--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyl...@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
salam,
endang
2010/2/23 Rethia Syahril <rethia...@gmail.com>:
membuang obat ke lingkungan begitu saja berisiko seperti membuang racun. ada obat2 tertentu yang akan terurai menjadi racun. kan kasian kalo cacing tanah pada mati gara2 iritasi kulit ato kodok mati karena terkena racun itu.
ada obat2 tertentu yang tidak mau terurai dan akan ikut mengalir dalam air tanah dan akhirnya ke laut, ditelan ikan dan seterusnya kita telan juga.
biasanya pemusnahan obat dilakukan dgn cara memasukkan semua obat cair dan obat padat (kapsul dibuka dan dituang isinya, tablet digerus dulu) lalu diaduk dalam ember dan dimusnahkan dengan cara dibakar dalam insinerator. mungkin bisa nitip di rumah sakit atau apotek, karena pihak2 itu biasanya mengadakan pemusnahan rutin terhadap stok obatnya yang juga kadaluwarsa.
jangan lupa hancurkan juga kemasannya. misalnya stiker pada botol dirobek2, kotak kemasan digunting2, dll. hal ini untuk mencegah pemalsuan obat. bisa saja botol berstiker obat diambil pemulung dan selanjutnya diisi obat palsu.
obat antibiotik dan antijamur sebaiknya tidak dibuang ke lingkungan karena selain menyebabkan ketidakseimbangan flora-fauna dengan membunuh mikroorganisme normal, juga menyebabkan kekebalan mikroorganisme yang berbahaya terhadap antibiotik tersebut.
yang boleh dibuang ke lingkungan (untuk pupuk misalnya) sebaiknya vitamin dan mineral saja. vitamin mudah terurai di tanah dan mineral akan diserap tanaman.
kalau rekan2 punya sisa obat, sebelum kadaluwarsa mungkin bisa diserahkan pada yayasan amal yang mengadakan pengobatan gratis. sisa stok obat saya dulu juga saya berikan saja pada organisasi seperti itu, nanti mereka yang mendistribusikan. dengan catatan, obatnya masih bagus. artinya tablet/kapsul masih dalam wadahnya (strip, blister) yang belum dibuka, sirup masih utuh (tutup botol belum dibuka).
kalau mau menyimpan sisa obat dalam jangka panjang, simpan saja di lemari es (tapi bukan di freezer ya). dengan cara ini umur obat akan lebih panjang daripada disimpan di suhu ruang. bahkan bisa melebihi waktu tanggal kadaluwarsanya. semakin rendah suhu penyimpanan obat, semakin lama umur obat itu.
jangan lupa, kalau mau dikonsumsi, cek dulu kondisinya apakah masih bagus setelah kadaluwarsa lewat.
salam,
Zubaidah