2Selain Pasien Lanjut Usia sebagaimana dimaksud pada ayat (1), pelayanan geriatri juga diberikan kepada pasien dengan usia 70 ( tujuh puluh ) tahun ke atas yang memiliki 1 (satu) penyakit fisik dan/atau psikis
Dalam dunia medis, geriatri adalah cabang ilmu kedokteran yang berfokus pada penanganan, diagnosis, serta pencegahan penyakit dan gangguan kesehatan yang menyerang kalangan lansia. Geriatri berasal dari bahasa Yunani, geron yang berarti orang tua, dan teria yang artinya penanganan terhadap penyakit. Seperti yang diketahui bersama, saat seseorang memasuki usia senja, maka ia mengalami banyak masalah kesehatan.
Mereka akan mengalami beberapa masalah seperti menurunnya kualitas penglihatan, pendengaran, tubuh yang jadi mudah lelah, kehilangan ketajaman pikiran, bahkan penyakit diabetes dan jantung. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia 2016 yang dikeluarkan oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penduduk lansia di seluruh Indonesia mencapai sekitar 22,5 juta jiwa.
Faktanya, orang lanjut usia memiliki kebutuhan perawatan kesehatan khusus yang pasti berbeda dengan orang dewasa. Hal ini membuat perawatan medis mereka menjadi lebih rumit. Selain itu, orang lanjut usia biasanya memiliki masalah kesehatan yang lebih dari satu, seperti penyakit jantung, diabetes, radang sendi, penyakit Alzheimer, atau tekanan darah tinggi. Kondisi ini membuat perawatan untuk lansia menjadi rumit dan oleh karenanya dokter geriatri sangat dibutuhkan untuk menangani kondisi yang kompleks ini.
Salah satu tugas yang diemban oleh dokter geriatri adalah meresepkan obat yang tepat. Sebab meresepkan obat untuk lansia tidak bisa sembarangan dilakukan. Salah satu obat mungkin saja berguna mengobati satu masalah kesehatan, namun di sisi lain, ia bisa saja menyebabkan gangguan kesehatan lain yang lebih buruk. Selain itu, meresepkan terlalu banyak obat juga tidak baik karena menimbulkan efek samping, kemungkinan munculnya interaksi obat, atau membuat kinerja ginjal menjadi semakin berat.
Dokter geriatri bertugas menjaga kesehatan lansia dengan cara mencegah timbulnya penyakit, sekaligus membantu mengatasi masalah kesehatan yang timbul. Umumnya, dokter geriatri akan dibantu oleh tim medis, termasuk perawat, ahli farmasi, ahli gizi, terapis, dan psikiater yang terlatih khusus untuk membantu lansia untuk tetap sehat.
Kondisi penyakit pada lansia menyebabkan gangguan pada daya ingat, kesulitan menahan buang air, tubuh semakin lemah, atau mengalami gangguan kesehatan akibat efek samping pengobatan. Oleh karena itu, lansia kerap kali mengalami kesulitan dalam melakukan aktivitas harian, termasuk makan, mandi, atau berganti pakaian.
Dokter geriatri bersama tim medis lainnya umumnya memahami bahwa penanganan lansia perlu dilakukan secara menyeluruh. Mulai dari melakukan evaluasi penyakit yang pernah diidap hingga rencana perawatan yang tepat. Sehingga hal ini diperlukan kerjasama antara keluarga atau perawat khusus lansia.
Usia lansia dapat bervariasi di setiap negara. Di Amerika Serikat, seseorang dianggap lansia setelah mencapai usia 60 tahun, begitu juga di Indonesia. Meskipun begitu beberapa orang menganggap usia 65 tahun sebagai usia lanjut.
Bukan hal yang aneh bagi orang usia lanjut untuk memiliki berbagai jenis penyakit pada saat yang sama. Terutama jika mereka telah didiagnosis setidaknya satu penyakit sebelum mereka mencapai usia lanjut. Hal ini juga terjadi hanya karena tubuh secara bertahap akan menurun kualitasnya. Misalnya, seorang lansia yang telah didiagnosis dengan diabetes tipe 2 lebih awal, pada akhirnya dapat mengembangkan penyakit ginjal atau retinopati diabetik di kemudian hari.
Jika lansia mengembangkan berbagai jenis penyakit, maka obat-obatan juga bisa sangat banyak. Dokter geriatri memastikan bahwa obat tidak memiliki kontraindikasi dan sebisa mungkin menjaga program perawatan lebih sederhana dan lebih mudah diingat. Ahli geriatri juga memantau asupan dan memperkenalkan terapi yang dapat membuat intervensi medis lebih nyaman dan aman.
Kondisi tertentu dapat bermanifestasi atau menjadi lebih jelas ketika seseorang mencapai usia lanjut. Misalnya, degenerasi makula, yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan, hampir selalu terjadi pada usia tua. Risiko terkena kanker juga meningkat seiring bertambahnya usia, karena banyak kemungkinan mutasi genetik. Ahli geriatri memantau kesehatan orang tersebut melalui tes skrining dan pemeriksaan fisik tahunan.
Dokter geriatri tidak hanya bekerja pada kesehatan fisik pasien. Mereka juga mendukung hubungan sosial yang sehat, meningkatkan kemampuan kognitif, dan membantu pasien menjadi semandiri mungkin. Sampai batas tertentu, dokter spesialis geriatri juga dapat membantu dalam legalitas, seperti membuat surat wasiat atau memilih pengasuh utama.
Berbagai masalah kesehatan mungkin terjadi pada lanjut usia atau lansia dari kebiasaan buruk dan tidak sehat. Sebagai contoh, kebiasaan merokok dan tidak menjaga pola makan sehat. Keluhan mengenai masalah kesehatan khas yang biasanya muncul pada lansia disebut sebagai sindrom geriatri. Apa saja masalah kesehatan yang biasanya muncul pada lansia dan bagaimana cara penanganannya? Simak ulasan lengkap berikut ini.
Sindrom geriatri adalah kumpulan gejala atau masalah kesehatan pada lansia yang sering terjadi akibat berbagai penurunan fungsi tubuh dan kejiwaan. Tak hanya itu, sindrom geriatri juga bisa terjadi karena ada masalah sosial-ekonomi hingga perubahan drastis pada lingkungan sekitarnya. Contoh yang paling umum adalah hilang nafsu makan pada lansia. Saat memasuki usia senja, nafsu makan memang sering kali menurun. Penurunan nafsu makan ini bisa dipicu oleh kondisi fisik yang melemah akibat proses penuaan. Contohnya, penurunan fungsi indera penciuman dan perasa atau masalah pada gigi lansia.
Hal tersebut dapat memicu lansia malas makan, karena baginya makanan tersebut terasa hambar. Namun, ini bisa juga terjadi karena faktor psikologis, seperti lansia yang tinggal sendiri atau lansia yang mengalami gangguan mental. Beragam faktor ini dapat menyebabkan lansia susah makan hingga mengalami anoreksia pada lansia.
Sindrom geriatri atau geriatric problem adalah kondisi yang ditandai oleh sejumlah masalah kesehatan. Mulai dari gangguan fungsi kognitif, gangguan menjalani aktivitas sehari-hari, dan gangguan mobilitas. Ada enam kategori yang termasuk dalam sindrom geriatri, yaitu:
Salah satu sindrom geriatri yang cukup sering terjadi adalah penurunan kemampuan sistem gerak. Kondisi ini biasanya terjadi karena semakin minim aktivitas fisik yang dapat membuat lansia menggerakkan tubuhnya. Biasanya, ini terjadi karena lansia harus beristirahat di atas tempat tidur karena masalah kesehatan tertentu.
Jika tidak segera mendapatkan penanganan, kondisi ini bisa menyebabkan kondisi rentan jatuh pada lansia. Selain itu, kemampuan bergerak yang semakin menurun juga dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan lain. Salah satu contohnya adalah atrofi otot atau kelemahan yang terjadi pada otot.
Anda bisa mengatasi penurunan kemampuan gerak pada lansia dengan menjalani terapi fisik atau fisioterapi. Jika lansia mau menjalani terapi secara rutin, kondisi ini mungkin akan membaik. Biasanya, lansia akan menjalani terapi fisik menggunakan alat pendukung untuk berdiri. Dengan menggunakan alat tersebut, pasien yang mengalami sindrom geriatri ini akan lebih terbantu untuk belajar berdiri dan berjalan. Anda tidak perlu terburu-buru dalam menjalani proses terapi fisik ini. Hal yang terpenting adalah menjalaninya secara rutin agar progres atau hasil dari terapi ini menjadi maksimal.
Sindrom geriatri selanjutnya adalah lansia yang terjatuh hingga patah tulang. Kondisi tersebut bisa terjadi karena banyak hal. Mulai dari masalah penglihatan, gangguan pendengaran pada lansia, dan refleks tubuh yang sudah tidak sebaik saat masih muda. Bahkan, lansia mungkin saja jatuh karena memiliki masalah pada keseimbangan tubuhnya.
Keseimbangan tubuh lansia bisa terjadi karena berbagai masalah kesehatan, seperti diabetes, penyakit jantung, atau gangguan tiroid, saraf, hingga pembuluh darah. Hal ini bisa menyebabkan trauma fisik maupun psikososial pada lansia, misalnya hilang rasa percaya diri, cemas, depresi, dan rasa takut akan jatuh lagi.
Sebagai perawat lansia, Anda perlu memberi tahu tim dokter bila ada lansia yang mengalami sindrom geriatri dan pernah terjatuh karena kehilangan keseimbangan. Penanganan yang akan tim dokter berikan biasanya berupa olahraga untuk lansia dan fisioterapi yang bermanfaat untuk meningkatkan keseimbangan.
Tak hanya itu, tim dokter juga akan melatih untuk berjalan dan mencegah jatuh pada lansia. Namun, Anda juga harus membantu lansia untuk menghindari kebiasaan tak sehat, contohnya merokok atau mengonsumsi alkohol. Pasalnya, kedua hal tersebut dapat menurunkan massa tulang dan meningkatkan risiko patah tulang pada lansia.
Mengompol juga bisa menjadi salah satu sindrom geriatri yang terjadi pada lansia. Menurut National Institute of Aging, inkontinensia urine artinya ketidakmampuan untuk menahan keluarnya urine pada saat yang tidak tepat dan tidak diinginkan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada lansia wanita.
Namun, kondisi ini tidak sesederhana itu. Pasalnya, inkontinensia urine ternyata dapat menimbulkan masalah kesehatan lain. Salah satu contohnya adalah dehidrasi, karena pasien cenderung mengurangi minum akibat takut mengompol.
Untuk mengatasi salah satu sindrom geriatri pada lansia ini, dokter menyarankan agar lansia mengurangi konsumsi minuman berkafein, seperti teh dan kopi. Pasalnya, kedua jenis minuman tersebut dapat meningkatkan produksi urine. Meski begitu, lansia tetap harus rajin mengonsumsi air putih. Dengan rutin mengonsumsi air putih, lansia telah memenuhi kebutuhan cairan hariannya sekaligus mencegah kemungkinan dehidrasi. Selain itu, Anda juga bisa mengatasi inkontinensia urine dengan mengonsumsi obat, stimulasi saraf, atau operasi. Akan tetapi, kondisi ini tetap perlu Anda konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.
Sindrom geriatri berikutnya yang mungkin terjadi pada lansia adalah demensia atau penyakit pikun. Demensia meliputi penurunan fungsi kognitif, berkurangnya daya ingat, perubahan perilaku, dan masalah pada fungsi otak lainnya. Oleh sebab itu, demensia dapat mengganggu aktivitas sehari-hari lansia.
3a8082e126