Dear Alpha Female, It's Not Him. It's YOU!A love letter wrapped in accountability to the accomplished, proud alpha female of the twenty-first century who-despite her successful business track record, academic accolades, lavish lifestyle, and strong sister circle-consistently finds herself failing in relationships.Author Christal Jordan believes love cannot exist without accountability, making this book a cautionary tale from one alpha female to another-a devotional and workbook for self-reflection in its rawest state."I wrote this book because I truly believe I am not my sister's keeper; I am my sister. It's time for us to allow the overachieving little girl inside to relax. We owe her thanks for carrying us this far, but it's time for her to exhale. It's time for her to let go of her fear. It's time for her to be loved unconditionally. It's time for her to grow." XO Christal JordanDear Alpha Female, It's Not Him. It's YOU: An Interactive Devotional Designed to Help You Attract the Love You Deserve
"Pendidikan yang baik itu akan memberi efek domino positif ke banyak aspek kehidupan lain. Dengan berpendidikan yang baik kamu bisa punya akses ke pekerjaan yang layak, punya kesadaran hukum, kesadaran hidup sehat, keinginan berpartisipasi politik dan usaha memberdayakan orang sekitar." said Alpha Sister ( hal 30)
Ditengah maraknya generasi galau dan sendu buku ini hadir sebagai antitesis karena ngebahas kalau perempuan itu tidak selemah apa yang orang pikirkan, bahwa perempuan itu memiliki pemikiran logis yang bisa diambil dalam keputusan yang dihadapinya. Buku ini banyak mengambil sudut pandang kenapa perempuan harus logis dan lebih menggunakan akal sehatnya.
Di dalam buku ini menceritakan tentang alpha female yang diartikan sebagai perempuan ambisius, bertekad kuat, menginspirasi, memimpin dan menggerakkan orang sekitarnya untuk menciptakan perubahan yang berarti. Mereka adalah perempuan-perempuan cerdas, percaya diri (confidence), dan independen dengan keputusannya. Tak heran banyak orang yang segan dan mengaguminya.
Sebenarnya, kita butuh banget untuk selalu punya harapan hidup, karena bisa menjadi faktor terbesar kita bergerak. Walaupun kita berkali-kali menaruh harapan di tempat yang salah. Eventually, kita lagi-lagi membuat harapan baru, dan dari situ jadi penggerak untuk kita terus maju.
It is fascinating sebenarnya, kalau kita melihat orang-orang yang kehilangan orang-orang tersayang dalam hidupnya. Orang-orang penting dalam hidupnya, Ayah dan Ibu yang meninggalkan mereka duluan, atau cintanya, atau anak kesayangannya. Walaupun hancur pada saat itu, mereka akan bangkit seiring berjalannya waktu. (Hal 83)
Buku ini mengungkapkan bahwa kita sebagai manusia memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri, namun seringkali kita lebih memilih untuk mengandalkan obat-obatan atau terapi eksternal lainnya. Padahal, dengan memahami prinsip-prinsip dasar self-healing, kita dapat mempercepat proses penyembuhan dan membangun kembali keseimbangan tubuh kita.
Ardhi Mohamad menjelaskan dengan sangat jelas tentang konsep self-healing dan prinsip-prinsip dasarnya. Dia juga memberikan tips praktis tentang bagaimana cara melakukannya, seperti teknik pernapasan dan meditasi. Selain itu, buku ini juga membahas berbagai penyakit dan kondisi yang dapat diatasi melalui self-healing, termasuk stres, kecemasan, insomnia, dan bahkan kanker.
Pembaca akan merasa terinspirasi dan terbantu dengan buku ini, terutama bagi mereka yang mengalami masalah kesehatan kronis dan ingin mencari cara untuk memperbaiki kondisi mereka dengan cara yang alami. Ardhi Mohamad berhasil mengajak pembaca untuk memahami bahwa melakukan self-healing bukan hanya alternatif, tetapi juga merupakan pilihan yang cerdas dalam membangun kembali kesehatan dan keseimbangan tubuh kita.
Di latar belakangi sebuah daerah terkaya di Indonesia yaitu Belitong. Novel ini menceritakan kehidupan anak-anak di Desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitung Timur. Anak-anak yang berasal dari keluarga miskin yang menempuh pendidikan di suatu sekolah, walaupun penuh dengan keterbatasan.
Kisah mereka berawal disini, julukan Laskar Pelangi diberikan Bu Muslimah kepada kesepuluh anak-anak hebat ini. Dalam novel ini, kisah perjalanan Laskar Pelangi dalam menempuh pendidikan di SD Muhammadiyah ditemani dengan beragam emosi, baik rasa bahagia, dramatis hingga mengharukan.
Alpha Female lahir dari ilmu perilaku fauna yang di dalamnya terdapat kelompok-kelompok dan memiliki strata sosial. Kilas balik ke zaman dahulu, dalam alfabet Yunani, alpha adalah huruf pertama yang menandakan anggota kelompok yang teratas dan female sendiri adalah perempuan. Alpha female memiliki kedudukan yang tinggi, namun bukan bermakna independent woman seperti yang digaung-gaungkan oleh beberapa kalangan perempuan masa kini. Independent woman sudah pasti Alpha female, namun alpha female belum tentu independent woman. Alpha female memiliki keberanian yang sama dengan alpha male dalam hal kerja keras dan lain sebagainya. Melalui prestasi-prestasinya, alpha female dihormati dan disegani oleh perempuan lain. Perlu menjadi catatan juga, seseorang dapat dikatakan alpha female karena mendapat pengakuan dari orang lain bukan karena klaim dari diri sendiri.
Nah, remaja jompo seperti kita ini adalah alpha girl yang akan menjadi bibit-bibit untuk menjadi alpha female, sehingga buku ini menyajikan tindak-tanduk alpha girl agar dapat menjadi seorang alpha female. Tindak-tanduk tersebut meliputi the alpha student, the alpha friend, the alpha lover, the alpha professional, the alpha look, the alpha care, dan your alpha future. Pada intinya, bagaimana seorang alpha girl bertindak di lini sekolah, pertemanan, percintaan, dunia profesional, perawatan diri, kepedulian, dan persiapan untuk menghadapi masa depan.
Beberapa waktu lalu, buku ini sempat ramai di media sosial yang katanya dapat mengubah mindset terutama bagi para perempuan. Karena penasaran, saya memutuskan membeli buku ini di salah satu e-commerce dengan harga Rp 88.000. Harga yang cukup standar untuk buku dengan tebal 260 halaman ini. Beberapa hari setelah saya check out, buku yang ditunggu-tunggu ini datang juga. Setelah datang saya langsung terpukau dengan design covernya, berwarna putih agak pink dengan font yang bergambar perempuan dengan beragam karakteristiknya. Tanpa panjang lebar, langsung saja kita ulas buku ini!
Menjadi perempuan yang mandiri dan berkualitas tentu menjadi harapan semua orang, selama ini perempuan masih sering dipandang sebagai kaum yang lemah, yang berada di belakang lelaki, dan katanya harus selalu berada di dapur. Padahal perempuan juga bisa berdiri di kakinya sendiri, perempuan juga memiliki potensi besar untuk menjadi seorang pemimpin, serta menjadi seorang yang menginspirasi. Inilah yang disebut sebagai alpha female atau alpha girl, para perempuan yang menginsipirasi, memimpin, menggerakkan orang sekitarnya, dan membawa perubahan. Mereka adalah orang-orang yang cerdas, percaya diri, anti galau, serta independen.
Selesai sudah pembahasan sembilan bab yang mungkin cukup membosankan. Bagi saya, buku ini memberi banyak inspirasi, banyak ilmu-ilmu yang tidak diajarkan di sekolah maupun di kampus. Selain fokus pada kekuatan dan passion yang harus dimiliki seorang alpha girl, Om Piring juga melengkapi pembahasannya dengan sisi buruk seorang alpha girl yang harus dikendalikan. Namun yang perlu ditegaskan lagi, kamu tidak harus menjadi alpha girl bilamana itu tidak sesuai dengan dirimu. Akan tetapi, sebagaimana buku self development jika kamu bukan seorang alpha namun merasa ada hal-hal yang perlu kamu perbaiki dari segi attitude maupun kebiasan sehari-hari, maka kamu bisa menerapkan ilmu yang diberikan oleh buku ini, menarik bukan?
c80f0f1006