Cuci2: Sekali bilas = hemat air?

280 views
Skip to first unread message

Aulia Rahman

unread,
Dec 24, 2008, 10:29:45 PM12/24/08
to greenli...@googlegroups.com
dah gencar beberapa waktu terakhir, sebuah produk pelembut dan pewangi pakaian, namanya MO*TO berkampanye untuk menyelamatkan air, mereka mengklaim kalo pake produknya gak perlu membilas pakaian sampai berkali2... kalo pake produk tsb cukup sekali bilas saja, maka anda menghemat air buanyaaakkkk, lalu pertanyaan muncul:

1. Bagaimana dengan bahan kimia nya yah? apakah aman?
2. Kalau gak mau pake MO*TO tapi tetep menghemat air kala cuci cuci, ada tips gak?

Biasanya ini dia yang gw lakukan sebagai riwayat mencuci gw...
1. Cuci ketika sudah banyak pakaian kotor.
2. Gak pake deterjen, pake sabun aja. (denger2 sabun lebih degradable dari deterjen, bener gak?)
3. Rangkaian: a. Bilas Awal, b. Rendem sabun dan kucek2, c. Bilas Akhir (meski kadang sabunnya masih berasa banget...)

Monggo di balas sesadis-sadisnya....

Selamat tahun baru hijriyah.....
 
cooling off!
aulssss


Rizki Fahlevi

unread,
Dec 25, 2008, 11:01:39 PM12/25/08
to greenli...@googlegroups.com
Mungkin ada penambahan bahan tertentu sehingga bisa seperti demikian. Ada juga ddeterjen yg dengan bangga nya bilang "BUSA MELIMPAH", padahal sebenarnya makin banyak busa sudah tentu makin banyak air yg dibutuhkan untuk membilas tapi orang Indonesia biasanya kalo ngga berbusa katanya kurang yakin bersihnya.

Setau saya pernah ada deterjen yg memilik tingkat buih yg lebih sedikit sehingga pemakaian air juga lebih hemat tapi saya lupa apa nama produknya. Sebenarnya sudah ada peningkatan dari sebagian besar deterjen yg kita pakai, mungkin temen2 sudah banyak tau tentang rantai panjang yg terkandung di deterjen, Linear alkilbenzene sulfonat (LAS) adalah surfaktan yang terkandung dalam deterjen type soft yang terdapat dalam air buangann domestik, buangan industri, jasa pencucian komersial, pewarnaan dan industri kosmetik. Pengaruh dari peningkatan pemakaian deterjen dapat meningkatkan pencemaran pada sungai yang disebabkan oleh surfaktan.

Saya pernah melakukan penelitian yg menyebutkan hasil bahwa terlalu banyak kandungan deterjen di air dapat menyebabkan blooming dan terjadi tingkat kesuburan yg sangat tinggi sehingga keseimbangan ekosistem air terganggu.

Mungkin ada pendapat dari temen-teman lain.. atau koreksi bila ada kesalahan dari saya..

Thx
--
Rizki Fahlevi

anilawati nurwakhidin

unread,
Dec 25, 2008, 12:56:10 AM12/25/08
to greenli...@googlegroups.com
tentang per-MO*TO an, saya blm tau tau infonya,,,
 
bgitu denger pertama kali iklannya: yang kebayang langsung deh
: apa bahan2nya gak justru membahayakan?

 

tapi ada ide menarik nih,,,

dan saya mau coba sebentar lagi (nunggu sabun cuci di rumah habis)

 

ceritanya:

ketika sedang berZeroWasteEvent di tugu Proklamasi di 5-10 des,

ada bapak2 tua yang dateng ke stand kita,,,,

dan dia semangat bgt menceritakan ttg pengalamannya selama 7 taun ini nyuci pake lerek

(saya gatau nama ilmiahnya apa)

 

sebelumnya,

di rumah saya suka pakai lerek ini untuk cuci baju batik (seperti nasehat nenek heu2)

 

menurut bapak itu (maap, saya lupa namanya)

lerek itu bukan hanya bagus untuk mencuci batik, tapi juga buat baju lainnya,

 

dan keunggulan lainnya: cukup dibilas sekali, langsung bersih (ga kalah kan sama MO*TO???)

 

waktu itu saya cukup lama ngobrol dengan si bapak

termasuk dia juga bawa contoh lerek kemasan produksi luar negri (lupa negara apa)

dia cerita bahwa lerek tersebut dijual mahal di negara itu (dia nunjukin harga yang tertera pada kemasan lereknya) --> padahal di bdg, bisa didaptkan dengan harga 5000 per 1/4 KG

 

akhirnya obrolan panjang kita berakhir dengan:

saya pengen mulai coba pake lerek untuk cuci baju sehari2

 

kalo di bandung, lerek bisa dibeli di babah kuya pasar baru

 

kampanye si bapak berhasil dong,,,,,,

 

temen2 ada yang mau bareng2 mengikuti jejak bapak tersebut??


 
anil
ypbb-program kampanye zero waste

Dari: Aulia Rahman <java_la...@yahoo.com>
Kepada: greenli...@googlegroups.com
Terkirim: Kamis, 25 Desember, 2008 10:29:45
Topik: [greenlifestyle] Cuci2: Sekali bilas = hemat air?

Dapatkan alamat Email baru Anda!
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!

Rethia Syahril

unread,
Dec 26, 2008, 3:14:55 AM12/26/08
to greenli...@googlegroups.com
biji lerek/rarak bisa dibeli di www.freetodecide.org. Silakan kunjungi websitenya :)
Selamat mencuci...


Rethia


2008/12/25 anilawati nurwakhidin <ani...@yahoo.com>

Aulia Rahman

unread,
Dec 26, 2008, 11:44:15 AM12/26/08
to greenli...@googlegroups.com
thx pak kosasih, ternyata anda memanggil saya pak, sandangan yang benar, banyaknya yang mengira saya berjenis kelamin perempuan.. hehehehe

soal fosfat dan pencemarannya benul (benar dan betul) banget tuh pak, bikin keruh air dan bau, sudah banyak got dan sungai2 medium maupun besar tercemar, akibatnya banyak oksigen terlarut yang hilang, sehingga ikan banyak yang mati, dan penyakit dimana-mana,,, efeknya panjang dan berantai, dampak sosial, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan pastinya...

jadi akhirnya saya melakukan tips sendiri saja, pakai baju jangan sampai terlalu bernoda, lalu kumpulkan cucian banyak2 instead of sedikit2, lalu pakai sabun saja (sedikit saja karena pakaian gak kotor2 amat) daripada hard deterjen, dan membilas cukup sekali saja... kenapa sekali? karena pakaian yang gak terlalu bernoda, serta penggunaan sabun yang sedikit sehingga sekali bilas langsung bersih...

sambil juga beli sabun rarak di www.freetodecide.org .... wakakakaka mantab dah, tob markotob, jos makinjos....
 
silakan kalau balas yang sadis biar memperkaya khazanah otak kita...

 
salam lembayung hujan dan tetesan embun....
aulia r


From: kosasih wirahadikusumah <k_wi...@yahoo.com.au>
To: Aulia Rahman <java_la...@yahoo.com>
Sent: Thursday, December 25, 2008 7:37:54 PM
Subject: Re: [greenlifestyle] Cuci2: Sekali bilas = hemat air?

Salam, pak Aulia.

Setahu saya, selama petinggi di DepPerindag dan Ktr MenLH masih dikooptasi (dijinakkan) oleh produsen produk2 berbasis deterjen keras (hard detergent), dan membiarkan kandungan fosfat (Phosfat/ P) atau senyawanya dalam deterjen pada tingkat yang tinggi, maka selama itu pulalah negeri ini tidak akan pernah bebas dari pencemaran massal yang dilakukan oleh kita2 pengguna produk2 berbasis deterjen keras tsb.

Kandungan fosfat yang tinggi di dalam berbagai produk2 berbasis deterjen sangat berbahaya bagi lingkungan.
Unsur hara tsb terbuang bersama air limbah bekas cucian, air mandi, dan buangan dari dapur kita2 ini masuk ke saluran umum terus ke sungai dan menjadi salah satu pemicu utama booming fitoplankton di sungai, di muara sungai dan di perairan laut di kawasan pesisir.

Untuk bisa hidup fitoplankton memerlukan oksigen, dan saat booming ia mampu menghabiskan seluruh oksigen yang ada di air (sungai, muara sungai dan perairan pantai) sehingga bahkan di muara2 sungai di Jakarta kandungan oksigen terlarut (dissolved oxygen) berada pada tingkat rata2 di bawah 2 bahkan 1, pada keadaan mana tak ada bentuk kehidupan air yang bisa eksis. Ketiadaan/ tipisnya kandungan oksigen di dalam air inilah yang menyebabkan air sungai di Jakarta senantiasa hitam dan septik (bau).

Kesimpulan:
1. Kita, pengguna produk2 berbasis deterjen keras, sadar atau tidak sadar, adalah pencemar utama yang secara bersama-sama mencemari sungai-sungai, muara sungai dan laut kita (pembodohan? ditutup-tutupi? bangsa yang bodoh?);
2. Selama kita mengkonsumsi produk2 (goods) berbasis deterjen keras, sampai lebaran monyet negeri ini tidak akan pernah terbebas dari pencemaran air! (cat: monyet tidak pernah lebaran)!;
3. Pengelola Program Kali Bersih, mulai dari Menteri sampai Gubernur dan Kepala2 BPLHD, konyol apabila tidak memahami akar masalah ini (dikooptasi?). Atau minta KPK mengusut indikasi praktek2 kolusi terkait masalah ini di Deperindag dan MenLH;
4. Membersihkan air sungai dari pencemaran massal oleh pengguna produk2 deterjen keras ini sangat mudah. Stop atau boikot produksi dan penggunaan deterjen keras. Mulailah dengan produksi dan penggunaan produk2 berbasis deterjen lunak seperti halnya negara2 maju, atau kembali ke kebiasaan nenek moyang - gunakan natural soapnut (klerek, lerak, daun dilam dsb);
5. Diperlukan cukup 2 orang saja (Menperindag dan MenLH) untuk mengembalikan kualitas air sungai-sungai kita seperti dulu!

Wassalam.
Kosasih W.


From: Aulia Rahman <java_la...@yahoo.com>
To: greenli...@googlegroups.com
Sent: Wednesday, December 24, 2008 7:29:45 PM
Subject: [greenlifestyle] Cuci2: Sekali bilas = hemat air?

aulia reksoatmodjo

unread,
Jan 12, 2009, 12:24:27 PM1/12/09
to greenli...@googlegroups.com
Ada banyak kemungkinan.... daripada menebak-nebak tanyakan saja langsung.
deterjen dengan sedikit busa atau bahkan yang dapat menjadi pupuk kalau tidak salah dari Amway, sedangkan dengan sedikit busa dari Attack, penelitian tentang dampak deterjen sudah banyak beredar,  tahun 1996-an kita pernah menuliskannya untuk AIKON majalah budaya dan lingkungan Gratis pertama...
ekosistem air sungai terganggu karena fosfat yang ada dalam deterjen membuat gulma berkembang dengan cepat dan menutupi jalannya sinar matahari masuk, sehingga para "penunggu" sungai kekurangan oksigen.......
disisi lain gulma tadi sebetulnya sangat baik untuk pencemaran air karena dia mengikat limbah cair seperti oli, minyak dll diakarnya...  beberapa teman aktivis/environmentalis menggunakannya sebagai penyaring air limbah rumah tangga...
salam

Aulia[Aulija] Esti Widjiasih Reksoatmodjo
Sustainability and Environmental Education Trainer
KPAi - Komunikasi, Peduli Alam Indonesia
Mobile:62-8129623960
Email: aulia...@yahoo.com

--- On Fri, 12/26/08, Rizki Fahlevi <rizkif...@gmail.com> wrote:

r.e....@gmail.com

unread,
Jan 12, 2009, 8:25:32 PM1/12/09
to greenli...@googlegroups.com
Sedikit tentang fosfat, Koran Sindo hari minggu membahas tentang danau Limboto yang katanya sudah masuk kategori parah: pendangkalan dan hampir tertutup oleh gulma. Ada satu org yg berkomentar bahwa mereka sudah bersusah payah mengangkat gulma tapi kecepatan tumbuhnya jauh diatas kecepatan ngebersihinnya.

Dampaknya sungguh luar biasa. Ekosistem danau terganggu, bahkan ikan khas danau limboto sudah tidak bisa ditemukan lagi.

Sayangnya, orang2 tidak ada yang mengkaitkan dampak penggunaan detergen di sepanjang sungai yang bermuara ke danau Limboto dengan serangan gulmanya.

-r


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: aulia reksoatmodjo
Date: Mon, 12 Jan 2009 09:24:27 -0800 (PST)
To: <greenli...@googlegroups.com>

aulia reksoatmodjo

unread,
Jan 13, 2009, 11:30:41 AM1/13/09
to greenli...@googlegroups.com
Tambahan info, iklan sekali bilas ini iklan produk softener = pelembut dengan kandungan air dan conditioner sedangkan yang dibicarakan adalah jenis deterjen tertentu yang memiliki kandungan fosfat tinggi.... sehingga mengakibatkan perkembangbiakan gulma menggila dan selebihnya sudah dijelaskan di email sebelumnya dan email dari Sari berikut...
jangan lupa pasta gigi kita pun ada sulfat....
bicara memang mudah tapi kalau mau benar2 peduli siapkah anda kembali menggunakan siwak dan ayo mulai lihat di kemasan deterjen dan lihat kandungan yang dimilikinya, cari deterjen yang fosfatnya rendah... atau tanpa fosfat, walau harganya biasanya sedikit lebih mahal... pilihan di tangan anda..
 
Di Thailand, Sri Ratu memiliki kebijakan setiap daerah membuat kerajinan dari gulma yang ada dan setiap daerah harus memliki kreasi atau ciri khasnya sendiri, itu salah satu solusi yang diberikan Sri Ratu...
Di Indonesia, ya temen2lah Sri Ratunya...., karena saya yakin buanget orang indonesia itu puinter2, sadar dan ngerti lingkungan tapi ya ngerti dan sadar thok saja....  so its up to you
 

Aulia[Aulija] Esti Widjiasih Reksoatmodjo
Sustainability and Environmental Education Trainer
KPAi - Komunikasi, Peduli Alam Indonesia
Mobile:62-8129623960
Email: aulia...@yahoo.com

--- On Tue, 1/13/09, r.e....@gmail.com <r.e....@gmail.com> wrote:
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages