World's Greenest Homes: Hong Kong Space Saver

9 views
Skip to first unread message

Nara Wisesa

unread,
Mar 16, 2010, 8:19:17 AM3/16/10
to suppor...@yahoogroups.com, greenli...@googlegroups.com

Bisa diterapkan di apartemen, rumah susun atau rumah-rumah kecil di Jakarta nggak ya :)

http://planetgreen.discovery.com/videos/worlds-greenest-homes-hong-kong-space-saver.html

World's Greenest Homes: Hong Kong Space Saver

Squeezed into an over-crowded Hong Kong where space is a luxury, this ultra hip 330 square foot apartment features a futuristic sliding wall system that creates up to 24 different room combinations.




galih aristo

unread,
Mar 17, 2010, 4:58:05 AM3/17/10
to greenli...@googlegroups.com

Bantu sebarkan kampanye EARTH HOUR 2010 INDONESIA ini bagaikan api semangat yg membakar rumput yg kering kerontang!! :) buktikan pada dunia, kalo kau sendiri peduli, dan bisa menjadi "Agen Perubahan!"


UBAH DUNIA DALAM 1 JAM! matikan lampu dalam 1 jam!
Sabtu, 27 maret 2010 pukul 20.30-21.30 (waktu setempat)



untuk sign up, download materi kampanye, dan info lebih lanjut klik:
http://www.earthhou r.wwf.or. id/

follow twitter:
@EHindonesia


jangan lupa nonton official videonya:

http://www.youtube. com/watch? v=jAUlna1IHAQ




Bersenang-senang di Yahoo! Messenger dengan semua teman
Tambahkan mereka dari email atau jaringan sosial Anda sekarang!

Roga Bara Hari

unread,
Mar 25, 2010, 5:33:13 AM3/25/10
to greenli...@googlegroups.com
Saya tak mau terlibat dalam kampanye hemat energi yang dibiayai oleh
perusahaan-perusahaan jahat penyebab perubahan iklim.

Apa ini yang namanya Green Washing?

WWF, mana klarifikasinya?
Atau memang sudah jadi kebiasaan WWF bekerja sama dengan
perusahaan-perusahaan jahat perusak lingkungan?


Earth Hour, corporate sponsors and burning planets
March 15th, 2010
A Green Left editorial

“Earth Hour” will be held around the world on March 27. The event is
organised by the World Wildlife Fund (WWF) and involves participants
switching off their lights for the hour as a symbolic declaration of
support for environmental action.

The Earth Hour website is sponsored by, among others, Woolworths
Limited, the giant supermarket and retail corporation. With the amount
of waste and pollution associated with the retail industry in
frivolous consumption, built-in obsolescence and so on, this would
seem an odd choice for sponsor.

WWF has a shocking record for quite uncritically accepting sponsorship
from polluting industries. Back in 2002, Counterpunch co-editor
Jeffrey St. Clair exposed WWF’s links with logging corporation
Weyerhaeuser, writing on Dissidentvoice.org that WWF “rakes in
millions from corporations, including Alcoa, Citigroup, the Bank of
America, Kodak, J.P. Morgan, the Bank of Tokyo, Philip Morris, Waste
Management and DuPont”.

In November 2009, more than 80 environmental organisations from 31
countries signed a letter attacking WWF’s founding role in the
“Roundtable on Sustainable Palm Oil”. The letter said: “WWF’s
involvement is being used by agrofuel companies to justify building
more refineries and more palm oil power stations in Europe.”

The palm oil industry is a leading cause of destruction of tropical rainforests.
Currently, WWF is one of the key “environment” organisations in
Australia promoting “clean coal”. This hypothetical technology is the
main prop in the Australian coal industry’s smoke-and-mirrors trickery
to keep the public off its back.

Clearly, WWF is a willing aide to corporate polluters who want to be
seen to be cleaning up their act. How much does the environment get
back? Whatever WWF ekes out for payment in its bargaining with the
devil, it isn’t working for the environment.

The Earth Hour website includes a link to a calculator where visitors
can work out their own personal carbon footprint. If you follow links
for what you can do after the event to “make Earth Hour every hour”
you will be directed toward various governmental awareness raising
schemes and green power providers.

If the event simply raised people’s awareness a little, it would be
better than nothing. But sometimes “not enough” is worse than nothing:
it’s a false hope. The direct links to our climate-criminal
government, as much as any donations from polluting corporations, are
like telling people to go back to sleep, not to get up, when the house
is burning down.

Although individuals will gain positive feelings from participating in
Earth Hour, climate activists have to channel popular concern about
climate change into rebellion, not tokenism. Or our whole planet will
burn down around us.
Pada tanggal 17/03/10, galih aristo <galih...@yahoo.com> menulis:


>
> Bantu sebarkan kampanye EARTH HOUR 2010 INDONESIA
> ini bagaikan api semangat yg membakar rumput yg kering kerontang!! :)
> buktikan pada dunia, kalo kau sendiri peduli, dan bisa menjadi "Agen
> Perubahan!"
>
>
> UBAH DUNIA DALAM 1 JAM! matikan lampu dalam 1 jam!
> Sabtu, 27 maret 2010 pukul 20.30-21.30 (waktu setempat)
>
>
> untuk sign up, download materi kampanye, dan info lebih
> lanjut klik:
> http://www.earthhou r.wwf.or. id/
>
> follow twitter:
> @EHindonesia
>
> jangan lupa nonton official videonya:
> http://www.youtube. com/watch? v=jAUlna1IHAQ
>
>
>
>

> Berselancar lebih cepat. Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk
> Yahoo! otomatis membuka 2 halaman favorit Anda setiap kali Anda membuka
> browser. Dapatkan IE8 di sini!
> http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer
>
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups
> "GreenLifestyle" group - Share this email!
> To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
> To unsubscribe from this group, send email to
> greenlifestyl...@googlegroups.com
> For more options, visit this group at
> http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id

Adimas Baskoro

unread,
Mar 26, 2010, 1:39:33 AM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Sekarang apa yang anda bisa lakukan?

WWF hanyalah sebuah NGO yang bertindak sebagai penyalur dan pelaksana.
Ya masa iya anda mau menolak kerjasama yang sebetulnya dapat help the cause?

See things in the big picture, Roga.

Sincerely,

Adimas Baskoro

> To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyle+unsubscribegooglegroups.com or reply to this email with the words "REMOVE ME" as the subject.

Roga Bara Hari

unread,
Mar 26, 2010, 1:58:59 AM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Dimas

Ini dia yang lucu, apa bedanya menjadi penyalur uang dari para
perusahaan penyebab perubahan iklim dengan perusahaaan itu sendiri.

Artinya kampanye Earth Hour ini tidah lebih dari ajang cuci dosanya
para perusahaan penyebab perubahan iklim, dan lucunya ini didukung
WWF.

Tapi kalo ditelisik lebih jauh, bukan hal yang baru bagi WWF untuk
bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan penyebab perubahan iklim.

Contohnya, WWF pernah bekerja sama dengan Sinar Mas dalam konferensi
kelapa sawit bulan lalu di Bali, sementara hampir seluruh lembaga
lingkungan lain menentang perilaku Sinar Mas dalam merusak hutan
Indonesia.

Apa yang bisa saya lakukan, setidaknya tidak jadi bagian dari Kampanye
Earth Hour ini, kampanye cuci dosa para perusahaan penyebab perubahan
iklim.

2010/3/26, Roga Bara Hari <bara...@gmail.com>:
> 2010/3/26, Adimas Baskoro <adimas...@gmail.com>:

febri...@yahoo.co.id

unread,
Mar 26, 2010, 2:20:21 AM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Bung Bara yang terhormat,

Mungkin hal ini bisa disamakan dengan proses CDM walaupun CDM sedikit lebih kompleks
Dan para pembeli karbon dalam CDM itu juga termasuk negara atau industri yang merusak lingkungan dengan asap industri ataupun kegiatan yang lainnya.
Mungkin Bung Bara bisa memahami apa yang dilakukan oleh WWF ini
Salam
Febri
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Adimas Baskoro

unread,
Mar 26, 2010, 3:01:19 AM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Bung Bara,

Bisa dikatakan benar kalau acara Earth Hour ini jadi salah satu "alat" cuci dosa WWF.

tp apakah anda mengetahui soal CSR [Corporate Social Responsibility]?
sebuah peraturan untuk perusahaan agar melakukan aksi charity atau membantu society, biasanya bersifat wajib.
seperti yang anda katakan soal Sinar Mas, itu adalah salah satu bentuk dari CSR mereka.
Even though they being such a hypocrite while they are actually cutting down the trees.

Apakah anda mengetahui banyak fakta yang ada sebelum anda berkomentar begitu saja?

Lagi pula, apa salahnya, mematikan lampu dalam sejam?

Soal anda tidak mau ikut, itu urusan anda. So be it.
Tapi jangan sampai menjadi sebuah catalyst untuk orang lain hingga tidak ikut yang sebetulnya ingin help the cause.
Capiche?

Sincerely,

Adimas Baskoro

Roga Bara Hari

unread,
Mar 26, 2010, 3:47:20 AM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Bung Adimas,

Hmmm..

Tolong jelaskan pada saya perbedaan CSR dengan Greenwash?

Anda pura-pura lugu atau lugu beneran, Bung Dimas, sudah jadi
pengetahuan umum bahwa CSR yang disalurkan oleh perusahaan-perusahaan
perusak lingkungan adalah bagian dari upaya cuci dosa mereka.

Seperti yang dilakukan oleh perusahaan sponsor kampanye earth hour
ini, dan bantuan-bantuan Sinar Mas pada berbagai lembaga pendidikan.
dan CSR yang mereka salurkan ini jauh sekali dari kerusakan besar yang
mereka lakukan terhadap bumi kita ini.

Soal Fakta, tentu saja sekarang menemukan fakta bahwa Sinar Mas adalah
penyebag pengrusakan hutan nomor satu di Indonesia adalah hal yang
mudah sekali.
Hampir setiap hari ada berita tentang aktivitas pengrusakan lingkungan
yang dilakukan SInar Mas.

Hemat Energi tentu hal yang baik sekali, saya akan jadi orang pertama
yang mendukung ini, tapi tentu saja jangan sampai kampanye hemat
energi yang kita lakukan justeru ditungangi oleh biang-biang pengrusak
bumi.

Saya tak pernah mengajak anda untuk tak ikut Earth Hour, silakan berpartisipasi.
Tanpa ada kampanye Earth Hour-pun.
Saya yang tinggal di Sumatera ini, hampir setiap hari mengalami
pemadaman listrik (Bukan sekedar mati lampu), dan pemadalam listrik
itu bukan cuma satu jam sehari, tapi bisa lebih dari 10 jam sehari.
Sementara agak sedikit ke pedalaman, terdapat komplek perumahan mewah
karyawan Sinar Mas yang tampak selalu terang benderang, tak
terpengaruh oleh krisis listrik yang kami alami.

Jadi buat saya, untuk apa ikut Earth Hour, yang jelas-jelas didanai
oleh perusahaan-perusahaan pengrusak lingkungan.

Kalau anda mau ikut, ya terserah anda.

2010/3/26, Adimas Baskoro <adimas...@gmail.com>:

Badoet

unread,
Mar 26, 2010, 4:07:05 AM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Aku setuju dengan bung bara

Organisasi lingkungan yang lain memerangi pengrusakan hutan alam yang dilakukan sinarmas, wwf malah menjalin kerjasama dengan penjahat iklim paling jahat diseantero dunia, kata2 yang pas untuk WWF adalah Oportunis sejati (NGO Seolah-olah).


Salam Hangat,

Badoet

maizir

unread,
Mar 26, 2010, 4:22:25 AM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Dear bung bara...
saya rasa anda terlalu arogan disini...karena anda terlalu sibuk dengan menyalahkan kegiatan2 yg dilakukan oleh orang lain tanpa memberikan solusi yang visible ( dapat dilakukan )..saya merasa apa yg dilakukan oleh wwf ckp smart, setidaknya dia berusaha untuk "memprovokasi" banyak orang dengan cara yg santun dengan memanffaatkan dana musuh.. Sedangkan dana darri kawan nya benar2 digunakan untuk rehabilitasi dll..
Jadi menurt saya yg paling benar itu adalah jalankan aksi yg menurut kita benar tanpa menyalahkan apa yg dilakukan oleh orang lain..

Cheers...
Sent from my BlackBerry® smartphone powered by MIGHTY Ziro'

Deepak D. G.

unread,
Mar 26, 2010, 9:59:24 AM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Sdr Adimas,

Menurut saya ini adalah permasalahan utamanya.

Program Charity yang diberi nama sangat bagus seperti CSR tidak lebih
hanya lip service saja.
Program Charity tidak pernah dilakukan untuk people empowerment dan
bahkan charity program akan melemahkan daya juang masyarakat.
(istilahnya adalah Green Wash)

Menurut anda dengan mengikuti program Earthhour, anda telah melakukan
sesuatu dan tidak memiliki kemungkinan bahwa dengan dilihatnya program
WWF ini berhasil maka banyak korporasi akan mengeluarkan uang lebih
besar lagi untuk disumbangkan kepada WWF.

Sumbangan yang lebih besar ini juga dijadikan oleh mereka untuk
pembenaran tindakan pencemaran mereka dan membuat reputasi seolah olah
mereka adalah perusahaan ramah lingkungan.

Coba tolong dilihat lagi filosofi dasar tentang bagusnya CSR ini yang
menurut saya tidak lebih dari charity saja dan merusak.

Rahayu,
Deepak

Deepak D. G.

unread,
Mar 26, 2010, 9:43:53 AM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Anda bisa bergabung di World Silent Day.

Di : http://www.worldsilentday.org

Murni NGO dan lokal Indonesia dan tidak didukung oleh korporasi.

WWF adalah NGO asing, yang mana dananya adalah dari korporasi yang
merusak lingkungan, ketulusannya dipertanyakan.

Untuk mas Roga Bara Hari, anda benar, kemungkinan WWF tulus adalah
sangat kecil.

Rahayu,
Deepak

Deepak D. G.

unread,
Mar 26, 2010, 9:47:26 AM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Sdr Febri,

Kalau CDM menurut saya berarti, sederhananya adalah:
CDM adalah berarti saya (negara maju) punya uang dan saya bayar saja
kesalahan saya dalam merusak lingkungan dan saya akan terus melakukannya.

Rahayu,
Deepak

Deepak D. G.

unread,
Mar 26, 2010, 10:06:32 AM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Sdr. Maizir,

Maaf, saya ikut nimbrung.....

Saya rasa disini bukan masalah arogan atau tidak...
Apakah sdr. Maizir pernah terlibat dengan CSR program dari berbagai
perusahaan di Indonesia dan menanyakan kepada mereka apakah variable
keberhasilan dari program CSR tsb???
Saya pernah terlibat dalam CSR salah satu BUMN di Indonesia dan saya
tanyakan variable keberhasilan CSR tsb dan jawabannya adalah: Ini
sekedar event saja....pak....

Anda juga jangan menutup mata bahwa mensupport mereka adalah juga
mensupport mereka dibalik CSR nya yaitu mencemari lebih besar.

Solusi lain sangat banyak .... silahkan dikunjungi:
http://www.worldsilentday.org

Rahayu,
Deepak

Paulus Mintarga

unread,
Mar 26, 2010, 10:42:34 AM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
dear bung Bara,

saya ikut bersimpati ,saya pernah melihat film di metro tv sdh agak lama,ttg dampak kerusakan ekosistem yg begitu 'dahsyat' akibat pembabatan hutan yg dirubah jadi kebun kelapa sawit,andai mereka(pohon dan binatang) yg tergusur dan terancam 'punah'(yg jumlahnya mungkin ribuan) bisa berteriak dan menulis,pasti mereka setuju dng anda ttg betapa 'rakus dan kejam' nya kekuatan industri ini,dan lebih ironi ketika mereka punya itikad untuk  'membeli pembenaran' dng program CSR yg hanya seper sekian permil dari 'keuntungannya',kalau anda menyaksikan semua ini di depan 'halaman' rumah anda,
maka 'arogansi' anda dimaklumi,

salam,


From: maizir <mai...@yahoo.com>
To: greenli...@googlegroups.com
Sent: Fri, March 26, 2010 3:22:25 PM

maizir

unread,
Mar 26, 2010, 10:53:45 AM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
¤he¤he¤he¤ ... So arogansi dilawan arogansi kira2 apa ya hasilnya?
Apa mungkin layaknya matematika minu x minus = positif

Cheers..

Sent from my BlackBerry® smartphone powered by MIGHTY Ziro'


From: Paulus Mintarga <paulus_...@yahoo.com>
Date: Fri, 26 Mar 2010 07:42:34 -0700 (PDT)

slimstyl...@yahoo.com

unread,
Mar 26, 2010, 12:17:58 PM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Segala sesuatu tergantung niatnya..
Gitu aja kok repot..

Kalo niatnya ngebantu prusahaan yg rusak lingkungan ya jangan,
Kalo niatnya untuk menyelamatkan lingkungan ya lakukan..

Don't ever judge and think u are better, because what u are thinking now COULD BE wrong..

Salam,
Dhika



If u wanna make a world a better place, take a look at urself & make the change!
Please Reduce-Reuse-Recycle..


From: "maizir" <mai...@yahoo.com>
Date: Fri, 26 Mar 2010 14:53:45 +0000

maizir

unread,
Mar 26, 2010, 11:59:50 AM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Setujuuuuuuuuuu..........

mari kita buat tidak repot bersama sama..

Sent from my BlackBerry® smartphone powered by MIGHTY Ziro'


Date: Fri, 26 Mar 2010 16:17:58 +0000

maizir

unread,
Mar 26, 2010, 10:50:48 AM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Dear mr.depak..
Terima kasih atas pencerahannya.. Jujur saya pribadi tidak pernah melakukan research apakahh program csr dari korporasi2 itu berhasil atau tidak..dan saya yakin orang yang anda tanya dari BUMN yg menjawab "Ini
sekedar event saja....pak...." Tidak melakukan evaluasi.. Karena terlihat dari jawabannya yg amat sangat dangkal..
Akan tetapi saya yakin apapun kegiatan yg berniat untuk melakukan perbaikan terhadap lingkungan pasti ada dampak baik nya..apabila sampai kepada kesimpulan seharusnya bisa lebih baik atau tiidak itu hanya masalah sudut pandang dan perhitungan saja.. Dan saya amat sangat menghargai perbedaan, karena dengan adanya variasi pandangan tsb orang awam seperti saya yg mencoba untuk berpartisipasi bisa memilih apa yang kira2 yg bisa dan pas untuk saya..akan tetapi saya sangat menyayangkan apabila terjadi proses menghakimi kegiatan orang lain itu salah atau benar..karena itu sangat arogan menurut saya, karena saya yakin tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang paling benar...dan apabila manusia sudah mencapai level dia adalah yg paling benar, maka tidak perluu global warming untuk ngancurìn bumi ini..sifat itu pun cukup untuk membuat hancur planet ini..
Intinya presentasikan lah opsi2 kegiatan2 yg menurut anda benar dan biarkan individu2 nya sendiri yg memlilih apa yg akan mereka ikuti karena toh kita manusia,berhak untuk memilih.. Gitu loh bos...¤he¤he¤he¤

Deepak D. G.

unread,
Mar 26, 2010, 9:01:06 PM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Mas Maizir,

Orang yang saya tanya adalah marketing manager sebuah BUMN untuk sebuah
provinsi di indonesia.

Baik dan buruk selalu ada dua muka dan ini tentu seperti yg anda katakan
tergantung sudut pandang. Bagi saya perusahaan korporasi besar dengan
CSR nya tidak lebih adalah green washing dan kalau kita support berarti
kita membeli lip sevice mereka.

Maaf, yang menurut anda menghakimi adalah juga sudut pandang. Sederhana
saja banyak korporasi melakukan CSR tidak lebih dari green washing dan
sebaiknya tidak diikuti karena itu menjadi pembenaran tindakan mereka,
seperti halnya program CDM

Opsinya sudah saya tulis sebelumnya dalam millist ini:
1. Salah satunya adalah : http://www.worldsilentday.org

2. Opsi lain lakukan sesuatu dengan kapasitas sendiri atau kelompok
Masih banyak opsi lain yang bisa dipikirkan tapi fondasinya adalah self
empowerment.

Paulus Mintarga

unread,
Mar 26, 2010, 9:55:04 PM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
teman,

saya pernah belajar satu hal dari 'bali' ,yaitu 'nyepi' ,bersama teman kita ke bali memang dng 'niat' untuk ikut nyepi,
mungkin boleh dicoba unt teman yg belum sempat,pengalaman yg sungguh 'luar biasa' ,ini local genius unt segalanya termasuk lingkungan,
mereka 'berhenti' selama 24 jam total,tanpa ada lampu dan kegiatan boros energi lainnya,mereka melakukan sdh sejak lama sekali,
tdk pernah "promosi' ataupun 'jualan image' ,ini adalah budaya anak negeri yg kebetulan tidak ada kepentingan korporasi yg 'besar'
sehingga tidak ada 'lips service' karena tidak ada kepentingan 'jualan' ataupun 'cuci-mencuci',
memang sdh kenyataan,korporasi/kapitalisasi besar cenderung nge drive  trend dan lifestyle searah dng 'kepentingannya sendiri',
karena ada kepentingan dan biaya, earth hour 'dijadikan' lifestyle baru .tdk perlu pro atau kontra,
tapi baik unt 'renungan' :)

salam,


From: Deepak D. G. <ghin...@gmail.com>
To: greenli...@googlegroups.com
Sent: Sat, March 27, 2010 8:01:06 AM

Santalum Album

unread,
Mar 26, 2010, 7:49:54 PM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Saya pikir inilah comment yang paling "PAS"!, Formalnya dengan ikutan program ini sepertinya mendukung WWF, tapi "de facto" nya kita sudah mengurangi salah satu penyebab "Global Warming" bukan?.

Klo saya ga bersuara mendukung tapi saya melakukan dengan diam-diam, bukankah hasilnya akan sama!!

Dalam beberapa hal, saya sepakat dengan Bung Bara maupun Pak Deepak, namun mengingat adanya keterbatasan waktu, adalah kurang tepat untuk mempersoalkan dukung-mendukung. Saya lebih cenderung melakukannya secara diam-diam, hal-hal apapun yang bisa mengurangi faktor-faktor penyebab Global Warming (sekalipun saya tahu bahwa hal-hal tersebut kontribusinya kecil bagi penyebab Global Warming) akan saya lakukan.

Namun sekiranya Bung Bara masih merasa kurang pas, saya anjurkan agar dapat melakukan tindakan personal "Be Vegetarian, Go Green & Save the Planet". Sebagaimana kita ketahui bahwa "Peternakan" adalah kontributor terbesar (menurut FAO ..= 51%; sementara kami meyakini angka tersebut mendekati 80%) penyebab Global Warming (bukan hanya dari Gas Methane yang dihasilkan, namun juga dari perusakan hutan yang dialih fungsikan sebagai lahan pertanian bagi bahan pakan ternak .................. termasuk Perkebunan Sawit, juga Carbon foot print dari industri hasil peternakan, belum lagi akibat buruk bagi kesehatan bagi mereka yang mengkonsumsi daging dan susu serta telur).

Dengan bervegetarian anda tidak perlu merasa telah mendukung atau mengesahkan Perusahaan-perusahaan perusak lingkungan untuk mencuci dosa-dosa mereka; namun ada bonus bagi anda yaitu kesehatan yang baik, dan perasaan kasih yang terus tumbuh akan Bumi dan segala isinya.


Mulailah sekarang BE VEG, GO GREEN & SAVE THE PLANET.

Salam,
Gunawan Wibisono
 



From: "slimstyl...@yahoo.com" <slimstyl...@yahoo.com>
To: greenli...@googlegroups.com
Sent: Fri, March 26, 2010 11:17:58 PM

riyandi himawan

unread,
Mar 26, 2010, 9:01:19 PM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Maaf jadi pengen mbales...

Pak Dhika...bukannya statement anda juga menyatakan anda lebih baik dari yang memilih untuk 'repot'? :D

Thread ini sangat mencerahkan saya, terima kasih.

Roga Bara Hari

unread,
Mar 26, 2010, 10:21:44 PM3/26/10
to greenli...@googlegroups.com
Pada Akhirnya,

Direktur Program Iklim dan Energi WWF Indonesia sudah menjawab
mengenai bentuk2 kerjasama mereka dengan lembaga lain. Khususnyauntuk
kampanye Earth Hour
Khas jawaban yang tidak menjawab esensi pertanyaan saya dan Mba'/Bung Deepak.
Jawaban yang normatif dan mencari aman.

Direktur Program Iklim WWF ini mau bilang, tidak peduli kita kerjasama
dengan penjahat atau malaikat asal tujuannya baik, maka hasilnya akan
baik. hehehe apa mungkin kerjasama dengan dana dari penjahat,
tujuannya bisa baik?

Dia juga bilang WWF akan mempertahankan kekritisan dan independensi
lembaganya meski menerima dana dari perusahaan-perusahaan perusak
lingkungan, ini juga kalimat yang paradoks atau bahkan oksimoron.
Mana mungkin kita bisa independen jika dana untuk kegiatan kita
datangnya dari para kocek perusahaan perusak lingkungan, Dimana letak
independensi kita jika untuk kampanye penyelamatan hutan, dana
kampanye dari perusahaan pengrusak hutan seperti Sinar Mas.
Dimana letak independensi kita jika untuk kampanye hemat energi, dana
kampanye kita datangnya dari perusahaan-perusahaan yang paling boros
dalam energi fosil?

hmmmmm..


Pada tanggal 27/03/10, Paulus Mintarga <paulus_...@yahoo.com> menulis:

Deepak D. G.

unread,
Mar 27, 2010, 2:26:31 AM3/27/10
to greenli...@googlegroups.com
Bung Roga,

Saya laki laki.....

Saya sepakat dng anda tentang korporasi....

Mengenai cara menjawab, filosofinya adalah begini: Kalau jawaban yang
diberikan bahwa yang penting tujuannya adalah baik maka mau bekerja sama
dengan siapa saja. Menurut saya ini adalah pangkal masalahnya dan setiap
waktu akan muncul jawaban yang sekenanya saja...

Ini sedikit filosofis: Yang namanya tujuan adalah tidak real dan yang
real adalah proses. Jadi kalau mau tujuan baik maka prosesnya harus baik....
Kalau semua hanya bicara tujuan maka setiap saat akan muncul cara cara
yang seenaknya saja dan jadinya ya green washing... & lips service saja...


Saya pribadi sudah selesai dengan topik ini....

Silahkan buat program yang sifatnya:
Self empowerment atau grup empowerment

Silahkan juga kunjungi: http://www.worldsilentday.org

Deepak

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages