"Masalah
tentang martir bunuh diri. Itu konteks di Palestina ketika tentara Palestina
tidak punya alat apa pun untuk membalas serangan Israel dan itu bukan pendapat
saya," ujar UAS.
"Saya
menjelaskan pendapat ulama, dan konteksnya saya menyampaikan itu di dalam
masjid, menjawab pertanyaan jemaah. Masak jemaah tanya, 'Ustaz, masalah di
Palestina jangan dijawab. Nanti kalau dijawab saya nggak bisa masuk ke
Singapura.' Saya kan intelektual. Saya ini profesor, doktor, dosen,"
imbuhnya.
Lalu,
soal patung ada jinnya, UAS mengaku berlandaskan pada hadis nabi. Malaikat,
sebut UAS, tak akan masuk ke rumah yang terdapat patung.
"Masalah
yang kedua, tentang masalah di dalam patung ada jin. Itu hadis nabi, innal
malaikata, malaikat, la tadkhulul buyut, tidak masuk ke dalam rumah, fiha
tamasil, di dalam rumah itu ada patung," kata UAS.
Baca
juga:
Mahfud
soal Singapura Tolak UAS: Kita Tak Boleh Ikut Campur
"Kenapa
tidak mau malaikat masuk? Karena malaikat tidak masuk satu majelis dengan jin.
Bukan malaikat itu takut. Dia tidak mau kotor. Itulah maka di rumah orang Islam
tak boleh ada patung," tambahnya.
Lalu
soal Kafir. Ulama asal Riau itu mengatakan kafir adalah istilah dalam agama
Islam. Istilah itu tidak tidak mungkin dihilangkan karena sudah ada dan disebut
dalam ajaran Islam.
"Tentang
masalah kafir. Kafir itu artinya ingkar. Siapa saja yang tidak percaya Nabi
Muhammad adalah rasul utusan Allah, maka dia adalah (kafir). Dan saya ini kafir.
Saya tidak percaya kepada ajakan iblis dan setan, maka saya ini kafir. Kafir itu
artinya ingkar. Itu adalah istilah dalam agama, agama kita. Masak kita hilangkan
istilah-istilah agama hanya karena tidak mau orang lain tersinggung,"
ujarnya.
Baca
juga:
2
Pengkhotbah Kristen Juga Pernah Ditolak Masuk Singapura
UAS
tidak akan berhenti berkhotbah meskipun terjadi peristiwa di Singapura. Dia tak
masalah jika dinilai sebagai ekstremis karena apa yang disampaikannya.
"Nanti
kalau ada negara melarang orang ceramah yang mengatakan babi haram, khamar
haram, nanti bisa aja keluar peraturan, 'Anda tidak boleh, kenapa? Karena
mengatakan khamar haram, karena kita suka minum khamar. Anda tidak boleh masuk
ke negara kami karena kami homo dan lesbi, Anda menolak itu',"
katanya.
"Itu
(babi, khamar, LGBT, haram) kan ajaran agama kita. Saya tidak pernah berhenti
mengajarkan ajaran itu. Kalau itu dianggap sebagai ekstremis, sebagai segregasi,
maka biarlah semua orang mengatakan itu, karena itu bagian dari ajaran agama,
saya akan tetap mengajar," tegas UAS menambahkan.
Baca
juga:
UAS
Ditolak Masuk Singapura, Berikut 5 Hal yang Diketahui Sejauh
Ini
UAS
menekankan bahwa dirinya adalah pengajar. Baginya, seorang pengajar tidak boleh
bicara sembarangan.
"Dan
saya sampai hari ini masih sebagai pengajar. Saya visiting profesor di
Universiti Islam Sultan Sharif Ali, masih ada kontrak. Saya mendapat honoris
causa dari University Islam Internasional Antar Bangsa Selangor, Malaysia. Dan
saya sarjana, saya pendidik, dosen. Saya bukan orang yang ngomong sembarangan,"
katanya.
Penjelasan
Singapura simak di halaman selanjutnya.
Penjelasan
Singapura
Kemendagri
Singapura buka suara soal alasan menolak Ustaz Abdul Somad. Kemendagri Singapura
mengungkap pandangannya soal sosok UAS.
Pernyataan
Kemendagri Singapura itu dirilis melalui situs resminya. Singapura awalnya
menjelaskan soal kedatangan UAS di Terminal Feri Tanah Merah Singapura pada 16
Mei.
"Kementerian
Dalam Negeri (MHA) memastikan bahwa Ustadz Abdul Somad Batubara (Somad) tiba di
Terminal Feri Tanah Merah Singapura pada 16 Mei 2022 dari Batam dengan enam
pendamping perjalanan. Somad diwawancarai, setelah itu kelompok tersebut ditolak
masuk ke Singapura dan ditempatkan di feri kembali ke Batam pada hari yang
sama," demikian pernyataan Kemendagri Singapura, Selasa (17/5).
Baca
juga:
Duo
Fahri-Fadli Kompak Bela UAS yang Dianggap Singapura
Ekstremis