Jurnal Persalinan Letak Sungsang

0 views
Skip to first unread message

Gabby Dreher

unread,
Aug 5, 2024, 11:44:44 AM8/5/24
to habusata
Tujuandari peneitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran karakteristik Ibu Bersalin dengan Letak Sungsang di RS Kesdam Jaya tahun 2018. Deskriptif retrospektif yang dijadikan desain dalam penelitian ini. Pada penelitian ini menggambarkan tentang karakteristik Persalinan Sungsang di RS Kesdam Jaya Cijantung Jakarta Timur tahun 2018. Hasil penelitian pada 35 responden tentang karakteristik persalinan sungsang berdasarkan berat badan lahir yang paling tinggi adalah berat badan lahir normal (2500-4000 gram) sebanyak 32 responden (91%) dan yang paling rendah adalah berat badan lahir rendah ( 35 tahun dapat menjadi faktor risiko persalinan sungsang. Hal ini kemungkinan berhubungan dengan mulai terjadinya regenerasi sel-sel tubuh terutama endometrium akibat usia biologis jaringan dan adanya penyakit yang dapat menimbulkan kelainan letak. Sedangkan Persalinan sungsang yang terjadi pada usia The journal publishes research articles covering all aspects of social sciences, ranging from Archaeology, Geography, Economics, History, Law, Politics, Sociology and Language that belong to the social context.

Pendahuluan Persalinan letak sungsang merupakan suatu kelainan patologis, dimana janin dilahirkan letak memanjang dengan kepala berada di fundus uteri dan bokong berada dibagian bawah kavum uteri. Persalinan letak sungsang adalah salah satu penyulit persalinan yang dapat menyebabkan kematian janin. Metode Menggunakan studi kepustakaan dan pengumpulan referensi yang kemudian dibuat menjadi Literatur review dengan menggunakan berbagai referensi literature dan membandingkan referensi satu dengan yang lainnya. Hasil Berdasarkan hasil penelitian-penelitian bahwa pemeriksaan untuk mendiagnosis persalinan letak sungsang dilakukan melalui pemeriksaan perut menggunakan manuver leopold yang dikombinasikan dengan pemeriksaan serviks, dan ultrasonografi. Kesimpulan Pertolongan persalinan letak sungsang dengan sectio caesarea maupun pervaginam dilakukan dengan banyak pertimbangan. diperlukan evaluasi kembali agar tindakan yang dilakukan terhadap pasien dengan kasus yang sesuai untuk kebutuhan medisnya.


Asfiksia Neonatorum adalah keadaan dimana bayi tidak segera bernafas spontan dan teratur setelah

lahir. Dampak dari asfiksia yaitu henti nafas dan kerusakan pada otak.Data di RSD Kalisat tahun 2017

dari 43 bayi lahir pada letak sungsang, yang mengalami asfiksia ringan (41,86%), sedang (46,51%),

berat (11,63%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran derajat asfiksia neonaturum pada

persalinan pervaginam letak sungsang di RSD Kalisat tahun 2017. Desain yang digunakan adalah

deskriptifdata sekunder tahun 2017. Populasinya adalah semua bayi yang dilahirkan secara

pervaginam pada letak sungsang, sejumlah 65. Sampel adalah total populasi. Analisis data

menggunakan analisis data deskriptif yaitu frekuensi dan prosentase. Dengan hasil bayi lahir pada

letak sungsang yang mengalami asfiksia ringan 36,92% (24 bayi), asfiksia sedang 52,31% (34 bayi)

dan asfiksia berat 10,77% (7 bayi). Kesimpulan yang dapat diambil yaitu setengahnya bayi mengalami

asfiksia sedang, dan sebagian kecil mengalami asfiksia berat. Diharapkan peneliti selanjutnya dapat

melanjutkan penelitian dengan metode lain, misalnya dari segi desai n penelitian dan variable lebih

dari satu variable, serta tenaga kesehatan mampu memberikan asuhan pada ibu hamil agar tidak terjadi

komplikasi pada kehamilannya serta asuhan bayi baru lahir dengan asfiksia secara maksimal demi

keselamatan dan kelangsungan hidup bayi.


Jurnal Mid-Z (Midwifery Zigot) Jurnal Ilmiah Kebidanan memberikan akses terbuka terhadap siapapun agar informasi dan temuan pada artikel tersebut bermanfaat bagi semua orang. Semua konten artikel Jurnal Mid-Z (Midwifery Zigot) Jurnal Ilmiah Kebidanan dapat diunduh secara gratis tanpa dipungut biaya sesuai dengan lisensi creative commons yang digunakan.


Latar belakang : Kehamilan letak sungsang sering terjadi pada pertengahan trimester kedua, secara kasar seperempat fetus berada dalam letak sungsang pada 28-30 minggu, hanya 80%. Presentasi berukurang bila mendekati aterm. Psikososial ibu hamil letak sungsang merasa khawatir, maka perlu dilakukan pemeriksaan palpasi abdomen melalui Ante Natal Care (ANC) (Wiknjosastro, 2010). Pertolongan persalinan letak sungsang memerlukan perhatian karena dapat menimbulkan komplikasi kesakitan, cacat permanen sampai kematian bayi. Menghadapi kehamilan letak sungsang dapat diambil tindakan dengan termudah dan teraman untuk mengubah posisi janin sungsang adalah dengan bersujud (knee chest position) secara rutin setiap hari sebanyak 2 kali sehari, misalnya pagi dan sore, masing-masing selama 10 menit. Biasanya bayi akan berputar dan posisinya kembali normal, yaitu kepala berada di bagian bawah rahim. Pada saat kontrol ulang/periksa ulang, maka bidan atau dokter akan kembali melakukan pemeriksaan palpasi untuk memeriksa posisi janin. Jika belum berhasil, maka latihan diulangi dan dilanjutkan setiap hari. Latihan ini hanya efektif bila dilakukan pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu.


Metode : Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan studi penelaan kasus (Case study). penelitian dilaksanakan di puskesmas sentani sampel penelitian ini Ny. M Umur 35 Tahun G3P2A0 Usia Kehamilan 30 Minggu 5 Hari Dengan Letak Sungsang. Instrument yang digunakan yaitu pedoman observasi, wawancara,dan studi dokumentasi dalam bentuk format asuhan kebidanann7 langkah Varney dan pendokumentasian SOAP.


Hasil : Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Ny. M Umur 35 Tahun G3P2A0 Usia Kehamilan 30 Minggu 5 Hari Dengan Letak Sungsang Di Rumah Sakit Dian Harapan telah sesuai dengan standar asuhan kebidanan. Hasil pengkajian yang dilakukan pada tanggal 27 April 2019 Ny M merasakan lebih banyak gerakan pada bagian perut bawah dan lebih terasa penuh bagian atas. sesak dan kurang nyaman karena terasa penuh dibagian perut atas dan gerakan janinnya semakin aktif. Dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan darah Hemoglobin (HB) dan USG dan diberikan Asuhan kebidanan untuk penanganan letak sungsang.


Kesimpulan : menganjurkan posisi kneechest selama 4 minggu pada Ny. M dengan letak sungsang adalah terdapat perubahan letak janin dari sungsang menjadi presentasi kepala, ibu mengatakan tidak lagi cemas dengan kehamilannya, keluhan rasa penuh pada bagian perut atas sudah tidak ada lagi dan keadaan umum ibu baik.


Letak sungsang merupakan salah satu bentuk malpresentasi janin pada ibu hamil. Di Indonesia, kelainan letak ini mengakibatkan kematian anak kurang lebih 14%. Prognosis pada bayi akibat persalinan presentasi sungsang ini jauh lebih jelek dibanding presentasi kepala. Sejauh ini belum pernah dilaporkan angka kejadian janin letak sungsang di RSUP.Wahidin Sudirohusodo Makassar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kejadian dan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan janin letak sungsang dari ibu hamil yang melahirkan di RSWS Makassar tahun 2012. Jenis penelitian ini adalah studi deskriptif dan analitik, menggunakan data sekunder. Penelitian ini menunjukkan : Dari 863 persalinan di RSUP. Wahidin Sudirohusodo Makassar pada tahun 2012, ditemukan 16 orang ibu hamil dengan janin letak sungsang (1,85%). Dari 16 orang ibu tersebut, ditemukan faktor risiko prematur, multipara, gemelli, plasenta previa, oligohidramnion. Tidak ditemukan panggul sempit dan hydrocephalus. Ada 3 orang dengan 1 faktor risiko (2 orang oligohidramnion, 1 orang prematur), 5 orang dengan 2 faktor risiko sekaligus, dan 5 orang dengan 3 faktor risiko sekaligus. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa gemelli merupakan faktor risiko tunggal yang bermakna (p=0,010) walaupun OR tidak dapat dihitung. Prematur, plasenta previa, dan oligohidramnion mempunyai OR>1 (faktor risiko) tetapi tidak berhubungan bermakna (p>0,05). OR untuk multipara


Martin L. Pernoll, M.D. Nonvertex Presentations, Shoulder Dystocia, And Cord Accidents. In: Benson and Pernoll;s Handbook of Obstetrics and Gynecology 10th edition. New York: McGraw-Hill Medical Publishing Division. P: 404-17.


Sungsang adalah janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri belakang bagian bawah kavum uteri pada letak sungsang berturut-turut lahir bagian- bagian yang makin lama makin besar dimulai dari lahirnya bokong, bahu kemudian kepala. Tujuan : Untuk mengetahui adakah hubungan kejadian asfiksia nenotarium dan fraktur clavikula dengan persalinan pervaginam letak sungsang.


Metode : Survei analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 38 orang. Teknik pengambilan sampel pourpusive sampling. Pengumpulan data melalui lembar observasi bentuk check lis dan dianalisa secara univariat dan bivariat dengan uji statistik chis quare serta disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.


Hasil: Analisa univariat untuk mencari distribusi frekuensi, analisa bivariat hubungan asfiksia neonatorium dengan persalinan pervaginam letak sungsang (p = ,064). Hubungan fraktur clavikula dengan persalinan pervaginam letak sungsang (p = 1,000).


Kesimpulan: Ada hubungan asfiksia neonatorium dengan persalinan pervaginam letak sungsang di kamar bersalin Rumah Sakit Dr. Sumantri Parepare, tidak ada hubungan antara fraktur clavikula dengan persalinan pervaginam letak sungsang


Letak sungsang adalah janin terletak memanjang dengan kepala di fundus uteri dan bokong di bagian bawah kavum uteri. Menurut Manuaba (2001), kejadian letak sungsang sekitar 3-4 %, tetapi mempunyai angka morbiditas dan mortalitas janin yang tinggi. Di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya kejadian persalinan letak sungsang sebanyak 5 %. Banyak faktor yang menyebabkan meningkatnya persalinan dengan letak sungsang diantaranya oleh faktor usia ibu yang 35 tahun, dan kehamilan multiparitas pada ibu hamil dengan paritas 4 atau lebih terjadi insiden hampir sepuluh kali lipat dibanding ibu hamil nullipara, prematuritas, kelainan pada ibu atau janinnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia dan paritas dengan letak sungsang pada ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan teknik Simple Random Sampling, mengambil 255 sampel dari populasi sebanyak 1400 ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya. Analisis data menggunakan tabulasi silang dengan uji chi-square. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa dari 255 ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya, adalah sebanyak 63 orang (24,70 %) mengalami letak sungsang, ibu bersalin mayoritas usia tidak beresiko (20-35 tahun), dan ibu bersalin mayoritas nonprimi (multipara atau grandemultipara). Setelah dilakukan uji chi-square dengan = 0,05 didapatkan Ho ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara usia dan paritas dengan letak sungsang pada ibu bersalin di RSUD dr. M. Soewandhie Surabaya. Oleh karena itu, sebaiknya untuk ibu bersalin melahirkan antara usia 20-35 tahun dan paritas tidak lebih dari tiga.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages