Kode Icd 10 Imunisasi Influenza

0 views
Skip to first unread message

Doris Joo

unread,
Aug 5, 2024, 11:46:51 AM8/5/24
to giostiftiopost
Vaksinasiadalah pemberian vaksin yang khusus diberikan dalam rangka menimbulkan atau meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan dan tidak menjadi sumber penularan. Setiap orang yang akan melakukan perjalanan internasional dari dan ke negara terjangkit dan/atau endemis penyakit menular tertentu dan/atau atas permintaan negara tujuan wajib diberikan vaksinasi tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Meningitis adalah penyakit yang menyebabkan radang pada selaput otak dan tulang belakang, umumnya disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis. Seseorang yang terkena panyakit meningitis akan menunjukkan gejala demam tinggi, muntah, nyeri kepala, leher kaku, silau saat melihat cahaya,dan kesadaran menurun. Dengan gejala tersebut, meningitis dapat menyebabkan kecacatan dan kematian. Terdapat 11.980 kasus meningitis pada tahun 2014 karena meningitis meningokokus. Kasus meningitis merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia dengan tingkat kematian lebih dari 50%. Dengan strategi pencegahan dan penanganan yang baik tingkat kematian meningitis bisa ditekan sampai dengan 5-15%.


Bakteri penyebab meningitis ini ditularkan dari manusia ke manusia melalui droplet (percikan ludah) saat batuk atau bersin. Pencegahan dapat dilakukan dengan carai imunisasi. Imunisasi meningitis meningokokus diberikan kepada orang-orang yang hendak melakukan perjalanan ke negara endemis meningitis. Pemberian imunisasi meningitis meningokokus ini diberikan minimal 30 (tiga puluh) hari sebelum keberangkatan. Namun bila vaksin meningitis diberikan kurang dari 14 hari sejak keberangkatan ke negara yang endemis meningitis atau mempunyai kontraindikasi terhadap vaksin meningitis, maka harus diberikan profilaksis dengan antimikroba yang sensitif terhadap bakteri Neisseria meningitidis.


Vaksin meningokokus polisakarida tetravalen (A/C/Y/W-135) wajib diberikan pada calon haji/umroh. Jika tidak dilakukan vaksin meningitis, jamaah tidak boleh masuk ke Mekah dan Madinah sehingga tidak bisa beribadah haji. Namun, vaksin meningitis tidak boleh diberikan pada orang yang memiliki daya tahan tubuh rendah seperti pengidap tuberkulosis (TB) dan ibu hamil. Contoh vaksin meningokokus adalah mencevax dan menivax.


Vaksin influenza berisi virus yang sudah tidak aktif (inactivated influenza virus) dan mengandung antigen dari dua jenis virus yaitu virus tipe A (H1N1), tipe A(H3N2) dan tipe B. Vaksin influenza ini aman karena virusnya sudah mati. Vaksin influenza perlu diberikan secara suntikan pada otot bahu orang dewasa sebanyak 0,5 ml, diberikan satu kali dosis secara teratur, setiap tahun satu kali. Vaksin ini mempunyai efektivitas sebesar 88-89% mencegah penyakit influenza.


Vaksin influenza ini tidak boleh diberikan jika terdapat kontra indikasi, yaitu orang yang mempunyai alergi terhadap pemberian vaksin influenza sebelumnya dan alergi protein telur. Vaksin influenza juga tidak boleh diberikan pada seseorang yang sedang menderita penyakit demam akut yang berat. Tidak seperti vaksin yang lain yang hanya perlu beberapa kali vaksin saja seumur hidup, semua orang dewasa dianjurkan untuk vaksinasi Influenza satu kali setiap tahun. Penyebabnya adalah virus Influenza ini sangat mudah bermutasi (kode genetiknya berubah), sehingga bisa menyebabkan terjadinya wabah global (pandemi) di masa mendatang. Dalam penyimpanannya, vaksin influenza harus ditempatkan dalam Vaccine Refrigerator (lemari es khusus vaksin) dengan suhu antara 2- 8C dan tidak boleh sampai beku.


Terdapat dua macam vaksin pneumokokus yaitu vaksin pneumokokus polisakarida (Pneumococcal Polysacharide Vaccine/PPV) dan vaksin pneumokokus konjugasi (Pneumococcal Conjugate Vaccine/PCV). Meskipun sama-sama bisa meningkatkan kekebalan tubuh terhadap bakteri Streptococcus pneumoniae, ada beberapa perbedaan di antara kedua vaksin ini. Vaksin PCV lebih efektif diberikan pada anak berusia kurang dari 2 tahun, biasanya diberikan pada bayi umur 2, 3 bulan dan 12 bulan dengan interval antara dosis pertama dan kedua 4 minggu. Sedangkan pada orang dewasa lebih cocok menggunakan vaksin PPV. Apabila belum pernah memperoleh vaksin pneumokokus, dianjurkan untuk melakukan vaksinasi dengan PCV terlebih dahulu lalu ditambahkan PPV dengan jeda minimal 1 tahun setelah pemberian PCV. Bila sebelumnya sudah pernah mendapat vaksinasi PPV, dapat diberikan vaksin PCV dengan jeda minimal 1 tahun setelah pemberian vaksin PPV.


Pemberian vaksin pneumokokus pada anak dan dewasa secara luas dapat meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap penyakit pneumonia dalam rangka menghadapi epidemi SARS-CoV-2. Meskipun vaksin pneumokokus ini tidak bisa dianggap sebagai vaksin COVID-19, namun WHO, sangat merekomendasikan vaksin ini untuk melindungi tubuh dari penyakit saluran pernafasan yang disebabkan kuman lain. Vaksinasi seluruh calon jemaah haji dan umrah, perlu diperhatikan agar vaksinasi telah memberikan proteksi sebelum jemaah haji dan umrah berangkat.


Sertifikat Vaksinasi Internasional adalah surat keterangan yang menyatakan bahwa seseorang telah mendapatkan vaksinasi dan/atau profilaksis yang diperlukan untuk perjalanan internasional tertentu. Menurut Permenkes No. 23 Tahun 2018 tentang Pelayanan dan Penerbitan Sertifikat Vaksinasi Internasional BAB IV, Setiap orang yang telah diberikan vaksinasi dan/atau profilaksis berhak memperoleh Sertifikat Vaksinasi Internasional. Sertifikat Vaksinasi Internasional tersebut umumnya dikeluarkan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan, namun juga bisa diberikan oleh klinik atau rumah sakit yang telah ditunjuk. Sertifikat Vaksinasi Internasional ini hanya berlaku untuk 1 orang yang namanya tercantum dalam sertifikat.


Sertifikat ini berlaku hingga masa perlindungan vaksin telah habis, tergantung jenis vaksinnya. Vaksin influenza berlaku 1 tahun, vaksin meningokokus berlangung 2 tahun, vaksin pneumokokus berlangsung 5 tahun. Selain itu, Sertifikat Vaksinasi Internasional dinyatakan tidak valid atau tidak berlaku apabila penerbitan dan pengesahannya tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, pemilik Sertifikat Vaksinasi Internasional meninggal dunia, dan ada koreksi, ada bagian yang dihapus dan/atau ada bagian yang tidak diisi; dan/atau d. masa perlindungan vaksin telah habis.


Sertifikat Vaksinasi Internasional berisi nomor seri yang bersifat nasional, sistem barcode running number, lambang WHO, hologram bakti husada, berbahasa Inggris dan Perancis, memiliki security printing, dan nomor perforasi, seperti gambar berikut


Jika sebelumnya pelayanan vaksin meningitis hanya bisa dilakukan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) sebagai unit kerja Kementerian Kesehatan dibawah Dirjen P2P dengan tugas dan fungsi kekarantinaan kesehatan, maka dengan diterbitkannya PMK No.23 tahun 2018 ini pelayanan dan bahkan penerbitan sertifikat vaksin internasional atau ICV atau yang dikenal oleh masyarakat umum sebagai buku kuning bisa dilakukan oleh RS atau klinik.


Namun tidak semua rumah sakit atau klinik bisa mengeluarkan Sertifikat Vaksinasi Internasional karena memerlukan syarat-syarat khusus. Dengan adanya mekanisme pengaturan yang sesuai peraturan perundang-undangan maka mutu pelayanan dan penerbitan ICV akan tetap terjaga untuk memberikan perlindungan bagi pelaku perjalanan internasional. Persyaratan bagi klinik atau rumah sakit yang menerbitkan sertifikat vaksin internasional adalah:


Bagi yang berdomisili di Yogyakarta dan sekitarnya yang hendak pergi haji/umrah ke tanah suci, bisa memperoleh vaksin dan sertifikat vaksin internasional (kartu kuning) di Raisha Vaccine Center, Jl. Magelang KM 4,5 Kutu dukuh No.123, Sinduadi, Mlati, Sleman. Atau bisa hubungi 082134304204.


Alfonsius Timboel, Chief Product Officer Halodoc mengatakan, Merupakan sebuah motivasi tersendiri bagi Halodoc bahwa inovasi yang kami hadirkan mampu untuk betul-betul menjadi solusi kesehatan yang digunakan oleh masyarakat Indonesia. Kami sangat berterima kasih atas respon positif dan kepercayaan pengguna terhadap layanan Halodoc.


Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF melaporkan bahwa 23 juta anak di seluruh dunia melewatkan imunisasi rutin selama 2020. Angka ini naik sekitar 3,7 juta dari 2019, salah satunya diakibatkan oleh pandemi COVID-19.


Menyadari pentingnya akses pada imunisasi untuk melindungi anak, Halodoc kemudian berkolaborasi bersama mitra klinik untuk menghadirkan layanan homecare di mana orang tua tetap bisa memberikan akses imunisasi rutin bagi anak secara lebih aman dan tenang. Imunisasi berperan penting untuk melindungi anak dari dari berbagai risiko penyakit berbahaya yang dapat dicegah sejak dini.


dr. Irwan Heriyanto, MARS, Chief of Medical Halodoc mengatakan, Kadar kekebalan (antibodi) yang terbentuk pada bayi lebih baik daripada anak yang telah menginjak usia lebih tua, sehingga sebagian besar imunisasi diberikan saat bayi berumur 6 bulan, dengan beberapa jenis imunisasi yang perlu dilakukan pemberian ulang setelah anak berumur 1 tahun (booster) untuk mempertahankan kadar antibodi dalam jangka waktu lama.


Setidaknya, saat ini ada lima jenis imunisasi yang tersedia di platform Halodoc melalui layanan imunisasi anak ke rumah ini, diantaranya berbagai paket imunisasi untuk DTP, Polio, Influenza, dan Hepatitis B yang dapat dipilih sesuai kebutuhan.


Pada tahap awal ini, layanan imunisasi anak di rumah baru tersedia di daerah DKI Jakarta, dan akan diperluas kedepannya. Pengguna juga dapat menikmati potongan harga sebesar Rp 100.000,00 dengan menggunakan kode IMUNISASI (hanya dapat digunakan 1x dan berlaku hingga 31 Agustus 2021).


Semenjak diberlakukannya PPKM Darurat, pemerintah juga kian memperketat syarat mobilisasi masyarakat guna menekan laju transmisi penularan virus COVID-19. Per 12 Juli 2021, penerbangan antar bandara di Pulau Jawa, penerbangan dari/ atau ke bandara di Pulau Jawa, dan penerbangan dari/ atau ke bandara di Pulau Bali mengharuskan penumpang untuk membawa kartu vaksin dan hasil tes PCR (maksimal 2x24 jam sebelum jadwal terbang).

3a8082e126
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages