FW: FW: [geogama92] tulisan William Aipipidely di KR (maneh)

51 views
Skip to first unread message

Hendardi, Erwin (Erwinhd)

unread,
Sep 22, 2010, 12:15:58 AM9/22/10
to geog...@googlegroups.com

Haha cerdas Mo ..

Pembelajaran dari om jun sptnya harus dicermati dg kearifan karena sejatinya tidak ada yg didapat hehehe

 

From: geog...@googlegroups.com [mailto:] On Behalf Of kusumo handoyo
Sent: Wednesday, September 22, 2010 9:37 AM
To: geog...@googlegroups.com
Subject: Re: FW: [geogama92] tulisan William Aipipidely di KR (maneh)

 

pembelajaran yg diperoleh om willy dari jun adalah penggunaan kata "mata telanjang" seperti terpapar di tulisannya, yg sejatinya merupakan kekhasan jun.

sori om willy, cuman guyon. terus berkreasi.... 

--- Pada Sel, 21/9/10, Junrial Huzaen <jun...@gmail.com> menulis:


Dari: Junrial Huzaen <jun...@gmail.com>
Judul: Re: FW: [geogama92] tulisan William Aipipidely di KR (maneh)
Kepada: geog...@googlegroups.com
Tanggal: Selasa, 21 September, 2010, 7:12 PM

gak percuma doi kerja praktek ama aq. banyak pelajaran yg dia peroleh...........

2010/9/22 Hendardi, Erwin (Erwinhd) <Erw...@chevron.com>

Mantap Om Wili, pantas waktu kuliah terlihat sering merenung, sama dg Sinung J

Bbrp kata yg khas dr si Om ini (terutama di status fb-nya) adl : terpapar, sejatinya, pembelajaran, kearifan, kekhasan, dll

 

From: geog...@googlegroups.com [mailto:] On Behalf Of M Nukman
Sent: Tuesday, September 21, 2010 9:12 PM
To: geog...@googlegroups.com
Subject: Re: [geogama92] tulisan William Aipipidely di KR (maneh)

 

Kang udin, iki meneh tulisan Romo Willy...

Huebat,,,,.

 

WISATA KEBUMIAN OLEH wILLIAM EA DIMNUAT DI HARIAN LOKAL KEDAULATAN RAKYAT

by William Aipipidely on Tuesday, September 21, 2010 at 7:27pm

Wisata Kebumian: Identitas Baru Yogyakarta

 

21/09/2010 17:36:01 Seabrek identitas wilayah Yogyakarta sebagai kota multi-wisata merupakan pengakuan yang sahih. Pengakuan ini tak dapat dibantah. Fakta-fakta budaya yang terpapar memperkuat hal itu. Dari wisata purbakala, wisata keraton, wisata kuliner, wisata pantai, wisata buku,  hingga wisata pendidikan telah menjadi ikon tersendiri bagi perkembangan sosial kota ini. Namun, sejatinya, di luar fakta itu, wilayah Yogyakarta juga menyimpan potensi wisata kebumian. Bagaimana  mendorong potensi wisata ini menjadi salah satu ikon wisata Yogyakarta?Fenomena Gunung Merapi, kekhasan garis Pantai Parangtritis telah menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan mancanegara dan domestik. Ini cerita destinasi wisata yang tidak terhitung baru. Banyak warga lintas daerah yang sudah mahfum dengan kisah itu. Namun, ketika, Kota Yogyakarta ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggara Kompetisi Ilmu Kebumian Tingkat Internasional  (International Earth Science Olympiad) ke-4 yang berlangsung sejak 19-28 September 2010, dihadiri 19 negara peserta; yang diperlombakan untuk siswa sekolah menengah atas di bidang ilmu kebumian - geologi, geofisika, oseanografi meteorologi dan astronomi - publik mulai menyadari wilayah Yogyakarta menyimpan aneka potensi wisata kebumian yang belum tergarap secara maksimal. Oleh karenanya jika potensi wisata ini dipetakan sebagai salah satu ikon wisata, maka ini akan menjadi salah satu nilai tambah pariwisata Yogyakarta. Fakta ini juga menyingkapkan pertanyaan: apa saja potensi kebumian wilayah Yogyakarta yang dapat dipakai sebagai salah sati ikon wisata kota ini? Bagaimana potensi wisata ini disosialisasikan ke publik agar dapat diakes oleh wisatawan domestik dan mancanegara?      Jejak Wisata Kebumian Jika kita melancong ke wilayah Selatan Kota Yogyakarta, kita akan menyaksikan dengan mata telanjang deretan Perbukitan Selatan yang menyimpan informasi geologi, sekaligus pemandangan bentang alam yang memikat. Lalu, kala kita menginjakkan kaki di sepanjang Pantai Parangtritis Yogyakarta, kita akan melihat deburan ombak yang sangat khas dengan garis pantainya yang lurus. Fenomena garis pantai yang lurus ini tidak banyak kita temukan di lain tempat. Begitu pula dengan bentang alam gemuk pasir yang menyerupai padang pasir. Semua fenomena ini menyimpan kajian geologi dan oseanografi yang syarat dengan informasi kebumian. Masih di daerah Selatan Yogyakarta, kita juga akan disuguhi pemandangan Pantai Baron yang cukup eksotik. Orang Yogya mungkin telah mengenal adanya Gua dan Sungai Bawah Tanah Bribin dengan ornamen stalaktit-stalakmit di daerah Kabupaten Gunungkidul, tapi apakah wisatawan domestik di luar Yogyakarta dan mancanegara mengenal itu? Jadi sangat tepat wilayah Yogyakarta dipakai sebagai arena kompetisi Ilmu Kebumian. Pembelajaran kebumian yang sangat cocok di wilayah Yogyakarta seperti situs-situs Kebumian macam gunung, pantai dan batuan tua yang dapat dipakai sebagai objek belajar studi geologi, hidrologi, oseanografi dan astronomi (Hendra Amijaya, 2010).Jejak-jejak kebumian yang sedemikian banyak ditemukan di Selatan Yogyakarta, kita juga akan dibuai dengan kekayaan informasi geologis di Utara Yogyakarta seperti fenomena Gunung Merapi dengan perilakunya yang khas. Di area ini, kita akan menemukan komunitas lintas agama peduli air di Pakem Yogyakarta, yang menjaga sumber daya air ini dengan prinsip-prinsip kearifan lokal. Dalam konteks pembelajaran ilmu kebumian dan irisannya dengan pembelajaran sosiologis, jika dihubungkan dengan potensi  parawisata, amat disayangkan jika fakta komunitas peduli air di Pakem tidak menjadi salah satu site kunjungan peserta kompetisi ilmu kebumian ini. Momen kompetisi Kebumian yang menempatkan Yogyakarta sebagai tuan rumah Olimpiade Kebumian Internasional haruslah dipakai sebagai titik awal membuat desain besar peta wisata Kebumian. Wisata Kebumian bisa menjadi salah satu potensi riil wisata Yogyakarta. Mari mengunjungi jejak-jejak itu! q-g (1670-2010)  *) William E Aipipidely, Peminat Wisata Geologi &  Pendiri Komunitas Inovasi Sosial MANNADOA



--- On Sat, 18/9/10, Salahuddin Husein <shd...@gmail.com> wrote:


From: Salahuddin Husein <shd...@gmail.com>
Subject: Re: [geogama92] tulisan William Aipipidely di KR
To: geog...@googlegroups.com
Received: Saturday, 18 September, 2010, 8:14 PM

sayangnya gak ada Jun..
cuma nama aja

2010/9/17 Junrial Huzaen <jun...@gmail.com>

Ada profil penulisnya gak Dien?? sukur2 fotonya. mo liat tampang si ambon sekarang.........

2010/9/16 Salahuddin Husein <shd...@gmail.com>

Terbit di koran Kedaulatan Rakyat (KR) hari ini. Tulisan teman kita William Aipipidely.

http://222.124.164.132/web/detail.php?sid=224658&actmenu=39

REFLEKSI HARI DEMOKRASI INTERNASIONAL 16 SEPTEMBER 2010 ; Mari Mendukung Demokrasi

Error! Filename not specified.

16/09/2010 06:47:36 Tanpa terasa, 12 tahun negeri ini telah mengenyam pahit-manisnya demokrasi. Reformasi politik yang digulirkan sejak 1998 makin menunjukkan tanda-tanda harapan. Walaupun demikian, di antara harapan itu, menyeruak pula kerikil-kerikil keraguan. Demokrasi yang selalu diidentikkan dengan kebudayaan Barat itu diduga kurang pas dengan latar kebudayaan kita. Dalam konteks lokalitas, bukti keraguan itu dapat kita lihat dari menggantungnya RUUK Yogyakarta.
Simetris dengan keraguan, apakah demokrasi (prosedural) sesuai dengan kehidupan masyarakat kita, memicu PBB merespons keberatan-keberatan itu. Respons itu kemudian tertuang dalam Resolusi Majelis Umum PBB No 62/7 yang menetapkan tanggal 15 September sebagai Hari Demokrasi Internasional yang menyatakan: Demokrasi adalah nilai-nilai universal berdasarkan keinginan rakyat yang diekspresikan secara bebas untuk menentukan sistem-sistem politik, ekonomi, sosial dan kultural mereka sendiri serta partisipasi penuh dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Artinya, resolusi PBB ini dapat dimaknai sebagai upaya promosi dan konsolidasi demokrasi. Penetapan Hari Demokrasi Internasional ini berkaitan pula dengan peringatan 20 Tahun Konferensi New or Restored Democracies, di Manila, Filipina pada medio Juni 1988, yang memainkan peran penting dalam penguatan dan pertumbuhan demokrasi di berbagai negara (Azyumardi Azra, 2008).
 Sejarah Panjang Demokrasi
Harapan dan keraguan sepertinya mengiringi perkembangan demokrasi di seluruh dunia. Sejak awal pertumbuhannya, konsepsi demokrasi selalu berhadapan dengan dilema ini. Dari demokrasi klasik ala Plato, Aristoteles, John Milton, John Locke (Diane Revitch, 1994) hingga demokrasi modern ala David Held, Paul Hirst, Roberth Dahl, William Liddle (David Held, 2004), kita menyaksikan dua hal ini tumbuh bersama. Harapan dan keraguan itulah yang membuat konsepsi demokrasi di tingkat praksis terus menunjukkan wajah yang makin manusiawi. Harapan seperti ini penting untuk diapungkan di tengah makin menguatnya pesimisme dan keraguan.
Memang, kalau kita menilik lebih jauh, dalam konteks kekinian kita, terpapar demokrasi kita mengandung sejumlah soal yang dapat menjadi penghalang tumbuhnya demokrasi yang lebih manusiawi. Pertama, problem kemiskinan yang cukup tinggi membuat pertumbuhan ekonomi dan sosial warga sulit untuk bergerak lebih cepat. Padahal, sejatinya, demokrasi harus memperkuat pertumbuhan ekonomi dan sosial warga masyarakat. Demokrasi juga diharapkan meningkatkan proses produktivitas dan kesejahteraan warga. Wakil Presiden Budiono, dalam suatu kesempatan mengatakan demokrasi kita jangan sampai menjadi pasar jual beli suara.
Kedua, birokrasi yang rumit, tidak transparan, dan biaya tinggi adalah handicap tersendiri bagi pengelolaan pemerintahan yang efektif. Oleh karenanya, upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) perlu didukung semua pihak. Ketiga, indeks korupsi yang tinggi serta makin mengguritanya praktik korupsi di semua jenjang dan entitas politik membuat demokrasi subtansial mengalami pelambatan akselerasinya. Fakta ini menjadi krusial sebagai titik berangkat memperkuat pranata hukum nasional. Semua entitas harus mendukung upaya pemberantasan korupsi sekaligus sebagai fungsi menopang demokrasi.  Keempat, Kekerasan atas nama kelompok dan kepentingan perlu diminimalkan menguatnya sentimen-sentimen antarkelompok dalam masyarakat akan menjadi buah pahit bagi demokrasi.
 * Bersambung hal 14

 

--
http://geogama92.blogspot.com/




--
JCH
------------------------------------------------
Feel good Do better Get the best

--
http://geogama92.blogspot.com/

 

--
http://geogama92.blogspot.com/


 

--
http://geogama92.blogspot.com/

--
http://geogama92.blogspot.com/




--
JCH
------------------------------------------------
Feel good Do better Get the best

--
http://geogama92.blogspot.com/

 

--
http://geogama92.blogspot.com/

Hendardi, Erwin (Erwinhd)

unread,
Sep 27, 2010, 10:10:15 PM9/27/10
to geog...@googlegroups.com

Sketsa lengkapnya by Hendra masih tersimpan disin: http://geogama92.blogspot.com/

Hendra, mgkn fotonya bisa di scan dan upload. Spt dokumen rahasia, setelah 15 thn mestinya boleh di publish  ..hehe 

 

From: geog...@googlegroups.com [mailto:] On Behalf Of Junrial Huzaen
Sent: Tuesday, September 28, 2010 8:48 AM
To: geog...@googlegroups.com
Subject: Re: FW: [geogama92] tulisan William Aipipidely di KR (maneh)

 

he..he ...si Sinung pura2 lupa kasus pemetaan dulu. dia yg suka telanjang, pura stress pas difoto. padahal bangga pamerin bokongnya yg burikan..........

2010/9/27 Haris SaptoWIDYONO <Haris.Sap...@chevron.com>

Sinung...

 

Soal ini jadi Inget cerita Hendra dan den mas Tatok dulu kek..kek....

 

Apakah foto dan Ilustrasinya msih ada kali ya...

 

Piss..Nung....

 

From: geog...@googlegroups.com [mailto:geog...@googlegroups.com] On Behalf Of sinung sugeng arianto
Sent: Wednesday, September 22, 2010 4:56 AM
To: geog...@googlegroups.com
Subject: Re: FW: [geogama92] tulisan William Aipipidely di KR (maneh)

 

Setahuku jun nggak cuma mata aja kok yang telanjang??.... Piss jun...



--- Pada Rab, 22/9/10, kusumo handoyo <kusumo_...@yahoo.com> menulis:

sinung sugeng arianto

unread,
Sep 30, 2010, 8:59:37 PM9/30/10
to geog...@googlegroups.com
Wah sebelum "negatif foto" ketemu harus clear dulu nich... Jgn sampai pas aku jabat masih ada yang nyimpen....(caile....) maksude jabat tangan gitu he3x...

--- Pada Sel, 28/9/10, Hendardi, Erwin (Erwinhd) <Erw...@chevron.com> menulis:

 

--
http://geogama92.blogspot.com/

--
http://geogama92.blogspot.com/

--
http://geogama92.blogspot.com/

WiD Nugroho

unread,
Sep 30, 2010, 11:26:51 PM9/30/10
to geog...@googlegroups.com
Jan-jane dhisik kowe ki gawe dosa apa to Nung?
________________________________
From: sinung sugeng arianto <sinung...@yahoo.co.id>
To: geog...@googlegroups.com
Sent: Fri, October 1, 2010 7:59:37 AM
Subject: Bls: FW: FW: [geogama92] tulisan William Aipipidely di KR (maneh)
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages