Provinsi Henan, Tiongkok Tengah, baru-baru ini, mengalami bencana badai hujan dan banjir sehingga mengundang perhatian umum. Warga Tiongkok yakin, bahwa siapapun yang mengalami kesulitan pasti akan mendapat bantuan.

Pada tanggal 23 Juli,para anggota tim pemadam kebakaran dan pertolongan bencana Jiangxi yang tengah menuju Henan untuk menyediakan bantuan mendapat informasi bahwa seorang ibu hamil di sebuah distrik Kota Zhenzhou akan bersalin dan perlu dilarikan ke rumah sakit. Para anggota tim pemandam kebakaran dan pertolongan bencana secara darurat mengerahkan sebuah bis dan 3 orang anggotanya mengantarkan ibu hamil dan sanak keluarganya ke rumah sakit.

Di perjalanan menuju rumah sakit, ada banyak genangan air yang cukup dalam, dan bis sulit melewatinya. Tapi genangan air itu terlalu dalam dan sudah lebih dari satu meter. Mereka segera menghubungi polisi lalu lintas setempat untuk menanyakan rute penggantinya. Dengan upaya susah-payah, ibu hamil dan sanak keluarganya akhirnya tiba di rumah sakit dengan selamat.

Pada tanggal 23 Juli, kepala tim bantuan jaringan listrik Provinsi Helongjiang Mei Honggang dengan cepat naik pesawat dari Harbin menuju Zhenzhou. Karena terburu-buru berangkat, sebelum keberangkat, ia meninggalkan pesan di Wechat, “kehilangan hubungan 3 jam, ada tugas bantuan ke Provinsi Henan”.

Dalam perjalanan, ia dengan sibuk mengatur pekerjaan kepada para anggota. Yang paling dikhawatirkan Mei Honggang adalah sanak keluarganya. Ia berjanji kepada anak puteranya yang baru ikut ujian masuk SMA untuk membawa anak kesayangannya berwisata dengan menggunakan cutinya. Rupanya, janjinya kali ini sulit ditunaikan.



Pada tanggal 25 Juli, kepala tim bantuan darurat Kota Wuhan Hong Tao yang bekerja Kota Weihui Provinsi Henan tengah makan siang dan menunya cukup bervariasi, di antaranya ada mi goring, mantou, bawang manis dan juga makanan khas Henan.

Hong Tao mengatakan, dirinya baru tahu bahwa para gadis itu sudah mulai mengantarkan makanan kepada mereka pada tanggal 23. Ia mengatakan, mereka datang membantu Henan menanggulangi bencana dengan rasa berterima kasih. Karena pada masa wabah Wuhan, justru tim bantuan medis Henan datang menolong Kota Wuhan. Selama bebera hari ini, mereka menerima air minum dan makanan yang diantarkan massa setempat. Ia merasa sangat terharu dan berterima kasih.

