Untuk lebih mengenalkan kepada rekan-rekan semua, bersama ini saya ringkaskan pandangan saya ttg IAGI sebagai induk organisasi MGEI (sebagian pernah saya posting di milist ini). Sejalan dengan
perkembangan bangsa dan negara Indonesia, peranan ilmu kebumian dan ahli geologi telah dan akan semakin meningkat dalam tiga bidang utama aplikasi geologi yakni pengelolaan sumberdaya kebumian, mitigasi bencana geologi dan konservasi lingkungan/ alam. Di 3 bidang ini sebagian besar ahli geologi Indonesia berkecimpung, dan terkait erat dengan IAGI.
Seperti halnya yang terjadi di negara lain, arah pembangunan suatu bangsa dan negara secara umum akan menuju kepada pemberdayaan dan pelibatan komponen nasional (termasuk tenaga ahli) untuk sebesar-besarnya kepentingan bangsa dan negara tersebut, tak terkecuali Indonesia. Di tengah tarik ulur
berbagai kepentingan seperti di antaranya nasional vs asing, ekstraksi (manfaat ekonomi) vs konservasi, dan juga situasi politik praktis dalam negeri akhir-akhir ini, IAGI sebagai organisasi yang telah berumur lebih dari 64 tahun tengah mendapatkan tantangannya untuk berperan lebih besar lagi dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Siapapun pengurusnya, untuk 3 tahun ke depan, IAGI harus mampu menjawab tantangan utama yakni “berperan dan bermanfaat lebih besar lagi untuk Indonesia”. Sehingga, pada hemat saya, kepengurusan IAGI yang akan datang harus (lebih) mampu menjawab tantangan untuk “berperan dan bermanfaat lebih besar lagi bagi Indonesia”. Sederhananya kita memerlukan: “IAGI yang LEBIH MEMBUMI”.
Visi, misi dan program kerja kepengurusan IAGI yang saya (dan tim) siapkan, disusun dengan mempertimbangkan tantangan yang akan dihadapi IAGI 3 tahun ke depan tsb.
Visi:
IAGI lebih dirasakan manfaatnya oleh
seluruh pemangku kepentingan kegeologian (ekstraksi, konservasi dan mitigasi)
Misi:
1. PROFESIONALISME: Meningkatkan
dan menjaga profesionalisme ahli geologi Indonesia
2. PENDIDIKAN GEOLOGI: Berperan
aktif membantu pengembangan dan peningkatan kualitas pendidikan geologi
Indonesia
3. NARASUMBER KEGEOLOGIAN: Berperan
aktif menjadi narasumber handal dan obyektif bidang kegeologian, meliputi (a) pengembangan
potensi dan pengelolaan sumberdaya kebumian yang bertanggung jawab, (b) konservasi
lingkungan, serta (c) mitigasi bencana geologi
4.
SOSIALISASI
GEOLOGI: Sosialisasi geologi berkesinambungan ke semua pemangku kepentingan
Program Kerja Utama:
PROFESIONALISME
1.
Sertifikasi ahli geologi berdasar bidang
kompetensi (geologi teknik, geohidrologi, migas (?) - seperti
yang telah sukses dilaksanakan di bidang minerba oleh MGEI (bersama PERHAPI); melalui Sistem Competent Person Indonesia dan
Kode KCMI – yang akan dilanjutkan membawa IAGI/ MGEI menjadi RPO (Recognized
Profesional Organization) di tingkat internasional
2. Seminar, workshop, kursus dan “field
trip” ilmiah untuk para anggota
PENDIDIKAN GEOLOGI
3.
Reaktifasi KNPGI (Komite Nasional Pendidikan
Geologi Indonesia), salah satunya untuk mengatasi
kesenjangan kualitas lulusan geologi dari berbagai perguruan tinggi Indonesia
4.
Kuliah tamu oleh praktisi ahli geologi ke perguruan tinggi untuk membantu
pendidikan geologi Indonesia (“IAGI goes to campus”)
5.
Kerja sama ilmiah/ keilmuan dengan institusi lain seperti pemerintah,
perguruan tinggi, dan organisasi profesi internasional
6. Reaktifasi publikasi geologi
Indonesia (Majalah Geologi Indonesia)
NARASUMBER KEGEOLOGIAN
7. Berperan aktif menjadi narasumber
kegeologian: memberikan masukan perihal kebijakan publik (ke pemerintah/ DPR)
serta isu-isu terkait dengan kegeologian, di antaranya pengelolaan energi
(migas, panas bumi, batubara) dan bahan tambang, serta penanganan kebencanaan
dan konservasi lingkungan
SOSIALISASI GEOLOGI
8.
Sosialisasi geologi berkesinambungan tentang isu-isu geologi dan
kehidupan sehari-hari kepada stakeholder geologi yang relevan (guru-guru
sekolah, kelompok pecinta alam, wartawan, pelaku pasar modal, dll)
9. Konferensi berskala nasional dan
internasional (bekerja sama dengan organisasi profesi lain) di antaranya
“KAIKNAS” (Konferensi Asosiasi Ilmu Kebumian Nasional) tahun 2015, “GEOSEA” (Geology of SE Asia) tahun 2016,
serta Peringatan 200 tahun letusan Tambora, 2015
ORGANISASI
10. Konsolidasi internal organisasi dan
mendorong keaktifan anak-anak organisasi IAGI (MGEI, FOSI, ISPG, MAPEGI, FGMI)
5 hari lalu kita merayakan HUT kemerdekaan negeri tercinta, dan kita melihat serta mendengar (bahkan saya merasakan langsung di lingkungan perumahan saya, di antara tetangga RT….), merebaknya (kembali) semangat nasionalisme dalam perayaan dan pesta kemerdekaan tersebut. Semoga ini merupakan pertanda bagus ke arah mana bangsa dan negara ini akan bergerak………dimana IAGI-MGEI dapat berperan serta di dalamnya.
Saya sangat mengharapkan masukan, ide-ide brilian, saran dari rekan-rekan MGEI, untuk kebaikan dan kemajuan induk organisasi kita (IAGI), dan tentunya dukungan serta kerja samanya seandainya nantinya saya mendapatkan amanah
untuk mengelola kepengurusan IAGI 2014-2017, seperti halnya dukungan rekan-rekan semua selama ini kepada MGEI.