Tanya kemasan polystyrene (yg dikenal sbg styrofoam)

100 views
Skip to first unread message

DUNAIS, Marc-Antoine

unread,
Jul 12, 2008, 2:36:18 AM7/12/08
to greenli...@googlegroups.com
Dear milisters,

Kemarin malam pas saya pesan nasi goreng dari pedagang di jalan di
depan tempat saya, saya tanya penjualnya ttg kemasan polystyrene yang
dia pakai untuk bungkus nasi goreng. Katanya kalau beli dalam jumlah
banyak harganya jadi lumayan murah... 100 kemasan = 25,000 ribu.
Sementara, 1 piring nasgor = 7,000...

Setahu saya polystyrene tidak begitu ramah lingkungan
(http://groups.google.com/group/greenlifestyle/msg/9aeb496a0a525988).
Seperti pernah dibagikan di milis ini, "Bahan ini harus dihindari dan
bahkan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian
tempat/bungkus makanan berbahan styrofoam ini termasuk negara China."

Kira2 ada gak kemasan alternatif yang mudah ditemukan dan yang lebih
murah dari polystyrene, tapi yang tetap bisa digunakan untuk makanan
panas? Kalau ada mungkin bisa diusulkan kpd pedagang2 makanan di
jalan...

Sementara itu, aku pakai piring sendiri...

Thanks sebelumnya,

-Nasigorengfanatic

Rani Elshanti

unread,
Jul 13, 2008, 3:19:10 PM7/13/08
to greenli...@googlegroups.com
Hola, Marc.

Kemasan yang dipakai sama Bakmi GM itu mungkin bisa jadi contoh? Saya lupa,
sih, apa tepatnya nama kemasan itu... yang saya ingat dia liat seperti
plastik, tapi terurai dalam tanah. Tapi ndak tau soal harganya... Bakmi GM
sih bisa beli dalam partai besar. Tapi mungkin kalau para pedagang makanan
di samping Taman Menteng, misalnya, bergabung dan ramai-ramai membeli
sekaligus, kan pembeliannya juga bisa dalam partai besar...

Salam,

r.
-bakmifanatic- (not necessarily the GM version, though)

Reinhart Paat

unread,
Jul 13, 2008, 8:24:56 PM7/13/08
to greenli...@googlegroups.com
Daun Pisang.
Kok mulai jarang digunakan pedagang makanan tradisional?
cheers, Rein

----- Original Message -----
From: "DUNAIS, Marc-Antoine" <dun...@gmail.com>
To: <greenli...@googlegroups.com>
Sent: Saturday, July 12, 2008 3:36 PM
Subject: [greenlifestyle] Tanya kemasan polystyrene (yg dikenal sbg
styrofoam)


>

Nancy Ariaini

unread,
Jul 14, 2008, 10:40:34 AM7/14/08
to greenli...@googlegroups.com
Di warung depan kantor, bervariasi: pake daun pisang dan pake styrofoam.
Kalo makan pisang, pake piring dikasih daun pisang, tapi kalo dibawa pulang pake styrofoam dan daun pisang. Hidup daun pisang, mulai ada mainstream, tapi masih sulit melepaskan penggunaan styrofoam.
Hehehe.
cheers,
-ochie-

>>> "Reinhart Paat" <reinha...@gmail.com> 7/14/2008 7:24 AM >>>

Verena Puspawardani

unread,
Jul 15, 2008, 2:31:51 AM7/15/08
to greenli...@googlegroups.com
Wah, saya setuju, Marc.
Karena ada banyak juga rekan-rekan penjual serupa nasi goreng yang pakai kemasan polystyrene ini. Tapi kalau pun kita meminta mereka untuk ganti, saya belum bisa mengusulkan selain itu yang juga bersaing dalam hal harga.
Pakai piring sendiri bisa menjadi pilihan kalau lokasi jualannya dekat sekali dengan rumah atau kantor, kalau mau dibungkus aja gimana dong? Rantang? Kotak makan? Atau, pakai tupperware yang bisa dilipat sehingga ga menuh2in tas? Tapi nanti jadi promo...hehehe...
 
yanglagibingung.com

>>> "DUNAIS, Marc-Antoine" <dun...@gmail.com> 7/12/2008 1:36 PM >>>

irma agustina

unread,
Jul 15, 2008, 7:31:00 AM7/15/08
to greenli...@googlegroups.com
kalau saya, bawa kotak makan sendiri.  biar nggak usah pake styrofoam yang disediain mamang tukang jualnya.
demikian juga dengan sendok.  daripada mamangnya kasih sendok plastik sekali pakai tiap kali ada yang beli, saya pilih bawa sendok sendiri. 
karena dua hal ini mamang tukang jualnya jadi hapal sama saya. 
komentarnya, 'Wah kalau banyak pembeli seperti ini saya bisa ngirit, nggak perlu belanja styrofoam dan sendok plastik lagi.'
 
salam,
irma

Verena Puspawardani <vpuspa...@wwf.or.id> wrote:


Get your new Email address!
Grab the Email name you've always wanted before someone else does!

Zubaidah Nuraini

unread,
Jul 14, 2008, 9:40:38 PM7/14/08
to greenli...@googlegroups.com
Alasannya sederhana ...
Pohon pisang tidak banyak tumbuh di kota besar (yg tumbuh malah pohon
beton), jadi harganya lebih mahal daripada plastik/kertas/styrofoam yang
melimpah di kota besar (dekat pabrik/supplier).
Kalo di desa daun pisang dan daun jati masih tetap jadi primadona pembungkus
makanan/jajanan pasar, soalnya harganya lebih murah daripada plastik,
kertas, apalagi styrofoam ... atau malah gratis, tinggal petik saja di kebun
sendiri ^_^

-----Original Message-----
From: greenli...@googlegroups.com
[mailto:greenli...@googlegroups.com] On Behalf Of Reinhart Paat
Sent: 14 July 2008 07:25
To: greenli...@googlegroups.com
Subject: [greenlifestyle] Re: Tanya kemasan polystyrene (yg dikenal sbg
styrofoam)

Naneng Setiasih

unread,
Jul 16, 2008, 2:22:40 AM7/16/08
to greenli...@googlegroups.com
Iyah, setuju....  yang paling pertama khan memang reduce, mau itu organik or anorganik.  Jadi memang paling pas kalau bawa kemasan dan sendok sendiri.

Kemarin, Reef Check sempat bikin event.   Kepada yang datang, kita kasih pengumuman untuk membawa sendok dan garpu sendiri.  Dan ternyata mereka tidak berkeberatan ....  Jadi, lumayan, tidak ada sampah plastik yang dihasilkan (kotak makannya dari besek dan daun pisang.  Snacknya rame-rame pake tampah, nggak dikotakin).


Salam go blue

Naneng Setiasih     
Tenaga ahli pengelolaan konservasi
Conservation management specialist  
                                               
Pimpinan
Yayasan Reef Check Indonesia 
Bekerja bersama untuk terumbu karang dan masa depan yang lebih baik                     



Chairwoman   
Reef Chek Indonesia Foundation     
Working together for better reefs and the future

                                                                

Tukad Balian 113 Renon
Denpasar Bali 80235
Indonesia


Dadan WF

unread,
Jul 16, 2008, 3:57:38 AM7/16/08
to greenli...@googlegroups.com
Dengan hidup sederhana, secukupnya dan tidak berlebihan terutama hal-hal yang bersifat keduniawian adalah jalan yang mau tidak mau harus dilalui semua orang kalau peduli terhadap kelestarian bumi ini. Setuju?
 
Salam,
DWF
----- Original Message -----
Sent: Wednesday, July 16, 2008 1:22 PM
Subject: [greenlifestyle] Re: Tanya kemasan polystyrene (yg dikenal sbg styrofoam)

Bayu Wardhana

unread,
Jul 16, 2008, 6:30:49 AM7/16/08
to greenli...@googlegroups.com
Verena,

ndak apa2 promosi. Aku sudah 3-4 bulan ini pake mangkuk tupperware
yang bisa ditekuk2 itu. tukang nasi goreng yang biasa aku beli, sudah
apal. bawa mangkuk sendiri dan tas sendiri.
Cuma aku penasaran aja dengan tupperware, karena plastiknya tidak ada
kode 1,2,3,dstnya. Hanya lambang sendok garpu aja. Mungkin....ini baru
dugaanku, kalau tidak salah tupperware punya jenis plastik tersendiri
dan dipatenkan. Mungkin tidak masuk kategori 1-7 itu.


Bayu

Zubaidah Nuraini

unread,
Jul 16, 2008, 9:03:06 PM7/16/08
to greenli...@googlegroups.com

Prinsip reduce selain dilakukan oleh konsumen sebaiknya juga diperkenalkan pada para distributor (dlm hal ini supermarket dsb) soalnya saya pernah belanja dan bawa tas sendiri yg cukup besar, intinya memuat semua barang yg saya beli, tp tetep saja mbak2 kasirnya memilah2 barang2 belanjaan saya (sepertinya sih dipilah makanan dan bukan makanan) ke dalam plastik2 kecil baru kemudian dimasukkan ke tas saya … sama aja dong … pdhl sih produk yg saya beli sudah dikemas cukup baik, masa sih dibawa 1-2 jam dalam wadah yg sama (tas) akan menyebabkan kontaminasi? He3 …

 

Salam,

ZN

 


From: greenli...@googlegroups.com [mailto:greenli...@googlegroups.com] On Behalf Of Dadan WF
Sent: 16 July 2008 14:58
To: greenli...@googlegroups.com
Subject: [greenlifestyle] Re: Tanya kemasan polystyrene (yg dikenal sbg styrofoam)

 

Dengan hidup sederhana, secukupnya dan tidak berlebihan terutama hal-hal yang bersifat keduniawian adalah jalan yang mau tidak mau harus dilalui semua orang kalau peduli terhadap kelestarian bumi ini. Setuju?

 

Salam,

DWF

-~----~------~--~---

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages