Tanya pembuangan obat yang sudah tidak terpakai

888 views
Skip to first unread message

Meutia Miranti

unread,
Feb 20, 2010, 10:14:12 PM2/20/10
to greenli...@googlegroups.com
Dear teman2 greenlifestyle,

Mau tanya, prosedur pembuangan obat yang benar itu gimana?

Katanya obat jangan langsung dibuang ke tempat sampah sering dijual lagi oleh pemulung..
Jadi mesti dikeluarkan dulu dari kemasannya..
Nah kalo gitu kayaknya juga gak aman ya untuk lingkungan, karena obat kan bahan kimia juga.. 
Dibuang ke toilet juga ternyata gak semua obat boleh.. 

Kalo dari browsing-browsing, harusnya katanya dimusnahkan. Apa ada pemusnahan untuk skala rumahan?
Atau ada info penampung obat2 kadaluarsa, seperti juga penampung baterai bekas?

Mohon informasinya ya teman2, terima kasih sebelumnya :-)

--
Meutia

.. bersyukur sepanjang waktu ..

meumiranti.multiply.com

Freddy Reynaldo Hutagaol (Fredo)

unread,
Feb 21, 2010, 10:09:45 PM2/21/10
to greenli...@googlegroups.com
kalo obat yg kadaluarsa (bentuk tablet), setahu saya sangat baik dgunakan sebagai pupuk utk tanaman.
dihaluskan (kalau utk kapsul, dikeluarkan saja isinya) kemudian ditaburkan pada tanaman.
saya sering menggunakannya sebagai pupuk.

nah kalo obat cair, saya blm paham apa bisa dgunakan daripada dibuang.

rgds,
fredo


2010/2/21 Meutia Miranti <meutia....@gmail.com>
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyl...@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id



--
Best Regards,
Freddy Reynaldo Hutagaol (Fredo)

P Save a tree! Please don't print this email unless you really need to. Please think of the environment belongs to all of us,

meutia....@gmail.com

unread,
Feb 22, 2010, 6:29:05 AM2/22/10
to greenli...@googlegroups.com
Mas Fredo,

Wahh, terima kasih atas informasinya..

Jadi justru bagus untuk pupuk ya?
Bukan bahan kimia berbahaya?
Syukur deh kalo begitu.. :-)

Tinggal yang cair ya.. Apa yg lain ada yg tau infonya?

Terima kasih ya..

Meutia

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: "Freddy Reynaldo Hutagaol (Fredo)" <fre...@gmail.com>
Date: Mon, 22 Feb 2010 10:09:45 +0700
Subject: Re: [greenlifestyle] Tanya pembuangan obat yang sudah tidak terpakai

Freddy Reynaldo Hutagaol (Fredo)

unread,
Feb 22, 2010, 9:27:13 PM2/22/10
to greenli...@googlegroups.com
berbahaya justru buat kita, tp berguna utk tanaman..
saya dah coba dari lama tuh..
obatnya ditumbuk dulu terus ditaburkan di sekeliling tanaman (kcuali kapsul isinya bs lgsg dipake).
dari pada obat2annya di buang trus dipungut orang dan dijual lagi, mendingan kita pake untuk pupuk
sama seperti kalo kita mau kuras akuarium, air bekasnya bagus utk tanaman, en bahaya utk kita kan? hehehehe
oh ya.. ada info jg yg bilang pil kb pun bagus utk tanaman (tapi saya belom coba karena saya kan ga minum pil kb.. hehehe)

rgds,
fredo

Rethia Syahril

unread,
Feb 22, 2010, 10:44:32 PM2/22/10
to greenli...@googlegroups.com
Obat tidak terpakai mungkin bisa dititipkan untuk dimusnahkan di RS yang mempunyai alat incinerator. Jadi kumpulkan dulu obat yang sudah tak terpakai, setelah agak banyak baru dititipkan ke RS.  

Kalau tablet/kapsul dalam jumlah sangat besar bisa dititipkan di pabrik semen. Karena obat tak terpakai itu bisa jadi campuran semen. Ini saya ketahui ketika WHO harus memusnahkan obat bantuan yang kadaluarsa. Dan pabrik semennya dengan senang hati menerima.


Rethia

Sent from my iPhone

meutia....@gmail.com

unread,
Feb 23, 2010, 12:47:24 AM2/23/10
to greenli...@googlegroups.com
Dear Mbak Rethia dan Mas Fredo,

Terima kasih atas tanggapannya ya.

Berarti mungkin saya akan lakukan dua cara ya.
Untuk kapsul dan tablet saya ikuti cara Mas Fredo, ditumbuk kemudian disebarkan ke tanaman sebagai pupuk, seperti yang sudah dilakukan oleh Mas Fredo sejak lama.. :-)
Pil KB saya ada sih, tapi selalu habis, hehe, karena kalo gak habis berarti KB-nya gak berhasil duong :-)

Kalau pas kapsul dan tabletnya banyak banget, saya akan coba kirim ke pabrik semen seperti saran Mbak Rethia..

Untuk yang cair, saya akan kumpulkan untuk dikirimkan ke RS dan dimusnahkan.
Kira2 apakah semua RS mau menerima ya?

Terima kasih lagi :-)


Meutia

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Rethia Syahril <rethia...@gmail.com>
Date: Tue, 23 Feb 2010 10:44:32 +0700

Melinda Suwandi

unread,
Feb 23, 2010, 12:32:12 AM2/23/10
to greenli...@googlegroups.com
Siapa bilang obat tidak berbahaya untuk manusia? Pada dasarnya, obat adalah racun bagi manusia. Obat hanya dipakai pada saat manusia sakit, diantaranya untuk membunuh kuman-kuman (antibiotik, antiseptik, antivirus, antijamur, anticacing dll), mengurangi gejala (reaksi batuk, produksi cairan berlebih saat pilek, memampatkan 'diare', reaksi muntah, pusing, nyeri,dll). Obat-obat ini bila diminum pada saat manusia sehat akan menjadi racun bagi manusia.

Kembali ke soal pemanfaatan obat untuk pupuk. Penggunaan antibiotik, antiseptik, antivirus, antijamur, anticacing sisa sebagai pupuk akan menyebabkan ketidakseimbangan flora dan fauna mikro di dalam tanah, alias mengganggu ekosistem tanah. Saya mengenal seorang penggemar tanaman hias yang membuat varigata dengan cara memberikan satu macam antibiotik sebagai pupuk. Hasilnya adalah kerusakan kromosom pada sel-sel tanaman sehingga menghasilkan varigata (tanaman dengan kelainan). Ini adalah hasil nyata yang terlihat. Yang tidak terlihat adalah akibat yang dialami oleh jasad-jasad renik yang ada di dalam tanah dan udara di sekitarnya.

Maaf, saya sendiri juga tidak tahu cara aman membuang sampah obat, apalagi yang bersahabat dengan lingkungan.

Melinda


Dari: Freddy Reynaldo Hutagaol (Fredo) <fre...@gmail.com>
Kepada: greenli...@googlegroups.com
Terkirim: Sel, 23 Februari, 2010 09:27:13
Judul: Re: [greenlifestyle] Tanya pembuangan obat yang sudah tidak terpakai


Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!

meutia....@gmail.com

unread,
Feb 23, 2010, 1:44:41 AM2/23/10
to greenli...@googlegroups.com
Dear Mbak Melinda,

Terima kasih banyak atas informasinya.

Ternyata ada dampak buruknya untuk tanaman dan keseimbangan flora fauna yaa..

Kalau begitu, sepertinya solusi terbaik adala mengirimkan ke RS untuk dimusnahkan atau mengirimkan ke pabrik semen.

Bgmana jika yg kadaluarsa adalah vitamin? Sepertinya masih boleh untuk tanaman ya?
Apa juga tidak boleh?

Salam,

Meutia

Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT


From: Melinda Suwandi <melin...@yahoo.co.id>
Date: Tue, 23 Feb 2010 13:32:12 +0800 (SGT)
Subject: Bls: [greenlifestyle] Tanya pembuangan obat yang sudah tidak terpakai

Shanty Syahril

unread,
Feb 23, 2010, 2:12:19 AM2/23/10
to greenli...@googlegroups.com
Seru juga nih soal obat...
Saya pernah tahu kenalan yang pakai obat kadaluarsa untuk dicemplungin ke vas bunga potong
Gunanya untuk buat bunga potong tahan lama
Yang saya tahu adalah vitamin dan panadol
Tapi nggak tahu ya...apa bahaya atau nggak... :-)

salam,
shanty



Rethia Syahril

unread,
Feb 23, 2010, 3:27:49 AM2/23/10
to greenli...@googlegroups.com
Biasanya yang dicemplungin ke vas bunga itu aspirin.

Sebenarnya, pemakaian obat dengan lebih bijak bisa mengurangi penumpukan obat sisa. Contohnya Antibiotik, seharusnya obat ini tidak bersisa, karena obat jenis ini adalah obat yang harus habis diminum. Sebaiknya obat jenis ini dibeli dengan resep dokter, sehingga pemakaian dan lamanya sesuai instruksi dokter. Trus untuk obat simptomatik atau sesuai gejala, itu bisa digunakan untuk jangka panjang. Obat jenis ini yang berbentuk tablet, kaplet atau kapsul yang dibungkus dalam kemasan tersendiri bisa digunakan sampe masa kadaluarsa selama bungkus tidak rusak, tidak berubah warna dan bau, kecuali obat sirup yang lebih pendek penggunaannya setelah segel dibuka. Tablet/kaplet/kapsul biasanya bisa bertahan sampai 5 tahun. Jadi tidak perlu beli obat paracetamol sering2 padahal yang lama masih ada.

Trus beli obat juga tidak perlu seperti orang kalap. Misalnya menyediakan stok obat sampe 5 strip padahal pemakaian sangat jarang.

Sebisa mungkin mengurangi kebiasaan doctor shopping. Kalo mau cari second opinion silakan aja, tapi gak perlu sampe ke 5 dokter yang bisa menyebabkan pemberian obat berlebihan. Kalau memang ingin cari second opinion, informasikan obat apa yang sudah diberikan dokter sebelumnya, kalo perlu bawa obatnya. Karena merek dagang obat banyak untuk 1 jenis obat. Hal ini juga untuk menghindari pemberian obat yang sama tapi merek dagang berbeda.

Seperti sudah disinggung sebelumnya, obat itu adalah racun. Bila penggunaannya tidak sesuai kebutuhan justru bisa membahayakan diri kita. Kita harus menggunakan obat dengan bijak.


Rethia

Sent from my iPhone

Maria Endang Sumiwi

unread,
Feb 23, 2010, 9:55:11 PM2/23/10
to greenli...@googlegroups.com
di puskesmas biasanya obat dimusnahkan dengan pembakaran menggunakan
insinerator atau dikembalikan ke dinas kesehatan.di pedalaman ada juga
puskesmas yang mengubur obat kadaluarsa (gak punya insinerator). di rs
biasanya dikembalikan ke produsen. di lsm yang saya pernah kerja
(medecins sans frontieres - sekarang udah tutup di indonesia) biasanya
obat dimusnahkan bekerjasama dengan RS (pinjem insinerator). aku
setuju : sebaiknya penggunaan obat dilakukan dengan rasional alias
dihabiskan aja. tapi kalo terpaksa ada sisa; berikut ada ppt hal ihwal
pembuangan dan pemusnahan obat yang kuunduh dari internet.

salam,

endang

2010/2/23 Rethia Syahril <rethia...@gmail.com>:

PEMBUANGAN DAN PEMUSNAHAN OBAT-OBAT YANG KADALUWARSA.pdf

zubaidah nuraini

unread,
Feb 26, 2010, 3:29:08 AM2/26/10
to greenli...@googlegroups.com
boleh nimbrung?

membuang obat ke lingkungan begitu saja berisiko seperti membuang racun. ada obat2 tertentu yang akan terurai menjadi racun. kan kasian kalo cacing tanah pada mati gara2 iritasi kulit ato kodok mati karena terkena racun itu.

ada obat2 tertentu yang tidak mau terurai dan akan ikut mengalir dalam air tanah dan akhirnya ke laut, ditelan ikan dan seterusnya kita telan juga.

biasanya pemusnahan obat dilakukan dgn cara memasukkan semua obat cair dan obat padat (kapsul dibuka dan dituang isinya, tablet digerus dulu) lalu diaduk dalam ember dan dimusnahkan dengan cara dibakar dalam insinerator. mungkin bisa nitip di rumah sakit atau apotek, karena pihak2 itu biasanya mengadakan pemusnahan rutin terhadap stok obatnya yang juga kadaluwarsa.

jangan lupa hancurkan juga kemasannya. misalnya stiker pada botol dirobek2, kotak kemasan digunting2, dll. hal ini untuk mencegah pemalsuan obat. bisa saja botol berstiker obat diambil pemulung dan selanjutnya diisi obat palsu.

obat antibiotik dan antijamur sebaiknya tidak dibuang ke lingkungan karena selain menyebabkan ketidakseimbangan flora-fauna dengan membunuh mikroorganisme normal, juga menyebabkan kekebalan mikroorganisme yang berbahaya terhadap antibiotik tersebut.

yang boleh dibuang ke lingkungan (untuk pupuk misalnya) sebaiknya vitamin dan mineral saja. vitamin mudah terurai di tanah dan mineral akan diserap tanaman.

kalau rekan2 punya sisa obat, sebelum kadaluwarsa mungkin bisa diserahkan pada yayasan amal yang mengadakan pengobatan gratis. sisa stok obat saya dulu juga saya berikan saja pada organisasi seperti itu, nanti mereka yang mendistribusikan. dengan catatan, obatnya masih bagus. artinya tablet/kapsul masih dalam wadahnya (strip, blister) yang belum dibuka, sirup masih utuh (tutup botol belum dibuka).

kalau mau menyimpan sisa obat dalam jangka panjang, simpan saja di lemari es (tapi bukan di freezer ya). dengan cara ini umur obat akan lebih panjang daripada disimpan di suhu ruang. bahkan bisa melebihi waktu tanggal kadaluwarsanya. semakin rendah suhu penyimpanan obat, semakin lama umur obat itu.
jangan lupa, kalau mau dikonsumsi, cek dulu kondisinya apakah masih bagus setelah kadaluwarsa lewat.

salam,

Zubaidah


Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages