Jakarta
- Politikus senior PDIP Panda Nababan membeberkan ragam cara Presiden ke-2 RI
Soeharto saat memarahi menterinya. Panda menjelaskan salah satu cara Soeharto
menunjukkan kemarahan adalah cukup dengan memperlihatkan ekspresinya
saja.
"Saya
pernah tanya Sultan Hamengkubuwana, 'apa kelebihan Pak Harto dari Pak Sultan?'
Dia bilang, 'dia punya signal yang saya tidak punya.' Apa itu? Dia bisa
menunjukkan suatu ekspresi wajah terhadap orang itu, bahwa, 'aku tidak suka
kalau kau bicara ini'," ujar Panda Nababan dalam program Adu Perspektif bertajuk
'Ada Apa di Balik Pesan Nonverbal Elite Politik?', seperti disiarkan detikcom,
Rabu (30/3/2022).
"Dia
bisa punya satu gerakan menutup dia punya diary, mengusir tamunya atau
memasukkan bolpoin ke ininya. Itu pertanda, 'pembicaraan ini selesai',"
sambungnya.
Baca
juga:
Tafsir
Semiotika Jokowi Jengkel soal Impor hingga Ucap
'Reshuffle'
Kemudian,
Panda Nababan mengungkapkan cara Soeharto untuk mengusir tamunya. Panda
mengatakan Soeharto akan menanyakan soal durasi waktu perbincangan yang telah
dilakukan.
"Terus
dia bilang, 'tadi sudah berapa lama berbicara dengan saya?' 'Satu setengah jam.'
Itu dia punya signal untuk mengusir tamu ini," tutur Panda.
Panda
mengatakan, masa jabatan menteri yang tidak paham dengan 'kode' Soeharto itu
pasti tidak berlangsung lama. Dia turut membeberkan sosok-sosok yang ahli
menerjemahkan ekspresi Soeharto hingga 'tukang pukul'-nya.
"Orang-orang
yang bisa mengerti itu, ada menteri yang nggak bisa itu, nggak lama dia. Nah
yang jago menerjemahkan senyuman Soeharto, gerakan Soeharto, Soedharmono. Jadi
habis ketemu Pak Harto sudah nunggu dia di luar. Dia yang menerjemahkan. Jadi
ini periode model-model begini tidak ada pada Jokowi. Siapa tukang pukul dia?
Ada Benny Moerdani, siapa apa dia? Ada Sudomo. Siapa apa dia? Ada Jenderal
Soemitro, ada Yoga Sugama," terangnya.
Baca
juga:
Daftar
Momen Jokowi Jengkel, Terbaru Gara-gara Impor
Panda
menyinggung hal-hal seperti itu tidak dimiliki Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Hanya, menurut Panda, Jokowi punya cara sendiri dalam berpolitik hingga bisa
'mengalahkan' lawan politiknya.
"Jokowi
tidak punya. Tapi dalam perjalanan periode, jatuh semua, bisa dia taklukan semua
lawan politik dia. Dan bisa bikin mayoritas di DPR bisa jadi koalisi dia, itu
dahsyat. Tanpa intimidasi. Kita harus akui bahwa play politic dia mengagumkan,"
imbuh Panda Nababan.
(drg/jbr)
Baca
artikel detiknews, "Politikus Senior PDIP Ungkap Ragam Cara Soeharto 'Marah' ke
Menteri" selengkapnya