Politik Devide Et Impera

29 views
Skip to first unread message

Wimpie

unread,
Oct 15, 2014, 7:41:24 PM10/15/14
to hall...@googlegroups.com

Politik Devide Et Impera

Politik Devide Et Impera atau politik adu domba sesungguhnya adalah strategi paling purba di muka bumi ini. Politik adu domba ini bahkan sama tuanya dengan keberadaan umat manusia di muka bumi ini. Mulai sejak kisah Adam dan Hawa hingga sejarah kerajaan-kerajaan kuno kita bisa mengenali adanya politik adu domba ini.

Kita bisa pelajari bagaimana bangsa-bangsa ditaklukan oleh bangsa Yunani dan Romawi dengan politik Devide Et Impera. Bahkan epos Mahabharata dan Bharatayuda juga banyak bercerita mengenai politik adu domba ini.

Jadi politik Devide Et Impera bukan baru dilakukan bangsa penjajah untuk menaklukkan kerajaan-kerajaan nusantara saja. Politik Devide Et Impera adalah kisah umat manusia sepanjang sejarah. Sama sekali bukan strategi yang modern.

Pertanyaannya, mengapa politik purba Devide Et Impera itu selalu efektif sepanjang sejarah, bahkan hingga saat ini? Apakah manusia tidak pernah mau belajar? Ataukah ada sebab lain dari begitu efektifnya politik Devide Et Impera ini?

Kita tahu bagaimana dahulu bangsa Belanda menaklukan kerajaan-kerajaan di Nusantara. Apakah bangsa Belanda itu bangsa yang besar, sehingga punya sumber daya menaklukkan Nusantara? Ternyata tidak. Banyak kerajaan-kerajaan yang ditaklukan itu justru lebih besar dari kerajaan belanda sendiri. Bagaimana ini bisa terjadi? Nyatanya sejarah membuktikan bahwa kerajaan besar bisa ditaklukkan oleh kerajaan yang lebih kecil.

Kuncinya ya itu tadi. Adu domba lalu kuasai. Devide Et Impera. Perseteruan dengan kerajaan-kerajaan lain serta persaingan di internal kerajaan-kerajaan itu dimanfaatkan betul oleh Belanda sebagai senjata mereka. Modusnya hampir selalu sama. Mendukung satu kerajaan untuk memerangi kerajaan lain. Lalu mendapat konsesi. Atau mendukung salah satu putera mahkota yang merasa diperlakukan tidak adil. Ujung-ujungnya sama saja, konsesi. Atau mendukung salah satu pihak untuk mendirikan kerajaan baru sehingga kerajaan menjadi terpecah. Imbalannya konsesi lagi.

Terhadap modus yang begitu sederhana toh strategi tersebut masih efektif juga. Lalu apa sebabnya? Politik Devide Et Impera rupanya menyentuh sifat dasar umat manusia: EGO! Inilah resep efektifitasnya. Terlepas apakah kita tahu sedang diadu domba atau tidak. Manakala Ego kita sudah tersentuh maka strategi tersebut dijamin tetap efektif. Terlebih jika didalamnya ada unsur keserakahan, sakit hati atau isu primordial yang dimainkan. Semakin mudah.

Dari sini kita bisa melihat beratnya tantangan yang dihadapi oleh para pemersatu bangsa kita. Sungguh bukan suatu perjuangan yang ringan menyatukan bangsa yang demikian heterogen seperti Indonesia ini. Terlebih mereka pernah dengan begitu mudahnya dipecah belah dengan berbagai alasan. Ini benar-benar sebuah mahakarya.

Lalu masihkah potensi bahaya politik Devide Et Impera ini mengancam kita? Ternyata masih. Bahkan makin nyata. Saat ini isu agama dan golongan merupakan potensi terbesar bagi bangsa kita untuk dipecah belah. Kita lihat sendiri bagaimana ide-ide yang mengancam keutuhan NKRI mulai tumbuh subur di sekitar kita. Mereka yang sudah teracuni oleh ide-ide tersebut biasanya mulai mempertanyakan eksistensi NKRI.

Tidak jarang mereka rela melakukan manipulasi sejarah demi untuk pembenaran ideologi mereka. Sikap mereka pun sudah seperti manusia yang tidak berakal lagi. Seolah-olah merekalah yang paling benar di muka bumi ini. Namun rupanya mereka lupa bahwa sikap merasa paling benar inilah yang justru menjadi mangsa empuk politik Devide Et Impera.

Bukankah mereka yang dulu diadu domba lalu dikuasai itu juga pihak-pihak yang merasa dirinya paling benar? Akibat perasaan paling benar itu pulalah mereka siap menempuh segala cara. Termasuk menumpahkan darah dan air mata saudara-saudaranya sendiri. Dan tentu saja termasuk membohongi pihak lain dan dirinya sendiri.

Inilah tantangan berat kita dimasa ini dan dimasa depan. Bagamana kita tetap menjaga persatuan dan kesatuan negeri ini. Inilah saatnya kita bersuara lantang menolak ide-ide absurd yang mengancam persatuan dan kesatuan negeri ini.

Jangan berdiam diri. Karena diam kita akan membuat mereka menjadi bertambah kuat. Saat mereka menjadi terlalu kuat maka kita akan berada pada "point of no return". Menyesalpun tiada guna. Kita tidak inginkan masa itu benar-benar datang di negeri ini. Maka mari kita bersatu dukung NKRI. Jangan pernah lagi mau diadu domba dan dipecah belah.

Salam.

 

"Kita tidak bisa mengarahkan angin, tetapi setidaknya kita bisa menyelaraskan Layar"

 

Wimpie

unread,
Oct 15, 2014, 9:13:56 PM10/15/14
to hall...@googlegroups.com

Alhamdulillah. KPK Tegaskan Jokowi "Clear" dari Kasus Bantuan Pendidikan di Surakarta >>> http://nasional.kompas.com/read/2014/10/14/13125781/KPK.Tegaskan.Jokowi.Clear.dari.Kasus.Bantuan.Pendidikan.di.Surakarta

KPK selain lakukan pengusutan tindak pidana korupsi, juga bisa lakukan klarifikasi atas tuduhan fitnah pada seorang pejabat publik. Salam.

 

"Kita tidak bisa mengarahkan angin, tetapi setidaknya kita bisa menyelaraskan Layar"

 

--
"BERPIKIR POSITIF, BERBUAT IKHLAS, BERTUTUR BIJAK"

HalloPIM versi facebook untuk berbagi koleksi foto di: http://www.facebook.com/groups/513695411978246/
My Blog: http://ibelievecanfly.blogspot.com/
Tabungan Sosial PMPIM di Bank MANDIRI No. Rekening: 130 00 12356567 an ALAN DJUHERLAN.
CP: Alan Djuherlan: 0813 2071 7187 dan Syaharuddin Noorhan: 0812 655 2580
---
Anda menerima pesan ini karena berlangganan grup "HalloPIM" di Google Grup.
Kunjungi grup ini di http://groups.google.com/group/hallopim.

sucipt...@gmail.com

unread,
Oct 15, 2014, 9:21:15 PM10/15/14
to Hallo PIM

Betul pak Wimpi, jangan sampai KPK hanya jadi momok yg menakutkan, tetapi juga memberikan appresiasi kalau seseorang sedang menjadi sasaran fitnah.

Dengan klarifikasi dari KPK tsb maka Rahmawati yg melontarkan fitnah minggu lalu menerima hukum sosial dari publik. Kondisi ini nama Rahmawati Sukarno Putri menjadi barang busuk.

Salam,
.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: "Wimpie" <wim...@centrin.net.id>
Date: Thu, 16 Oct 2014 08:13:37 +0700
Subject: RE: [HalloPIM] Politik Devide Et Impera
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages