentang manga, karena sudah memasuki industrialisasi, manga sudah terstandarisasi. Sudah ada pakemnya dan kita tak bisa sembarangan keluar darinya.
 
Sudah tentu kita tak harus bersedih menghadapi serbuan budaya dari luar. Toh kita juga punya komikus yang goresan tangan mereka malah sedang populer di Amerika Serikat sana. Seperti itulah kehidupan berjalan. Salam.  

moenir syahriel

unread,
Apr 24, 2013, 1:16:10 AM4/24/13
to hall...@googlegroups.com
Assalamu'laikum Wr Wb,

Saya biginer di Hallo PIM, mengulas tentang melukis dan Tentang Komik Manga dari Pak Wimpie, Anak saya yang kedua suka mengambar, hampir setiap hari2 dilalui asalkan sudah duduk tangannya mulai menggambar apa saja yang ada di pikirannya. Setamat SMU PIM melanjutkan ke Seni Rupa, yang dituju waktu itu Seni Rupa ITB, untuk persiapan testing saya ikutkan les SEni Rupa di Bandung, di mana tenaga pengajar semua alumni Seni Rupa ITB. Yang menarik sekali waktu beberapa kali saya hadir di tempat les tsb dari pembimbing adalah : Bahwa Komik Dora Emon yang berasal dari Jepang tsb dan beredar di seluruh dunia , menghasilan pendapatan bagi negara Jepang melebihi nilai Export Migas Indonesia waktu itu tahun 2008. Fantastik..., Jepang tidak perlu mengorek bumi untuk mendapatkan devisa, pada hal export negara kita 70 % mengandalkan Migas.

Just for info



Dari: Wimpie <wim...@centrin.net.id>
Kepada: hall...@googlegroups.com
Dikirim: Rabu, 24 April 2013 11:10
Judul: Re: [HalloPIM] KOMIK INDONESIA - Tentang Manga

roy_...@yahoo.com

unread,
Apr 24, 2013, 1:35:00 AM4/24/13
to hall...@googlegroups.com
Selamat bergabung pak Moenir, kehadiran bapak makin menyemarakkan dan menceriakan millis ini. Langsung saja saya mau tanya nih, itu tempat Les Seni Rupa yg di Bandung itu alamatnya dimana ? Mohon dong pak di share disini, sekalian dengan nomor ha pe contact personnya ? Kebetulan kesukaan anak bungsu saya sama dengan putra bapak. Trims dan salam persaudaraan, Roy
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: moenir syahriel <smo...@yahoo.com>
Date: Wed, 24 Apr 2013 13:16:10 +0800 (SGT)
Subject: Bls: [HalloPIM] KOMIK INDONESIA - Tentang Manga

iskandar mt

unread,
Apr 24, 2013, 6:06:20 AM4/24/13
to hall...@googlegroups.com
Dunia era komunikasi sekarang banyak diisi oleh seluruh jenis entertainment yang sangat dipublikasikan oleh media teve, komputer dll.
Salah satu film terlaris didunia dengan pendapatan jutaan dollar dipegang oleh film Avatar, lord of the ring, Harry potter dll yang hampir seluruhnya menggunakan teknis animasi 3D yang lagi2 merupakan karya seni lukis-melukis. Seni lukis animasi yang juga menggunakan note pad umumnya dimulai dengan gambar dasar dengan memakai pensil 2B dan pewarnaan 144 warna terkomplit dengan brush type yang paling simple sekalipun ada di komputer. Teknik copy, paste dan delete adalah kelebihan utama komputer yg tdk tertandingi dengan manual.

Banyak seniman Bali masih bertahan dengan menggunakan rembrant/ cat minyak maupun pahatan dengan produksi terbatas satuan sedangkan Jepang dan korea sudah masuk ke era cepat, indah dan murah ( tapi menjadi high profit karena kelipatan produksi secara deret ukur ).
Bagus pak Syahriel kalau anaknya punya bakat seni yg better then his father asalkan sungguh2 dan totalitas ( generasi kedepan harus lebih baik dari generasi pendahulunya ).
Lukisan doraemon sangat mudah dan lebih mengarah kepada teknik animasi. Seni lukis wayang memang kurang menarik tetapi nilai seninya cukup rumit dan renderingnya mirip film2 animasi yg saya sebut diatas.

Pak Suparmono, mohon sharingnya pak




2013/4/24 <roy_...@yahoo.com>

Ilyas Ahkab

unread,
Apr 24, 2013, 7:57:25 PM4/24/13
to hall...@googlegroups.com
Pak Iskandaryth,
Terimakasih atas infonya tentang komik Setangkai Daun Surga.
kapan2 kalau saya jalan ke Gramedia insya Allah akan saya cari. Kebetulan tidak jauh dari kediaman saya ada Gramedia. Bagimanpun koik umumnya disukai anak-anak dan bahkan juga dewasa.....

Dari: iskandar mt <iskanda...@gmail.com>
Kepada: hall...@googlegroups.com
Dikirim: Rabu, 24 April 2013 9:49

Ilyas Ahkab

unread,
Apr 24, 2013, 8:05:28 PM4/24/13
to hall...@googlegroups.com
Pak Syahriel Moenir....
Selamat Datang di milis halloPIM.....
Silahkan mengirim tulisan komen nya, jangan sungkan-sungkan, supaya milis kita tetap ramai...

Dari: moenir syahriel <smo...@yahoo.com>
Kepada: "hall...@googlegroups.com" <hall...@googlegroups.com>
Dikirim: Rabu, 24 April 2013 12:16
Judul: Bls: [HalloPIM] KOMIK INDONESIA - Tentang Manga

Wimpie

unread,
Apr 24, 2013, 8:28:52 PM4/24/13
to hall...@googlegroups.com

Pak Rohiman.

Karena pertanyaan bapak belum dijawab pak Syahril Moenir, mungkin saya bisa share informasi dari seorang keponakan saya yang kuliah di Seni Rupa ITB. Sewaktu SMA (Jakarta), dia ikut bimbingan di Vila Merah di bilangan Gandaria Jakarta. Bimbingan Vila Merah Jakarta itu adalah cabang dari Vila Merah Bandung yang juga punya kegiatan serupa yaitu Pra Universitas Seni Rupa, Desain, dan Arsitektur.

Coba hubungi mereka di:

VILLA MERAH

 Pra Univesity / Art / Desain / Architecture

 Bimbingan Persiapan Ujian Seleksi Masuk FSRD & Arsitek

 Jak-Tim 021-47863191

 Jak-Sel 021-7246725

Semoga bermanfaat. Salam.

Rohiman Arba Awal

unread,
Apr 25, 2013, 1:05:02 AM4/25/13
to hall...@googlegroups.com
Pak Wimpie, terima kasih banyak atas share nya...."



From: Wimpie <wim...@centrin.net.id>
To: hall...@googlegroups.com
Sent: Thursday, April 25, 2013 7:28 AM

Januar Jalil

unread,
Apr 25, 2013, 8:14:12 AM4/25/13
to hall...@googlegroups.com
Uda Daus selamat bergabung teman kita Syahriel Moenir di lapak ini . Salam


From: Firdaus Ponda <firdau...@ymail.com>
To: "hall...@googlegroups.com" <hall...@googlegroups.com>
Sent: Wednesday, April 24, 2013 6:57 AM
Subject: Bls: [HalloPIM] KOMIK INDONESIA

Darwin Abra

unread,
Apr 25, 2013, 9:13:21 AM4/25/13
to hall...@googlegroups.com

Hallo bapak2 pencinta komik, sayapun dulunya  pembaca komik, sama dng sy perokok dulu dan sekarang sudah tidak sy sentuh lagi.

 

Saya baca tulisan bapak-bapak, maka sy dpt simpulkan bahwa bapak adalah pencinta dan ahli membaca komik, bahkan bisa menggambar, tau nama pengarangnya, ingat judul ciritanya dan sebagian masih punya koleksi malah sempat terwaris kepada ketutunan.…. Brafo, brafo utk bapak.

 

Sangat bertolak belakang dng sy. Bapak adalah benar adanya dan sy adalah “pacu goni” boleh dibilang begitu. “pacu goni”.adalah istilah yg sy simbulkan sebagai kalau yg A jalan kekanan, yg B jalan kekiri, sementara yg benar adalah A, maka kepada B sy sebut “pacu goni”.

 

Di Mdn dulu kira thn 1953-4 berkecamuklah lotre dipasar mlm di PON 3 Medan dan film Lampu Aladin di bioskop2., sy- mendengar dari cerita gerombolan ibu2 pagi2 yg sdh nonton- berkeinginan sekali mau jadi Aladin, anak muda serba bisa, mendadak punya istana dan kaya raya.

 

Dlm kerinduan itu sy kembali ke Bukittinggi dan pendek cerita komik lampu aladin,- yg besarnya sebesar kwitansi kecil sekarang, dijilid pada sisi yg pendek- sdh dpt sy beli.. Komik itu sy baca berkali-kali dan akhirnya dirampas seorang pemuda yg lebih besar dari sy karena kuatir dia, sy akan menjadi aladin punya segala yg dpt tinggi status darinya.

 

Sy pun tak berhenti cari komik, walaupun utk membeli lagi komik aladinpun sy tak mau karena  sudah hapal ciritanya, cuma yg tak ada diceritakan adalah bagaimana aladin mendapatkan ilumunya, sebenarnya inilah yg sy cari, sampai sekarang pun belum ketemu.

 

Sampai disini. Bolehkah Sobat pembaca komik: pak Iskandar, Pak Wimpie, pak Syahriel, pak Iqbal, pak Roy, pak Noorhan dan banyak lagi termasuk Cek MIA para pencinta komik, kirimi sy mana tau  kalau selama membaca komik ketemu cara aladin mendapatkan ilmunya itu. Ha. ha. ha. ha. itung2 kalau berair sawah diatas sawah dibawah pasti basah.. Uhui…..

 

Dlm pencarian komik, Sy dpt kan komik dari Koran bekas singapur , sy tak pandai membacanya. Sementara sy masih ingin membacanya. Maka sy mulai membaca gambar. Dari situlah inti perbedaan sy dengan bapak2 sy hanya membaca gambarnya saja, kerena membaca komik berbahasa ingeris itulah sy jadi tak pernah membaca teks yg ditulis, sampai kepada masa sy sdh sanggup membeli komik yg berbhs Indonesia sekalipun.

 

Dulu kalau sy beli komik mka yg sy pilih: Tokoh anak mudanya,karakternya sy bisa lihat dari gambarnya, judul dan  tebalnya, yg ini sy pilih sedang. Dng latihan  membaca gambarnya saja, lama2 sy cepat mengerti dan cepat membaca, biasanya satu hari satu komik.

 

Gambar-gambar komik yg dinamis itu, mejadi kesenangan sy membacanya tanpa teks. Biasanya anak muda adalah sipenolong dan akhir cerita pasti menang.  Disini sy ingat pesan bapak sy dikala sy pertama kali mau merantau sendiri. Dengan air mata  yg ditahan, beliau berkata, sambil memagut sy, “jangan kuatir sesempit-sempit jalan anak raja pasti duduk”.

 

Anak sy laki ataupun perempuan tak begitu tertarik dng komik. Sy bilang terserahlah dan toh mana ada sejarah bapaknya yg sama dng anaknya dan pada dasarnya menurut keyakinan sy pula, sejarah hidup setiap orang merupakan takdir pemberian dari Tuhan setelah diperjuangkan memberikan bentuk yg berbeda-beda. Uhui…..

 

Utk sekedar iseng2

Salam hormat

Darwin

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


From: hall...@googlegroups.com [mailto:hall...@googlegroups.com] On Behalf Of Ilyas Ahkab
Sent: 25 April 2013 6:57
To: hall...@googlegroups.com
Subject: Bls: [HalloPIM] KOMIK INDONESIA

 

Pak Iskandaryth,

Ilyas Ahkab

unread,
Apr 25, 2013, 9:02:36 PM4/25/13
to hall...@googlegroups.com
Pak Darwin yth,
Heabt bahwa Bp bisa menikmati Komik dari gambar-gambarnya saya zondermembaca teks nya. memang kelebihan ini tidak dimiliki semua orang. Saya jadi teringat alm kakak sepupu say yang kaalau menonton film seri di tv Malaysia/ Singapore jaman dulu  dia mengerti ceritanya walau dia ndak mengerti Bhs Inggris dan film tsb tanpa teks.(maaf saya cerita menhenai di Palembang th 60an sebelum ada tv, para pemilik tv biasanya bisa mengkap siaran tv Malayisa/Singapre lebih terang dari tvriJKT),
Nah, kemampuan tsb karen orang jaman dulu terbiasa nonton film di bioskop dgn tanpa suara (disebeut film bisu). Jadi para penonton akan tau siapa pemeran utama (kalo di Plg disebut "anak mudo") dan siapa pemeran penjahat/ culas. Biasanya adegan film memang selalu enngetengahkan natar peranan tokoh Anak Mudo melawan Penjahat.Itulah sebabnya (mungkin) orang2 jaman dulu bisa cepat mengerti kemna rah cerita suatu film walau dia tidak mengerti Bahasa nya......
Maaf Pak Darwin, ini sekedar menerka saja.... pokoknya Pak Darwin....top!!!.....

Dari: Darwin Abra <darwi...@yahoo.com>
Kepada: hall...@googlegroups.com
Dikirim: Kamis, 25 April 2013 20:13
Judul: RE: [HalloPIM] KOMIK INDONESIA

 
2013/4/24 Ilyas Ahkab <ahkab...@yahoo.co.id>
 
Ass Pak Iskandar, terima kasih atas paparan sejarah komik Indonesia . Pada saat sy masih duduk di bangku SD sy juga "getol" membaca komik seperti Bpk sebelum sy beralih ke buku Novel. Dari pengarang yg bpk sebutkan spt Ganes TH, Djair, Hans dll serta cerita Mahabarata & Ramayana semuanya sy baca tuntas. Namun setelah sy menginjak SMP sy beralih ke buku Novel, meskipun ada beberapa komik masih sy baca terutama komik saduran dari luar spt garth yg pernah dimuat di harian "Kompas"dst. Sebetulnya baca komik ada positifnya utk meningkatkan animo baca anak2 sebelum meningkat ke jenis bacaan yg lebih berat. Hal ini sy terapkan ke pendidikan anak2 sy agar suka membaca. Anak2 remaja saat ini memang banyak menggandrungi novel2 luar spt yg saat ini populer yaitu Harry Potter dll yg pada umumnya sudah di filmkan di layar lebar. Untuk jurusan teknik merurut sy mungkin tdk harus atau terlalu diperlukan sekali utk rajin membaca krn banyak pelajaran yg sifatnya bukan hanya melulu menghafal, tp utk jurusan hukum, ekonomi, sosial & mungkin kedokteran memerlukan kemampuan membaca dan hafalan yg kuat yg kadang2 bisa membuat "boring" kalau ngak hobi membaca. Demikian sekedar tambahan komentar dari sy, salam!
Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...!

From: iskandar mt <iskanda...@gmail.com>
Date: Wed, 24 Apr 2013 02:41:43 +0700
Subject: [HalloPIM] KOMIK INDONESIA
 
MENGENAL SEJARAH KOMIK INDONESIA
Membaca tulisan pak Wimpie tentang 2 pelukis komik Indonesia yg menjadi illustrator pada komik superhero Amerika, menurut hemat kami dengan jumlah penduduk Indonesia yg lebih dari 230 juta orang dan merupakan peringkat ke 4 dunia seharusnya lebih banyak lagi yang mampu menjadi pelukis komik hebat di jaman digital dengan segala kemudahan dan fasilitas fiturnya.
Saya suka bicara tentang komik karena dunia melukis dan membaca komik termasuk hoby berat saya.
Sekarang komik Indonesia kelihatannya mengalami ‘mati suri’, dan belum lahir lagi komikus-komikus seperti pada 25 tahun silam.
Lihat saja di toko buku-toko buku, rak-rak dipenuhi manga (komik Jepang), terjemahan komik Mandarin (Hong Kong-Singapura) serta alih basa komik superhero Amerika.
Saat ini kita sedikit menemui komik indonesia yang bernuansa indonesia dengan ilustrasi/gambar dan gaya cerita yang sangat indonesia sekali.
Saya masih ingat pada era 1970 banyak kita jumpai “taman bacaan” yang menyewakan komik kepada para pembaca untuk di baca dirumah atau sekedar di baca di taman bacaan tersebut.
Rasanya  jaman keemasan komik sebagai tuan rumah dinegeri sendiri hanya didapat dalam 3 dekade utama yaitu:
 
Komik Indonesia era 1940-50an
Sekitar akhir tahun 1940an, banyak komik-komik dari Amerika yang disisipkan sebagai suplemen mingguan suratkabar. Diantaranya adalah komik seperti Tarzan, Rip Kirby, Phantom and Johnny Hazard.
Kemudian penerbit seperti Gapura dan Keng po dari Jakarta , dan Perfects dari Malang , mengumpulkannya menjadi sebuah buku komik.
Ditengah-tengah membanjirnya komik-komik asing, hadir Siaw Tik Kwei, salah seorang komikus terdepan, yang memiliki teknik dan ketrampilan tinggi dalam menggambar. Beliau mendapatkan kesempatan untuk menampilkan komik adapatasinya dari legenda pahlawan Tiongkok ‘Sie Djin Koei’. Komik ini berhasil melampaui popularitas Tarzan di kalangan pembaca lokal.
Popularitas tokoh-tokoh komik asing mendorong upaya mentransformasikan beberapa karakter pahlawan super itu ke dalam selera lokal. R.A. Kosasih, yang kemudian dikenal sebagai Bapak Komik Indonesia , memulai karirnya dengan mengimitasi Wonder Woman menjadi pahlawan wanita bernama Sri Asih. Terdapat banyak lagi karakter pahlawan super yang diciptakan oleh komikus lainnya,diantaranya adalah Siti Gahara, Puteri Bintang, Garuda Putih and Kapten Comet, yang mendapatkan inspirasi dari Superman dan petualangan Flash Gordon.
 Komik Indonesia era 1950- 60an
Pada era ini Adapatasi dari khazanah kebudayaan nasional serta cerita-cerita dari wayang Sunda dan Jawa menjadi tema-tema prioritas ke dalam media buku komik.
R.A. Kosasih adalah salah seorang komikus yang terkenal keberhasilannya membawa epik Maha Bharata (40 jilid) dan Ramayana (10) yang merupakan sepasang komik wayang terbaik sepanjang masa. Pelukis komik lainnya yang saya ingat adalah Delsy Syamsumar.
Sementara dari Sumatra, terutamanya di kota Medan, terdapat pionir-pionir komikus berketrampilan tinggi seperti Taguan Hardjo, Bahzar, Seriam TS, Djas dan M Ali.S yang menyumbangkan estetika dan nilai filosofi ke dalam seni komik. Di bawah penerbitan Casso and Harris, artis-artis komik ini mengeksplorasi cerita rakyat Sumatra yang kemudian menjadi tema komik yang sangat digemari dari tahun 1960an hingga 1970an.
Ada beberapa komik spektakuler saat itu yaitu; Morina, Panglima Denai, musang berjanggut, Batas firdaus, Panglima Nayan dan Kapten Yani. ( saya beberapa waktu yl dapat mengkoleksi musang berjanggut dan setangkai daun surga karya Taguan hardjo ).
 
Komik Indonesia era 1970- 80an
Pada masa itu, tersohor nama Lima Pendekar Komik Nomor Satu dari ibukota. Mereka adalah lima serangkai; Ganes Th., Jan Mintaraga, Zaldy, Sim dan Hans.
 
GANES TH:Legenda dunia komik Indonesia dengan karya legendarisnya, Si Buta dari Goa Hantu. Idenya mirip seperti film Zato Ichi, si pendekar pemijat buta dari Jepang, tetapi lebih mendekati film koboi buta Italia yang dibintangi Cameron Mitchell, The Blind Gunfighter. Sebagian besar karyanya berlatar belakang Betawi tempo doeloe seperti: Tuan Tanah Kedawung, Jampang, Taufan, dan Reo Anak Serigala (murid si Buta). Ganes bukan cuma berkiprah di dunia komik tapi juga menerobos dunia film dengan menulis skenario merangkap penata kostum. Hampir semua komiknya telah difilmkan. Bahkan sebelum tutup usia masih mendukung pembuatan serial sinetron Si Buta dari Goa Hantu dan Reo Anak Serigala untuk teve.
 
JAN:Komikus yang paling western style. Memakai nama lengkap Jan Mintaraga. Coretannya selevel komikus-komikus kelas satu Amerika. Karya monumentalnya, Sebuah Noda Hitam. Hakekatnya lebih tepat disebut Novel-Komik karena kebagusan cerita dan coretannya. Ketika komik roman menyurut, Jan beralih bikin komik silat seperti Pendekar Kelelawar dan serial superhero Halilintar. Menjelang meninggal masih bekerja di Dunia Fantasi, Ancol, memimpin pelukisan wahana Rama dan Shinta era futuristic.
 
ZALDY: Lengkapnya memakai nama Zaldy Armendaris. Coretannya sangat disukai muda-mudi zamannya karena gambar cowonya ganteng-ganteng dan cewenya cantik-cantik. Kebetulan abang kandungnya, Hadi Purwanta, adalah seorang penerbit. Komiknya, Setitik Air Mata Buat Peter difilmkan Rapi Film (produksi perdananya) dengan judul Air Mata Kekasih (1971) yang dibintangi pasangan Suzzanna-Budi Schwarzkrone.
 
SIM:Sim adalah she (marga) dari komikus bernama Sim Kim Toh ini. Ganti nama jadi Simon Iskandar. Pernah menjadi guru menggambar di SMA kawasan Kebun Jeruk, Mangga Besar, sebelum bikin komik-komik samurai Jepang (pengaruh Akira Kurosawa?!). Kemudian beralih jadi komikus spesialis roman remaja. Karyanya paling terkenal, Buku Harian Monita, diangkat dari film drama Hong Kong laris. Kiblatnya memang pada film-film Mandarin, tak heran kalau gambar tokoh-tokohnya mirip profil Lily Ho, Li Ching, Ching Li dan Ling Yun. Setelah masa keemasan komik memudar, Sim beralih menjadi illustrator untuk sejumlah majalah dan wartawan film sampai tarikan nafas terakhirnya.
 
HANS: Menuliskan nama lengkapnya Hans Djaladara. Komik silat monumentalnya, Pandji Tengkorak. Berlanjut ke Walet Merah dan Si Rase Terbang. Terus terang kisah Pandu Wilantara alias pendekar Pandji Tengkorak kelihatan diilhami cersilnya Liang Yu-hen, Perjodohan Busur Kumala (tokohnya si pendekar gembel Kim Si-ih), dipadukan dengan Django-nya Franco Nero (koboi spaghetti Italia) yang berkelana sambil menyeret peti mati istrinya. Ketika kejayaan komik menyurut, Hans memboyong keluarganya meninggalkan Jakarta untuk mukim di Kebumen, Jawa Tengah. Baru belakangan kembali ke Jakarta . Sekarang Hans menjadi pelukis kanvas, antara karyanya yang apik adalah lukisan Pasar Pisang.
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages