Harga Cabai di JeparaMelojak, Tembus Rp80 Ribu Perkilo

2 views
Skip to first unread message

Sunny ambon

unread,
Jun 18, 2022, 8:39:29 AM6/18/22
to

99 % penduduk berdiam  di rumah yang ada pekarangannya , mengapa disamping tanah bunga-bunga  yang ditanam dipekarang tidak ditanam cabe bisa ditanam cabe untuk kebutuhan sendiri dan bagi-bagi dengan sobat bin sahabat yang tidak bisa tanam. Selama rezimneo-Mojopahit berkuasa banyak krisis bertalian dengan masalah pangan. Apakah  krisis-krisis  bisa diatasi dengan hasil pemilu yang akan datang?


Di tanah dingin orang bisa menanam cabe di pot  dan hasilnya lumayan bila dibandingkan  dengan orang yang mempunyai pekarangan di Indonesia.

https://www.gatra.com/news-545961-ekonomi-harga-cabai-di-jepara-melojak-tembus-rp80-ribu-perkilo-.html

Harga Cabai di Jepara Melojak, Tembus Rp80 Ribu Perkilo

By Ahmad 

 16 Juni 2022 

https://static.gatra.com/foldershared/images/2022/Ahmad/06-Jun/IMG_20220615_143849.jpg

X

Pedagang cabai di Pasar Jepara I tengah berjualan, Rabu (15/6). (GATRA/Ahmad Muharror)

Jepara, Gatra.com- Harga komoditas cabai di pasar tradisional di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah masih melambung tinggi. Belum terlihat tanda-tanda adanya penurunan harga. Hingga, Rabu (15/6) ini saja, harga cabai di Pasar Jepara I mencapai Rp80 ribu per kilogram.

Nur Hayati, penjual cabai di Pasar Jepara I mengatakan, untuk harga cabai setan saat ini mencapai Rp80 ribu. Padahal biasanya hanya Rp60 ribu. "Kemarin sempat sampai Rp90 ribu per kilogramnya," ujarnya.

Sementara untuk cabe keriting yang semula Rp40 ribu sekarang menjadi Rp50 ribu. Cabe merah semula Rp60 ribu menjadi Rp80 ribu. Jenis cabe rawit semula Rp40 ribu menjadi Rp50 ribu. "Tomat juga naik dari Rp6 ribu menjadi Rp12 ribu," imbuhnya.

Menurut Nur, kenaikan harga ini dikarenakan adanya gagal panen para petani cabai. Selama ini ia dipasok dari petani Kabupaten Kudus. Selain cabai, kenaikan terjadi pada komoditas bawang merah dan kubis. "Bawang merah dulunya Rp40 ribu sekilo jadi Rp60 ribu. Kubis semula Rp4 ribu jadi Rp12 ribu," ungkapnya.

Salah satu pengusaha ayam geprek, Bayu Rahman mengaku sangat terdampak dengan adanya kenaikan harga cabai ini. Selain cabai harga ayam juga naik. Dengan kenaikan harga cabai ini ia terpaksa mengurangi ukuran produknya untuk menutup kerugian.

"Jika biasanya satu ekor ayam bisa jadi 8 potong, terpaksa harus diperkecil menjadi 10 potong untuk menutup harga cabai," sebutnya.

Ditanya mengenai harga ayam gepreknya, Rahman mengaku masih sama yaitu Rp15 ribu. Itu sudah termasuk nasi dan minuman. "Kalau harganya saya naikkan, kawatir kehilangan pelanggan mas," terangnya.

 Reporter:  Ahmad Muharror
 Editor:   Rohmat Haryadi

Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages