Kalau rezim Jokowi dikuasai oligarki, DPRnya dikuasai pengusaha, lantas dimana ada hak dan suara rakyat? Aukah hanya suara dan hak bangsa? hehehehehe
Salim Said: Jokowi Dikuasai Oligarki, Praktikkan Nepotisme
salah satu bentuk ketidakberdayaan Jokowi
menghadapi oligarki adalah diberikannya kekuasaan yang sangat besar kepada
Luhut Binsar Panjaitan.
News 28 January 2022 00:02:26 WIB
Solopos.com, JAKARTA —
Pengamat politik dan militer, Salim Said, mengkritik keras Presiden Joko Widodo
yang dinilainya dikuasai oligarki.
Akibat dikuasai oligarki itu, kata dia, Jokowi
tidak leluasa berbuat yang terbaik untuk rakyat.
Promosi Mewariskan Srimulatisme Sembari Menguatkan
Persatuan Bangsa
“Jokowi berutang banyak kepada kekuatan oligarki.
Apa yang dihadapi Jokowi adalah pengutang-pengutang yang mengutanginya menjadi
Presiden,” ujar pemikir yang hidup di tiga zaman sejak Orde Lama itu dalam
perbincangan di kanal Youtube Akbar Faisal Uncencored, dikutip Solopos.com,
Kamis (27/1/2022) malam.
Wartawan senior itu memberi contoh, salah satu
bentuk ketidakberdayaan Jokowi menghadapi oligarki adalah diberikannya
kekuasaan yang sangat besar kepada Luhut Binsar Panjaitan.
Selain menjabat sebagai Menteri Kooordinator
Maritim dan Investasi, Luhut juga mendapat banyak pekerjaan teknis seperti
koordinator penanganan Covid-19 hingga proyek kereta cepat Bandung-Jakarta.
Baca Juga: Salim Said Menilai Isu PKI Muncul
Karena Khawatir Pelurusan Sejarah
“Tindakan Jokowi yang aneh misalnya memberi
kekuasaan yang besar kepada Luhut. Itu harus dilihat sebagai orang-orang
tersebut sedang menagih utang kepada Jokowi,” ujarnya.
Penulis buku Jokowi Menghadapi Debt Collector itu
menyebut kondisi demokrasi di Indonesia saat ini sangat buruk, bahkan mendekati
era Orde Baru.
Pasalnya partai politik pendukung pemerintahan
telah mencapai 82% dan tinggal menyisakan PKS dan Partai Demokrat sebagai
oposisi.
“Kondisi sekarang tidak bagus, nyaris tidak ada
oposisi. Prabowo dan Sandiaga Uno mengejutkan buat saya, bagaimana perasaan
pendukung mereka yang dulu berjuang. Itu ada pimpinan PAN yang dulu ikut
berjuang bersama Amien Rais tiba-tiba ikut ke pemerintahan. Itu kan parah,
moral saja tidak ada,” katanya.
Baca Juga: Salim Said Sebut SBY Awali Kudeta
Partai Demokrat, Mengapa?
Salim Said menuding saat ini Jokowi sedang
mempraktikkan KKN yang menjadi musuh bagi reformasi. Praktik ini bisa terjadi
karena secara politik, kekuatan pemerintahan hampir menyentuh angka 90 persen.
“Anak dan menantunya bisa menjadi wali kota ya
karena dukungan dari partai-partai politik tadi. Ini bukan contoh yang baik.
Reformasi kan melawan KKN, lah ini kok terang-terangan dipraktikkan. Anaknya
(Gibran Rakabuming Raka) cuma punya pengalaman jualan martabak bisa jadi wali
kota. Menantunya yang Medan tidak pernah terdengar tiba-tiba jadi wali kota.
Ini konsolidasi yang melukai demokrasi di Indonesia,” sesalnya.