Iso 25010 Adalah

0 views
Skip to first unread message

Reney Shammo

unread,
Aug 4, 2024, 8:53:19 PM8/4/24
to groomarsubgi
ISOIEC 25010 merupakan bagian dari model sistem pengujian kualitas perangkat lunak (software testing) yang menggantikan ISO 9126 untuk kesiapan dari suatu produk perangkat lunak (software engineering) - Software product Quality Requirements and Evaluation (SQuaRE). Standar ISO/IEC 25010 adalah standar kualitas pengujian terhadap perangkat lunak secara internasional yang berlaku atau digunakan saat ini. Dalam mengembangkan atau memilih produk perangkat lunak berkualitas tinggi, maka akan terjadi interaksi dimana ketika suatu produk digunakan akan disesuaikan dengan konteks penggunaan tertentu[2]

Tujuan utama dari pengujian perangkat lunak sangat penting dalam memastikan suatu perangkat lunak (software) agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan (requirement) yang sebelumnya telah ditentukan.[3] Dengan Standar kualitas ISO/IEC 25010 ini, maka perangkat lunak mampu mencapai persyaratan dan harapan pengguna. Dalam arti yang sempit dapat mencakup fungsionalitas yang diperlukan didasarkan faktor kualitas kesesuaian fungsional dengan menyatakan bahwa perangkat lunak harus menyediakan fungsionalitas kepada pengguna yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka atau diartikan bahwa perangkat lunak dapat melakukan apa yang diperlukan dan berapa banyaknya pembiayaan yang dibutuhkan.[2]


Banyak faktor dalam unit moneter ketika terkait dengan kualitas dari suatu produk salah satunya berasal dari bidang manufaktur yaitu tentang biaya kualitas (Cost of Quality) yang mana digunakan agar dapat menggambarkan biaya peningkatan kualitas serta biaya kualitas yang hilang. Model biaya kualitas juga menggambarkan berbagai macam biaya dan hubungan tertentu.[4] Dalam mencegah biaya kualitas yang hilang ataupun berkurang, maka biaya kualitas terhadap perangkat lunak didasarkan pada beberapa komponen yang meliputi biaya pencegahan (prevention costs), biaya penilaian (appraisal cost), biaya kegagalan internal (internal failure costs) dan biaya kegagalan eksternal (external failure costs).[butuh rujukan]


Kualitas perangkat lunak tidak dapat dipisahkan pengaruhnya terhadap ekonomi seperti hubungan biaya/manfaat dari perangkat lunak. Setiap perangkat lunak pada beberapa lingkungannya yang dapat berupa komponen perangkat lunak lainnya, perangkat lunak platform dan perangkat keras. Ada juga berbagai tahap aktivitas yang dilakukan pada perangkat lunak meliputi pengembangan awal perangkat lunak, pemeliharaan perangkat lunak yang terdiri dari korektif, adaptif dan perfeksif perubahan, perangkat lunak perlu diadministrasikan selama pengoperasian, tujuan utamanya adalah agar perangkat lunak yang digunakan menjalankan fungsinya.[5]


Perangkat lunak memainkan peran yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari kita, mulai dari aplikasi di perangkat mobile hingga sistem yang mendukung operasional perusahaan. Dengan meningkatnya kompleksitas perangkat lunak, penilaian kualitas menjadi krusial untuk memastikan bahwa produk tersebut memenuhi standar tinggi dalam hal kinerja, keamanan, dan keandalan. Salah satu alat utama yang digunakan dalam penilaian ini adalah ISO 25010, sebuah standar internasional yang menyediakan kerangka kerja untuk menilai dan mengukur kualitas perangkat lunak.


ISO 25010 memberikan panduan yang komprehensif untuk menilai kualitas perangkat lunak melalui model dan kriteria yang terdefinisi dengan baik. Dengan pendekatan ini, pemangku kepentingan dapat mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengelola aspek-aspek kualitas yang relevan.


Ruang lingkup ISO 25010 mencakup berbagai aspek, termasuk fungsionalitas, keandalan, efisiensi, dan lainnya. Tujuan utamanya adalah memberikan kerangka kerja yang dapat diaplikasikan secara umum, sehingga dapat digunakan dalam berbagai konteks pengembangan perangkat lunak.


Model kualitas yang diusulkan oleh ISO 25010 adalah suatu kerangka kerja yang menyusun karakteristik dan sub-karakteristik kualitas perangkat lunak yang dapat diukur dan dievaluasi. Dan model ini memberikan pemahaman yang komprehensif terhadap aspek-aspek kualitas yang harus dinilai. ISO 25010 mencakup delapan karakteristik kualitas utama yang dibagi menjadi dua kategori utama: Kinerja Produk dan Kepuasan Pengguna.


Menilai apakah perangkat lunak memenuhi kebutuhan fungsional yang diinginkan. Ini mencakup kemampuan perangkat lunak untuk melakukan tugas-tugas tertentu dan memenuhi persyaratan pengguna. Keandalan (Reliability):

Menilai kemampuan perangkat lunak untuk memberikan kinerja yang stabil dan dapat diandalkan. Ini termasuk kestabilan sistem dan kemampuannya untuk menghindari kesalahan atau kegagalan. Kemudahan Pemeliharaan (Maintainability):

Mengukur sejauh mana perangkat lunak dapat dimodifikasi dan diperbaiki. Ini mencakup ketersediaan dokumentasi, struktur kode yang baik, dan kemudahan dalam melakukan perubahan. Kompatibilitas (Compatibility):

Menilai sejauh mana perangkat lunak dapat berinteraksi dengan sistem lain atau lingkungan yang berbeda tanpa mengalami masalah. Kemudahan Penggunaan (Usability):

Mengukur sejauh mana perangkat lunak mudah digunakan oleh pengguna akhir. Ini mencakup aspek-aspek seperti antarmuka pengguna, kejelasan, dan efisiensi dalam penggunaan.


Menilai seberapa efisien perangkat lunak dalam menggunakan sumber daya, seperti memori dan CPU, untuk mencapai tujuan tertentu. Keamanan (Security):

Mengukur kemampuan perangkat lunak untuk melindungi data dan sistem dari akses yang tidak sah serta serangan keamanan. Ketahanan (Portability):

Menilai sejauh mana perangkat lunak dapat diadopsi dan digunakan di berbagai lingkungan atau platform tanpa perlu perubahan besar. Fungsionalitas Kepuasan Pengguna (User Satisfaction Functionality):

Menilai sejauh mana perangkat lunak memenuhi harapan dan kepuasan pengguna. Ini melibatkan persepsi dan respons pengguna terhadap pengalaman menggunakan perangkat lunak.Model ini membantu pengembang dan pemasok untuk fokus pada aspek-aspek kualitas yang kritis dan memberikan kerangka kerja yang terstruktur untuk mengevaluasi serta meningkatkan perangkat lunak. Dengan memahami setiap karakteristik dan sub-karakteristik, pemangku kepentingan dapat menentukan prioritas dan menyesuaikan upaya pengembangan perangkat lunak sesuai dengan kebutuhan dan harapan pengguna.


ISO 25010 menyediakan kriteria-kriteria yang digunakan untuk mengevaluasi setiap karakteristik dan sub-karakteristik kualitas. Berikut adalah rincian kriteria untuk beberapa karakteristik kualitas utama, beserta contoh pengukuran untuk masing-masing aspek:


Penting untuk dicatat bahwa kriteria dan pengukuran dapat bervariasi tergantung pada konteks pengembangan perangkat lunak dan tujuan spesifik dari evaluasi kualitas yang dilakukan. Oleh karena itu, dalam mengimplementasikan ISO 25010, organisasi dapat menyesuaikan kriteria dan pengukuran sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan pengembangan mereka.


Implementasi kriteria penilaian kualitas dalam pengembangan perangkat lunak memerlukan pendekatan yang cermat dan terstruktur. Langkah pertama melibatkan pemahaman mendalam terhadap karakteristik kualitas yang relevan dan sub-karakteristiknya menurut ISO 25010. Setelah itu, pengembang dapat menetapkan kriteria spesifik untuk masing-masing karakteristik dan mengukur kinerja perangkat lunak berdasarkan standar yang ditetapkan. Selama proses pengembangan, pengujian reguler dan evaluasi berkala diperlukan untuk memastikan bahwa produk tetap memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.


Salah satu metode yang dapat digunakan adalah mengintegrasikan pengujian kualitas dalam siklus pengembangan perangkat lunak. Ini melibatkan pengujian fungsionalitas, keandalan, efisiensi, keamanan, dan karakteristik kualitas lainnya pada setiap tahap pengembangan, dari perencanaan hingga pengiriman produk. Selain itu, penggunaan alat otomatis untuk pengujian dapat mempercepat dan mempermudah proses evaluasi.


Sebuah studi kasus yang menonjol dalam menerapkan ISO 25010 adalah perusahaan pengembang perangkat lunak yang berfokus pada aplikasi keuangan. Perusahaan ini memutuskan untuk mengadopsi ISO 25010 sebagai panduan dalam meningkatkan kualitas produk mereka.


Pertama, perusahaan mengidentifikasi karakteristik kualitas yang paling relevan untuk aplikasi keuangan mereka, seperti fungsionalitas, keandalan, keamanan, dan efisiensi. Setelah itu, mereka menetapkan kriteria khusus untuk setiap karakteristik, misalnya, ketepatan perhitungan, kestabilan sistem, tingkat enkripsi data, dan penggunaan sumber daya yang efisien.


Dalam tahap implementasi, tim pengembang memastikan bahwa setiap fitur yang dikembangkan memenuhi kriteria kualitas yang telah ditetapkan. Mereka menggunakan pengujian otomatis untuk memeriksa fungsionalitas dan melakukan pengujian keamanan secara menyeluruh. Selain itu, pemantauan kinerja dilakukan secara terus-menerus untuk menilai efisiensi dan keandalan aplikasi.


Hasil dari implementasi ISO 25010 adalah peningkatan signifikan dalam kepuasan pelanggan, penurunan tingkat kesalahan, dan peningkatan daya saing produk di pasar keuangan. Keputusan untuk menerapkan standar ini tidak hanya meningkatkan kualitas produk, tetapi juga membawa dampak positif terhadap reputasi perusahaan di industri mereka. Studi kasus ini mencerminkan bahwa penerapan ISO 25010 dapat memberikan manfaat nyata dan memberikan panduan yang kuat untuk meningkatkan kualitas perangkat lunak dalam konteks industri spesifik.


Penggunaan ISO 25010 memberikan kerangka kerja yang didukung secara internasional untuk penilaian kualitas perangkat lunak. Ini memberikan keseragaman dalam pendekatan penilaian di seluruh industri, membantu organisasi membandingkan dan meningkatkan produk mereka dengan mengacu pada standar yang diakui secara global.Peningkatan Kualitas:

ISO 25010 membantu organisasi mengidentifikasi, mengevaluasi, dan meningkatkan aspek-aspek kualitas perangkat lunak. Dengan menetapkan kriteria yang terukur dan terdefinisi dengan baik, organisasi dapat fokus pada area yang memerlukan perhatian lebih, yang pada akhirnya mengarah pada peningkatan kualitas produk.Peningkatan Kepercayaan Pengguna:

Dengan mengikuti standar kualitas internasional, perusahaan dapat membangun kepercayaan pengguna terhadap produk mereka. Kepercayaan ini menciptakan pengalaman positif bagi pengguna, meningkatkan retensi pelanggan, dan mengurangi risiko ketidakpuasan yang dapat merugikan reputasi perusahaan.Efisiensi Pengembangan:

ISO 25010 membantu dalam mengidentifikasi cacat atau masalah kualitas sejak awal dalam siklus pengembangan. Dengan mendeteksi dan memperbaiki masalah lebih awal, organisasi dapat menghemat waktu dan sumber daya yang mungkin diperlukan untuk perbaikan setelah produk diluncurkan.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages