Dokumentasi Bedah Buku Cinta Suci Zahrana Lokasi Aula Utama Al-Musaddadiyah Garut
Pada Tanggal 7 Juni 2012 LDK STTGarut Menggelar bedah buku dan film Cinta Suci Zahrana Karangan Habibburahman El-Shirazy Di Aula Utama Al-Musaddadiyah ,Acara tersebut Sangat meriah dengan di hadiri lebih dari 300 peserta dari beberapa universitas,SMA maupun masyarakat di wilayah Garut, dalam acara bedah buku tersebut dimeriahkan dengan kedatangan Salah satu pemeran dari film cinta suci zahrana yaitu miller dan Inez Sebagai Sponsor utama dalam acara tersebut.
Dalam Pergelaran Bedah Buku peserta Sangat antusias dalam mengikuti acara tersebut ,terlebih disuguhkan penampilan Nasyid Asli Garut Dari personil Naziva.Selain itu Acara Tersebut juga bertabur Doorprize tercatat 2 orang peserta yang masing-masing telah mendapatkan buku Karangan Habibburahman El-Shirazy plus yang sudah ditandatangani 3 pemeran utama cinta suci zahrana. Adapun sepenggal kisah dari Buku/Film Cinta Suci Zahrana yaitu, karir dan prestasi yang dimiliki oleh Zahrana kian memuncak. Ia meraih banyak piagam penghargaan dari dalam dan luar negeri. Namun saat semua itu di persembahkan kepada orang tuanya, wanita itu hanya terdiam dan lemas, karena orang tuanya meminta seorang cucu bukan piagam.
Kisah Zahrana dalam novel tersebut, lanjut Kang Abik, terinspirasi dari kehidupan di era emansipasi wanita, yang mana kebanyakan wanita saat ini lebih mengutamakan bekerja, berkarir, dan menunda pernikahan. Adanya kegiatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada peserta di bidang kepenulisan dan seni sinematografi, serta meningkatkan kecintaan dan pemahaman terhadap Islam melalui budaya.
Author Description here.. Nulla sagittis convallis. Curabitur consequat. Quisque metus enim, venenatis fermentum, mollis in, porta et, nibh. Duis vulputate elit in elit. Mauris dictum libero id justo.
Kang Abik menampilkan tokoh Siti Zahrana sebagai sosok gadis ambisius dan memiliki talenta luar biasa dalam bidang akademik. Ia terlahir dari keluarga biasa-biasa saja, ayahnya seorang PNS golongan rendah di kelurahan. Sedangkan Zahrana berhasil menyelesaikan S1 di Fakultas Teknik UGM Jogjakarta dan S2 di ITB.
Nama Zahrana mendunia karena karya tulisnya dimuat di jurnal ilmiah RMIT Melbourne. Dari karya tulis itu, Zahrana meraih penghargaan dari Thinghua University, sebuah universitas ternama di China. Ia pun terbang ke negeri Tirai Bambu untuk menyampaikan orasi ilmiah. Di hadapan puluhan profesor arsitek kelas dunia, ia memaparkan arsitektur bertema budaya. Yang ia tawarkan arsitektur model kerajaan Jawa-Islam dahulu kala. Dari Thinghua University, Zahrana mendapat tawaran beasiswa untuk studi S3 di samping mendapat tawaran pengerjaan sebuah proyek besar.
Tapi Zahrana menolak tawaran menjadi dosesn di UGM dan beasiswa S3 di negeri China, dikarenakan tidak ingin jauh dari orang tuanya yang sudah renta. Zahranapun memilih mengajar di sebuah universitas di Semarang. Di tengah kesuksesan prestasi akademiknya, ia malah menjadi bahan kecemasan kedua orang tuanya. Kecemasan itu lantaran Zahrana belum juga menikah di usianya yang memasuki kepala tiga. Kedua orang tua Zahrana yang renta berharap anak satu-satunya itu segera menikah dan memiliki keturunan.
Ayah-ibunya khawatir jika semasa hidupnya tidak sempat menyaksikan Zahrana bersuami dan menimang cucu. Apalagi bila melihat anak-anak tetangga seusia Zahrana, mereka sudah memiliki anak dua bahkan tiga.
Sudah banyak laki-laki yang meminangnya, namun Zahrana menolaknya dengan halus. Prinsip Zahrana dalam memilih pasangan, bukan diukur dari kedudukan, harta dan jabatannya, tapi karena akidah yang sama, karena keshalihannya, dan mampu menjadi imam bagi dirinya. Sampai-sampai Zahrana sempat dilamar oleh seorang satpam dan tukang bengkel yang berpendidikan rendah.
Bahkan Zahrana pernah dilamar oleh seorang duda yang ternyata atasannya sendiri. Ia dilamar dekannya, begitu kembali dari Thinghua University sehabis menerima penghargaan. Dengan tegas, Zahrana tidak menerima lamaran atasannya itu meski orang tuanya kecewa. Alasan Zahrana semata-mata persoalan moral atasannya yang suka meminta setoran kepada mahasiswa bila ingin nilai bagus bahkan suka bermain cinta dengan mahasiswanya sendiri. Di samping alasan moral, Zahrana tak mungkin menerima lamaran atasannya yang berusia kepala lima.
Akibat menolak lamaran itu, Zahrana akan dipecat secara tidak hormat. Tetapi Zahrana mendahuli mengajukan pengunduran diri. Ia benar-benar hengkang dari kampus itu dan memilih mengajar di sebuah sekolah kejuruan teknik.
Suatu ketika Zahrana pun minta saran kepada pimpinan pondok pesantren yang masih saudara jauh teman akrabnya. Oleh pimpinan pondok pesantren Zahrana dipertemukan seorang pemuda yang dari sisi pekerjaan kurang sepadan. Pemuda itu pedagang kerupuk keliling, tapi Zahrana merasa cocok. Ia bertekad mengabdikan hidupnya kepada Allah melalui ibadah dalam rumah tangga.
Dikala hati Zahrana berbunga-bunga, disaat ia menyiapkan gaun pengantin dan pesta pernikahan sederhana, tiba-tiba petugas kepolisian memberi kabar, bahwa Rahmat, calon suaminya itu tewas tertabrak kereta api saat mengantarkan kerupuk dengan sepedanya.
Mendengar kabar itu, langit seakan runtuh, betapa shocknya Zahrana. Bayangan indah itu kini pupus sudah. Zahrana pingsan beberap kali hingga dilarikan ke rumah sakit. Beruntung Zahrana masih kuat melanjutkan hidup. Bersamaan itu, ayahnya juga dilarikan ke rumah sakit, karena penyakit jantungnya yang lama diderita. Sang ayah pun meninggal dunia. Terlalu berat, ujian dan cobaan hidup itu bagi Zahrana, karena ditinggalkan oleh orang yang dicintainya.
Dibalik musibah, rupanya Allah punya scenario lain. Salah seorang ibu yang datang menjenguk, yang berprofesi sebagai dokter psikologi sempat memulihkan mental dan kejiwaan Zahrana di rumah sakit. Perempuan itu ternyata ibu dari mahasiswa bernama Hasan yang sekripsinya sempat dia bimbing. Siapa nyana, ibu dokter ini mengabararkan, anaknya, Hasan, berniat menikahinya.
Betapa kaget dan bahagianya Zahrana. Seolah tak peracaya dengan nasibnya yang begitu bergelombang. Meski ragu menerima lamaran itu, Zahrana menyampaikan satu syarat. Bila anak ibu dokter benar meminangnya, ia minta agar pernikahannya nanti malam setelah shalat tarawih. Ia trauma dengan tragedi yang menimpa satu malam menjelang pernikahannya dulu. Tepat jam tujuh malam, mereka melangsungkan pernikahan suci di masjid yang disaksikan para jamaah shalat tarawih. Malam pertama bulan Ramadhan yang indah menandakan berakhirnya penderitaan Zahrana.
Film religi ini memberi pesan penting buat para jomblo, bahwa pasangan yang seakidah harus menjadi syarat utama dalam memilih pasangan. Tidak cukup akidah yang sama, tapi juga keshalihan itu harus menjadi ukuran, bukan harta dan kedudukan semata.
Pesan lainnya adalah bahwa manusia boleh berencana, namun Allah juga yang menakdirkan maut dan jodoh seseorang. Berbakti pada ayah-bunda harus menjadi hal yang utama, dan yang tak kalah penting adalah dibalik musibah, Allah akan memberi kesudahan yang baik tanpa kita duga sebelumnya. Tentu jika kita melalui ujian can cobaan hidup itu dengan sikap sabar dan bertawakal pada-Nya.
Menonton Film Cinta Suci Zahrana yang disutradarai oleh Chairul Umam tersebut dijamin membuat penonton tampak haru dan mengambil banyak pelajaran, khususnya buat para jomblo. Desastian
Ustadzah Salma Khoirunnisa, salah satu pengajar di Pesantren Tahfizul Quran Darul Arqom Sukoharjo mengalami kecelakaan. Kondisinya masih belum sadar, dan sempat koma selama 5 hari karena diperkirakan...
Bagi penggemar karya-karya Kang Abik, tentu sudah hapal novel-novel yang ditulisnya akan bertemakan cinta dan perjuangan yang sarat dengan nilai-nilai Islam. Film Cinta Suci Zahrana berdurasi 180 menit, berkisah tentang seorang perempuan yang luar biasa bernama Zahrana. Seorang perempuan yang punya ambisi yang tinggi dalam karir akademik, dan dia telah meraihnya. Dia telah menjadi dosen teladan, dan telah meraih penghargaan dari lembaga-lembaga bergengsi di tanah air maupun di dunia. Tetapi ada satu yang dilupakan oleh wanita yang luar biasa ini, bahwa perempuan itu juga harus membina kehidupan rumah tangganya. Prestasi gemilang yang diraihnya tidak serta merta membuat kedua orang tuanya bangga dan bahagia, namun justru semakin resah karena diusianya yang telah mencapai kepala tiga, Zahrana belum juga menikah dan malah asik dengan karirnya. Pergolakan batin Zahrana inilah yang menarik, sebagai anak ia sangat ingin menyenangkan hati orang tuanya untuk segera menikah. Tetapi Zahrana tidak memiliki calon.
Perjuangan Zahrana untuk segera menikah dan menemukan calon yang tepat menjadi konflik dan cerita yang menarik. Prestasi dan kepintarannya membuat sebagian menyangsikan Zahrana akan mendapat pasangan yang sepadan, tetapi kecantikannya membuat banyak lelaki tertarik, termasuk atasannya yang seorang duda namun memiliki ahlaq yang kurang baik. Zahrana menyatakan bahwa ia tidak tidak akan memilih pasangan karena pendidikan atau hartanya tetapi ia menginginkan calon suami yang sholeh dan cocok untuk hatinya. Meski cantik dan berprestasi, Zahrana tidak mudah untuk mendapatkan calon suami. Selain usaha-usaha yang telah dilakukan, namun tetap ada kuasa Allah Swt. yang tidak dapat dihindarkan. Zahrana yang tengah bahagia ketika akhirnya menemukan calon suami yang shaleh dan pas di hatinya, tidak dapat menolak takdir Allah Swt. hingga akhirnya ia mendapat trauma yang cukup dalam.
Demi menyajikan film yang mendekati imajinasi pemirsa, kasting terbuka pun diselenggarakan oleh Sinemart untuk mencari pemeran utama yang benar-benar dekat dan tepat dengan karakter dalam novelnya. Akhirnya terpilihlah Meyda Sefira sebagai pemeran Zahrana, Miller Khan sebagai Hasan, Citra Kirana sebagai Nina, dan Faradina sebagai Lina. Pemeran pemuda lainnya juga Kholidi Asadil Alam sebagai Rachmad.
Film Cinta Suci Zahrana sangat sarat dengan pesan-pesan dan nilai-nilai yang ingin disampaikan. Mencari ilmu dan memiliki prestasi akademik yang tinggi tidak menjadi larangan, tetapi jangan sampai hal tersebut melenakan kita dalam pencapaian sisi kehidupan yang lainnya seperti membangun rumah tangga. Dalam film ini diceritakan bagaimana sebaiknya memilih pasangan, tidak hanya melihat status, pendidikan atau harta tetapi yang lebih utama adalah ketaqwaan/kesholehannya. Dan meski usia sudah sangat dewasa, bukan berarti tergesa-gesa dalam memilih pasangan dan asal menerima lamaran dari lelaki yang belum tentu baik agama dan ahlaqnya. Kesabaran dan kepasrahan bahwa hanya Allah Swt. yang memiliki kuasa atas jodoh, rizki dan usia ditunjukkan dalam film ini yang menjadi klimaks dalam cerita.
b1e95dc632