Penjual pernak-pernik HUT RI
di Tangerang raup jutaan rupiah per hari
Senin, 15 Agustus 2022 00:06
WIB
Seorang penjual
bendera saat merapihkan barang jualannya di lapak yang berada di wilayah
Kabupaten Tangerang, Banten. ANTARA/Azmi Samsul
Ma'arif
barang kita bawa
dari Garut hasil produksi sendiri
Tangerang (ANTARA) - Penjual
bendera merah putih dan pernak-pernik perayaan Hari Ulang Tahun (HUT)
Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) Ke-77 di Kabupaten Tangerang, Banten mampu
meraup keuntungan sebesar Rp5 juta dalam sehari.
Asep, salah
satu penjual pernak-pernik perayaan HUT RI asal Kecamatan Leles, Kabupaten
Garut, Jawa Barat mengaku, bahwa dalam sehari dirinya bisa mendapat keuntungan
mencapai Rp2 juta sampai Rp5 juta.
"Kalau sehari dapat Rp2 juta, tapi kalau lagi
ramai bisa sampai Rp5 juta dari jualan bendera dan umbul-umbul HUT RI," ucap
Asep kepada ANTARA di Tangerang, Minggu.
Ia mengatakan, jika dari beberapa hasil
penjualannya saat ini banyak yang pesan dari masyarakat hingga instansi
perkantoran seperti kelurahan, kecamatan hingga kantor dinas pemerintahan.
"Selain
pembeli yang datang langsung ke lapak, kita juga menerima pesanan dari kantor
kelurahan, kecamatan sampai dinas-dinas," katanya.
Adapun dari beberapa jenis bendera
dan pernak-pernik yang dijual oleh Asep di antaranya yaitu bendera untuk rumah
dan kendaraan, bandir, umbul-umbul, dan hiasan latar belakang (background).
Setiap jenis
pernak-pernik perayaan HUT RI yang dijualnya tersebut memiliki berbagai macam
harga, mulai dari terendah Rp5 ribu seperti aksesoris, hingga Rp400 ribu
seperti jenisbackground.
"Dan yang
paling ramai laku dibeli itu jenis umbul-umbul, bisa laku satu kodi dalam
semusim. Semua barang kita bawa dari Garut hasil produksi sendiri," ujarnya.
Ia
menyebutkan, selama 12 tahun berjualan pernak-pernik bendera merah putih di
wilayah Kabupaten Tangerang, dirinya bisa meraup omzet hingga Rp50 juta per
musim.
"Di
tahun 2021 kemarin saja kita dalam se-musim itu omzet sampai Rp50 juta, tapi
kalau untuk tahun ini sampai Rp40 juta karena ada penurunan pembeli dari
masyarakat," kata dia.