| Kepada Ibu Ning Purnomohadi, bisa bantu menjawab? -Yodi D- --- Pada Sen, 15/8/11, Rinto b <b.r...@yahoo.co.id> menulis:
|
| Pertanyaan Bagus Rinto, Bedanya Beringin tanaman lokal sedangkan Trembesi dari Amrik. Duawnya khasiatnya sama. silahkan baca postingan di bawah [Kompas]. Hal ini sudah menjadi sorotan sejak GSP 2000 diluncurkan kembali, pengurus pusat saat itu berusaha menekankan penanaman pohon yang dilaksanakan dalam Gerakan Sejuta Pohon saat itu adalah untuk pelestarian tanaman lokal, hal ini diangkat karena Dinas Pertamanan di berbagai daerah sibuk menanam Glodokan India u/mempercepat Proyek GSP. Sewaktu Program Sukunisasi u/program Gerakan Menanam 2 tahun lalu pun sudah dipertanyakan kenapa tanaman Hawaii tersebut yang diangkat? betul tanaman tersebut baik u/kesuburan tanah. produktif buahnya, rindang, menarik burung dll, tapi tetap saja dia tanaman asing... Tapi nasehat apapun tidak digubris, keluarlah Program Gerakan Menanam tahun lalu dengan sekali lagi, tanaman asing yang dipopulerkan Trembesi, walau sudah dipertanyakan mengapa trembesi karena tanaman tersebut dari Brasi atau Amerika Selatan, tetap saja yang muncul Trembesi, seakan-akan Indonesia kekurangan tanaman lokal yang bisa mengurangi emisi dan produktif. Saya baru kembali dari Kalteng, seorang pejabat Dinas Kehutanan Kapuass mengeluhkan program Trembesi ditempatnya, beliau bercerita pohon Trembesi nya masih boanyyyyaaak ribuan Bu, katanya dan tidak laku di daerahnya karena pertama ngga cocok dan kedua tidak produktif, akhirnya masyarakat Kapuas memilih menanam Sengon. Jadinya? uang u/pembibitan Trembesi melayang dan itu adalah uang negara. saya juga bingung, Negara dengan KEHATI no. 3 dunia kok gerakan menanam nasionalnya tanaman asing????? Waktu diskusi lingkungan di Kidzania minggu lalu pun saya sindir dan beberapa wartawan baru menyadari bahwa program tanam nasional menggunakan tanaman asing????? Judul : Trembesi Tanaman Asing JAKARTA, KOMPAS - Tanaman trembesi atau Samanea saman adalah jenis tanaman asing yang masih memerlukan riset untuk melihat potensi invasifnya. Perlu kehati-hatian saat menanam dalam jumlah banyak karena dapat mendesak tanaman dan merusak ekosistem lokal.”Trembesi dari Amerika (selatan) tropik memang sudah beratus- ratus tahun ada di Indonesia. Sebagai ahli ekologi tumbuhan, saya tidak menolak program pemerintah, tetapi menyarankan perlu kehati-hatian ketika menanam trembesi ... Berita Selengkapnya : http://www1.kompas.com/read/xml/2010/02/16/03152785/Trembesi.Tanaman.Asing Aulia Esti Widjiasih Reksoatmodjo Systainability and Environmental Educator KPAi - Komunikasi, Peduli Alam Indonesia HP: 081213130153 Email: aulia...@yahoo.com FB: aulia wijiasih --- On Fri, 8/19/11, Yodi (;) <buburaya...@yahoo.com> wrote: |
|