Dear GLS
Salam kenal yaa..
Saya ritapunto, koordinator program & pelatihan di workshop hijau hayati, kami menjadi fasilitator untuk program pelatihan pengelolaan sampah menjadi kompos dan bio massa skala komunal menggunakan metode open windrow. Wilayah kerja kami saat ini fokus di seputaran Bekasi. Semoga dengan join di milis ini menambah wawasan saya tentang green lifestyle.
Tanya dunk, kalo air nya dijemur dgn wadah lain semisal tempayan gerabah, ember, baskom kaleng apa bisa lgs “glek” juga? Knp hrs PET, PP gak bisa knp ya? Sori bukannya males nyari info di websitenya, tp kali aja info dari mas rizki lebih clear. Tks
===
Ritapunto
Apakah ada tempat/lokasi khusus untuk menjemurnya? Tahu sendiri
kualitas udara di Jabodetabek kurang baik & banyak partikel2 yang
ukurannya sangat kecil/tdk terlihat oleh mata telanjang. OK bactery
mati tapi gimana dengan partikel2 lainnya? Mohon informasinya.
Salam
Andita NT Huda
Halo semua, nimbrung ya.
Iya, ini ide bagus, khususnya dengan harga energi yang makin mahal.
Mengingatkan obrolan dengan teman saya yang aktif di salah satu LSM di Kalimantan.
Waktu itu dia bilang biar lebih efektif, bagian bawah dari botol air mineral tersebut dicat warna gelap (dari luar), lalu botol diletakkan dalam posisi tidur, tentunya bagian yang terkena sinar matahari di bagian atas. Botol ditempatkan aja di tempat yang tidak kena bayangan misalnya di atap rumah, atau di area jemur pakaian.
Wadahnya sih yang digunakan memang botol air mineral, supaya tertutup, sehingga air ga terkena polutan dari luar. Mungkin gerabah, ember, baskom masalahnya ya itu, air tetap bisa kena kotoran dari luar. Mungkin yang dimanfaatkan adalah wadah tertutup dari botol air mineral yang bening itu. Jadi UVnya matahari masuk, tapi kotoran dari luar engga. Ini mungkin lho.
Bisa jadi ini solusi efektif untuk mendapatkan air minum sehat untuk daerah-daerah permukiman yang sulit mendapatkan air bersih. Tentunya menghemat juga energi untuk memasak air. Mustinya pemerintah bisa mempopulerkan metode ini ya sambil memasyarakatkan BBG. Supaya masyarakat punya solusi baru mendapatkan air sehat dengan mengkonsumsi energi matahari yang gratis.
Buat yang suka kegiatan outdoor metode ini juga efektif untuk mensterilkan air minum. Dan kabar bagus bahwa botol-botol PET yang di Indonesia ternyata aman untuk digunakan dalam metode ini.
Salam.
====
Andy Sutioso
:: http://www.create-n-live.blogspot.com :: personal blog
:: http://www.semipalar.net :: rumah belajar semi palar
:: http://www.ars86care.org :: yayasan ars86 peduli
From:
greenli...@googlegroups.com [mailto:greenli...@googlegroups.com] On Behalf Of ritapunto
Sent: Friday, 22 August, 2008 7:11
PM
To:
greenli...@googlegroups.com
Subject: [greenlifestyle] Re:
Solar Water Disinfection
Terima kasih informasinya, namun apakah botol PET yang digunakan dan dijemur
dibawah terik matahari tidak berbahaya bila partikel zat kimia pembentuk
botol larut dalam air? dan berapa kali botol yang sama aman digunakan untuk
aktivitas ini?
Salam,
DWF
----- Original Message -----
From: "Andita NT Huda" <andit...@gmail.com>
To: <greenli...@googlegroups.com>
Cc: <rizkif...@yahoo.com>
Sent: Friday, August 22, 2008 10:20 PM
Subject: [greenlifestyle] Re: Solar Water Disinfection
>
SODIS, selain sinar UV-nya yang membunuh bakteri, tapi juga panas matahari
secara langsung membunuh bakteri. Sinar inframerah yang dipancarkan matahari
akan meningkatkan suhu air di dalam botol, sehingga bakteri di dalam air
akan mati. Perlu diketahui, bakteri patogen terhadap manusia yang ada di
dalam air minum antara lain : jenis Escherichia coli, Pseudomonas
aeruginosa, Salmonella sp (typhii, paratyphii), Enterobacter, Staphylococcus
aeureus, mereka bisa hidup pada suhu tubuh tapi akan mati pada suhu > 40
derajat Celcius. Jadi memang perlu panas matahari yang kuat untuk membunuh
bakteri (tidak mendung).
Perlu diingat, SODIS hanya membunuh bakteri, bukan virus. Di sini, virus
bisa dihitung sebagai "partikel" karena ukurannya memang sangat kecil, jauh
lebih kecil dari bakteri. Untuk membunuh virus, air tetap harus dididihkan
karena pendidihan akan merusak protein virus. Sinar UV dan pemanasan di
bawah sinar matahari tidak akan membunuh virus.
Menanggapi pertanyaan tentang kualitas udara di Jabodetabek, saya kira kalau
airnya disimpan di dalam botol tertutup maka partikel-partikel di udara
tidak akan bisa masuk menembus ke dalam botol, jadi aman ... ^_^
Menanggapi saringan keramik yang mengandung perak yang diklaim berfungsi
sekaligus sebagai disinfektan, tampaknya perlu diuji lagi. Mengingat untuk
menyaring air agar bebas bakteri diperlukan saringan dengan pori berukuran
0,22 mikron. Apakah saringan tersebut memenuhi spesifikasi itu? Jika memang
perak diklaim berfungsi sebagai disinfektan, maka perlu diteliti mekanisme
kerjanya.
Salam,
Zubaidah N.