Semarang
- Pernikahan beda agama di Semarang, Jawa Tengah, menuai sorotan. Majelis Ulama
Indonesia (MUI) angkat bicara.
"Di
dalam Al Quran sudah ada petunjuknya, yaitu: lelaki mukminon (beriman) lebih
baik bagimu daripada yang lelaki musyrikon (menyekutukan Allah SWT) walaupun
kamu tertarik kepadanya," kata Ketua MUI Bidang Pendidikan dan Kaderisasi
Abdullah Jaidi mengutip Surah Al-Barqarah ayat 221 lewat pesan singkat, Rabu
(9/3/2022).
"Dan
wanita mukminah (beriman) lebih baik bagimu dari pada wanita musyrikah
(menyekutukan Allah SWT) walaupun kamu tertarik kepadanya," lanjutnya.
Abdullah
menyebut pernikahan seagama akan menyelamatkan kehidupanmu di dunia dan di
akherat.
Baca
juga:
Sorotan
Viral Nikah Beda Agama Bikin Wamenag Ikut Angkat Bicara
"Kalau
Allah SWT mengisyaratkan demikian, pasti ada hikmah dan rahasia yang luar
biasa," jelasnya.
Abdullah
juga melampirkan dokumen Fatwa Majelis Ulama Indonesia nomor: 4/MUNAS
VII/MUI/8/2005 tentang Perkawinan Beda Agama. Dalam fatwah tersebut ditetapkan 2
hal:
1.
Perkawinan beda agama adalah haram dan tidak sah.
2.
Perkawinan laki-laki muslim dengan wanita Ahlu Kitab, menurut qaul mu'tamad,
adalah haram dan tidak sah.
Viral
Nikah Beda Agama
Diketahui
dalam video beredar memperlihatkan beberapa gambar sepasang pengantin. Pasangan
tersebut menjadi perhatian karena pengantin wanita terlihat memakai hijab dan
gaun putih di gereja.
Pengantin
tersebut juga tampak berfoto bersama pastor dan beberapa keluarga. Disebutkan
bahwa pernikahan itu terjadi di Semarang, Jawa Tengah.
Baca
juga:
Viral
Pernikahan Beda Agama di Semarang, Wamenag: Tidak Tercatat di
KUA
Wakil
Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi mengatakan pernikahan beda agama yang viral
itu tidak tercatat di Kantor Urusan Agama (KUA).
"Peristiwa
pernikahan beda agama yang viral di media sosial itu tidak tercatat di Kantor
Urusan Agama atau KUA," ujar Zainut dalam keterangan tertulisnya, Rabu
(9/3).
Simak
juga 'Penanganan dan Pencegahan terhadap varian Omicron COVID-19':
(isa/zak)
Baca
artikel detiknews, "MUI soal Viral Nikah Beda Agama di Semarang: Lelaki Mukmin
Lebih Baik" selengkapnya