| Pertambangan | ||
| BHP Billiton PHK 450 karyawan Investasi di Kalteng tidak terganggu |
||
| JAKARTA: Ratusan pekerja tambang yang bekerja untuk lima perusahaan tambang anak usaha BHP Billiton Australia di wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) segera dikenai pemutusan hubungan kerja (PHK).
?PHK akan terjadi terhadap sekitar 450 orang karyawan yang sebagian besar ada di Kalteng, sedangkan sebagian kecil lain ada di Kaltim, dan Jakarta,? kata Presiden Direktur PT Lahai Coal Indra Diannanjaya, di Palangkaraya, kemarin. Menurut Indra, BHP Billiton yang merupakan raksasa tambang dari Australia itu telah memutuskan menghentikan total semua operasional perusahaan di Indonesia. Di Indonesia, BHP Billiton membawahi tujuh perusahaan tambang besar, lima tersebar di Kalteng yaitu di PT Lahai Coal, PT Maruwei Coal, PT Julai Coal, PT Kalteng Coal, dan PT Sumber Barito Coal. Adapun di Kaltim terdapat PT Pariho dan PT Ratah Coal, yang ketujuhnya memiliki izin perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B). Menurut Indra, kelima perusahaan tambang di Kalimantan Tengah itu sebagian besar beroperasi di wilayah Kabupaten Murung Raya, dan hanya sebagian kecil yang beroperasi di Kabupaten Barito Utara. Salah satu alasan utama penghentian operasional tambang di Indonesia karena induk perusahaan menilai pembangunan tambang baru secara komersial dinilai tidak layak dengan rencana jangka panjang perusahaan. Menurut Indra, BHP Billiton berencana lebih berkonsentrasi pada peningkatan pengembangan pertambangan di Australia. ?Di Kalteng, kami memang belum menambang, dan PT Lahai Coal merupakan yang paling maju dan dalam tahap konstruksi menuju penambangan,? jelansya. Lokasi pembangunan konstruksi pabrik PT Lahai Coal berada di Blok Haju, Desa Maruai I dan II, Kecamatan Laung Tuhup, Kabupaten Murung Raya. Sedangkan luas awal konsesi PT Lahai Coal dalam izin PKP2B mencapai 46.620 hektare. Indra berharap perusahaan baru yang akan mengambil alih perizinan, aset, dan kepemilikan perusahaan itu dapat melanjutkan program yang telah dirintis dari awal termasuk pada upaya pemberdayaan masyarakat sekitar. ?Selama proses penghentian dan PHK dilakukan, termasuk PHK terhadap saya, kami akan konsekuensi bekerja sama dengan pemerintah hingga prosesnya benar-benar selesai,? tambahnya. Tidak terpengaruh Gubernur Kalteng Teras Narang mengatakan penghentian proyek batu bara oleh PT Lahei Coal, salah satu anak perusahaan grup BHP Billiton, tak memengaruhi investasi tambang di Kalimantan Tengah. ?Mundurnya investor itu tidak berpengaruh banyak terhadap investasi tambang di Kalteng, karena mereka belum berproduksi,? kata Teras. Menurut Teras, selama ini investor tambang batu bara pemegang perjanjian karya pengusahaan pertambangan batubara (PKP2B)itu masih belum melakukan kegiatan eksploitasi, padahal telah memiliki izin sejak 1998 lalu. Keputusan ini, katanya, mungkin bagi perusahaan cukup tepat karena kegiatan BHP Billiton di wilayah Kalteng sudah cukup lama yang sampai sekarang masih belum produksi. ?Ini lebih baik bagi mereka karena sudah terlalu lama melakukan kegiatan di lapangan, tetapi belum menghasilkan. Areal tambangnya akan kita serahkan ke manajemen atau pemerintah pusat karena izinnya dari sana,? katanya. Dia mengatakan dengan mundurnya investor tersebut, diharapkan ada perusahaan lain yang melanjutkan, tetapi pemerintah daerah harus tahu. Teras juga meminta kepada seluruh perusahaan tambang lainnya yang menanamkan modal di Kalteng untuk lebih serius menggali sumber daya alam itu. ?Saya sudah membuat surat kepada seluruh bupati untuk membuat kebijakan agar para investor benar-benar serius menanamkan modalnya,? katanya. Sebelumnya Manajer Hubungan Eksternal PT Lahei Coal, Indra Diannanjaya mengatakan dihentikannya kegiatan tujuh proyek tambang batu bara, termasuk di blok Haju di Kecamatan Laung Tuhup Kabupaten Murung Raya, Kalteng merupakan keputusan manajemen. ?Tidak ada intervensi pihak lain, penghentian ini murni karena areal tambang dinilai tidak layak secara strategis,? katanya. Manajemen BHP Billiton melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap kepentingan perusahaan yang masih ada untuk menentukan pilihan-pilihan komersial yang terbaik pada masa datang. Proyek tambang, katanya, akan dilanjutkan manajemen ke areal tambang batu bara baru jenis kokas (coking) di Australia. BHP Billiton yang merupakan perusahaan aneka tambang terbesar di dunia ini, di Indonesia memiliki tujuh perusahaan semuanya di wilayah Kalteng, termasuk tambang Haju dan melakukan kajian kelayakan pada Blok Lampunut. (Martin Sihombing) (red...@bisnis.co.id) Antara |
No virus
found in this incoming message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 8.5.339 / Virus Database: 270.12.68/2175 - Release Date: 06/14/09
05:53:00