Wan Yi Adakan Pertemuan Virtual dengan Josep Borrell Fontelles ; Tiongkok Bantu Rakyat Afghanistan

1 view
Skip to first unread message

Chan CT

unread,
Mar 30, 2022, 8:55:15 PM3/30/22
to GELORA45_In

Wan Yi Adakan Pertemuan Virtual dengan Josep Borrell Fontelles

 
 

Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi mengadakan pertemuan virtual dengan Wakil Senior Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan Josep Borrell Fontelles pada hari Selasa kemarin (29/3).

Wang Yi mengatakan, dunia sedang berada pada masa perubahan yang bergejolak. Sebagai dua kekuatan besar untuk mendorong proses multipolarisasi dunia, Tiongkok dan Eropa hendaknya memelihara komunikasi strategis reguler, meningkatkan rasa saling pengertian, terus memperluas kesepahaman bersama dan bersama-sama menghadapi berbagai tantangan global. Kedua pihak perlu melakukan persiapan baik pertukaran tingkat tinggi tahap selanjutnya, untuk memberikan petunjuk strategis kepada kerja sama bialteral, sekaligus mengeluarkan sinyal positif kepada dunia.

Borrell menyatakan, Eropa dan Tiongkok sama-sama kekuatan strategis penting di dunia, dan juga soku guru rehabilitasi dan pertumbuhan ekonomi global. Ditekankannya bahwa Uni Eropa akan terus mempertahankan kebijakan Satu Tiongkok, Uni Eropa secara keseluruhan dan semua anggotanya tidak akan menyimpang dari pendirian ini. Eropa dan Tiongkok harus meingkatkan rasa saling pengertian, memperlihatkan semangat bersahabat dan bekerja sama, terus mendorong pertukaran tingkat tinggi tahap selanjutnya demi mencapai hasil yang positif.

Ia mengatakan, bahwa perang di Ukraian yang masih berlanjut akan mendatangkan dampak serius kepada Uni Eropa maupun global. Uni Eropa mengimbau agar selekasnya diwujudkan gencatan senjata, dibuka koridor kemanusiaan, tidak digunakan senjata pemusnah secara massal, dan Tiongkok diharapkan dapat memainkan peranan penting untuk mendorong perdamaian.

Wang Yi menyatakan, pendirian Tiongkok sangat tegas, pada masalah perang atau perdamaian, Tiongkok selalu berdiri di sisi perdamaian, dan di antara sanksi atau dialog, Tiongkok berdiri di sisi dialog, sedangkan di antara hasutan dan negosiasi, Tiongkok berdiri di sisi negosiasi. Waktu akan membuktikan bahwa pendirian Tiongkok adalah bertanggung jawab dan akan lolos dari ujian sejarah.

Tiongkok Bantu Rakyat Afghanistan Keluar dari Kesulitan dengan Tindakan Nyata

Anggota Dewan Negara merangkap Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi akan memimpin Konferensi Ketiga Menlu Negara Tetangga Afghanistan pada Rabu hari ini hingga Kamis besok (30/3-31/3). Dalam kunjungannya ke negara-negara Asia yang baru berakhir, dia juga sempat mengunjungi Afghanistan. Ini merupakan kunjungan perdana pejabat senior Tiongkok ke Afghanistan setelah pembentukan pemerintah sementara Afghanistan. Semua tindakan tersebut mencerminkan bahwa Tiongkok sedang aktif mengupayakan rekonstruksi damai Afghanistan, dan dengan tulus berharap agar negara yang mengalami kekacauan perang ini dapat segera membaik.


Sebagai negara tetangga bersahabat Afghanistan dan anggota tetap DK PBB, Tiongkok memainkan peranan yang semampunya dalam rekonstruksi damai Afghanistan. Dalam satu tahun yang lalu, pemimpin tertinggi Tiongkok menghadiri KTT gabungan pemimpin  negara anggota SCO dan Organisasi Traktat Keamanan Kolektif (CSTO) mengenai masalah Afghanistan, mengajukan tiga saran untuk mendorong situasi Afghanistan segera bertransisi secara mantap, berdialog dengan Afghanistan, dan membantu rakyat Afghanistan mengatasi kesulitan, dan menunjuk arah rekonstruksi damai Afghanistan.

Serangkaian tindakan diplomatik tersebut mencerminkan bahwa pihak Tiongkok selalu menghormati kedaulatan, kemerdekaan dan keutuhan wilayah Afghanistan, serta mendukung rakyat Afghanistan menentukan nasib dan jalan pembangunan negaranya sendiri. Tiongkok berpendirian adil dan mengimbau agar dunia Barat termasuk AS bertanggung jawab atas dampak perang di Afghanistan, menghapuskan berbagai sanksi terhadap Afghanistan, dan menebus luka serius yang didatangkannya pada rakyat Afghanistan dengan tindakan nyata.


Pemerintah sementara Afghanistan juga berkali-kali melalui kontak diplomatik dengan Tiongkok menunjukkan sikap positifnya kepada dunia luar bahwa Afghanistan tidak akan mengizinkan elemen teroris manapun beraksi di Afghanistan, dan tidak akan mengizinkan siapapun atau lembaga manapun mengambil aksi yang ditujukan kepada negara lain dengan memanfaatkan wilayah Afghanistan, sementara berharap dapat menjalin hubungan persahabatan yang setara dengan berbagai negara, dan berharap dapat berpartisipasi dalam inisiatif “Sabuk dan Jalan”.



 
Reply all
Reply to author
Forward
0 new messages