| Selain untuk mencegah polusi, tanamn lidah mertua juga bermanfaat untuk diberikan kepada calon menantu lho...hehe.. --- Pada Sen, 26/4/10, Zen Muhammad Alfaruq <zen.mu...@gmail.com> menulis: |
Salam,
Semua tanaman yang melakukan fotosintesis mempunyai kemampuan menyerap CO2, karena itu memang bahan bahan bakunya (CO2 + H2O). Tinggi rendahnya kemampuan itu bergantung pada : luas tajuk (makin luas makin banyak menyerap), luas permukaan daun (kalau berbulu makin bagus, karena bulu itu memperluas permukaan daun), daun tidak mengkilat (karena banyak memantulkan sinar dibanding menyerap sehingga fotosintesis lebih lambat), dan daya adaptasi tanaman/pohon pada lingkungannya.
Faktor yg terakhir ini perlu dipertimbangkan untuk pohon2 kota karena pepohonan itu akan "dipaksa" tumbuh pada lahan yang sempit, keras (karena tanah makin lama makin menjadi padat), dan ekspos polutan yang pekat, plus ulah tangan jahil..
Pohon mahoni dan tanjung yang banyak ditanam di Jakarta, kondisinya sudah mengkhawatirkan pada umur 40-50 tahun, walaupun umur biologisnya bisa mencapai 200 tahun. Jadi tidak masalah menanam pohon apa pun selama pertumbuhannya baik. Pemilihan jenis lebih karena pertimbangan lokasi penanaman dan estetika.
|
Info yang menarik kawan Titi...
Kalo memang di Singapore trembesi bisa ditanam di tepi jalan (http://mbelgedez.com/2010/04/30/trembesi-mbelgedez/). Berarti bisa juga di tanam di jalur lalu lintas padat di jakarta ya. Dari yang aku baca, akar trembesi ini menyebar ke mana2.Mungkinkah ada perlakukan khusus, sehingga akar trembesinya Singapore itu tidak merusak bangunan kiri kanannya ya?