Badan Tenaga Atom Internasional
(IAEA) mengadakan pertemuan Dewan Khusus mengenai masalah keamanan fasilitas
nuklir Ukraina pada hari Kamis kemarin (3/3), pertemuan ini mengadakan
pemungutan suara mengenai rancangan resolusi “keamanan nuklir, penjaminan
keamanan nuklir serta pengaruhpenjaminan nuklir situasi Ukraina” yang diajukan
oleh Kanada dan Polandia. Duta Besar Tiongkok untuk PBB di Wina Wang Qun
mewakili delegasi menghadiri pertemuan tersebut, memberikan suara menentang
resolusi dan menjelaskan pendirian Tiongkok setelah pemungutan suara.
Wang Qun mengatakan bahwa resolusi tersebut jelas-jelas telah melampaui otorisasi IAEA, dan telah menambahkan banyak faktor politik, merugikan independensi IAEA sebagai organisasi internasional yang profesional. Tindakan negara-negara terkait yang mengabaikan proposal amandemen konstruktif berbagai pihak dan secara paksa mendorong resolusi ke dalam pemungutan suara tidak dapat diterima. Oleh karena itu, pihak Tiongkok memberikan suara menentang.
Wang Qun menekankan bahwa Tiongkok memperhatikan masalah keamanan fasilitas nuklir, penjaminan keamanan nuklir dan perlindungan nuklir dalam wilayah Ukraina, serta mendukung IAEA dengan ketat melaksanakan tugas pengawasan keamanan nuklir, penjaminan keamanan nuklir dan perlindungan nuklir sesuai otorisasi. Sementara itu, semua pihak terkait juga diimbau untuk tetap tenang, menghindari tindakan yang dapat mengakibatkan kecelakaan keamanan nuklir dan penjaminan keamanan nuklir yang diakibatkan oleh manusia.
Wang Qun menegaskan bahwa Tiongkok selalu mendukung dan mendorong semua upaya diplomatik yang bermanfaat untuk meredakan situasi Ukraina, serta bersedia terus memainkan peran konstruktif untuk hal ini.