Pilih buku atau IPAD?

66 views
Skip to first unread message

armely meiviana

unread,
Sep 30, 2011, 2:02:36 AM9/30/11
to greenlifestyle
Kawan2 GL,

Di bawah ini ada hitung2an menarik utk perbandingan emisi menggunakan IPad & Buku. saya salin dari sebuah catatan di facebook (tentu saja sdh seijin yg punya :-) )

nah, pengen tahu...apa pendapat kawan2 di milis tentang pendapat di bawah ini? :-)


HOW CLIMATE FRIENDLY IS IPAD: READING 100 BOOKS WITH IPAD VS ON PAPER?

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150286641601314

In response (or should I say in defense - since I own an ipad) to the twitter question on "emission from reading 100 books with ipad versus on paper", I tried to do a calculation with assumption using data taken from web research (sources are listed at the end of the note).  

My conclusion is, emission from reading 100 printed books=5.5 times of reading with ipad (assuming a book is read only once and Ipad can only be used for reading 100 books), with details:

  - Emission of reading 100 books in ipad is 1.49 kg CO2e (from electricity) and 91 kg CO2e (from production)
  - Emission of reading 100 printed books is 326.4 kg CO2e (from deforestation) and 182.52 kg CO2e (production process)

Please see the calculation below

A. CARBON EMISSION FROM READING 100 BOOKS ON IPAD

- Carbon Emission to Read 100 books on Ipad (From Electricity Use): 1.49 kg CO2e

- Time Needed to Read 100 books: 40,000 minutes (see calculation below)

- Average reading speed: 300wpm[1]; Average word per page: 400words[2]

- Assuming one book is 300 pages, then the time needed to read 100 books:
(100 books x 300 pages x 400 words)/300wpm  = 40,000 minutes

- Energy needed to read 100 books: 1.667 kwh (see calculation below)
Ipad uses 25 watt-hour lithium battery and Apple claims that it lasts up to 10 hours; Therefore, the energy use per one hours is 2.5 watt[3]

- Energy needed to read 100 books (which approximately done in 40,000 minutes) is:
(40,000 minutes/60 minutes) x 2.5 watt  x 0.001 kwh = 1.667 kwh

- Emission conversion factor for Indonesia: 0.891kgCO2e/kwh[4]

- Carbon emission of energy use for Ipad to read 100 books:
1.667 kwh x 0.891 kgCO2e/kwh = 1.49 kg CO2e

- Carbon Emission Of Ipad (From Production, Transport & Recycling): 91 kg CO2e

- Apple’s Ipad environmental report stated that the consumer use is 30% of total Ipad’s emission of 130 kgCO2e – which means the total emission of Ipad from production, transport and recycling is:

70% x 130kgCO2e = 91 kgCO2e

B.  CARBON EMISSION OF DEFORESTATION AND THE PRODUCTION OF 100 BOOKS

- Emission Of 100 Books (From Deforestation): 326.4 kg CO2e

- Assuming one book is 300 pages, then 100 books is 30,000 pages = 60 ream

- Since 1 ream = 12 pounds of CO2[5] ~ 5.44 kg CO2e[6]; then emission of 60 ream of pages is:
60 ream x 5.44 kg CO2e/ream =  326.4 kg CO2e

- Emission Of 100 Books (From Paper Production) : 182.52 kg CO2e
Weight of 100 books (equals to 60 ream of papers) =
60 ream x 2.6 kg/ream[7] = 156 kg

- Emission per ton paper produced according to Heinz study is 1.17 t CO2e; Thus, the emission of 156 kg of books is:

156 kg x 1.17 kgCO2e/kg paper = 182.52 kg CO2e


Sources:

[1] http://www.free-speed-reading.com/articles/what-is-the-average-reading-speed-of-americans
[2] http://www.writersservices.com/wps/p_word_count.htm
[3] http://darrenyates.com.au/2010/04/qa-whats-the-ipads-power-consumption/1718
[4] Surat Menteri ESDM no 3783/21/600.5/2008
[5] http://www.greenpdf.com/graphics/TheGreenPDFRevolution.pdf
[6] http://www.convertunits.com/from/lb/to/kg
[7] http://www.epa.vic.gov.au/climate-change/carbon-management/Worksheet_4-Paper.pdf


Irma Dana

unread,
Sep 30, 2011, 2:08:40 AM9/30/11
to greenli...@googlegroups.com
hehehehehe.. boleh juga niy Mel *sambil ngekepin iPad* berharga banget :))
Aku boleh share yaaa...



--
You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyl...@googlegroups.com
For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id



--
Irma Dana
http://dawala.wordpress.com [lagi belajar nulis

armely meiviana

unread,
Sep 30, 2011, 2:11:12 AM9/30/11
to greenli...@googlegroups.com
eiitss...diskusi dulu dwooong...br share :-)

kali2 ada yg punya pemikiran lain...apk teknologi satu2nya solusi mslh lingk...ato jgn2 malah lagi2 bikin mslh baru di masa depan...;-)

Catoer

unread,
Sep 30, 2011, 2:12:28 AM9/30/11
to greenli...@googlegroups.com
Kayaknya itungan gak fair buat buku. Emisi produksi buku dihitung kok ipad gak? Padahal rare earth material buka perut bumi macem segala macem kan? Harus diitung lagi...


Regards

Catoer


From: armely meiviana <amei...@gmail.com>
Date: Fri, 30 Sep 2011 13:11:12 +0700
Subject: Re: [greenlifestyle] Pilih buku atau IPAD?

griff...@gmail.com

unread,
Sep 30, 2011, 2:16:46 AM9/30/11
to greenli...@googlegroups.com
Sebetulnya, yang pingin saya ketahui, apakah energi yg diperlukan utk data server (utk penyimpanan berkas data e-books) tidak perlu dihitung, dan diperbandingkan dgn energi yg diperlukan utk gudang buku?

Bagaimana menurut teman-teman?

Salam,

r.

Powered by Telkomsel BlackBerry®


From: armely meiviana <amei...@gmail.com>
Date: Fri, 30 Sep 2011 13:02:36 +0700
To: greenlifestyle<greenli...@googlegroups.com>
Subject: [greenlifestyle] Pilih buku atau IPAD?

Irma Dana

unread,
Sep 30, 2011, 2:21:37 AM9/30/11
to greenli...@googlegroups.com
hahahahaha...
tp asli emang seru niy, yang ngitungnya pasti punya iPad tuh Mel:))
jujur aja, aku masih lebih suka baca buku yg printed, gak suka di iPad....

Bernata

unread,
Sep 30, 2011, 2:30:49 AM9/30/11
to GreenLifestyle
Betul, perbandingan yg tdk fair.
Untuk menghasilkan e-book tdk terlepas dari sumber utamanya buku itu
sendiri.
Kalo sebagai media penyimpanan sih bisa2 aja lebih hemat dan aman,
tapi untuk buku2 yg harus terjaga keotintikaanya? Ya mau tidak mau
harus ada tempat untuk buku kertas...

Go Green

Bayu Wardhana

unread,
Sep 30, 2011, 2:50:40 AM9/30/11
to greenli...@googlegroups.com
menambah cerita, 

sebenarnya hal ini juga yang aku alami soal langganan kompas. Kalau langganan koran Kompas Printed , sebulan adalah 78 rb, sedangkan kalo epaper senilai 50rb/bulan. Tadinya aku merasa lebih hemat energi dengan berlangganan epaper. Tapi kemudian aku berpikir, toh listrik di Indonesia sebagian besar masih menggunakan batubara, lalu ketika aku membaca kompas epaper, justru waktu yang kubutuhkan lebih lama daripada yang cetak. Walau aku tidak menghitung secara rinci, tetapi aku merasa sama borosnya. Jadi aku kembali berlangganan kompas cetak, dengan asumsi walau sama borosnya dalam penggunaan energi, tetapi kompas cetak memberi nafkah banyak orang (agen sampai loper, bahkan tukang loak kertas)  daripada epaper. 

Kembali ke Ipad dan buku, mesti dilihat konteks Indonesia juga. Di mana listrik masih menggunakan batubara dan koneksi internet yang belum cepat, jangan2 membaca di Ipad sama borosnya. Dan konteks Indonesia lagi, belum semua buku dapat dibaca di Ipad. Jadi ya kembali saja ke buku, sambil memberi nafkah penerbit, toko buku, sampai memberi manfaat pada perpustakaan yang kita sumbang buku2 bekas . 


salam,

bayu 

Nina Nuraisyiah

unread,
Sep 30, 2011, 3:01:27 AM9/30/11
to greenli...@googlegroups.com, greenli...@googlegroups.com
Wah, kudu beli ipad dong ya? Hehehe...

Dori


Sent from my iPadosaurus

Tezza Napitupulu

unread,
Sep 30, 2011, 5:47:13 AM9/30/11
to greenli...@googlegroups.com
Temans,

asumsi - Average reading speed: 300wpm[1]; Average word per page: 400words[2
mungkin bisa dicounter dengan tidak fokus/konsentrasinya orang dewasa ini dengan gadget (check email, check twitter, check facebook, sms), sehingga kadang udah lupa apa di baca dan bisa balik lagi ke awal bab sebelum di lanjutkan....

selain itu, ada nilai sosial juga sih dengan bertukar-tukaran buku.  kalau tuker2an buku kan bisa nyelipin surat cinta kayak di pelem2... eh ketemu jodoh "priceless" kalau kata bankciti heheheh...

eppel eve

unread,
Oct 2, 2011, 1:08:05 AM10/2/11
to greenli...@googlegroups.com

Satu hal lagi yang harus diperhitungkan adalah recycability Ipad dan seluruh komponennya...
seperti halnya juga solar cell dan energi cerdas lainnya, apakah upaya daur ulangnya dan penggantian sparepart sudah cukup ramah lingkungan??

my 2 cents,

eppel


From: "greenli...@googlegroups.com" <greenli...@googlegroups.com>
To: Penerima Intisari <greenli...@googlegroups.com>
Sent: Friday, September 30, 2011 7:50 PM
Subject: [greenlifestyle] Intisari untuk greenli...@googlegroups.com - 10 Pesan pada 1 Topik

yuyun ismawati

unread,
Oct 2, 2011, 1:25:02 AM10/2/11
to greenli...@googlegroups.com
Echoing Eppel...

Kalau mau belajar hidup hijau, jangan cuma lihat satu aspek saja (emisi GHG) tapi secara keseluruhan, life cycle dan sosial-ekonomi aspeknya.

Hampir semua emerging environmental issues, sosial dan polusi, datang dari produk elektronik dan e-waste. Mulai dari bahan baku mineralnya yang penuh conflict (di Congo, tungsteen mining yang bikin getar hp, ternyata conflict mineral hiks... Kayak blood diamond issue), produksinya (masalah paparan chemical touch screen Apple thdp karyawan pabrik sub-contractor Apple di China dan sekarang kasus kanker karyawan pabrik gadget Samsung di Taiwan), sampai habis masa pakai dan pembuangan limbah elektroniknya (dumping di China, Afrika, Indonesia juga..).

My 2 cents... ;-)

Yuyun

From: eppel eve <eppe...@yahoo.com>
Date: Sat, 1 Oct 2011 22:08:05 -0700 (PDT)
Subject: Re: [greenlifestyle] Pilih buku atau IPAD?

Melany Tedja

unread,
Oct 2, 2011, 4:03:56 AM10/2/11
to GreenLifestyle
Dear all,

Kebetulan saya membuat perhitungan diatas. Cuma mau menanggapi
beberapa komentar teman2 yang saya bagi emnjadi tiga kelompok (semoga
ga ada yang kelewatan):

1. Tidak fair kalau emisi produksi ipad dan recycling tidak dihitung

Di perhitungan tersebut, biaya produksi ipad (termasuk manufacturing,
transportasi dan recycling) sudah dihitung untuk selama masa life-
cycle ipad (3 tahun) - datanya diambil dari environmental reportnya
apple. Tentunya ini mengambil asumsi bahwa orang bisa membaca 100 buku
dalam waktu tiga tahun, dan mengambil asumsi bahwa orang hanya
menggunakan ipad untuk membaca (jadi 100%emisi produksinya dihitung).
Padahal ipad kan juga bisa digunakan untuk mencatat banyak hal (hemat
kertas), browsing internet (lebih hemat listrik dari menggunakan
laptop/pc) dan main games (lebih hemat listrik dari menggunakan
Playstation atau komputer)

2. Apakah perhitungan tersebut menggunakan konteks indonesia (listrik
dari batubara) dan internet lambat

Iya. Faktor konversi emisi yang digunakan berasal dari surat edaran
menteri - yang menghitung bauran energi di Indonesia sebagian besar
berasal dari batu bara.

Sementara kecepatan internet memang tidak dihitung karena membaca buku/
ebook tidak harus memakai koneksi internet. Tentunya ini berbeda
dengan kasus membaca majalah online yang membutuhkan koneksi internet.
Sayangnya perhitungan saya tidak sampai kesitu :)

3. Dampak lingkungan dari recycling dan dampak sosial dan ekonomi
tidak dihitung

Saya memang membatasi perhitungan ini dari segi emisi. Bukan life-
cycle analysis secara menyeluruh, karena keterbatasan waktu :) Makanya
kesimpulan sangat spesifik cuma melihat dari sudut emisi

4. Asumsi kecepatan membacanya tidak memperhitungkan penggunaan gadget
yang bisa mendistract orang

Asumsi kecepatan membaca diambil menggunakan asumsi kecepatan membaca
orang Amerika tahun 2010. Jadi sudah mempertimbangkan kondisi saat ini
yang banyak distraksi. Tapi memang asumsinya tidak menggunakan
kecepatan membaca orang indonesia, karena saya tidak bisa menemukan
datanya.Karena asumsi ini mungkin tidak akurat untuk setiap orang yang
menggunakan berbeda-beda, maka saya sertakan saja sumbernya supaya
bisa diganti sesuai kebutuhan orang

Secara kesimpulan, perhitungan ini sangat terbatas dari segi: (1)
lingkup perhitungan yang hanya terfokus pada emisi membaca buku dan
(2) penggunaan asumsi dalam cara menggunakan ipad atau buku sesuai
ketersediaan data

Jadinya perhitungan ini harus disesuaikan dengan cara penggunaan
masing-masing. Kalau memang seseorang merasa lebih lambat membaca
dengan ipad - mungkin asumsi kecepatan membacanya harus diganti.
Kalau seseorang menggunakan buku bekas, jadi dibaca lebih dari sekali,
prhitungan juga harus diganti. Dan kalau seseorang memakai ipad bukan
cuma untuk membaca, perhitungannya juga harus diganti

Terima kasih banyak untuk masukkannya, seneng deh itung-itungan iseng
ini ditanggapin :)

Salam,
Melany


On Oct 2, 12:25 pm, "yuyun ismawati" <yu...@balifokus.asia> wrote:
> Echoing Eppel...
>
> Kalau mau belajar hidup hijau, jangan cuma lihat satu aspek saja (emisi GHG) tapi secara keseluruhan, life cycle dan sosial-ekonomi aspeknya.
>
> Hampir semua emerging environmental issues, sosial dan polusi, datang dari produk elektronik dan e-waste. Mulai dari bahan baku mineralnya yang penuh conflict (di Congo, tungsteen mining yang bikin getar hp, ternyata conflict mineral hiks... Kayak blood diamond issue), produksinya (masalah paparan chemical touch screen Apple thdp karyawan pabrik sub-contractor Apple di China dan sekarang kasus kanker karyawan pabrik gadget Samsung di Taiwan), sampai habis masa pakai dan pembuangan limbah elektroniknya (dumping di China, Afrika, Indonesia juga..).
>
> My 2 cents... ;-)
>
> Yuyun
>
>
>
> -----Original Message-----
> From: eppel eve <eppel_...@yahoo.com>
>
> Sender: greenli...@googlegroups.com
> Date: Sat, 1 Oct 2011 22:08:05
> To: greenli...@googlegroups.com<greenli...@googlegroups.com>
> Reply-To: greenli...@googlegroups.com
> Subject: Re: [greenlifestyle] Pilih buku atau IPAD?
>
> Satu hal lagi yang harus diperhitungkan adalah recycability Ipad dan seluruh komponennya...
> seperti halnya juga solar cell dan energi cerdas lainnya, apakah upaya daur ulangnya dan penggantian sparepart sudah cukup ramah lingkungan??
>
> my 2 cents,
>
> eppel
>
> ________________________________
> From: "greenli...@googlegroups.com" <greenli...@googlegroups.com>
> To: Penerima Intisari <greenli...@googlegroups.com>
> Sent: Friday, September 30, 2011 7:50 PM
> Subject: [greenlifestyle] Intisari untuk greenli...@googlegroups.com - 10 Pesan pada 1 Topik
>
>   Ringkasan Topik Hari Ini
> Grup:http://groups.google.com/group/greenlifestyle/topics
>         * Pilih buku atau IPAD? [10 Pemutakhiran]
>  Topik: Pilih buku atau IPAD?
> --
> You received this message because you are subscribed to the Google Groups "GreenLifestyle" group - Share this email!
> To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
> To unsubscribe from this group, send email to greenlifestyl...@googlegroups.com
> For more options, visit this group athttp://groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id

armely meiviana

unread,
Oct 3, 2011, 1:10:43 AM10/3/11
to greenli...@googlegroups.com
Hallo Melany,

wah makasi ya udah mau menanggapi respon kawan-kawan di milis.

tp sy msh ada yg pengen ditanyain nih. semoga msh bersedia merespon.

a. meneruskan komentar dari mas catur....ketika berbicara ttg emisi produksi ipad, apk juga menghitung emisi ketika komponen2 ipad diekstraksi dari perut bumi? krn penghitungan emisi produksi buku kan memasukkan komponen emisi yg dihasilkan dr kegiatan penebangan pohon.

b. meneruskan komentar eppell & mba yuyun...di penjelasan di bwh menjelaskan bhw biaya (emisi?) produksi ipad, termasuk recycling. apk ini berarti apple menerima kembali ipad yg sdh gak bs berfungsi utk didaurulang? klo iya, apk ini juga berlaku bagi konsumen ipad (dan produk apple lainnya) di Indonesia? (he2 hrsnya ini sy tanya nya ke bgn marketing apple ya...tp ya brgkali melany mau bantu edukasi utk konsumen :-) )

buat kawan2 yg lain, brgkali ada yg mau dikomentarin atau ditanyain lg? mumpung yg ngitungin ada di sini nih...:-)

kalau mau bikin kesimpulan jg boleh...utk dimasukkin ke web GL :-)

mks,
melly

2011/10/2 Melany Tedja <melany...@gmail.com>

Melany Tedja

unread,
Oct 3, 2011, 12:43:49 PM10/3/11
to GreenLifestyle
Mbak Melly,

Menjawab pertanyaan mbak, sebetulnya paling enak melihat apple's iapd
environmental report:
http://images.apple.com/environment/reports/docs/iPad_Environmental_Report.pdf

Tapi untuk menanggapi langsung:

a. Emisi yang dihitung memang hanya emisi produksi dan transportasi,
tidak terlalu jelas dalam environmental report tersebut apakah dalam
proses produksi, proses emisi penambangannya sendiri dihitung - tapi
menurut kalkulasi saya, nilai emisi penambangan materi aluminium dan
kaca yang digunakan ipad tidak terlalu besar karena penambangannya
tidak menggunakan metode open-pit mining, jadi masih tidak sebanding
dengan nilai emisi deforestasi.

Nilai emisi penambangan ini pun tidak bisa dihitung sekiranya produk
ipad tersebut kemudian akan didaur ulang - karena materi dasarnya
memiliki life cycle yang bisa terus digunakan

b. Menurut environmental report tersebut, apple memiliki program
"product buy back" dan recycling di 95% dari wilayah-wilayah penjualan
produk apple. Keterangannya dapat dilihat di: www.apple.com/environment/recycling/

Semoga jawabannya membantu.

Salam,
Melany

On Oct 3, 12:10 pm, armely meiviana <ameivi...@gmail.com> wrote:
> Hallo Melany,
>
> wah makasi ya udah mau menanggapi respon kawan-kawan di milis.
>
> tp sy msh ada yg pengen ditanyain nih. semoga msh bersedia merespon.
>
> a. meneruskan komentar dari mas catur....ketika berbicara ttg emisi produksi
> ipad, apk juga menghitung emisi ketika komponen2 ipad diekstraksi dari perut
> bumi? krn penghitungan emisi produksi buku kan memasukkan komponen emisi yg
> dihasilkan dr kegiatan penebangan pohon.
>
> b. meneruskan komentar eppell & mba yuyun...di penjelasan di bwh menjelaskan
> bhw biaya (emisi?) produksi ipad, termasuk recycling. apk ini berarti apple
> menerima kembali ipad yg sdh gak bs berfungsi utk didaurulang? klo iya, apk
> ini juga berlaku bagi konsumen ipad (dan produk apple lainnya) di Indonesia?
> (he2 hrsnya ini sy tanya nya ke bgn marketing apple ya...tp ya brgkali
> melany mau bantu edukasi utk konsumen :-) )
>
> buat kawan2 yg lain, brgkali ada yg mau dikomentarin atau ditanyain lg?
> mumpung yg ngitungin ada di sini nih...:-)
>
> kalau mau bikin kesimpulan jg boleh...utk dimasukkin ke web GL :-)
>
> mks,
> melly
>
> 2011/10/2 Melany Tedja <melany.te...@gmail.com>
> > > Subject: [greenlifestyle] Intisari untuk greenlifest...@googlegroups.com- 10 Pesan pada 1 Topik
>
> > >   Ringkasan Topik Hari Ini
> > > Grup:http://groups.google.com/group/greenlifestyle/topics
> > >         * Pilih buku atau IPAD? [10 Pemutakhiran]
> > >  Topik: Pilih buku atau IPAD?
> > > --
> > > You received this message because you are subscribed to the Google Groups
> > "GreenLifestyle" group - Share this email!
> > > To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
> > > To unsubscribe from this group, send email to
> > greenlifestyl...@googlegroups.com
> > > For more options, visit this group athttp://
> > groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id
>
> > > --
> > > You received this message because you are subscribed to the Google Groups
> > "GreenLifestyle" group - Share this email!
> > > To post to this group, send email to greenli...@googlegroups.com
> > > To unsubscribe from this group, send email to
> > greenlifestyl...@googlegroups.com
> > > For more options, visit this group athttp://
> > groups.google.com/group/greenlifestyle?hl=id
>

eppel eve

unread,
Oct 4, 2011, 4:20:53 AM10/4/11
to greenli...@googlegroups.com

menambahkan sedikit, konon katanya kalo Panasonic di Jepang punya fasilitas u daur ulang sampah elektroniknya. entah bagaimana di Indonesia, termasuk juga inisiatif Nokia green dulu yang ngurusi sampah HP, bagaimana ya kelanjutannya?

intinya pasti ada plus minus dari teknologi baru vs. lama, yang penting infrastukturnya apakah sudah siap untuk meminimalkan dampaknya?

sepertinya Indoensia sangat perlu mulai inisiatif e-junkies u mendesak diperhatikannya daur ulang produk peradaban modern, plus mendukung para pemulung/ sektor informal yang sudah bergerak dengan cara yang sangat tidak aman (e.g. ekstraksi logam mulia dari papan-papan sirkuit yang dilakukan di Batam). Baru ide sih, apakah ada yang mau meneruskan jadi lebih nyata? yang punya channel environmental responsibilities perusahaan elektronik mungkin? Bu Yuyun, mungkin Balifokus kl mau bs expand ke field ini?

my two cents
eppel (pronounced: apple :)



yuyun ismawati

unread,
Oct 4, 2011, 4:49:15 AM10/4/11
to greenli...@googlegroups.com, dyah paramita, Selamet Daroyni, Jehan Noor, Armyn Gita, Andita Primanti, Putu Ririn
Kalau yang ini gak bisa 2 cents.. ;-)

Thank you for bringing up this issue Mel. Kami dari BF, mbak Mita ICEL, Jehan YLKI dan mas Slamet Institut Hijau Indonesia pernah mendiskusikan soal e-waste ini di kantor IHI bbrp bulan yl.

Sebetulnya di forum internasional sedang dibicarakan kerangka hukum dan kesepakatan global untuk electrical and electronic products and waste dalam forum SAICM (Strategic Approach to International Chemical Management) yang goalnya by 2020 semua chemical berbahaya dan beracun tidak boleh dipake lagi, harus dicari alternatifnya.

Indonesia (KLH) sudah punya regulasi untuk membatasi import e-waste dalam konteks Basel Convention, dan diprotes berat oleh para pengepul e-waste dan perakit komputer karna dianggap mematikan penghidupan mereka. Menurut saya cuma soal kurang proses dialog dan konsultasi aja dan melibatkan stakeholder yang bukan pemain sebenarnya. Di sisi lain Dept. Perdagangan mengijinkan import e-waste tanpa mempertimbangkan peraturan lain yang terkait Basel dan B3. Jadi di level nat.agencies masih ada miskomunikasi.

Soal EPR, dalam UU persampahan sudah disebutkan. Sayangnya PP turunannya belum ada (3 PP utang KLH dari tahun 2008 sampe sekarang tidak kunjung keluar karena keruwetan di dalam dan antar departemen hiks... ). Salah satunya adalah PP tentang sampah spesifik, dimana e-wastes masuk dalam kategori ini.

Susahnya kita belum punya atau belum menetapkan: bilakah suatu komponen produk disebut waste dan bilakah ia dikategorikan sebagai komoditi untuk komponen produk baru ? Ini yang jadi tarik ulur antar departemen...
Aku pernah ngecheck Nokia take back counter di Denpasar dan kecewa. Karena box yang isinya e-gadget ternyata diambil oleh pengangkut sampah biasa dan Nokia Dps tidak tau selanjutnya dibawa kemana dan diapakan plus tidak ada pencatatan. Sayang aja promosinya heboh, implementasi masih bolong.

Buat kawan2 di milis tertarik soal ini, saya bisa emailkan e-resolution dari pertemuan Vienna yang membahas soal electrical and electronic products and waste ini ke email japri.

Bulan Nov yad topik ini akan mulai dibahas dalam Open Ended Working Group SAICM di Serbia, kemungkinan akan jadi satu konvensi baru di tahun2 yad.

Let me know if you are interested in the documents and provide inputs for the Indonesian delegations... ;-)

Salam,

Yuyun


From: eppel eve <eppe...@yahoo.com>
Date: Tue, 4 Oct 2011 01:20:53 -0700 (PDT)
Subject: Re: [greenlifestyle] Pilih buku atau IPAD?

Shanty Syahril

unread,
Oct 4, 2011, 5:35:09 AM10/4/11
to greenli...@googlegroups.com, dyah paramita, Selamet Daroyni, Jehan Noor, Armyn Gita, Andita Primanti, Putu Ririn
Mbak Yuyun dkk,

Andai kata misalkan teman2 GL bersedia mengumpulkan & menyerahkan sampah elektonik, apakah punya info perusahaan yg dapat dipercaya mengelola sampah elektronik sesuai standar?

Sekiranya pengguna harus bayar, apakah perusahaan tsb bisa menginformasikan biayanya?

Terima kasih sebelumnya

salam,
shanty

2011/10/4 yuyun ismawati <yu...@balifokus.asia>

Maria Hardayanto

unread,
Oct 5, 2011, 4:36:02 AM10/5/11
to greenli...@googlegroups.com
ada iklan Nokia , termasuk baru (September 2011), tapi kok disebutkan tempat kita bisa membuang sampah hp Nokia 

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages