
Tahun ini genap 20 tahun Tiongkok bergabung dalam WTO. Selama 20 tahun ini, Tiongkok telah melaksanakan komitmennya secara menyeluruh dan selalu menaati peraturan WTO, dengan teguh memelihara sistem perdagangan multilateral, terus memperluas keterbukaan, mendorong kerja sama dan menang bersama, memberikan kontribusi penting bagi perkembangan ekonomi global, serta memperoleh pengakuan luas dari masyarakat internasional.
Pada tanggal 15 November 2014, dalam pidatonya di depan rapat tahap pertama KTT G20 ke-9, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengatakan, “perdagangan dunia semakin besar dan akan memberikan keuntungan kepada semua negara. Jika pasar dunia merosot, tak akan menguntungkan negara mana pun. Kami akan terus membawa bendera perdagangan bebas global, memelihara sistem perdagangan multilateral, membentuk rantai nilai global yang saling menguntungkan dan menang bersama, serta mengembangkan pasar besar global”.
Pada tanggal 14 Mei 2017, dalam pidatonya di depan upacara pembukaan Forum Puncak Kerja Sama Internasional “Sabuk dan Jalan”, Presiden Xi menekankan, “Kita perlu memandang ‘keluar’, memelihara sistem perdagangan multilateral, mendorong pembangunan Zona Perdagangan Bebas, serta mendorong liberalisasi dan fasilitasi perdagangan dan investasi. Tentu saja, kita juga perlu berupaya menyelesaikan masalah ketidakseimbangan pembangunan, kesulitan tata kelola, kesenjangan digital dan distribusi, serta berusaha membentuk globalisasi ekonomi yang terbuka, inklusif, menyejahterakan, seimbang dan menang bersama.
Pada tanggal 28 Mei 2019, dalam surat ucapan selamat kepada CIFTIS 2019 Presiden Xi menunjukkan, “Tiongkok berupaya mendorong keterbukaan yang berlevel lebih tinggi, mendukung teguh mekanisme perdagangan multilateral, dan memperluas akses pasar modal asing di bidang yang lebih luas, serta aktif menciptakan lingkungan bisnis utama.
Pada tanggal 4 November 2020, dalam pidato utamanya di depan upacara pembukaan CIIE ke-3 Presiden Xi menekankan, “Tiongkok akan berpegang teguh pada ide keterbukaan, bekerja sama, bersolidaritas dan menang bersama, dengan teguh meningkatkan keterbukaan secara komprehensif, dengan lebih efektif mengkoneksikan pasar dalam dan luar, serta membagikan sumber unsur penting, agar pasar Tiongkok menjadi pasar dunia, pasar yang berbagi, dan pasar bersama yang dapat memberikan lebih banyak energi kepada masyarakat internasional.
Pada tanggal 17 November 2020, dalam pidatonya di depan KTT BRICS ke-12 Presiden Xi menekankan, “Tiongkok dengan teguh membangun ekonomi dunia yang terbuka, memelihara mekanisme perdagangan multilateral dengan WTO sebagai inti, serta menentang penyalahgunaan proteksionisme atas nama keamanan negara.
Pada tanggal 4 November 2021, dalam pidato utamanya di depan upacara pembukaan CIIE ke-4 Presiden Xi menekankan, “Tiongkok mendukung reformasi WTO ke arah yang tepat, mendukung perkembangan inklusif mekanisme perdagangan multilateral, serta mendukung hak dan kepentingan sah anggota negara berkembang.



Pada tanggal 13 Desember tahun 1981, yaitu 40 tahun yang lalu, Sidang ke-4 KRN ke-5 Tiongkok meluluskan “Resolusi mengenai Kewajiban Semua Rakyat untuk menanam Pohon”, setiap warga dengan usia tertentu wajib menanam pohon demi negara. Selama 40 tahun ini, semua rakyat aktif menanam pohon dan telah mencapai hasil yang menonjol. Total telah menghasilkan lebih dari 78 miliar batang pohon dengan 17,5 miliar kali penanaman pohon.