Jakarta
- Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa disudutkan lewat spanduk. Pesan spanduk
tersebut ngeri.
Spanduk
ngeri itu bergambar foto Panglima TNI Jenderal Andika dengan narasi pemakzulan.
Spanduk ini terpasang di kawasan Jakarta Pusat dan sudah ditertibkan.
Spanduk
Jenderal Andika yang dinarasikan PKI itu muncul di sejumlah titik di Jakarta
Pusat. Salah satu foto yang beredar di media sosial yakni bergambar Jenderal
Andika yang diedit mengenakan baju berwarna merah dengan logo PKI.
Baca
juga:
Spanduk
'Pecat Panglima TNI PKI' Dinilai Muncul karena Potensi Andika di
2024
Muncul
juga spanduk Jenderal Andika yang dikaitkan dengan PKI di kawasan Menteng. Dalam
video yang beredar di media sosial, spanduk itu bergambarkan Jenderal Andika
mengenakan seragam.
Latar
spanduk berwarna merah dengan logo palu arit. Spanduk itu juga bertuliskan
'Pecat P5 PKI atau Dimakzulkan'. Video itu terlihat personel TNI dan anggota
Satpol PP sedang menertibkan spanduk tersebut.
Kepala
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PPl) Kecamatan Menteng, Hendra saat
dikonfirmasi membenarkan adanya spanduk tersebut. Dia mengatakan saat itu Satpol
PP melakukan pendampingan untuk menurunkan spanduk.
"Kemarin
hari Minggu, lalu kami berkoordinasi dengan Danramil nya, lalu Danramil,
Babinsanya didampingi dengan Satpol PP untuk menurunkan barang buktinya
diserahkan ke Koramil untuk disimpan," kata Hendra saat dihubungi, Senin
(4/4/2022).
Baca
juga:
Koramil
Copot Spanduk 'Pecat Panglima TNI PKI' di Jakpus
"Banyak
ada beberapa tempat juga, di luar wilayah Menteng yang memasang spanduk itu. (Di
Menteng) Ada satu yang kemarin kami laporkan ke Danramil. Hari Minggu, Satpol PP
mendampingi aja. Jadi kita lapor, berkoordinasi dengan Danramil. Ada di depan
lampu merah Jalan Soeroso depan rumah sakit," imbuhnya.
Sementara
itu, Kasatpol PP Jakpus, Bernard Tambunan juga mengatakan pihaknya sudah
menertibkan spanduk bergambar Jenderal Andika tersebut. "Iya sudah ditertibkan,"
katanya.
Simak
selengkapnya di halaman berikut
Lihat
juga Video: PKS soal Keturunan PKI Boleh Jadi TNI: Landasan Kebijakannya
Apa?
Upaya
Menyudutkan
Direktur
Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno menilai kemunculan spanduk
tersebut ada dua penyebab. Yang pertama terkait kebijakan terbaru Jenderal
Andika Perkasa yang membolehkan keturunan PKI daftar TNI.
"Pertama,
itu pasti efek kebijakan Panglima TNI yang memperbolehkan keturunan PKI ikut
seleksi TNI," kata Adi kepada wartawan, Senin (4/4).
Sebagian
publik, Adi menjelaskan, mengkritik kebijakan tersebut karena dianggap memaafkan
kejahatan PKI. Sedangkan sebagian publik lainnya mengapresiasi karena dianggap
menghapus diskriminasi dan jadi ajang rekonsiliasi nasional.
"Di
negara ini segala hal yang terkait dengan PKI sangat sensitif, memantik polemik,
dan amarah publik. Pasti ada pro-kontra," ujarnya.
Baca
juga:
PKS
soal Keturunan PKI Boleh Jadi TNI: Landasan Kebijakannya
Apa?
Kemunculan
spanduk bergambar Jenderal Andika Perkasa dengan narasi PKI juga dinilai
berkaitan dengan Pilpres 2024. Menurut Adi, sosok Andika potensial maju pada
Pilpres 2024.
"Kedua,
bisa saja spanduk semacam itu bagian upaya merusak kredibilitas dan nama baik
Panglima Andika yang belakangan santer disebut potensial maju Pilpres 2024 yang
akan datang," kata Adi.
"Kebijakan
Panglima soal keturunan PKI digoreng untuk kepentingan politik elektoral,"
imbuhnya.
Lantas
siapa yang memasang spanduk bergambar Andika itu? Adi menilai biasanya kelompok
yang 'memainkan' isu PKI adalah mereka yang sangat yakin PKI akan bangkit.
Kelompok resisten PKI ini bisa dari kalangan mana pun.
Baca
juga:
Mahfud
Md Tak Persoalkan Panglima Bolehkan Keturunan PKI Daftar TNI
"Kelompok
resisten PKI bisa dari kalangan nasionalis dan kalangan Islam yang sangat trauma
terhadap kejahatan PKI. Tapi orang atau kelompok yang bikin spanduk semacam itu
tergolong berani dan punya nyali kuat yang langsung menghakimi Jenderal Andika,"
imbuhnya.
(gbr/eva)
Baca
artikel detiknews, "Muncul Spanduk Ngeri Sudutkan Panglima TNI"
selengkapnya