Kode Jokowi soal Sosok Elektabilitas Tinggi Belum Tentu
Dicapreskan
Tim
detikcom - detikNews
Sabtu,
27 Agu 2022 07:55 WIB

Presiden
Jokowi. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Jakarta
- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri rapat pimpinan nasional (rapimnas)
kelompok relawan Bravo 5 yang dibina Luhut Binsar Pandjaitan. Di hadapan Bravo
5, Jokowi menyebut sosok elektabilitas tinggi belum tentu dicapreskan oleh
partai politik (parpol).
Ketua
Bidang Media dan Informasi Bravo 5 Ruhut Sitompul menjelaskan rapimnas yang
digelar di salah satu hotel di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (26/8). Ruhut
menyebut rapimnas juga dihadiri oleh Mendagri Tito Karnavian, Menko Polhukam
Mahfud Md, Menko Maritim sekaligus Dewan Pembina Bravo 5 Luhut Binsar
Pandjaitan.
"Jadi
dalam rapimnas itu acaranya (ada) Menteri Dalam Negeri, Pak Menko Polhukam,
sudah itu Presiden. Adapun Pak Luhut, dia kan Dewan Pembina, dia juga
pembicara," kata Ruhut kepada wartawan.
Baca
juga:
Puan:
Insyaallah 2024 Ada Lagi Presiden Perempuan
Rapimnas
dihadiri perwakilan Bravo 5 dari 34 provinsi, rapimnas akan ditutup pada Sabtu
(27/8) besok. Ruhut menceritakan bahwa Jokowi membicarakan kondisi ekonomi dunia
saat ini serta politik dalam negeri.
"Bahkan
ada beberapa puluh negara yang diperkirakan ekonominya akan turun, itu yang
ekonomi. Sudah itu, ini pasti yang ditunggu-tunggu, soal politik. Karena ini kan
tim sukses beliau periode pertama 2024, periode 2019," ujar Ruhut.

Luhut
Binsar Pandjaitan, Ma'ruf Amin, dan Jokowi. (ANTARA FOTO/Puspa
Perwitasari)
Bravo
5, kata Ruhut, saat ini sudah menjadi relawan pendukung Jokowi. Dalam rapimnas
Bravo 5, Ruhut mengungkapkan Jokowi memberi pesan agar tak terburu-buru soal
nama capres 2024.
"Mengenai
pemilihan presiden, saya hanya menyampaikan ojo kesusu. Kita nggak usah
mendahului, sabarlah, kita kerja aja yang baik. Dia bilang, itu nanti adalah,
kita sabar saja semuanya, itu saja saja, nggak lama kok. Sudah itu, karena kita
relawan, kita foto bersama dengan presiden, baik kawan daerah maupun kami DPP,"
ujar Ruhut.
Baca
juga:
Mereka
yang Elektabilitasnya Tinggi tapi Belum Tentu Dicapreskan
Partai
Elektabilitas
Tinggi Belum Tentu Dicapreskan
Jokowi
memberi pesan kepada kelompok pendukungnya ini agar tidak tergesa-gesa memberi
dukungan awal kepada kandidat calon presiden tertentu. Dalam video detikTV,
Jumat (26/8), Jokowi mengungkit undang-undang yang mengharuskan calon presiden
dan calon wakil presiden diusung partai atau gabungan partai.
"Di
konstitusi kita, di undang-undang kita, itu memang harus diusung oleh partai
atau gabungan partai. Artinya apa, Bapak Ibu jangan mendukung kandidat itu
sekarang," kata Jokowi.
Jokowi
kemudian memberi analogi kehendak mengusung Ketua Umum Bravo 5 Fachrul Razi di
Pilpres 2024 hingga Luhut. Menurut Jokowi, kehendak itu belum tentu direstui
partai politik.
Simak
video 'Jokowi: Belum Tentu Elektabilitas Tinggi Diajukan Parpol Maju
Nyapres':
Simak
selengkapnya, di halaman selanjutnya:
"Misalnya
kita dukung Pak Fachrul Razi, misalnya. Pertanyaan saya, yang mengajukan partai
apa? Mengajukan Pak Luhut, pertanyaan saya partainya apa yang mengajukan?" ujar
Jokowi.
Jokowi
menegaskan elektabilitas tinggi seseorang bukanlah jaminan mendapat tiket
pilpres. Karena itu, Jokowi meminta relawan bersabar.
"Belum
tentu yang elektabilitasnya tinggi itu diajukan oleh partai atau gabungan
partai. Kalau mereka nggak mau gimana. Oleh sebab itu sekali lagi ojo kesusu,"
kata Jokowi.
Baca
juga:
Jokowi:
Belum Tentu yang Elektabilitasnya Tinggi Dicapreskan
Partai
Elektabilitas
Tokoh
Berdasarkan
hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) kekuatan kandidat bakal capres di
Pilpres 2024, sosok Anies Baswedan dan Ridwan Kamil memiliki elektabilitas cukup
tinggi. Namun, kedua tokoh bukan kader partai atau memiliki partai.Survei
ini dilakukan tanggal 10-24 Juni 2022 di 34 provinsi yang ada di seluruh
Indonesia. Populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia yang minimal
telah berusia 17 tahun (telah memiliki KTP) dengan melibatkan sebanyak 1.500
responden.Sampel
dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel secara acak bertingkat (multistage
random sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara
tatap muka dengan responden oleh tenaga terlatih dengan bantuan/pedoman
kuesioner. Margin of error +/- 2,53%, dan pada tingkat kepercayaan sebesar
95%.
Luhut
Binsar Pandjaitan dan Jokowi. (Agung Pambudhy/detikcom)
Baca
juga:
Ruhut
Ungkap Jokowi Bertemu Bravo 5 Binaan Luhut, Beri Pesan soal
Capres
Berikut
urutan elektabilitas kandidat berdasarkan pertanyaan tertutup (simulasi dengan
16 nama tokoh):
Prabowo
Subianto 29,5%
Ganjar
Pranowo 20,9%
Anies
Baswedan 18,5%
Ridwan
Kamil 7,6%
Sandiaga
Uno 4,2%
Basuki
Tjahaja Purnama 2,6%
AHY
2,5%
Moeldoko
2,4%
Dedi
Mulyadi 2,1%
Erick
Thohir 1,7%
Airlangga
Hartarto 1,2%
Puan
Maharani 0,9%
Gatot
Nurmantyo 0,7%
Mahfud
Md 0,5%
Muhaimin
Iskandar 0,5%
Ganjar
Pranowo kader PDIP elektabilitasnya tinggi, namun Ganjar tak memiliki posisi
strategis di PDIP. Sementara itu, Prabowo Subianto elektabilitasnya tinggi,
masih menjadi Ketum Partai Gerindra.
Simak
selengkapnya, di halaman selanjutnya:
Saiful
Mujani Research and Consulting (SMRC) juga merilis survei elektabilitas calon
presiden pada Agustus ini. Dalam survei SMRC ini, hasilnya tak jauh
berbeda.
Survei
SMRC ini digelar pada 5-13 Agustus 2022. Populasi sampel dalam survei ini
dipilih secara random (multistage random sampling) dengan total 1.220
responden.
Margin
of error survei dalam survei ini diperkirakan sebesar 3,1% dengan tingkat
kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling). Wawancara dilakukan secara
tatap muka.
SMRC
melakukan survei tertutup dengan memberikan 11 nama kepada responden. Kesebelas
nama itu dipilih berdasarkan potensial peluang maju sebagai capres.
Baca
juga:
Survei
MIPOS: Prabowo Capres dengan Sentimen Positif Tertinggi
Berikut
hasil suara 11 nama capres dalam survei tertutup:Ganjar
Pranowo 27,1%Prabowo
Subianto 19,0%Anies
Baswedan 15,6%Ridwan
Kamil 8,5%AHY
3,5%Erick
Thohir 2,3%Khofifah
2,2%Puan
Maharani 2,0%Sandiaga
Uno 1,9%Andika
Perkasa 1,9%Airlangga
Hartarto 0,8%Tidak
tahu 15,3%Meski
elektabilitas Anies dan Ridwan Kamil tinggi, keduanya bukan kader partai.
Sementara Ganjar Pranowo, elektabilitas tinggi namun bukan pengurus struktural
PDIP.(rfs/rfs)Baca
artikel detiknews, "Kode Jokowi soal Sosok Elektabilitas Tinggi Belum Tentu
Dicapreskan" selengkapnya https://news.detik.com/pemilu/d-6256973/kode-jokowi-soal-sosok-elektabilitas-tinggi-belum-tentu-dicapreskan.
Download
Apps Detikcom Sekarang
https://apps.detik.com/detik/