Fwd: "Saya tidak bisa mengimami istri saya lagi saat sholat"

0 views
Skip to first unread message

Tarsisius Sumardiyanto

unread,
Jun 25, 2015, 1:27:35 AM6/25/15
to grup...@googlegroups.com

Share untuk pengetahuan salah satu akibat dari merokok walaupun tidak semua akan menderita seperti ini..sampai harus membuat petisi...
Salam sehat dan mudah2an sejahtera...
b. e. r. k. o.

---------- Forwarded message ----------
From: "Yosef Rabindanata via Change.org Indonesia" <ma...@change.org>
Date: Jun 25, 2015 11:46 AM
Subject: "Saya tidak bisa mengimami istri saya lagi saat sholat"
To: <tsuma...@gmail.com>
Cc:

Change.org

Tarsisius, 

Perkenalkan Robby. Seseorang dengan semangat hidup tertinggi yang saya pernah lihat. Ia berjuang melalui gurauannya, mengupayakan perubahan melalui keceriaannya. 23 Juni kemarin, ia meninggalkan kita pada umur 27 tahun. 

Robby mulai merokok kelas 6 SD. Beberapa tahun yang lalu ia didiagnosa kanker pita suara. Setelah dioperasi, Roby hanya bisa berbicara dengan sebuah alat yang ditempel ke tenggorokannya. 

"Saya tidak bisa mengimami istri saya lagi saat sholat", katanya ketika curhat kepada saya. Itu salah satu penyesalan terbesarnya. 

Tapi walau tidak ada pita suara, dia terus bersuara! Mengajak generasi muda untuk tidak bernasib seperti dia. Mendorong pemerintah agar melakukan regulasi yang bertanggung jawab terhadap industri rokok. 

Hasilnya? Ya banyak dapat cemoohan dari orang-orang. Tidak sedikit juga yang hidupnya terbantu. 

Dia memulai petisi di bawah ini yang didukung ribuan orang. Agar perusahaan rokok jauh-jauh dari anak-anak Indonesia, supaya tidak bernasib sepertinya di kemudian hari.

Hari ini saya ingin ajak Anda bukan untuk merenungkan kematian Robby, tapi meneruskan perjuangan hidupnya: menyelamatkan generasi muda Indonesia. 

Jika berkenan, tanda-tangani petisi Robby, dan sebar kepada teman-teman Anda. Sebar kisah hidupnya Robby. 

Robby sedang beristirahat. Tapi perjuangannya hidup terus. 


Yosef Rabindanata

#FarewellRobby #RobbyLivesOn


@jokowi, Apa Penerus Anda adalah Generasi muda Sakit-sakitan karena Rokok? #DukungFCTC

Robby Indra Wahyuda
Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia

***English Version***

Sungguh memprihatinkan, anak Indonesia masa kini sudah menjadi perokok pemula. Bagaimana tidak? Beberapa waktu yang lalu kasus anak perokok berat kembali mencuat!

Anak berusia 8 tahun dari Sukabumi dilaporkan Detik bisa menghabiskan dua bungkus rokok dalam sehari. Pada tahun 2012 yang lalu, kasus Ilham Hadi asal Karawang, Sukabumi, juga mencuat setelah baby smoker Aldi Rizal asal Sumsel menjadi isu internasional dan sensasi YouTube.

Apakah Bapak Presiden dan kabinetnya akan menutup mata saja dengan menjamurnya kasus baby smoker ini?

Saya adalah contoh nyata penderita kanker laring yang berusia 27 tahun. Seperti banyak yang lainnya, saya mengenal rokok pada usia muda saat masih duduk di kelas 6 Sekolah Dasar karena tuntutan pergaulan dengan tujuan agar tampak keren. Tanpa saya sadari, yang dulunya saya sering masuk koran karena prestasi, sekarang saya terkenal karena penyakit. Tidak lagi saya dapat meraih mimpi-mimpi saya untuk menjadi seorang vokalis band karena hancurnya pita suara.  Dan tidak lagi saya dapat mengutarakan rasa kasih sayang kepada istri tercinta setiap hari. 

Bapak Presiden, kami generasi muda Indonesia kini menjadi sasaran penjualan industri rokok. Eksploitasi rokok dan produk tembakau kian merajalela hingga ke usia yang sangat muda bahkan Indonesia memiliki julukan negara baby smoker. Data Komnas Anak menunjukkan setidaknya terdapat 239 ribu anak Indonesia yang berusia dibawah 10 tahun sudah menjadi perokok aktif, menandakan kegagalan besar pemerintah Indonesia dalam mewujudkan komitmennya untuk melindungi kesehatan masyarakat.

Mayoritas generasi muda saat ini menjadi perokok karena terpengaruh iklan/promosi rokok yang besar-besaran sehingga mereka terjerat menjadi perokok pemula. Tidak adanya regulasi mengenai iklan rokok di media massa menjadikan kami target empuk terutama dengan penyampaian pesan-pesan yang menggiurkan.  Usaha dengan memberikan beasiswa, mendanai kompetisi-kompetisi olahraga dan pentas seni remaja juga dilakukan dengan dalih tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR (Corporate Social Responsibility).

Apakah Bapak akan tinggal diam terhadap kelonggaran – kelonggaran ini dan menyerahkan masa depan bangsa pada generasi yang sakit – sakitan?

Kualitas fisik generasi muda Indonesia kian menurun akibat rokok. Sudah tidak terhitung lagi jumlah korban seperti saya maupun keluarga korban yang maju dan memberikan testimoni akan pengalaman yang kami alami. Sebagai contoh lain juga terdapat Bapak Minat Hiras Panjaitan, seorang penderita kanker laring akibat menjadi perokok aktif sejak usia muda.

Berapa banyak generasi muda Indonesia yang harus merokok dan kemudian sakit agar Bapak Presiden dan pemerintahnya mau membuka mata dan mengendalikan penggunaan tembakau di Indonesia?

Pemerintahan Presiden Joko Widodo – Jusuf Kalla memang memiliki misi meningkatkan layanan kesehatan masyarakat dengan menginisiasikan kartu ‘Indonesia Sehat’. Apakah ini berarti rakyat Indonesia harus sakit karena rokok tembakau terlebih dahulu baru pemerintah baru akan mengambil langkah?

Berikan kami perlindungan dari bahaya rokok sekarang! Kami memiliki hak untuk menjadi individu yang sehat dalam lingkungan yang sehat pula!

Bapak Presiden, perlindungan terhadap bahaya rokok dapat secara mudah dilakukan hanya dengan mengadopsi Konvensi Pengendalian Tembakau atau FCTC (Framework Convention on Tobacco Control). Karena FCTC memberikan perlindungan secara menyeluruh seperti peningkatan harga dan cukai rokok, perlindungan terhadap asap rokok orang lain, kemasan dan pelabelan produk tembakau, larangan iklan promosi dan sponsor rokok, pengaturan produk dan pencantuman isi produk tembakau, pendidikan kesehatan, program berhenti merokok, pencegahan penyelundupan, penjualan rokok kepada anak-anak, dan bantuan untuk diversifikasi tanaman tembakau.

Saya percaya dengan mengadopsi Konvensi Pengendalian Tembakau, Bapak berani mewujudkan misi kesehatan dengan menghadapi epidemi tembakau dan menegaskan kembali hak seluruh generasi muda Indonesia – untuk memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya.

Karena itu, saya mohon agar Bapak Presiden yang terhormat dapat:

1. Melindungi generasi muda dari iklan dan teknik pemasaran yang menyesatkan,

2. Mencegah generasi muda, terutama anak-anak menjadi perokok pasif,

3. Mencegah generasi muda dapat membeli rokok dengan mudah dan murah tanpa mengerti bahayanya,

4. Memaksimalkan sumber daya petani dan penjual tembakau melalui kegiatan bertani lainnya yang memiliki nilai ekonomis.

Orang (atau organisasi) yang memulai petisi ini tidak berafiliasi dengan Change.org. Change.org tidak menciptakan petisi ini dan tidak bertanggung jawab atas isi petisi.

Email ini dikirim oleh Change.org kepada tsuma...@gmail.com. Anda bisa mengedit pengaturan email atau berhenti berlangganan email ini.

Mulai petisi   ·   Hubungi kami   ·   Kebijakan privasi
Change.org   ·   548 Market St #29993, San Francisco, CA 94104-5401, AS

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages