Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) merupakan lembaga multi stakeholder yang mengurus pengembangan masalah transportasi di Jakarta. Lembaga ini dibentuk pada tahun 2003 dengan Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 12 Tahun 2003 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Kereta Api, Sungai dan Danau serta Penyeberangan di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.
DTK-J beranggotakan 15 orang yang merupakan perrwakilan dari berbagai unsur dan elemen masyarakat, seperti ; Perguruan Tinggi, Pakar Transportasi, Pengusaha Angkutan, Pengguna Jasa Transportasi, Lembaga Swadaya Masyarakat, Awak Angkutan, Dinas Perhubungan dan Kepolisian Republik Indonesia (Polda Metro Jaya).
Saat ini kepengurusan DTKJ telah memasuki periode ke 3 tahun kepengurusannya.DTKJ merupakan forum konsultasi dan koordinasi antara masyarakat dan Pemerintah Daerah. Fungsi utama DTKJ adalah memberikan saran kepada Gubernur guna pengambilan kebijakan mengenai transportasi di Jakarta. Diharapkan DTKJ pada akhirnya akan menjadi sarana penyambung aspirasi masyarakat agar menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan kebijakan di bidang transportasi.
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT
Gue ngikutin DTK nih sejak mulai dibentuk tahun 2004, tapi kok gak kedengeran ya upayanya? *maaf yg anggota DTK nih*
Paling gue suka tanya ke mbak Andi (ex-Pelangi, anggota DTK pertama) utk update, tapi gak kelihatan secara luas sepak-terjangnya (apalagi perubahan terhadap kondisi lalu lintas Jakarta).
Pertanyannya adalah:
1. Bagaimana menyampaikan aspirasi kita, warga Jakarta kepada pengambil keputusan mengenai transportasi di kota Jakarta? Apakah penyampaian aspirasi ini dilakukan secara reguler (tiap tahun, tiap 6 bulan)? (apakah ada semacam town hall meeting misalnya? Gue inget tahun lalu, KL mau bikin perencanaan kota sampe tahun 2020 gituh, lalu mereka mengundang masyarakat utk datang sama2. Dewan Bandarayanya ngegelar kayak pameran maket2 KL di stasiun pusat KL sentral)
Good Point: jadi setuju ya.. bahwa memang kita punya masalah struktural dalam cara pengambilan keputusan secara demokratis langsung (bukan hanya melalui perwakilan di DPRD..).
Basically yg KL pakai adalah model participatory planning. Di Indonesia mungkin padanannya adalah Musrenbang.
Tapi memang efektifitas dan juga ke-tulus-an (meaningful) forum-2 seperti ini perlu ditingkatkan. Banyak yg menilai ini baru jadi ritual-prosedural dalam demokrasi.. Demokrasi kita memang perlu lebih meaningful..
2. Apakah informasi utk dialog ini dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat?
DTKJ dalam beberapa kesempatan membuka forum dialog public yg undangan-nya terbuka.
Iklan nya ada di beberapa media; antara lain Warta Kota yg menurut kami (dulu sempat dirapatkan) paling menjangkau masyarakat kota Jakarta.
Juga undangan melalui email disebarluaskan.
Memang masih ada ruang untuk perbaikan. Mari ...
3. Bagaimana mekanisme pemantauannya oleh masyakarat? (Apa yg dapat dipegang oleh masyarakat agar aspirasinya tersampaiakan dan terealisasi?)
Kita jadi banyak menggali participatory planning (& decision making). .
Kalao tertarik bisa mendalami :A ladder of citizen participation
SR Arnstein - Journal of the American Planning Association, 1969
singkatnya, pada level paling tinggi participation adalah 'citizen control'..
Ini memang titik akhir perjuangan kita.
Kalo nggak, taruhan sama gue, 10 tahun lagi Jakarta masih tetep aja sama gak berubah (at least tetep macet & banjir).
-stania-
Ikut taruhan.. selama Demokrasi tidak diperbaiki menjadi lebih 'meaningful'.. kondisi hanya akan semakin buruk.
Salam,
-K-
================
Harya Setyaka
973 Turtle Crest Drive | Irvine, CA 92603
Phone : +1.949.769.3624 | Mobile : +1.949.748.0978
Skype ID : harya.setyaka | BB-M PIN: 20EEEBB4