| Eni Lani Limawilaya/IAD/ITP
Sent by: Eni Limawilaya/ITP 10/20/2010 04:22 PM |
|
KAKA: "I belong to Jesus"
Lahir di Brasilia tahun 1982 dengan nama Ricardo Izecson dos Santos Leite,
Kaka lahir dari sebuah keluarga penginjil yang kaya raya. Namun hal itu
tidak membuat ia menjadi sombong dengan mengandalkan kekayaan keluarganya,
ataupun mengikuti jalan hidup keluarganya dengan menjadi penginjil. Kaka
punya jalannya sendiri dan caranya sendiri.
Sejak kecil ia sangat menyukai sepakbola, bahkan dalam usia remaja ia menjadi
pemain yang cukup terkenal didaerahnya dengan bermain sebagai pemain cadangan
di klub San Paulo.
Namun pada usia 18 tahun sebuah bencana terjadi, ia mengalami cidera punggung
yang serius saat sedang berenang. Dokter mengatakan ia tidak bisa bermain
sepakbola lagi, bahkan kemungkinan besar akan lumpuh akbibat cidera itu.
Tidak ada tindakan operasi atau terapi yang bisa menyelamatkannya.
Hidup Kaka hancur berantakan saat itu, kecintaannya pada sepakbola demikian
besar, kini semua harus berakhir, bahkan sisa hidupnya harus diisi dengan
menjalani kelumpuhannya.
Namun Kaka tahu kemana ia harus minta tolong saat dokter sudah angkat tangan.
Kaka bergumul dengan Tuhan, tak putus-putusnya ia berdoa memohon kesembuhannya.
Ia bernazar pada Tuhan, bila ia sembuh dan dapat bermain sepakbola lagi,
ia akan mempersembahkan seluruh prestasinya itu pada Tuhan Yesus.
Dan keajaibanpun terjadi, setahun setelah kecelakaannya itu tepatnya tahun
2001, Tuhan menyembuhkannya, ia sembuh total dari sakitnya. Bahkan ia dapat
merumput bermain sepakbola lagi. Tuhan juga memberikan hadiah bonus, ia
tidak lagi menjadi pemain cadangan melainkan menjadi pemain utama dan andalan
dalam klubnya.
Tuhan membuat permainan Kaka menjadi begitu hebat sehingga manager tim
nasional Brazil terpikat akan permainannya, dan memanggil Kaka untuk mengenakan
baju kebesaran tim Brazil, emas dan hijau, dipercaya untuk bertarung di
piala dunia 2002.
Dari sekian banyak bakat baru bersinar di Brazil, ia hanyalah seorang pemain
muda yang belum setahun membela klubnya, namun sudah dipanggil masuk tim
nasional. Bagi Kaka itu adalah keajaiban dan anugerah yang besar baginya.
Walaupun dia hanya jadi pemain cadangan dan duduk dipinggir lapangan menonton
pertandingan para seniornya di piala dunia, namun Kaka sudah sangat senang
dapat ikut serta dalam kompetisi sebesar piala dunia. Kaka tidak menyadari
Tuhan sedang menyediakan keajaiban lainnya bagi dia.
Beberapa pertandingan berjalan begitu keras bagi Brazil, sehingga beberapa
pemain bintang harus disimpan karena cidera. Datanglah kesempatan bagi
Kaka untuk turun membela timnya. Dibawah pembelaannya Brazilpun menang,
peristiwa legendaris yang menggemparkan dunia itupun terjadi, Kaka mengangkat
seragam-nya dan di baliknya ada sebuah tulisan yang menggegerkan, kaos
putih itu bertuliskan "I Love Jesus".
Itu terus dilakukannya setiap kali teman-temannya merayakan gol. Dan akhirnya
Brazil-pun memenangkan Piala Dunia 2002, setelah menaklukan Jerman di final
dengan skor 2-0. Dalam parade kemenangan dinegaranya sendiri, kaos kesayangan
yang bertuliskan 'I love Jesus' itu tidak pernah dilepasnya. Hal itu menginspirasi
banyak pemain Brazil (bahkan pemain negara lain) melakukan hal yang sama.
Saat diwawancara oleh stasiun TV dan ditanya mengapa ia melakukan hal itu,
ia berkata, "Saya ingin memperlihatkan dengan hidup dan kerja saya,
apa yang telah Tuhan lakukan bagi saya, supaya orang lain dapat melihat
apa yang Tuhan bisa lakukan dalam kehidupan mereka."
Permainannya yang cantik di Piala Dunia tidak luput dari perhatian sebuah
klub raksasa di Italia, AC Milan. Tidak lama kemudian mereka meminta Kaka
masuk dalam timnya sebagai pemain utama. Kaka-pun pindah bergabung dengan
AC Milan, masuk dalam liga Italia yang keras dan penuh bintang. Namun dalam
musim pertamanya di Liga Italia seri A, ia langsung menyumbangkan gelar
juara scudetto bagi AC Milan.
Dalam waktu singkat Kaka menjadi bintang dan pujaan banyak orang khususnya
wanita, kegantengannya yang seperti seorang bintang film membuat ia selalu
dikejar-kejar fans wanita, dimanapun ia berada akan selalu ada jeritan
gadis-gadis muda yang mengaguminya.
Namun cinta dan kesetiannya hanya pada Caroline Celico, kekasihnya yang
jauh di Brazil. Walaupun kehidupan pemain sepakbola selalu dikeliling wanita-wanita
cantik super model, atau pesta-pesta kemenangan, Kaka selalu menghindari
semuanya itu. Ia bahkan tidak mau membawa Caroline tinggal dengannya di
Italia sebelum pernikahan, seperti yang dilakukan para pemain bola di liga-liga
besar.
Tahun 2005, Kaka meminang Caroline, dalam sebuah upacara perkawinan yang
sangat sederhana, sangat berbeda dengan pernikahan selebritis lain yang
super mewah. Dalam jumpa pers ia menyatakan bahwa ia masih perjaka dan
Caroline masih perawan.
"Itu adalah periode yang penting, sebuah ujian untuk cinta kami berdua.
Saya seorang pria normal dan pasti tergoda untuk melakukan hubungan sebelum
pernikahan, tapi saya bisa melewatinya. Malam pertama kami juga ditandai
darah keperawanan, sebagai tanda cinta suci kami."
Walaupun sebuah isu pindah agama sempat menerpanya diakhir tahun 2006,
namun Kaka membuktikan pada mata dunia, bahwa ia adalah murid Kristus sejati
dalam final liga Champion Mei 2007. Menjadi pahlawan kemenangan melawan
Liverpool, Kaka langsung merayakan golnya dengan membuka kaosnya
dan menunjukan tulisan "I belong to Jesus" kemudian berlutut
berdoa bersyukur ditengah lapangan. Teman-temannya yang lain turut merayakannya,
tapi mereka mengerti dan tidak mengganggu Kaka yang sedang berdoa. Peristiwa
ini ditonton jutaan pemirsa yang menyaksikan final Liga Champion 2007.
Bagi Kaka beserta seluruh pemain dan pendukung AC Milan, kemenangan ini
merupakan mujizat. Tidak ada yang menyangka AC Milan akan menang, ditengah
kepungan 3 raksasa Inggris yang diunggulkan yaitu Manchester United, Chelsea
dan Liverpool.
Kaka menjadi Top Skorer dalam Liga Champion, pertarungan liga paling bergengsi
dan tertinggi diseluruh dunia. Membuatnya dinobatkan sebagai raja oleh
para media Italia, dan pantas dinobatkan sebagai pemain terbaik didunia.
Klub-klub kaya seperti Real Madrid diberitakan telah mengajukan penawaran
sebesar 100 juta euro (1 trilyun rupiah lebih) jauh memecahkan rekor pemain
termahal saat ini.
Do you belong to Jesus???
"Segala Perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan
kepadaku" [Filipi 4:13]