Rekans,
Numpang tanya, belum lama ini anak-anak di sekolah kami di Bandung menanam pohon kayu putih (eucalyptus). Bibitnya kami dapat dari seorang teman. Proses tumbuhnya cepat sekali. Dalam jangka waktu 1 tahun, pohon tumbun sudah ketinggian lebih dari 3 meter. Saat ditanam, paling tingginya 30cm. Dalam setahun setengah suasana di sekitar area tanam sudah mulai rimbun karena bayang-bayang pohon yang hampir mencapai 5m. Dengan kondisi seperti ini saya kira jenis pohon ini bagus sekali untuk penghijauan.
Salah satu teman saya yang mampir berkomentar bahwa pohon ini sangat ‘haus’ air. Maksudnya banyak sekali menghisap air tanah. Saya bukan ahli botani, tapi mungkin teman-teman di GLS ada yang lebih tahu sifat sesungguhnya dari jenis pohon ini.
Makasih sebelumnya. Salam.
====
Andy Sutioso
:: http://www.create-n-live.blogspot.com :: personal blog
:: http://www.semipalar.net :: rumah belajar semi palar
:: http://www.ars86care.org :: yayasan ars86 peduli
| Di alam aslinya Eucalyptus kan tumbuh di area yang gersang. Jadi tidak mungkin tanaman ini bersifat rakus air. Eucalyptus banyak terdapat di daerah kering Indonesia timur dan Australia. Sifatnya malah hampir mirip dengan kaktus yaitu menahan air sebanyak mungkin di dalam jaringannya. --- Pada Sab, 30/8/08, Andy Sutioso <andy_s...@indo.net.id> menulis: |
|
|
Saya lebih suka menyebut eucalyptus daripada kayu putih, karena ada kayu putih yang lain (Melaleuca leucadendra).
Perlu diingat bahwa minyak kayu putih yang terkandung di dalam daun pohon
tersebut bersifat mudah terbakar, so ... hutan eucalyptus akan mudah
terbakar, tapi juga akan cepat beregenerasi (setelah terbakar, tumbuh lagi).
Dari bentuk daunnya (tipis, kecil memanjang), tanaman ini bukan tipe tanaman
yang boros air, justru dia beradaptasi dengan daerah yang kurang air.
Tapi MUNGKIN pohon ini punya sifat seperti pohon jati. Kebetulan saya lihat
artikel berikut :
http://www.cifor.cgiar.org/Publications/Polex/PolexDetail.htm?&pid=87
Yang isinya sekilas tentang pohon eucalyptus merusak tata air dan nutrisi
tanah (mungkin rekan lain lebih tahu mengenai masalah ini).
Waktu kuliah dulu, dosen saya pernah bercerita kenapa pohon jati bersifat
"membunuh" tanaman2 lain di sekitarnya (setelah saya lihat2 juga di sekitar
pohon jati - dalam radius tertentu - memang tidak tumbuh pohon lain kecuali
rumput2an) karena pohon jati mengeluarkan zat kimia tertentu yang
menyebabkan pohon lain ogah tumbuh. Mungkin ini yang lantas dianggap
masyarakat bahwa pohon jati rakus air dan nutrisi. Padahal tidak. Ya karena
memang dia egois, tidak mau tanah jajahannya dipake tanaman lain he3
Apakah hal yang sama terjadi juga pada pohon eucalyptus? Itu yang belum bisa
saya jawab. Kalau memang iya, berarti memang pohon eucalyptus hanya bisa
ditanam sebagai hutan homogen. Tapi bukan berarti pohon ini rakus air,
menilik bentuk daunnya sebagai tanaman daerah kering.
Salam,
ZN
This message is scanned by McAfee GroupShield 6.0
Ir. Makmur Damanik:
Bermimpi Menghijaukan Indonesia
dengan Eucalyptus
--- On Wed, 9/3/08, Zubaidah Nuraini <zubaidah...@combiphar.com> wrote:
| yupe.. disebut sifat Allelopati.. di pohon akasia juga terjadi --- Pada Kam, 4/9/08, rully wijayakusuma <rullyb...@yahoo.com> menulis: |
|
Makasih banyak untuk masukannya. Wah banyak dapet ilmunya.
Setau saya memang eucalyptus banyak sekali spesiesnya ada ratusan ya?
Salah satunya yang banyak di Ostrali dan daunnya jadi makanan koala.
Saya sih udah dapet yang punya bibitnya, punya kenalan yang kerja di perhutani di Subang. Daunnya kalau diremas, kuat sekali wangi kayu putihnya.
Kemarin saya dapet beberapa bibit dari beliau. Kesimpulannya Eucalyptus bagus ya buat penghijauan.
Sekali lagi makasih respon-responnya.
Salam hijau.
====
Andy Sutioso
:: http://www.create-n-live.blogspot.com :: personal blog
:: http://www.semipalar.net :: rumah belajar semi palar
:: http://www.ars86care.org :: yayasan ars86 peduli