- Jumat, 18 Maret 2022 | 20:56 WIB
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Polman, tim pengendalian dan inflasi daerah (TPID) Kabupaten Polman, serta Polres Polman melakukan pemantauan dan pengawasan minyak goreng di Polman, Kamis (17/03/2022) (M Faisal Hanapi)
SINAR HARAPAN - Survei Pemantauan Harga Bank Indonesia (BI) pada minggu ketiga Maret 2022 memperkirakan perekonomian Indonesia akan mengalami inflasi sebesar 0,54 persen pada bulan ini jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).
Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi Maret
2022 secara tahun kalender sebesar 1,1 persen (year-to-date/ytd) dan secara
tahunan sebesar 2,54 persen (year-on-year/yoy).
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin
Haryono dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (18/3/2022)
mengatakan penyumbang utama inflasi Maret
2022 sampai minggu ketiga yaitu cabai
merah sebesar 0,1 persen (mtm), serta telur
ayam ras, emas perhiasan, dan bahan bakar rumah tangga masing-masing
0,05 persen (mtm).
Kemudian, penyumbang inflasi lainnya yaitu cabai
rawit dan daging ayam ras masing-masing sebesar 0,04 persen
(mtm), serta tempe dan sabun detergen bubuk atau cair
masing-masing 0,03 persen (mtm).
Kenaikan harga komoditas bawang
merah, tahu mentah, jeruk, daging sapi, dan angkutan udara
masing-masing sebesar 0,02 persen (mtm), serta bawang putih dan rokok
kretek filter masing-masing sebesar 0,01 persen (mtm) pada
minggu ketiga turut menyumbang perkiraan inflasi bulan
ini.
Sementara itu, komoditas yang mengalami deflasi pada
periode ini yaitu minyak goreng sebesar 0,06 persen (mtm) dan tomat sebesar
0,01 persen (mtm).
BI akan
terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait untuk
memonitor secara cermat dinamika penyebaran COVID-19 dan dampaknya terhadap perekonomian
Indonesia dari waktu ke waktu.
Langkah-langkah koordinasi kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh untuk menjaga
stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan, serta menopang pertumbuhan ekonomi
Indonesia tetap baik dan berdaya tahan juga akan terus dipertimbangkan. (*)