Sanggar Watu Blencong

6 views
Skip to first unread message

lorens hardi pranoto

unread,
Sep 6, 2015, 5:27:17 AM9/6/15
to grup...@googlegroups.com

Jam delapan malam, para penonton, tua-muda, laki-perempuan; sudah berdatangan di pelataran Sanggar Watu Blencong (SWB). Mereka memenuhi seluruh pelataran sanggar. Ada yang berkerudung sarung. Ada yang berjaket tebal. Ada juga yang berkerudung selimut. Segala macam perlengkapan penutup badan mereka pakai, karena kawasan sanggar cenderung dingin.

Mereka membawa perlengkapan untuk duduk sendiri, karena sanggar tidak menyediakan kursi khusus untuk penonton. Ada yang menggelar tikar atau plastik. Ada yang duduk beralas koran. Ada yang tetap rela berdiri.

Seperti sudah terjadi kesepakatan, jika ada tontonan rakyat, maka berdatangan juga para penjaja makanan dan mainan. Ada bakso. Ada cilok. Ada "geblèk", makanan khas kulon progo. Ada penjual makanan dan minuman instan. Ada mainan anak-anak. Singkat kata, ekonomi rakyat pun bergerak.

Mereka berdatangan karena sanggar  mengadakan pertunjukan ketoprak (teater tradisional jawa), yang hampir tidak pernah dipentaskan di era digital ini.

Lakon yang dibawakan "Alap-alap putri Kediri".  Disamping ada adegan-adegan yang menggambarkan alur cerita, ada pula adegan-adegan selingan, yang berifat menghibur penonton, seperti adegan "dagelan" dan adegan "para mbok emban". Antusiasme penonton, membuat para pemain semakin bersemangat mempertunjukkan kemampuan akting secara maksimal.

Pertunjukan ketoprak ini bisa dibilang sukses. Banyak gelak tawa dan celotehan penonton membuat pertunjukan semakin semarak. Dari jam sembilan malam hingga jam dua dini hari, penonton tetap bertahan.

Ada satu hal yang mengharukan dan membanggakan. Para pemain dan penabuh gamelan yang berjumlah sekitar 50 orang, tidak diberi bayaran. Kesempatan untuk bisa pentas. Itu yang mereka tunggu-tunggu.

Di kawasan SWB dan sekitarnya, cukup banyak para seniman dan kelompok seni tradisi, seperti: wiyaga dan dalang wayang kulit,  karawitan, tari, ketoprak,  angguk,  jatilan. Mereka ada, tetapi tidak ada fasilitas dan arena aktualisasi. Bukan uang yang mereka harapkan dari berkesenian, tetapi kesempatan pentas dan mendapat apresiasi, itulah yang mereka nanti-nantikan.

SWB; yang berada di dekat tempat wisata goa kiskendo, kelurahan Jatimulyo, kecamatan Girimulyo, kabupaten Kulon Progo, DI Yogyakarta; merupakan jawaban dari kebutuhan para seniman tradisi ini.

SWB awalnya tertarik untuk  mengangkat seni wayang kulit. Oleh karena itu di bulan April 2015, didatangkan seperangkat gamelan perunggu "pelok-slendro" beserta satu kotak wayang kulit. Para "wiyaga" dan seniman wayang kulit kawasan Jatimulyo dan sekitarnya pun antusias berlatih. Hampir setiap hari para kelompok karawitan berlatih di SWB. Dalam empat bulan terakhir  mereka sudah empat kali mengadakan pagelaran wayang kukit. Satu kali acara "merti desa", satu kali di SWB, dan dua kali mendapat "tanggapan" di luar Jatimulyo. Bahkan juga sempat dua kali, bekerja sama dengan pemerintah setempat, mengadakan pertunjukan sendratari "sugriwa-subali".

Melihat sanggar yang cukup hidup ini, membuat para kelompok seniman tradisi yang lain juga tertarik untuk bergabung dan minta diberi kesempatan pentas di SWB.

Maka, tejadilah acara pentas ketoprak tersebut. Mereka tidak minta dibayar. Kostum dan rias mereka usahakan sendiri. SWB hanya menyediakan fasilitas arena, gamelan, sound system, dan konsumsi.

Biaya untuk mementaskan mereka tidaklah besar. Namun keberlanjutan untuk selalu tersedia dana bagi mereka itulah yang belum ada kepastian.

Mohon saran.

garen...@gmail.com

unread,
Sep 6, 2015, 6:52:12 AM9/6/15
to grup...@googlegroups.com
klo romo sindhunata punya sanggar omah petroek di karang klethak, pakem. romo hardiwinata punya sanggar watu blencong. bravo romo hardi👍🏼. di pikiranmu punya keinginan "menghidupkan" rakyat desa tdk sekedar nguri uri kabudayan lokal, tp suatu saat akan dibisniskan. mendatangkan orang/berwisata kabudayan lokal angguk, jathilan, kethoprak,dll. klo suatu saat niatmu bikin "cottages" di sekitar sanggar, shg para wisata bs nginep utk menikmati kabudayan yg dipentaskan di sanggar, mk akan meningkatkan ekonomi rakyat sekitar utk dodolan, makanan lokal, kerajinan lokal,dll. itu ngedab edabi lho..... 
bravo romo hardi

pun kintun saking berry cemeng 10.
--
Rekening Paguyuban JB77:
BCA 0600191705
A Koesmargono
 
Rekening Koperasi JB77
BCA 2741387117
Petrus Gunarso, Ir. MSc.
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "PaguyubanJB77" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to grupjb77+u...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to grup...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/grupjb77.
To view this discussion on the web, visit https://groups.google.com/d/msgid/grupjb77/CAMMyeQsAQ7dpzSmjH-E-ZGsRfdEgtuYTuRghu4zw%2B_03RdF5TA%40mail.gmail.com.
For more options, visit https://groups.google.com/d/optout.

lorens hardi pranoto

unread,
Sep 6, 2015, 8:29:38 AM9/6/15
to grup...@googlegroups.com


Bener kang.
Seandainya visi kang gareng atas keberadaan SWB terealisasi, wuih ... senangnya.

Bambang Sumarley

unread,
Sep 6, 2015, 8:30:47 PM9/6/15
to grup...@googlegroups.com
Pasti ngglundung, dik, klo itu ide/aksi komunitas.

Banyak kok buktinya. Selain romo sindhu ato romo2 lainnya, di kompas minggu bbrp waktu lalu juga dikupas. Misalnya, seniman ini/itu, malah menyediakan rumah/kamar/halamannya unk kegiatan komunitas. Dan ngglundung aja.

Unk dana, skrg lagi musimnya "crowd sourching". 

Dana bisa dari mana aja. Untk ngepleki dana/donatur agar datang bisa ide/aksi. Bisa aja lalu dibikin proposal thirik2 (visi/misi,rencana kegiatan bulanan/tahunan dll). Misalnya ke djarum, dll.

Tp bisa juga gak hrs formal spt itu. Personal juga bisa. Malah mungkin ini lbioh sip sesuai dgn "konsep" crowd sourching itu. Gethok tular, spt yg dilakukan romo sindhu atao banyak org yg dikupas kompas bbrp waktu lalu. 

Tp apapun itu, sip dik hardi. Nderek bingah


From: lorens hardi pranoto <lhpr...@gmail.com>
To: grup...@googlegroups.com
Sent: Sunday, 6 September 2015, 19:29
Subject: Re: Sanggar Watu Blencong

Bambang Sumarley

unread,
Sep 6, 2015, 8:32:44 PM9/6/15
to Grupjb77

lorens hardi pranoto

unread,
Sep 6, 2015, 9:15:24 PM9/6/15
to grup...@googlegroups.com


Bener MbangDul.
Aku kok seneng  model kethok tular ngene iki. Proposal formal "thirik2" kok rasane malah membebani. Repote dadi malah kakehan "titipan" njuk ora tulus meneh.
Tulisan iki tak posting neng kanca2 lan komunitas. Kayake ana gayung bersambut. Kaya komunitas awake dhewe,  pentas candi ijo. Spontan, ra sah kakehan pertingsing, wis rampung.
Siiip.

--
Rekening Paguyuban JB77:
BCA 0600191705
A Koesmargono
 
Rekening Koperasi JB77
BCA 2741387117
Petrus Gunarso, Ir. MSc.
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "PaguyubanJB77" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to grupjb77+u...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to grup...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/grupjb77.

Pontianus Rushandono

unread,
Sep 6, 2015, 9:19:07 PM9/6/15
to grup...@googlegroups.com
Sukses untuk Romo Hardi van Tjethul. Undangane ora tekan nggonku.



--
Rekening Paguyuban JB77:
BCA 0600191705
A Koesmargono
 
Rekening Koperasi JB77
BCA 2741387117
Petrus Gunarso, Ir. MSc.
---
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "PaguyubanJB77" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email to grupjb77+u...@googlegroups.com.
To post to this group, send email to grup...@googlegroups.com.
Visit this group at http://groups.google.com/group/grupjb77.

lorens hardi pranoto

unread,
Sep 6, 2015, 9:25:13 PM9/6/15
to grup...@googlegroups.com
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages