Keranjang Takakura VS Lubang Biopori

105 views
Skip to first unread message

ogi

unread,
Apr 5, 2010, 8:39:52 PM4/5/10
to GreenLifestyle
Dear All,

Baru 2 minggu lalu saya belajar ke kebun karinda mengenai keranjang
takakura, kemudian saya menemukan info mengenai lubang biopori
( hehehe, baru tau ni mengenai keduanya, maklum newbie)..ada hal yang
ingin saya tanyakan, mudah2an para senior sudi membagikan ilmunya..

1. Apakah Penggunaan keranjang takakura dan lubang biopori fungsinya
tidak bertabrakan? mengingat keduanya sama2 sebagai pembuat kompos dan
bila sudah membuat lubang biopori apakah keranjang takakuranya ga
mubazir?

2. Pada waktu pelatihan keranjang takakura, seingat saya Bapak
Djamaluddin memberitahukan agar sampah dapur yang mudah busuk seperti
tulang ikan, ayam, nasi basi dll tidak dimasukkan ke dalam keranjang
agar tidak mengundang lalat dan tikus, apakah hal ini berlaku juga
untuk lubang biopori...

Demikian pertanyaan saya, mohon pencerahannya...

rully wijayakusuma

unread,
Apr 5, 2010, 11:30:03 PM4/5/10
to greenli...@googlegroups.com
Takakura dipakai untuk sampah2 organik dari dapur, biopori untuk sampah organik dari halaman. Yang susah hancur masukkan ke biopori aja. Lubang biopori tidak harus langsung penuh, boleh diisi bertahap sesuai jumlah sampah yang ada...

Salam,
RULLY WIJAYAKUSUMA

0815 710 8524


--- On Tue, 4/6/10, ogi <yog...@gmail.com> wrote:
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyl...@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.

Yodi (;)

unread,
Apr 5, 2010, 10:03:20 PM4/5/10
to greenli...@googlegroups.com
Kalau biopori, selain untuk komposting juga berguna menjaga porositas tanah untuk penyerapan air. Kalau takakura, hanya untuk produksi kompos. Kalau tujuannya kompos, sama-sama aja sih. Untuk komposting, saya lebih suka caranya pak Djamaludin. Lebih mudah dikontrol.
 
Yodi


--- Pada Sen, 5/4/10, ogi <yog...@gmail.com> menulis:
--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyl...@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id

To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.


Berselancar lebih cepat.
Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)

aulia reksoatmodjo

unread,
Apr 6, 2010, 8:39:33 AM4/6/10
to greenli...@googlegroups.com
Untuk di Jkarta biopori sebagai komposter tidak sangat disarankan kecuali dilakukan oleh orang2 yang rajin, karena lubang biopori yang di"sumpel" sampah organik tetap harus di o;ah setiap beberapa hari atau perminggu tetap harus di balik, karena orang jakarta maunya cuman nyumpel tanpa maintance lebih baik lubang bioporinya difungsikan hanya sebagai alat untuk memperbaiki struktur/kondisi tanah, itupun tidak bisa dilakukan di Jakarta yang dekat pesisir,atau yang terkena intruisi air laut.
 
Salam

Aulia[Aulija] Esti Widjiasih Reksoatmodjo
Systainability and Environmental Education Trainer
KPAi - Komunikasi, Peduli Alam Indonesia
Yayasan Skygers Indonesia co. Skygers SpanSet Office
Jl. Raya Warung Buncit No. 2B Jakarta Selatan 12470
Telepon Kantor: 021-7975468
HP: 081213130153
Email: aulia...@yahoo.com

--- On Tue, 4/6/10, Yodi (;) <buburaya...@yahoo.com> wrote:

ogi

unread,
Apr 6, 2010, 10:33:59 AM4/6/10
to GreenLifestyle
Thx All for the info, jadi dapet ide untuk biopori, lebih baik untuk
sampah halaman dan bila tidak telaten lebih baik jangan dijadikan
komposter..

Pertanyaan no.2 blm ada yang jawab ni (hehehe), karena kepinginnya
sih, sampah yang dihasilkan di rumah seperti organik sisa makanan bisa
dimasukkan ke takakura atau lubang biopori jadi ga ada sisa..sampah
anorganik yang masih bisa dimanfaatkan dipisahkan, sisanya dibuang
(atau bisa semua dimanfaatkan?) dan sampah organik dijadikan kompos di
keranjang takakura atau dimasukkan ke lubang biopori, sisa makanan
berarti dibuang ( atau dikasih kucing hehehe )...

Mohon pencerahannya..

lisa ellora

unread,
Apr 7, 2010, 12:43:38 AM4/7/10
to greenli...@googlegroups.com
Dear All,


pls adv how to quit from this groups.thanks


From: "Yodi (;)" <buburaya...@yahoo.com>
To: greenli...@googlegroups.com
Sent: Tue, April 6, 2010 9:03:20 AM
Subject: Bls: [greenlifestyle] Keranjang Takakura VS Lubang Biopori

rully wijayakusuma

unread,
Apr 7, 2010, 4:45:57 AM4/7/10
to greenli...@googlegroups.com
ada dibawah mbak, send email to greenlifestyl...@googlegroups.com



Salam,
RULLY WIJAYAKUSUMA

0815 710 8524


--- On Wed, 4/7/10, lisa ellora <lisae...@yahoo.com> wrote:

maryanto

unread,
Apr 7, 2010, 11:59:30 PM4/7/10
to GreenLifestyle
Ikutan sumbang saran , pendapat saya Takakura VS Biopori ;
1. Takakura adalah sarana/alat untuk mengelola organik agar tidak
menjadi masalah, dimana efek sampingnya adalah kompos. Pengolaan
organik di takakura perlu "perlakuan" (Oksigen & kelembaban)dari kita
agar organik di dalamnya menjadi terurai (menjadi kompos)sehingga
kategori seperti ini masuk ke dalam pengomposan aktif.

2. Biopori seperti yang disampaikan Mas Yogi, berguna menjaga
porositas tanah untuk penyerapan air.adapun organik yg dimasukkan ke
dalam lobang biopori adalah pemanfaatan tambahan dari lobang yg
dihasilkan untuk biopori sehingga pengomposan seperti yang dilakukan
dg biopori ini masuk kategori pengomposan pasif.

Demikian sumbang saran dari saya, terimakasih.


Maryanto
Program Officer
Dana Mitra Lingkungan
0811873227


On Apr 6, 7:39 pm, aulia reksoatmodjo <aulia_k...@yahoo.com> wrote:
> Untuk di Jkarta biopori sebagai komposter tidak sangat disarankan kecuali dilakukan oleh orang2 yang rajin, karena lubang biopori yang di"sumpel" sampah organik tetap harus di o;ah setiap beberapa hari atau perminggu tetap harus di balik, karena orang jakarta maunya cuman nyumpel tanpa maintance lebih baik lubang bioporinya difungsikan hanya sebagai alat untuk memperbaiki struktur/kondisi tanah, itupun tidak bisa dilakukan di Jakarta yang dekat pesisir,atau yang terkena intruisi air laut.
>
> Salam
>
> Aulia[Aulija] Esti Widjiasih Reksoatmodjo
> Systainability and Environmental Education Trainer
> KPAi - Komunikasi, Peduli Alam Indonesia
> Yayasan Skygers Indonesia co. Skygers SpanSet Office
> Jl. Raya Warung Buncit No. 2B Jakarta Selatan 12470
> Telepon Kantor: 021-7975468
> HP: 081213130153

> Email: aulia_k...@yahoo.com
>
> --- On Tue, 4/6/10, Yodi (;) <buburayampakep...@yahoo.com> wrote:


>
> From: Yodi (;) <buburayampakep...@yahoo.com>
> Subject: Bls: [greenlifestyle] Keranjang Takakura VS Lubang Biopori
> To: greenli...@googlegroups.com
> Date: Tuesday, April 6, 2010, 9:03 AM
>
> Kalau biopori, selain untuk komposting juga berguna menjaga porositas tanah untuk penyerapan air. Kalau takakura, hanya untuk produksi kompos. Kalau tujuannya kompos, sama-sama aja sih. Untuk komposting, saya lebih suka caranya pak Djamaludin. Lebih mudah dikontrol.
>
> Yodi
>

> --- Pada Sen, 5/4/10, ogi <yogi...@gmail.com> menulis:


>
> Dari: ogi <yogi...@gmail.com>
> Judul: [greenlifestyle] Keranjang Takakura VS Lubang Biopori
> Kepada: "GreenLifestyle" <greenli...@googlegroups.com>
> Tanggal: Senin, 5 April, 2010, 5:39 PM
>
> Dear All,
>
> Baru 2 minggu lalu saya belajar ke kebun karinda mengenai keranjang
> takakura, kemudian saya menemukan info mengenai lubang biopori
> ( hehehe, baru tau ni mengenai keduanya, maklum newbie)..ada hal yang
> ingin saya tanyakan, mudah2an para senior sudi membagikan ilmunya..
>
> 1. Apakah Penggunaan keranjang takakura dan lubang biopori fungsinya
> tidak bertabrakan? mengingat keduanya sama2 sebagai pembuat kompos dan
> bila sudah membuat lubang biopori apakah keranjang takakuranya ga
> mubazir?
>
> 2. Pada waktu pelatihan keranjang takakura, seingat saya Bapak
> Djamaluddin memberitahukan agar sampah dapur yang mudah busuk seperti
> tulang ikan, ayam, nasi basi dll tidak dimasukkan ke dalam keranjang
> agar tidak mengundang lalat dan tikus, apakah hal ini berlaku juga
> untuk lubang biopori...
>
> Demikian pertanyaan saya, mohon pencerahannya...
>
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
> To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
> To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyl...@googlegroups.com

> For more options, visit this group athttp://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id


>
> To unsubscribe, reply using "remove me" as the subject.
>

Endah Karyani

unread,
Apr 8, 2010, 3:33:21 AM4/8/10
to greenli...@googlegroups.com
Untuk sisa makanan yang gak bisa dimasukkan dalam takakura bisa
dimasukkan dalam komposter anaerob, seperti yang sudah dipraktekkan oleh
Pak Sobirin di bandung (http://clearwaste.blogspot.com). Jangankan
tulang ikan atau tulang ayam yang memang tidak disarankan masuk ke
takakura, bangkai tikus atau bangkai ayampun silahkan kalo mau
dimasukkan ke komposter anaerob ini. Pokoke segala sampah organik bisa
dilalap habis olehnya.

Semoga membantu
Endah

husin yusuf

unread,
Apr 9, 2010, 9:17:16 AM4/9/10
to greenli...@googlegroups.com
Mbak Endah,        boleh tahu alamat atawa notel, hp ataupun email Pak Sobirin di Bandung. Mungkin kapan2 ke Bdg ingin singgah ke beliau kalau berkenan. Salam hijau wss



From: Endah Karyani <iso1...@ssi.sharp-world.com>
To: greenli...@googlegroups.com
Sent: Thu, April 8, 2010 2:33:21 AM
Subject: Re: Bls: [greenlifestyle] Keranjang Takakura VS Lubang Biopori

ogi

unread,
Apr 9, 2010, 8:15:17 PM4/9/10
to GreenLifestyle
Terima Kasih infonya mbak endah, saya sudah ke TKP tapi blm baca lbh
lanjut...tetapi sepertinya komposter anaerob lebih menjanjikan
daripada lubang biopori dalam hal memakan sampah (harusnya orang IPB
juga meneliti komposter anaerob, jangan hanya lubang biopori
hehehe)..jangan2 judulnya harusnya diganti, komposter anaerob vs
lubang biopori hehehe...

Untuk komposter saya berkesimpulan sebagai pemula, saya akan coba
menggunakan keranjang takakura, karena ukurannya lebih kecil, gampang
dikontrol dan lebih enak memasukkan sampah organiknya kalau dari
dapur, yah paling harus motong kecil2 dulu yg agak repot (hari ini
beli ahhh, masih ada stock ga yah pak djamal hehehe)

Untuk sampah organik yang tidak dapat di tackle keranjang takakura,
masih bingung ni mo pake lubang biopori atau komposter anaerob, kalau
biopori infonya banyak, kalau komposter anaerob, ada yg bilang bau,
ada ga yang pernah nyoba??? atau pak sobirin anggota milis ini jadi
bisa jelasin ( hehehe, ngarep)..

Mohon pencerahannya..

husin yusuf

unread,
Apr 9, 2010, 11:57:21 PM4/9/10
to greenli...@googlegroups.com, Saung Kagura, yog...@gmail.com
Kami pernah kirim email dan gambar2 aplikasinya, apa keterima. Soal bau bisa diatasi dengan berbagai cara, baik dengan memberikan sejenis aktivator spt EM4, Bioscha dsb. Tapi kami mencobanya dengan bahan alami seperti kopi, kapur sirih dan campuran air beras plus gula aren, dengan tujuan menggampangkan petani di desa membuat pupuk cair maupun padat secara mandiri.
Pendekatan cobaan kami lebih kearah analog aproah ketimbang reasearch scientific aproach. Namanya coba-coba begitu,  Salam hijau



From: ogi <yog...@gmail.com>
To: GreenLifestyle <greenli...@googlegroups.com>
Sent: Fri, April 9, 2010 7:15:17 PM
Subject: Re: Bls: [greenlifestyle] Keranjang Takakura VS Lubang Biopori

Endah Karyani

unread,
Apr 11, 2010, 11:16:57 PM4/11/10
to greenli...@googlegroups.com
Pak Husin,
maaf sebelumnya. Saya sendiri belum pernah berkunjung ke tempat beliau, hanya sering singgah ke blog-nya. Dari blog beliau banyak sekali ilmu tentang kompos-mengompos yang di-share. Berikut emailnya: sobirin...@gmail.com dan alamat di Bandung  Bandung, Jl. Alfa No. 92 Cigadung II. Soal kunjungan kayaknya beliau sangat welcome. Seperti yang pernah beliau ceritakan bahwa keluarga Titi DJ juga pernah berkunjung ke tempat beliau, lengkap bersama suami dan seluruh anak-anaknya untuk belajar komposting ini.

Salam hijau
Endah
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages