Saat Ambisi Ganjar Nyapres Dicap PDIP Kemlinthi Tak Hormati
Megawati
Tim
detikcom - detikNews
Kamis,
02 Jun 2022 07:35 WIB

Ganjar
Pranowo dan Megawati Soekarnoputri saat masa Pilgub Jateng (Istimewa/dok GP
media center)
Jakarta
- Politikus PDIP Ganjar Pranowo kembali disentil oleh sesama rekan partainya.
Manuver Ganjar Pranowo terkait Pilpres 2024 dianggap congkak terhadap partai,
sehingga tidak menghargai Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Elite
PDIP Trimedya Panjaitan yang menyoroti ambisi Gubernur Jateng Ganjar Pranowo
yang dianggap getol ingin nyapres di 2024. Trimedya mempertanyakan kinerja
Ganjar Pranowo selama menjabat Gubernur Jateng.
Serangan
Trimedya kepada Ganjar dibarengi pujian terhadap Ketua DPP PDIP Puan Maharani,
rekam jejak Ketua DPR RI dinilai jelas mulai dari Ketua Fraksi PDIP di DPR saat
menjadi oposisi era pemerintahan SBY.
Baca
juga:
Paloh
Tepis Isu Sodorkan Nama Anies-Ganjar ke Jokowi untuk Pilpres
2024
Puan
dinilai mengorganisasi anggota, lalu menjadi Menko PMK, mengkoordinasikan tujuh
kementerian, pun ketika menjadi Ketua DPR memimpin di tengah kader-kader terbaik
parpol di level pimpinan.
"Ganjar
apa kinerjanya 8 tahun jadi gubernur selain main di medsos apa kinerjanya?" kata
Trimedya dalam keterangan tertulis, Rabu (1/6).
"Tolong
gambarkan track record Ganjar di DPR kemudian sebagai gubernur selesaikan Wadas
itu. Selesaikan rob itu, berapa jalan yang terbangun kemudian sekarang
diramaikan kemiskinan di Jateng malah naik tolong masyarakat juga apple to apple
memperbandingkan," tegas Trimedya.
Baca
juga:
Elite
PDIP: Ganjar Kemlinthi, Tidak Menghargai Megawati!
Bagi
Trimedya, langkah Ganjar yang bermanuver untuk maju capres di 2024 sudah kelewat
batas. Bahkan, dalam istilah masyarakat Jawa, menurut Trimedya, bisa disebut
kemlinthi yang bisa diartikan sok atau congkak."Kalau
kata orang Jawa kemlinthi ya, sudah kemlinthi dia, harusnya sabar dulu dia
jalankan tugasnya sebagai gubernur Jateng dia berinteraksi dengan kawan-kawan
struktur di sana DPD DPC DPRD provinsi DPRD kab/kota, itu baru," ujar Trimedya,
yang juga Wakil Ketua MKD DPR.Lebih
lanjut, Trimedya melihat langkah Ganjar terlalu ketara menampilkan syahwat
politik, tampak dari safarinya ke berbagai wilayah di Indonesia belakangan ini.
Diketahui, Ganjar aktif keliling Indonesia mulai dari Sumut hingga Makassar,
Sulsel.Simak
selengkapnya, di halaman selanjutnya:"Ini
kan kelihatan main semua, ke mana mana semua jalan ke Medan ke Makassar, ya kita
ketawa-ketawa saja pada saat PON Papua ada yang teriak Ganjar... Ganjar... siapa
orang Papua yang tahu Ganjar, kelihatan bener by design (sudah diatur), apalagi
orang yang mengerti politik," ungkap legislator dapil Sumut II ini.Trimedya
menekankan seharusnya Ganjar sebagai salah satu kader yang tergolong lama paham
karakter PDIP dan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri."Dan
bagi saya sebagai kader PDI Perjuangan, Ganjar tidak menghargai Ibu (Megawati),"
ucapnya.Baca
juga:
Ganjarist
Semprot Balik Elite PDIP Sebut Ganjar Kemlinthi Nyapres
Puji
Puan Maharani
Di
sisi lain, Trimedya Panjaitan berbicara mengenai sosok pemimpin Indonesia ke
depan. Sosok Puan Maharani disebut-sebut sebagai salah satu calon pemimpin
nasional di Pilpres 2024. Bagaimana sosok Puan di mata Trimedya?
"Mbak
Puan bukan tipe pemimpin yang suka berpura-pura yang memoles dirinya seakan-akan
populis seakan-akan berpihak kepada rakyat, tapi Mbak Puan mencoba menjadi
pemimpin ya begitulah dia apa adanya, dia lahir dari sebagai cucu Bung Karno,
anak Bu Mega, anak Pak Taufik, kemudian jadi politisi di tingkat nasional ya dia
nggak perlu kepura-puraan," kata Trimedya.
Menurut
Trimedya, mencari pemimpin haruslah yang apa adanya, bukan memoles dirinya
seolah-olah paling berpihak kepada rakyat. Trimedya lalu menyoroti Ganjar yang
hanya memoles diri dari opini publik.
Baca
juga:
Ganjar-Puan
Dijodohkan untuk 2024, Bambang Pacul: Tunggu Ketum
"Jatuh
dari sepeda, akting ada hari kanker botak bukan yang begitu-begitu, coba apa
gunanya Ganjar botak tunjukkan empati, kan nggak juga, kenapa dia nggak botak
ketika Indonesia kalah di semifinal SEA Games," kritik legislator dapil Sumut II
ini.Trimedya
kembali memaparkan track record Puan sejak menjabat Ketua Fraksi PDIP di era
oposisi SBY 2009-2014 dan Ganjar ada sebagai anggota Fraksi PDIP saat itu.
Setelah menjadi Menko PMK 2014-2019, Puan kembali ke Senayan."Semuanya
baik penyerapan anggarannya semuanya baik kinerjanya juga baik kemudian dia
relatif berhasil membuat tag line revolusi mental membumi dan itu kan sempat
menjadi ikon kita ya, revolusi mental itu kan yang digaungkan juga oleh Pak
Jokowi," paparnya.Simak
selengkapnya, di halaman selanjutnya:Terakhir
di DPR, Trimedya juga menganggap Puan berhasil memimpin DPR di tengah konstelasi
politik yang tinggi, apalagi para pimpinan DPR adalah kader terbaik parpol di
Senayan."Pimpinan
DPR ini kan jagoan-jagoan semua ada Azis, ada Dasco, ada Muhaimin, ada Rachmat
Gobel, itu kan jagoan-jagoan semua. Dia juga bisa memimpin pemilihan pimpinan
komisi dan AKD mulus semuanya, itu jelas ukuran-ukuran kinerja, itu yang harus
kita sampaikan ke masyarakat," imbuhnya.Ganjarist
Semprot Balik Trimedya