Rovicky Dwi Putrohari
unread,Oct 1, 2014, 11:47:57 PM10/1/14Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to IAGI, iatmi-kl, geosain...@googlegroups.com, petrop...@iagi.or.id, economicgeology
Pembalikan politik energi.
Harus diakui Amerika menyalip Saudi dalam memproduksi minyaknya. Kesuksesan US dengan shale oil dan shale gas membuat peta kekuatan energi dunia bergeser. Walaupun konsumsi US masih besar dan peoduksinya belum dieksport tetap saja perpolitikan energi dunia harus direvisi dan revisit.
Eropa masih banyak yg melarang fracking, salah satu teknik mengambil migas yg terjebak secara nonconventional. China masih belum berhasil menapis migas jenis jebakan ini. Indonesia masih jauuh utk mengambilnya. Barangkali Indonesia harus mulai mencari migas diluar NKRI. Pertamina sudah mulai PGN juga mengikuti.
Tantangan untuk Indonesia tidak hanya mencari tetapi menyediakan untuk rakyatnya yang akan memiliki 160-180 juta tenaga pekerja tahun 2020-2030. Mereka membutuhkan bahan bakar (fuel), bahan baku, dan bahan makan. Juga perlu lingkungan yang aman dan nyaman.
Siapa saja yg berkecimpung dan berhubungan dengan bisnis politik dan sosial global harus merubah peta konstelasinya.
"Welcome to the new world !"
--
--
"Kebanggaan sejati muncul dari kontribusi anda yang positip".