Lusi D.
unread,Jul 6, 2022, 5:49:30 AM7/6/22Sign in to reply to author
Sign in to forward
You do not have permission to delete messages in this group
Either email addresses are anonymous for this group or you need the view member email addresses permission to view the original message
to Gelor...@googlegroups.com
Saya turunkan terjemahan sementara sebuah artikel situs NachDenkSeite
ttg pendapat seorang politisi senior Jerman yang menunjukkan jalan untuk
mengatasi masalah kebutuhan energi rakyat Jerman menghadapi musim
dingin yang akan datang sebagai akibat politik pemboikotan terhadap
Rusia dan pembudakan pemerintah Jerman pada pemerintah federal AS.
Lusi.-
05 Juli 2022 pada 9:50
Sebuah Artikel oleh Oskar Lafontaine
Dalam postingan di Facebook baru-baru ini, mantan ketua SPD dan LINKE
Oskar Lafontaine menjelaskan bahwa pembenaran resmi untuk sanksi
ekonomi terhadap Rusia didasarkan pada kemunafikan moral. Siapa pun
yang ingin mencegah yang terburuk mengingat pergolakan sosial yang akan
datang bagi warga sekarang harus melakukan dengan tegas dan membuka
Pipa Nord Stream 2. Berikut ini kami mereproduksi komentar Lafontaine
kata demi kata. Dari redaksi. Kami mengambil posting berikut dari Oskar
Lafontaine dari halaman Facebook-nya.
Saya tidak bisa lagi mendengarkan keluhan Steinmeier, Scholz, dan
lainnya tentang pergolakan sosial yang akan terjadi jika harga gas naik
tiga kali lipat. Jika energi hanya dapat diperoleh dari negara-negara
seperti Amerika Serikat, Arab Saudi atau Qatar dan Rusia, yang dituduh
melakukan perang yang melanggar hukum internasional, maka seseorang
harusnya memberikan preferensi kepada pemasok yang memiliki barang
terbaik dan termurah. Yaitu Rusia. Juga menjadi semakin jelas bahwa
ekonomi Jerman yang juga terkait erat dengan Rusia dalam hal banyak
bahan baku dan suku cadang lain yang diperlukan.
Orang tidak akan cukup sering mengulang-ulang: jika Anda memutuskan
hubungan dengan suatu negara karena pelanggaran hak asasi manusia, maka
Anda tidak boleh berdagang dengan AS, yang bertanggung jawab atas
sebagian besar pelanggaran hak asasi manusia di dunia.
Benar-benar memalukan menyaksikan Biden pada konferensi pers dengan
Scholz di Washington menjelaskan kepadanya, siapa yang memutuskan
apakah pipa Nord Stream 2 Laut Baltik akan beroperasi atau tidak.
Kapan akan ada Kanselir yang berani memberi tahu Washington; sampai
disini dan tidak lebih jauh. Dari mana asal-muasal kecanduan Jerman
terhadap perhambaan ini manakala Anda perhatikan bagaimana sikap-sikap
para jurnalis dan politisi Jerman terhadap Washington?
Ketika Anda memikirkan rakyat Anda sendiri, hanya ada satu solusi:
Untuk mencegah yang terburuk, buka Nord Stream 2. De Gaulle masih tahu
bahwa negara memiliki kepentingan, bukan teman. Sama seperti Amerika
telah berusaha selama 100 tahun untuk mencegah teknologi Jerman
bergabung dengan bahan mentah Rusia (George Friedman), pemerintah
federal akhirnya harus melihat bahwa sanksi tersebut tidak merugikan
Rusia dan AS, tetapi terutama Jerman dan Eropa sendiri.
Pemerintah federal dan media Jerman tidak dapat lagi menyangkal apa
yang baru-baru ini ditulis oleh ekonom terkenal AS Jeffrey Sachs kepada
mereka: “Perang di Ukraina adalah puncak proyek 30 tahun dari gerakan
neokonservatif Amerika (Neocons). Neokonservatif yang sama yang
berkampanye untuk perang AS di Serbia (1999), Afghanistan (2001), Irak
(2003), Suriah (2011) dan Libya (2011) dan yang mendukung invasi Rusia
ke Ukraina berada di pemerintahan Biden yang pertama-tama yang telah
memprovokasi."
Ketika seseorang telah melakukan kesalahan besar, ia harus memiliki
keberanian untuk memperbaikinya. Tidak ada pemerintah federal yang
berhak membuat jutaan orang Jerman lebih miskin dan merusak ekonomi
Jerman.