Beijing
- Kebijakan nol-COVID yang diberlakukan China menuai kritik. Presiden China Xi
Jinping pun menjawab kritik itu lewat pidato penting.
China
telah menerapkan lockdown ketat di Shanghai demi mengendalikan penyebaran Corona
di kota itu. Tapi, lockdown itu memicu protes dari publik.
Shanghai,
yang merupakan pusat ekonomi terpenting China, sedang memerangi wabah COVID-19.
Banyak pagar didirikan di sekitar kompleks yang ditunjukkan sebagai 'area
tertutup'. Artinya, warga yang dinyatakan positif dilarang meninggalkan pintu
depan rumah mereka.
Baca
juga:
Mengecat
Rambut dan Pakai Legging Ketat di Korea Utara Bisa Dicap
Pengkhianat
Dilansir
dari CNN, Jumat (6/5/2022), banyak penduduk Shanghai menggunakan media sosial
untuk meminta bantuan dan melampiaskan kemarahan mereka atas kekurangan makanan
dan kurangnya akses ke perawatan medis. Kota tersebut berada dalam pembatasan
ketat selama lima minggu terakhir.
Beberapa
warga juga memprotes dari jendela mereka. Warga membenturkan panci dan wajan dan
berteriak frustrasi.
Bentrokan
juga terjadi dengan polisi dan petugas kesehatan di jalan-jalan, yang menjadi
pemandangan langka di China. Kejatuhan ekonomi yang parah juga memicu
kekhawatiran dari para ekonom dan eksekutif bisnis, terutama mengingat peran
Shanghai sebagai pusat keuangan terkemuka dan pusat manufaktur serta pengiriman
utama.
Pada
bulan April, sektor jasa China, yang menyumbang lebih dari setengah PDB negara
dan lebih dari 40% lapangan kerja, mengalami kontraksi pada laju paling tajam
kedua dalam catatan, sementara sektor manufaktur juga menyusut.
Baca
juga:
Kejar
Target 'Zero Covid', Beijing Perpanjang Penutupan
Sekolah
Peringatan
Keras Xi Jinping
Kritik
dan protes atas kebijakan nol-COVID itu dijawab Xi Jinping dengan memberi
peringatan keras terhadap siapa pun yang mempertanyakan kebijakannya. Peringatan
itu disampaikan Xi dalam pertemuan yang dipimpinnya.
Komite
Tetap Politbiro Partai Komunis yang berkuasa bersumpah "dengan teguh mematuhi
kebijakan umum dinamis nol-COVID dan dengan tegas melawan kata-kata dan tindakan
apa pun yang mendistorsi, meragukan atau menyangkal negara kita dalam kebijakan
pencegahan epidemi."
Ini
merupakan pertama kalinya Xi, yang menurut media pemerintah membuat 'pidato
penting' dalam pertemuan itu, menyampaikan pernyataan publik tentang upaya China
melawan COVID sejak kehebohan meletus atas lockdown keras di Shanghai.
"Strategi
pencegahan dan pengendalian kami ditentukan oleh sifat dan misi partai,
kebijakan kami dapat bertahan dalam ujian sejarah, tindakan kami ilmiah dan
efektif," kata komite beranggotakan tujuh orang itu seperti diberitakan kantor
berita pemerintah Xinhua.
"Kami
telah memenangkan pertempuran untuk mempertahankan Wuhan, dan kami pasti akan
dapat memenangkan pertempuran untuk mempertahankan Shanghai," sambung pernyataan
tersebut.
Komite
itu menuntut kader partai memiliki 'pemahaman yang mendalam, utuh dan
menyeluruh' terhadap kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh pimpinan pusat
partai.
Baca
juga:
Xi
Jinping Beri Peringatan Keras ke Para Pengkritik Strategi
Nol-COVID
"Kita
harus dengan tegas mengatasi masalah kesadaran yang tidak memadai, persiapan
yang tidak memadai dan pekerjaan yang tidak memadai, dan dengan tegas mengatasi
penghinaan, ketidakpedulian, dan pembenaran diri dalam pemikiran kita,"
katanya.
Peringatan
keras itu dinilai sebagai tanda telah terjadi penolakan internal terhadap
kebijakan nol-COVID Xi dari dalam partai.
"Bahasa
ini harus dibaca sebagai kritik langsung terhadap para pemimpin PKC lokal yang
tidak spesifik yang telah mempertanyakan kebijakan di pusat, atau yang kurang
berhasil dalam menerapkannya," tulis co-direktur the China Media Project, David
Bandurski.
"Dan
sulit untuk tidak mendengar dalam ungkapan tentang 'pembenaran diri' kecaman
terhadap para pemimpin di Shanghai pada khususnya," tambah Bandurski.
(haf/haf)
Baca
artikel detiknews, "Kritik Penanganan Corona Dijawab Xi Jinping Lewat Pidato
Penting" selengkapnya