Download Kitab Manaqib Nurul 12

2 views
Skip to first unread message

Carletta Azahar

unread,
Aug 21, 2024, 10:55:16 AM8/21/24
to ghermompsimpre

KH Muslih Abdurrahman adalah putra KH Abdurrahman bin Qashidil Haq yang lahir di Mranggen Demak Jawa Tengah tahun 1914 Masehi dan wafat di Makkah pada tahun 1981 Masehi. Beliau merupakan pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah dan mursyid thariqoh Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN). Bila membaca sejarah thariqoh di Indonesia khususnya di Jawa, nama KH Muslih akan akrab ditelingga kita. Martin Van Bruinnessen menyebut KH Muslih sebagai tokoh sentral thariqoh Qadiriyyah wa Naqsyabandiyyah bersama dengan Abah anom di Suralaya, KH Thohir Falak Pagentongan Bogor dan KH Mustain Ramli di Rejoso Jombang (Martin Van Bruinnessen: 268).

Untuk Juz I terdapat 108 halaman yang ditaqrid oleh para ulama-ulama terkemuka pada saat itu. Pada kita Juz I menjelaskan tentang ulasan seputar pembacaan manaqib seperti hukum manaqiban, penggunaan dalil-dalil hadist dhaif untuk fadhilatul amal (keutamaan beribadah) dan tawassulan. Diterangkan juga tentang kewalian, karamah dan fadhilah atau keutamaan membaca manakib. Semua penjelasan KH Muslih diperkuat dengan keterangan kitab- kitab rujukan karya ulama salaf ternama. Pada bagian terakhir KH Muslih mengajarkan tata cara membaca manakib yang baik dan benar, dan ditutup dengan doa doa pilihan.

download kitab manaqib nurul 12


Download Zip https://lomogd.com/2A4Cyt



Kedua, Pada bagian kedua ini berisi : lahirnya Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, ketika masih kecil, ketika usianya mendekati baligh, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani menuntut ilmu, mendapat julukan Khirqoh Syarifah Shufiyah, pakaian beliau, Kisah tentang makan.

Ketiga, Pada bagian ketiga ini berisi : Kisah tentang ditemani Nabi Khidir AS ketika pertama kali masuk Iraq, Kisah tentang tidur, Menjaga wudhu, Kisah tentang berkumpul bersama seratus ulama ahli fiqih Baghdad, Ilmu yang diajarkan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani ditanya tentang suatu masalah.

Kelima, Pada bagian kelima ini berisi : Adab Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani terhadap orang kaya, raja, dan orang yang mempunyai kedudukan, Kisah tentang buah apel, Adab Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani fakir miskin, Tentang bala.

Ketujuh, Pada bagian ketujuh ini berisi: Bersyukur, Menolong baik ketika masih hidup maupun setelah meninggal, Keistimewaan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, Fisik dan kepribadian Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, Wafatnya beliau.

b37509886e
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages