Semuamanusia pasti menginginkan kematian yang husnul khatimah dengan akhir hayatnya kelak akan dimasukan ke surga. Namun, untuk masuk surga tentu tidak mudah, ada banyak tantangan keimanan yang perlu kita hadapi. Kita bisa belajar dari kisah para sahabat Nabi Muhammad SAW yang dijamin Allah masuk surga. Mereka telah mengalami berbagai ujian keimanan dan jihad di jalan Allah.
Kisah pertama Sahabat Nabi Muhammad SAW yang dijamin masuk surga adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Beliau merupakan bagian dari assabiqunal awwalun, yakni orang-orang pertama yang masuk Islam. Sahabat yang selalu mendampingi Rasulullah berdakwah, menyiarkan agama Islam.
Abu Bakar juga menemani perjalanan hijrah Rasulullah dari Mekkah ke Madinah. Walau mengalami ancaman bahaya dibunuh oleh kaum kafir quraisy, Abu Bakar tetap setia mendampingi Rasulullah. Saat Rasulullah sakit, Abu Bakar ditunjuk oleh Nabi Muhammad untuk menggantikannya sebagai Imam Sholat.
Ketika Rasulullah meninggal dunia, banyak para sahabat yang tidak percaya atas kematian Rasulullah, namun hanya Abu Bakar satu-satunya yang mengingatkan bahwa Rasululllah juga seorang manusia sama halnya seperti mereka.
Abu Bakar melanjutkan kepemimpinan Rasulullah sebagai Khalifah umat muslim. Saat menjadi seorang Khalifah, Abu Bakar tetap berada di jalan yang lurus, gigih untuk melindungi Islam juga memerangi kaum yang murtad.Umar bin Khattab, Sahabat Nabi Muhammad yang Pemberani
Sahabat Nabi berikutnya yang dijamin masuk surga adalah Umar bin Khattab. Dedikasi Umar untuk Islam sangat besar dalam hidupnya. Pada awal kali Islam hadir di Mekkah, Umar sempat berniat untuk membunuh Nabi Muhammad.
Namun, setelah mendengar saudarinya membacakan ayat Allah, Umar yang cerdas dan rasional dapat menilai bahwa kalimat yang dibacakan oleh saudarinya bukanlah ciptaan manusia. Alih-alih membunuh Nabi Muhammad, Umar bin Khattab menghampirinya untuk memeluk agama Islam secara sadar.
Setelah Abu Bakar wafat, Umar melanjutkan posisi Khalifah. Sebagai pemimpin Islam, Umar bin Khattab selalu totalitas menjalankan perannya. Membuat berbagai sistem baru untuk pembangunan masyarakat Islam dan kesejahteraan rakyatnya. Bahkan ketika wabah melanda, Umar rela tidak makan dan mendahulukan rakyatnya untuk makan. Kepemimpinan Umar dapat membuat syiar Islam meluas hingga sepertiga penduduk dunia. Utsman bin Affan, Pionir Penyusun Mushaf Al-Quran
Utsman bin Affan masuk ke dalam kategori para sahabat Nabi Muhammad SAW yang dijamin masuk surga. Ia juga golongan assabiqunal awwalun atau golongan pertama orang yang masuk Islam. Beliau menjadi Khalifah ketiga setelah Umar bin Khattab wafat.
Utsman terkenal sebagai saudagar yang sangat kaya di Mekkah. Walaupun kaya, Utsman sangat dermawan, memiliki tutur kata yang baik, serta banyak membelanjakan hartanya untuk zakat, sedekah, dan infaq.
Di masa kepemimpinan Utsman, Islam semakin mengalami kemajuan. Di antaranya, Utsman membangun angkatan laut Islam pertama, dan memperluas daerah syiar Islam. Mengumpulkan mushaf Al-Quran yang berbeda, kemudian menyusun satu mushaf yang disepakati digunakan bersama hingga saat ini.
Lalu, Utsman adalah sosok yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Salah satunya ia mewakafkan sumur agar masyarakat bisa minum dan menggunakan air saat kekeringan. Sumurnya bahkan masih ada sampai sekarang dan berfungsi. Hebat, kan!Ali bin Abi Thalib, Setia Pada Nabi Sejak Usia Kanak-kanak
Orang kedua yang memeluk Islam setelah Khadijah merupakan Ali bin Abi Thalib. Allah menjadi Ali masuk ke dalam golongan sahabat Nabi dijamin masuk surga. Sebab, Ali telah mempelajari Islam dari usianya yang terbilang anak-anak. Belajar langsung kepada Rasulullah. Kesetiaannya terhadap Islam tidak perlu diragukan lagi, Ali tidak pernah sekalipun absen dari perang-perang yang berlangsung untuk membela Islam.
Akhirnya mereka meninggalkan Ali. Tiga hari kemudian, Ali menyusul pergi hijrah ke Madinah seorang diri. Bersembunyi pada siang hari, dan melanjutkan perjalanan pada malam hari. Betapa setianya Ali kepada Rasulullah, sehingga dengan tulus melakukan tugasnya.
Setelah Utsman meninggal, terjadi kekosongan kepemimpinan Islam dalam beberapa waktu, kemudian Ali diusulkan menjadi Khalifah selanjutnya. Semasa kepemimpinannya mengalami banyak tantangan, sebab banyak sekali pemberontakan dari kelompok yang terpecah dengan pemikiran masing-masing. Ali bin Abi Thalib merupakan orang terakhir dalam Khulafaur Ar-Rasyidin.Talhah bin Ubaidillah, Pelindung Rasulullah yang Gemar Berwakaf
Saat Islam hadir di Mekkah, Talhah tidak ragu untuk menerima ajaran Rasulullah. Dia langsung ikut bergabung dengan Islam. Selama syiar dakwah Islam dijalankan, Talhah ikut berjuang dalam peperangan dan menjalankan tugas yang diberikan oleh Rasulullah.
Rasulullah memberikan julukan Talhah si Baik Hati, Talhah si Pemurah, Talhah si Dermawan. Ketika Uhud, kaum muslim sempat lengah dan hampir membahayakan nyara Rasulullah. Saat Kaum Quraisy hendak menyerang Rasulullah, Talhah langsung melindungi Rasul hingga kehilangan jari-jarinya.
Zubair bin Awwam merupakan sepupu dari Nabi Muhammad, juga salah satu dari orang-orang pertama yang masuk Islam atau assabiqunal awwalun. Beliau memeluk agama Islam sejak usia 15 tahun, dia sangat setia kepada Rasulullah, dan selalu berusaha melindungi Rasulullah dari bahaya.
Salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW yang memiliki kedermawanan luar biasa adalah Abdurrahman bin Auf. Walaupun menjadi saudagar kaya, Abdurrahman bin Auf banyak membelanjakan hartanya untuk membantu kaum muslimin. Abdurrahman bin Auf juga merupakan bagian dari assabiqunal awwalun, atau 10 orang pertama yang masuk Islam.
Abu Ubaidah dikenal sebagai sosok yang lemah lembut namun sangat cekatan seperti singa. Memiliki sifat amanah dan bertanggung jawab. Ia merupakan golongan assabiqunal awwalun yang bersyahadat satu hari setelah Abu Bakar.
Abu Ubaidah bin Jarrah pernah ikut hijrah ke Habasyah (Ethiophia) bersama Rasulullah, untuk mengajak masyarakat Habasyah masuk ke dalam Islam. Setelah Rasulullah wafat, Abu Ubaidah masuk ke dalam kandidat calon Khalifah bersama Abu Bakar dan Umar bin Khattab.
Bahkan ketika Umar menjadi Khalifah sangat ingin Abu Ubaidah yang meneruskan kepemimpinan Islam. Namun nasib berkata lain, Abu Ubaidah meninggal dunia karena terjebak dalam wabah penyakit.Zaid bin Haritsah, Asal Mula Turunnya Ayat Tentang Anak Angkat
Zaid bin Haritsah adalah sahabat nabi yang menjadi penyebab asal usul turunnya ayat anak angkat. Cerita bermula dari Zaid diculik saat ia diajak ibunya untuk pergi ke kampung halamannya. Lalu, ia diserang dan seketika dijadikan budak oleh para penawan.
Ibunya mencari keberadaan Zaid karena ingin tahu apakah anaknya telah tiada atau masih hidup. Setelah lelah karena rasa khawatir yang menumpuk, ibunya mendapatkan kabar bahagia kalau anaknya masih hidup dan tinggal di kota Mekkah bersama Rasulullah SAW. Beliau angkat Zaid sebagai anak.
Mendengar kabar tersebut, sang ibu bergegas ke Kota Madinah dengan membawa uang untuk menebus anaknya. Sesampainya di kediaman baginda Rasulullah, beliau meminta Zaid untuk memilih apakah tetap tinggal bersama nabi atau ikut pulang bersama ibu. Jika pulang, maka Rasulullah tidak akan mengambil uang tebusan dari orang tua Zaid.
Zaid memilih untuk tinggal bersama Rasulullah. Beliau pun mengumpulkan orang sekitar untuk mengumumkan bahwa Zaid adalah anaknya dan ahli warisnya. Akan tetapi, dari peristiwa ini turun ayat Allah surat Al-Ahzab ayat 5 yang berisi tentang bahwa anak angkat harus tetap dipanggil dengan nama ayah kandung mereka, bukan ayah angkat.
Itulah asbabun nuzul tentang anak angkat. Para muslim yang ingin mengangkat anak harus tahu hukumnya berdasarkan syariat Islam yang dapat diakses melalui konten keutamaan menyantuni anak yatim.
Pada akhirnya, Zaid bin Haritsah menjadi salah satu sahabat terdekat Rasulullah SAW. Lalu, Zaid bin Haritsah menjadi satu-satunya sahabat Nabi Muhammad yang namanya diabadikan di dalam Al Quran.Jaminan Masuk Surga dengan Meneladani Kisah Para Sahabat RasulDari Abdurrahman bin Auf, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda:
Demikian kisah para sahabat Nabi ini dijamin masuk surga. Sungguh perjuangan para sahabat sangat besar hingga mendapat jaminan menjadi penghuni surga. Sahabat dapat meneladani amal kebaikan yang dilakukan oleh para sahabat, sebagai referensi jalan kita menuju surga.
Amal yang tidak pernah absen dilakukan oleh setiap sahabat Nabi adalah membelanjakan harta untuk zakat, infaq, dan sedekah. Sebagai ikhtiar kita menuju Surga, Sahabat dapat berpartisipasi dalam pembangunan umat muslim melalui lembaga terpercaya
Khulafaur Rasyidin adalah sahabat nabi yang paling dekat dengan Rasulullah SAW baik ketika nabi berdakwah, melindungi nabi dari serangan musuh-musuh kaum musyrikin dan menemani Nabi Muhammad SAW dalam menyebarluaskan ajaran Islam.
Keempat sahabat Nabi memerintah antara tahun 633-658 M di Jazirah Arab, para sahabat Nabi memiliki peran penting dalam berdakwah menyebarkan agama Islam. Para sahabat memerintah dengan cara yang bijaksana, sering berdiskusi, serta tetap menjalankan ajaran Islam yang sudah diajarkan Nabi Muhammad SAW.
Abu Bakar Ash-Shiddiq terpilih menjadi khalifah atas usulan kaum Anshar dan Muhajirin yang sama-sama di antara kedua kaum tersebut menginginkan seorang khalifah dari kalangan mereka. Kemudian usulan tersebut ditolak sehingga disimpulkan bahwa kaum Muhajirin memang lebih berhak untuk mendapatkan kekuasaan dan semua sepakat Umar bin Khattab maju dan membaiat Abu Bakar.
Masa pemerintahan Abu Bakar Ash-Shiddiq banyak menghadapi permasalahan-permasalahan dari dalam negeri di antaranya munculnya nabi palsu, kelompok murtad, dan pembangkang zakat. Setelah berdiskusi dengan para sahabat yang lain, Abu Bakar Ash-Shiddiq memutuskan untuk memerangi kelompok tersebut (perang melawan kemurtadan).
3a8082e126