Kinetik Teori

0 views
Skip to first unread message

Justina Ky

unread,
Aug 5, 2024, 10:31:50 AM8/5/24
to granorcoudi
Kinetikteori veya gazların kinetik teorisi, gazların basın, sıcaklık, hacim gibi makroskobik zelliklerini molekler bileşim ve hareketlerine bağlı olarak aıklayan teoridir. Esas olarak, teori Isaac Newton'un kanısının tersine basıncın molekller arası statik itmeden kaynaklanmadığını, bunun yerine belli hızlarda hareket eden molekller arası arpışmalardan kaynaklandığını syler. Kinetik teori aynı zamanda kinetik-molekler teori veya arpışma teorisi olarak da bilinir.

Bir ideal gazın molekler modeli, bir gazın iinde bulunduğu kabın duvarlarına uyguladığı basıncın, gaz molekllerinin bu duvarlara arpmalarından ortaya ıktığını kabul eder. Bu modeli geliştirmek iin aşağıdaki yaklaşımlar yapılır:


Bu sonu gsteriyor ki basın, birim hacimdeki molekl sayısı ve molekllerin ortalama teleme kinetik enerjisiyle doğru orantılıdır. Yani bir kaptaki gazın basıncını arttırmanın bir yolu, kaptaki birim hacimdeki molekl sayısını arttırmaktır. Tıpkı arabanın lastik basıncını arttırmak iin ona hava basmamız gibi.


Bu eşitlikte sıcaklığın, ortalama molekler kinetik enerjinin doğrudan bir ls olduğu grlebilir. Ayrıca bu eşitlik bir ideal gazın i enerjisinin yalnızca sıcaklığa bağlı olduğunu ifade eder.


Gaz molekllerinin davranışı katı ve sıvı molekllerinin davranışından farklıdır. Bu davranış farklılığı bilim insanları tarafından kinetik teori ile ifade edilmeye alışılmıştır. Kinetik teori Daniel Bernoulli tarafından ne srlmştr.


Kinetik teori; gazların makroskopik zelliklerini gaz taneciklerinin hareketleriyle aıklamaya alışır. Gazların iinde bulundukları kabın eperine yaptığı basıncı, gaz taneciklerinin bu epere arpması sonucu oluştuğunu kabul eder.


İki forml beraber incelediğimizde mutlak sıcaklık arttığında kinetik enerjinin arttığını, kinetik enerji arttığında da molekl ktlesine bağlı olarak hızlarının artığını grrz. Gaz tanelerinin hızları artıyorsa difzyon ve efzyon hızları da artacaktır.


Bu son bulduğumuz formlde grldğ gibi gaz taneciklerinin ortalama hızları ile molekl ktleleri arasındaki bağıntıya Graham Difzyon Yasası denir. Graham Difzyon Yasasına gre gaz moleklnn difzyon veya efzyon hızları mol ktlelerinin karekkyle ters orantılıdır.


Gazların yayılma hızı ile yayılma sreleri ters orantılıdır yani yayılma hızı arttıka yayılma sresi azalacaktır. Bu mol ktlesi kk olan gaz iin daha hızlı ve daha kısa srede yayılacağı anlamına gelir. Graham Difzyon Yasasındaki denkleme yayılma sresini de ekleyerek her veriyi tek eşitlikte grebiliriz.


Kinetik molekler teorinin (KMT) ve postlatlarının testi, bir gazın davranışını aıklama ve tanımlama yeteneğidir. eşitli gaz yasaları (Boyle, Charles, Gay-Lussac, Avogadro ve Dalton yasaları), kimyagerlerin teorinin varsayımlarının gaz molekllerinin zelliklerini doğru bir şekilde temsil ettiğine inanmalarına neden olan KMT varsayımlarından tretilebilir.


Gaz basıncının hızla hareket eden gaz moleklleri tarafından uygulandığını ve doğrudan birim zaman başına duvarın birim alanına arpan molekl sayısına bağlı olduğunu hatırlatan KMT, bir gazın davranışını kavramsal olarak şyle aıklar:


Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik instrumen penilaian tes kreativitas pada pembelajaraan fisika dengan pendekatan inkuiri menurut kriteria instrumen yang baik, serta (2) mengetahui kemampuan tes dalam mengukur berpikir kreatif peserta didik pada proses pembelajaran dengan pendekatan inkuiri. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan dengan model pengembangan prosedural, yang mengikuti beberapa tahapan sehingga menghasilkan instrumen penilaian untuk peserta didik SMA. Tahapan tersebut antara lain: (1) pengumpulan informasi, (2) perancangan, (3) mengembangkan produk awal, (4) uji terbatas, (5) revisi hasil uji terbatas, (6) uji coba luas, (7) revisi hasil uji coba luas. Instrumen evaluasi divalidasi oleh ahli materi dan ahli evaluasi kemudian dinilai oleh guru fisika, ahli materi dan ahli evaluasi. Subjek uji coba penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIA SMA Negeri 1 Sewon. Hasil penelitian dan pengembangan ini yaitu: (1) Produk berupa tes kreativitas dengan pendekatan inkuiri pada materi teori kinetik gas berbentuk uraian bebas yang dikembangkan sudah layak sesuai dengan validitas, reliabilitas, dan tingkat kesukaran. Penilaian instrumen tes kreativitas dari aspek isi, konstruk, dan teknis berada dalam kategori sangat baik, serta (2) Proses pembelajaran dengan pendekatan inkuiri memberikan pengaruh terhadap kreativitas peserta didik yang diinterpretasikan dari hasil analisis effect size sebesar 0,202 dengan kategori efek sedang. Uji coba penggunaan instrumen tes ini menunjukan peningkatan kreativitas peserta didik dengan menggunakan pendekatan inkuiri.


This study aims to: (1) get an assessment of creativity with an inquiry approach in the physics learning and, (2) investigate the capability of test for measure student`s creative thinking in the physics learning with an inquiry approach. This study was research and development with a procedural model, which applied some steps for getting an assessment that is used for Senior High School students. The steps of study consisted of: (1) research and collecting information, (2) planning, (3) developing preliminary form of product, (4) preliminary field testing, (5) product revision, (6) main field testing, and (7) product revision. The assessment that was developed had been validated by experts of theory and evaluation, and then evaluated by a physics teacher, experts of theory and evaluation. The try out subjects of this reseacrh were the students of class XI MIA Sewon Senior High School. The data were collected by using validation sheets, observation sheets, and creativity tests. The techniques of data analysis used descriptive statistics and inferential statistics. The result of the research and development is as follows: (1) Creativity tests with an inquiry approach in gas kinetic theory topic in the form of an essay has been appropriate consisting of validity, reliability, and difficulty levels. The evaluation of creativity consisted of matter, construct and techniques aspect which are in the best category. (2) The learning process with an inquiry approach had an effect on student`s creativity which is interpreted by the value of effect size 0.202 which are in medium efffect. The main testing instruments points out the gain of student`s creativity who learned with an inquiry approach is higher.


This study aims at finding out the relationship between the number of particles and the volume by using the gas kinetic theory model. In this study, the data collection was conducted three times employing different particle numbers, namely 10 particles, 20 particles and 30 particles group. During the data collection process, the scale reading of the load height was done when the load collision has been going on for 20 seconds. Based on the observations, it can be obtained that the more the number of particles, the greater the volume. The graph analysis also reveals that the slope of the three graphs varies. Graph 4.1 and graph 4.2 share the same slope that is 0.1, while the slope of graph 4.3 is 0.095. The slope of the graph illustrates that once the number of particle increases, the position of the piston will also go up. In other words, it can be said that the changes in the position of the piston (v) is directly proportional to the number of particles (n).


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah partikel dengan volume menggunakan model teori kinetic gas. Pada penelitian ini, pengambilan data dilakukan sebanyak tiga kali dengan jumlah partikel yang berbeda-beda yaitu 10 partikel, 20 partikel dan 30 partikel. Pada proses pengambilan data yang dilakukan, pembacaan skala ketinggian beban dilakukan ketika penumbukan beban telah berlangsung selama 20 detik. Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh bahwa semakin banyak jumlah partikel maka volumenya akan semakin besar pula. Dari hasil analisis grafik diperoleh kemiringan pada grafik 4.1 yaitu 0,1, grafik 4.2 diperoleh kemiringan 0,1 dan grafik 4.3 diperoleh kemiringan 0,095. Kemiringan grafik menggambarkan bahwa setiap pertambahan partikel bertambah pula kedudukan piston atau dapat dikatakan hubungan antara perubahan kedudukan piston (v) berbanding lurus dengan jumlah partikel (n).


Artikel ini ditulis atau diterjemahkan secara buruk dari Wikipedia bahasa Inggris. Jika halaman ini ditujukan untuk komunitas bahasa Inggris, halaman itu harus dikontribusikan ke Wikipedia bahasa Inggris. Lihat daftar bahasa Wikipedia.


Pada pertengahan abad ke-19, ilmuwan mengembangkan suatu teori baru untuk menggantikan teori kalorik. Teori ini bedasarkan pada anggapan bahwa zat disusun oleh partikel-partikel sangat kecil yang selalu bergerak. Bunyi teori Kinetik adalah sebagai berikut:


Teori Kinetik (atau teori kinetik pada gas) berupaya menjelaskan sifat-sifat makroscopik gas, seperti tekanan, suhu, atau volume, dengan memperhatikan komposisi molekular mereka dan gerakannya. Intinya, teori ini menyatakan bahwa tekanan tidaklah disebabkan oleh denyut-denyut statis di antara molekul-molekul, seperti yang diduga Isaac Newton, melainkan disebabkan oleh tumbukan antarmolekul yang bergerak pada kecepatan yang berbeda-beda. Teori Kinetik dikenal pula sebagai Teori Kinetik-Molekular atau Teori Tumbukan atau Teori Kinetik pada Gas.


Lebih banyak pengembangan menenangkan asumsi-asumsi ini dan didasarkan pada Persamaan Boltzmann. Ini dapat secara akurat menjelaskan sifat-sifat gas padat, sebab mereka menyertakan volume molekul. Asumsi-asumsi penting adalah ketiadaan efek-efek quantum, kekacauan molekular dan gradien kecil di dalam sifat-sifat banyaknya. Perluasan terhadap orde yang lebih tinggi dalam kepadatan dikenal sebagai perluasan virial. Karya definitif adalah buku tulisan Chapman dan Enskog, tetepi terdapat pengembangan yang lebih modern dan terdapat pendekatan alternatif yang dikembangkan oleh Grad, didasarkan pada perluasan momentum.[butuh rujukan] Di dalam batasan lainnya, untuk gas yang diperjarang, gradien-gradien di dalam sifat-sifat besarnya tidaklah kecil bila dibandingkan dengan lintasan-lintasan bebas rata-ratanya. Ini dikenal sebagai rezim Knudsen regime dan perluasan-perluasannya dapat dinyatakan dengan Bilangan Knudsen.

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages