Dalam kitab suci <Li Ji, Zhong Yong>, karya teori
Konfusius Tiongkok terdapat kalimat yang berbunyi, “Wan Wu Bing Yu Er Bu Xiang
Hai, Dao Bing Xing Er Bu Xiang Bei”. Artinya, flora dan fauna di bumi, dapat
hidup bersama dan tidak melukai satu sama lain, berbagai ide dapat dilaksanakan
secara sekaligus dan tidak mengintervensi satu sama lain. Kalimat ini sering
dikutip oleh Presiden Xi Jinping dalam pidatonya di arena
internasional.
Setelah mendengar perkataan ini, kata apa yang dapat anda
bayangkan? Harmonis. Pada zaman kini, apa yang kita katakan “harmonis” telah
mencakupi berbagai bidang, misalnya keharmonisan antara manusia dengan alam,
keharmonisan manusia dengan sosial, serta keharmonisan antar manusia. Kita
mengusahakan di antar manusia “dapat dilaksanakan berbagai macam ide dan tidak
mengintervensi satu sama lain”, sehingga manusia dapat hidup secara harmonis.
Kita juga mengusahakan “flora dan fauna dapat hidup bersama dan tidak melukai
satu sama lain”, manusia dan alam dapat hidup secara harmonis.
Bumi adalah kampung halaman satu-satunya bagi kehidupan
manusia. Tiap hari kita tinggal di bumi ini tidak merasa apa-apa, namun kalau
suatu hari bumi hilang, sulit dikembalikan lagi. Selama beberapa tahun ini, di
bumi kita sering terjadi peristiwa iklim ekstrem, pengnurunan pasir terus
bertambah, berbagai epidemi terus terjadi, dunia alam sering mengeluarkan alarm
kepada umat manusia, dan menantang pada kehidupan dan perkembangan umat manusia.
Ketika Presiden Xi Jinping menghadiri KTT Iklim pada 22 April yang lalu, dia
mengeluarkan pidato penting yang berjudul Bangun Bersama Komunitas Kehidupan
manusia dengan alam, dan menunjukkan, perubahan iklim mendatangkan tantangan
serius kepada kehidupan dan pembangunan umat manusia, masyarakat internasional
hendaknya membangun bersama komunitas kehidupan manusia dengan
alam.
Bagaimana membangun komunitas kehidupan manusia dengan alam?
Presiden Xi telah merancang cetak birunya: Menyesuaikan diri dengan prinsip
alam, berpegang pada kehidupan harmonis manusia dengan alam. Mengusahakan jalur
jangka panjang, dan melakukan perkembangan hijau. Menyelesaikan kesulitan yang
“hanya melihat tempat kena luka”, bersikeras melakukan tata kelola sistematik.
Menciptakan kehidupan indah, berorientasi kepada manusia. Menjamin berbagai
kebijakan dilaksanakan secara efektif, dan berpegang pada multilateralisme.
Mendorong perkembangan selaras dan bersama, berpegang pada prinsip kebersamaan
tapi ada perbedaan. Keenam titik tersebut adalah “cara pengelolaan” baik untuk
menangani masalah perubahan iklim global, juga adalah jalan yang harus ditempuh
untuk mewujudkan perkembangan harmonis manusia dengan alam, pastilah mendorong
komunitas kehidupan manusia dengan alam berkembang lebih mendalam.
Menghadapi kesulitan yang tak ada taranya dalam sejarah
pengelolaan iklim global, masyarakat internasional hendaknya berambisi besar dan
beraksi tegas untuk berupaya bersama. Justru seperti apa yang dikatakan Presiden
Xi: “Asal kita berkeinginan bersama, dan bertindak serentak, bersikap senasib
sepenanggungan, manusia pasti mampu menangani perubahan iklim global, dan
menyimpan satu dunia yang bersih dan indah kepada generasi selanjutnya.
”